
Aku tidak menjawab atau mengatakan apapun tentang perasaannya yang ditulis dinote HP Ku tapi aku sebenarnya tau jawaban apa yang harus kuberikan, jawaban dimana aku tidak bisa menolak setiap perilakunya yang mewakili perasaannya padaku.
" Aku pulang dulu yah soalnya Gitta udah Wa Aku katanya rapatnya udah selesai " kata ku sambil berdiri dari meja baca diperpustakaan
" Yah udah aku juga udah mau pulang, gimana kalo sebentar aku yang jemput kamu buat ke cafe ?? " tanya Adrian padaku
" Gak janji yah tapi nanti aku kabarin yah kalo gimana " jawabku pada Adrian
" Oke aku tunggu infonya yah Bren " kata Adrian sambil berjalan bersamaku keluar perpustakaan
Saat keluar perpustakaan Aku langsung turun kelantai 1 karena perpustakaan berada dilantai 2 dan Adrian pergi mengambil tasnya di kelas
" Brenda " teriak Gitta
" Gitta astaga.....jangan teriak - teriak ihh " kataku sambil tersenyum
" Ayo pulang" kata Gitta
" Kamu dari perpustakaan ?? " tanya Gitta juga
" Iya Gitt soalnya dikelas kan udah kosong mending aku baca buku diperpustakaan " jawabku
Sore itu Aku dan Gitta langsung pulang kerumah
Saat diperjalanan pulang Aku terus berpikir tentang bagaimana aku akan memberikan penjelasan pada Gitta untuk pergi rapat dicafe, rapat ini hanya dikhususkan untuk para koordinator panitia tapi aku yakin Gitta pasti akan ikut bersamaku ke cafe.Dan juga penjelasan apa yang akan aku berikan pada Gitta soal Adrian yang akan menjemputku karena Gitta belum tau soal Aku dan Adrian.
" Bren kamu mau kemana udah pake baju rapi ?? " tanya Gitta saat melihatku sedang bersiap - siap
" Gitt, Aku mau ke rapat panitia tapi ini rapat khusus koordinator panitia " kataku ragu pada Gitta
" Aku ikut yah.......Tunggu aku mandi bentar " kata Gitta sambil lari kedalam kamar mandi
Saat itu ketakutanku pun terjadi, Gitta memang tidak pernah membiarkanku pergi sendiri. Aku bingung karena Adrian akan menjemputku, terlebih Aku juga bingung akan mengatakan apa pada Gitta.........
Akhirnya Aku menelpon Adrian
__ADS_1
" Hallo Adrian " kataku
" Hallo Bren kamu udah siap, jadikan aku jemput kamu ?? " tanya Adrian
" Aku udah mau otw kerumah kamu " kata Adrian juga
" Adrian kamu jangan jemput aku yah soalnya Gitta mau ikut kecafe " jawabku pada Adrian ditelpon
" Lah kenapa dia mau ikut kan ini rapat khusus para koordinator bidang " kata Adrian
" Iya aku udah bilang gitu juga tapi Gitta tetap mau ikut, kan dia udah biasa ikut aku kemana aja " kata Ku pada Adrian
" Terus gimana dong, Gitta boleh ikut kan ?? " tanyaKu pada Adrian
" Yah udah mau gimana lagi " kata Adrian
" Nanti kita ketemu dicafe aja " kata Adrian lagi
" Yah udah, maaf yah Adrian " kataku pada Adrian
" Bren " panggil Mamanya Gitta
" Kamu ngapain disini ?? " tanya Mamanya Gitta yang melihatku sedang berdiri diteras rumah
" Gak kok tante lagi nyari sinyal aja " kataku memberi alasan agar tante tidak mencurigaiku
" Bren ayo, aku udah siap " kata Gitta saat keluar rumah
" Kalian mau kemana udah pake baju rapi begini ?? " tanya Mamanya Gitta saat melihat kami berdua
" Ma, kita berdua mau ke cafe yah ada rapat panitia " kata Gitta
" Yah udah jangan pulang terlalu malam yah kan besok kalian masih mau kesekolah " kata Mamanya Gitta sambil mengelus pipi kami berdua.
Diperjalanan kecafe, Aku sempat berpikir tentang alasan apa yang paling tepat untuk aku berikan pada orangtuaku soal Aku yang lebih memilih untuk kuliah di Jakarta. Cepat atau lambat orangtuaku pasti akan mengetahui keputusanku ini tapi aku juga berpikir bagaimana kalau aku memberi tahu soal Adrian pada Gitta agar dia bisa membantuku untuk memberi penjelasan pada orangtuaku.
