
Setelah mendata semua peserta dari kelas Ips aku dan Gitta kembali kekelas kami
" Bren, nih ada adik kelas tadi yang kasih tapi katanya dari cowo " kata Citra sambil memberi teh botol dingin padaku
" Iya Cit, dari cowo siapa ?? " tanya ku bingung pada Citra
" Ah...Bren kamu udah punya penggemar rahasia nih " kata Gitta sambil menggodaku
" Apaan sih Git " kataku pada Gitta sambil menahan malu
" Satria.......jangan - jangan kamu yah yang kasih ini ke Brenda ?? " tanya Gitta pada Satria yang sedang bermain game online
" Lah kenapa aku sih Gitt, kalo pun itu aku ngapain aku suruh adik kelas, kasih langsung aja kali " jawab Satria pada Gitta
Aku tidak minum teh botol tadi karena masih penasaran siapa yang memberikannya padaku, sama seperti kejadian makanan dikantin yang entah siapa sudah membayarnya. Jika ini adalah orang yang sama dan seperti apa yang dibilang Gitta bahwa pasti orang tersebut menyukaiku, maka semua hal ini aku harap dilakukan oleh Adrian.
Setelah jam pelajaran hari itu selesai aku melaksanakan tugas kebersihan kelas dulu baru mengikuti rapat panitia acara perpisahan, tapi Gitta sudah lebih dulu ke aula sekolah untuk mengikuti rapat. Saat itu kami akan mendengarkan planning kegiatan dari panitia bidang acara. Aku duduk dibelakang saat itu karena sudah terlambat, Adrian yang saat itu melihatku duduk dibelakang berpindah yang awalnya dia duduk disamping panggung aula sekarang berpindah duduk disebelahku tapi kami berdua tidak saling bercerita atau menatap satu sama lain.
Sikapnya yang selalu mendekatiku membuat aku selalu mengingat bahwa waktuku untuk memilih antara Wellington atau Jakarta semakin singkat, sudah berapa hari yang lalu sejak kaka ku mengirim list kampus di Wellington tapi aku belum melihatnya sama sekali. Pikiran dan hatiku seperti saling berlawanan, pikiranku mengatakan bahwa aku harus mengejar impian ku sejak awal, lagi pula aku sudah berjanji kepada orangtuaku untuk kuliah di Slandia Baru tapi hatiku mengatakan hal lain bahwa aku harus tetap tinggal di Jakarta.
" Kamu minum gak teh botol tadi ?? " tanya Adrian yang membuatku Aku terkejut
" Jadi kamu yang kasih, astaga kenapa sih gak kasih langsung aja malah suruh adik kelas " jawabku pada Adrian sambil terheran - heran
" Iya tadi soalnya kan pasti kamu capek ambil data dikelas, tapi kamu minumkan ?? " tanya Adrian lagi padaku
__ADS_1
" Iya nanti aku minum kok " jawabku pada Adrian
Rasanya senang sekali mengetahui bahwa harapanku ternyata benar yang memberiku minuman botol itu adalah Adrian, dan saat itupun aku berharap kamu akan meminta padaku untuk memilih tetap bersamamu bukan memilih Wellington.
Setelah selesai rapat kami berdua Gitta langsung pulang kerumah
" Bren, kamu gak minum ini teh botolnya ?? " tanya Giita padaku yang sedang mandi dikamar mandi
" Belum Gitt " jawabku dari dalam kamar mandi
" Yah udah aku minum aja yah....haus nih " kata Gitta padaku
" Jangan Gitt, biarin aja disitu" kataku pada Gitta dan langsung keluar dari dalam kamar mandi
" Aneh banget deh minuman kok dipajang" kata Gitta padaku
Handphoneku bergetar
" Hallo Bren, gimana sekolah kamu ?? " tanya mamaku ditelpon
" Hallo ma, kabar aku baik kok ma" jawabku ditelpon
" Gimana dengan persiapan UN kamu ?? " tanya Ayah ditelpon
" Lancar kok Yah, setiap weekend aku selalu ikut try out online " jawabku pada Ayah
__ADS_1
" Mama sama Ayah senang dengernya kalo semua baik - baik aja " kata Mama ditelpon
" Gimana kabar Gitta sama mamanya ?? " tanya Mama ku
" Kabar mereka baik juga kok Ma, kalau kabar kalian disana gimana ?? " tanya ku juga pada Mama
" Kamu tenang aja soal itu Bren kita semua baik - baik aja, kita semua udah gak sabar loh kamu datang berkumpul sama kita lagi " kata Mamaku ditelpon
" Iya Ma" kataku
" Kamu udah bisa nentuin mau pilih universitas apa loh soalnya waktunya makin mepet Bren " kata Ayahku
" Iya Yah nanti kalo aku udah nentuin aku bilang yah " kataku ditelpon
Malam itu lagi - lagi hati dan pikiranku saling berlawanan entah aku akan mengikuti kata hati atau pikiranku, hati dan pikiranku menawarkan dua hal yang sangat berat antara keluarga atau laki - laki yang aku cintai tapi sampai sekarang aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku. Ingin sekali malam itu aku mengirim pesan untuk bertanya tentang perasaannya tapi aku tidak bisa, aku hanya bisa menunggumu Adrian......Menunggu pernyataanmu tentang perasaan padaku,tapi sampai kapan aku akan menunggumu dan apakah aku akan mendapat jawaban yang aku inginkan ???
" Jangan buatku terus bertanya perasaanmu padaku tapi buatlah aku yakin tentang perasaanmu padaku"
Hallo Sahabat Pembaca
Terima Lasih sudah baca NovelKu ini, jangan lupa untuk di rate, vote, like, dan dikomen untuk perkembangan novel ini...........
__ADS_1
Salam Sayang,
Monica Lim