__ADS_1
Sesampainya dicafe kami berdua langsung turun dari mobil dan akan masuk ke dalam cafe tapi saat aku melihat diparkiran motor ternyata ada Adrian yang sedang menunggu diatas motor, dia pun langsung menghampiri kami berdua Gitta untuk masuk bersama didalam cafe.
" Oh jadi ini toh yang ditungguin dari tadi " kata teman - teman panitia yang sudah ada dicafe waktu itu
" Apa sih kalian sirik aja " kata Adrian sambil duduk dikursi yang berada didepanku
Kami mengadakan rapat selama 2 jam dicafe dan berbicara tentang berapa banyak peserta yang akan ikut serta dan juga tempat yang tepat untuk melaksanakan acara perpisahan ini, dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi survey tempat pelaksanaan acara perpisahan diakhir pekan minggu itu. Yang akan pergi hanya Panitia inti, guru penanggung jawab acara,koordinator acara, dan koordinator sekretariat yaitu aku.
Saat kami membicarkan hal itu koordinator acara mengatakan bahwa hanya kami yang berkepentingan harus hadir dan tidak ada pengikut lainnya. Aku mengerti maksudnya itu adalah Gitta karena mereka berdua memang tidak terlalu cocok bahkan bukan hanya saja di kepanitiaan ini tapi juga diosis.
Setelah rapat itu selesai kami berdua Gitta langsung pulang bersama Pak Bambang yang sudah menjemput kami
" Bren, aku sebel banget deh sama Delya " kata Gitta tentang Delya koordinator acara
" Sabar Gitt, udah gak usah dimasukin kehati " kata ku
" Gue mau ikut atau gak itu terserah sama aku lagian kan aku ikut kamu bukan dia " kata Gitta yang sangat marah pada perkataan Delya tadi
" Udah udah, biarin aja tapi soal yang survey tempat itu aku pergi sendiri yah karena aku pun gak enak sama temen - temen " pejelasanku pada Gitta
" Jadi kamu mau ninggalin aku nih " kata Gitta dengan muka cemberut
" Gak kok masa aku mau ninggalin kamu, aku janji deh hari minggu malam aku traktir nonton konser Sheila On 7 " kataku untuk membujuk Gitta
" Oke boss " kata Gitta sambil memelukku
Sesampainya dirumah, Aku belajar untuk ulangan harian matematika besok sedangkan Gitta langsung tidur karena kecapean hari ini. Setelah belajar malam itu aku melihat story Wa sebelum tidur, saat aku melihat story diwa ada video yang cukup membuatku terkejut malam itu ternyata Adrian mengambil foto diriku yang sedang duduk didepannya dan diedit dengan efek monokrom dan Adrian memberikan backsound lagu Sheila on 7 " Pemuja Rahasia " divideo itu. Aku terus mengulang video itu yang membuatku tersenyum sendiri dimalam itu, Aku tidak menyangka Adrian ternyata bisa seromantis itu, Dia mengambil foto diriku secara diam -diam dicafe dan membuat video dengan lagu dari band favoritku.
Tapi aku sempat kuatir bagaimana kalau ternyata Gitta melihat storynya ini dan bertanya padaku karena pasti dia akan marah kepadaku tidak menceritakan soal Adrian padanya tapi saat aku ingin menyuruh Adrian menghapus storynya, Aku takut dia berpikir bahwa Aku tidak menyukai video itu karena dia sudah bilang jika Aku tidak nyaman dengan perilakunya maka hentikan dia, malam itu aku sangat bingung akan mengirim pesan pada Adrian atau menceritakan hal ini pada Gitta tapi sayangnya saat itu Gitta sudah tidur akhirnya Aku memutuskan untuk membicarakan hal ini pada Gitta dipagi hari.
" Selamat Malam Pemuja Rahasiaku sampai jumpa besok "
Hallo Sahabat Pembaca
Terima kasih sudah membaca Novel Ku ini jangan lupa untuk dilike, rate ⭐⭐⭐⭐⭐,vote dan dikomen untuk perkembangan novel ini, sampai jumpa diepisode selanjutnya...............
__ADS_1
Salam Sayang,
Monica Lim