The Choice

The Choice
Episode 12 Tom and Jerry


__ADS_3

" Bren kamu udah belajar matematika kan ?? " tanya Gitta padaku


" Udah kok Git, kamu tuh yang gak belajar " jawabku


" Kan ada kamu Bren selama ada kamu disamping aku ujian mah jadi gampang" kata Gitta


" Kamu kok akhir - akhir ini sering banget dengerin lagu diairphone, dengerin lagu apa sih Bren ?? " tanya Gitta lagi saat melihat aku mengeluarkan airphone dari dalam tasku


" Lagi mood aja denger lagu diairphone " jawabku sambil memutar lagu rindu sendiri


" Cuma denger lagu juga bawa - bawa mood " gumam Gitta


Pagi itu sepanjang perjalanan dari rumah ke sekolah, aku terus mendengar lagu itu tanpa henti lagu dimana Aku dan Adrian menciptakan momen bersama dikelas yang tidak akan terlupakan. Adrian membuatku memilih Jakarta dibandingkan Wellington, dia dengan mudah bisa membuatku yakin akan perasaan dan keputusan yang ku ambil ini adalah benar dan pantas untuk aku perjuangkan.


Setelah sampai disekolah Aku dan Gitta langsung kekelas karena pagi itu ada ujian matematika dijam pelajaran pertama


" Selamat pagi anak - anak " sapa Pak guru saat memasuki kelas kami


" Selamat pagi Pak " jawab kami semua


" Bren, semangat yah jangan lupa jawabannya dibagi keaku " kata Gitta sambil tertawa


" Baik anak - anak sebelum ujian kita dimulai, sekarang Bapak akan mengatur tempat duduk kalian jadi yang siswa laki - laki akan duduk dengan siswi perempuan " kata Pak guru sambil mengatur tempat duduk kami


" Pak boleh open book gak Pak ?? " tanya Satria dan teman laki - laki yang lain


" Gak ada open book atau semacamnya, ayo atur tempat duduk kalian ujian akan dimulai " Kata Pak guru


" Yah udah deh Pak tapi saya duduk sama Brenda yah " kata Satria sambil menghampiri mejaku


" Minggir kamu Gitt, Aku mau duduk sama Brenda " kata Satria pada Gitta yang masih duduk disampingku


" Brenda kamu pindah dari situ dan duduk bersama Chris didepan sini " kata Pak guru sambil menunjuk meja yang berada didepan meja guru yang sudah ditempati Chris


" Iya pak " jawabku sambil menuju tempat duduk itu


" Yah Tuhan....... mimpi apa aku tadi malam sampai bisa duduk sama dia " kata Gitta sambil menggaruk kepalanya


" Yang ada Aku yang Mimpi buruk nih selama sebulan karena duduk sebelahan sama kamu Gitt " gumam Satria


Saat ujian Aku dan Chris mengerjakannya secara masing - masing dengan tenang karena memang Chris adalah siswa laki - laki terpandai dikelas kami, sedangkan Satria dan Gitta hanya terus mengeluh karena tidak dapat menjawab soal matematika saat itu. Terlihat lucu memang mereka berdua yang selalu seperti Tom and Jerry saat bertemu, rasanya dunia akan runtuh saat itu jika melihat mereka berdua bertengkar.


Jam istirahat Aku dan Gitta makan dikantin

__ADS_1


" Bren lihat deh diarah jam 9 ada Adrian sama Satria " kata Gitta sambil makan


" Iya....... " kata ku juga pada Gitta sambil tersenyum pada Adrian yang saat itu sudah melihatku


" Mereka kesini Bren, jangan pindah meja yah kayaknya mereka bakalan gabung sama kita berdua " kata Gitta sambil menatap mereka yang sedang berjalan menuju meja kami


" Iya Gitt " jawabku sambil menatap Adrian


" Bren, boleh gabung ngga ?? " tanya Adrian padaku


" Boleh kok duduk aja " jawabku Gitta pada Adrian


" Adrian tanya Brenda bukan kamu Gitt dasar kentang " kata Satria pada Gitta sambil tertawa


" Aku cuma bolehin Adrian yang duduk disini bukan kamu Satria dasar umbi - umbian " kata Gitta pada Satria yang sudah duduk didepannya


" Udah, udah jangan berantem " kata ku dan Adrian secara bersamaan


" Btw Guys kita kan tinggal berapa bulan lagi disekolah ini, kalian belum ada rencana buat kuliah dimana ?? " tanya Satria saat kita sedang makan


" Kalo Aku sih Sat tetap diJakarta rencanya mau ambil jurusan hukum di Trisakti " jawab Adrian yang berada disampingnya


" Kalo kamu Bren, rencana mau masuk Univ dimana ?? " tanya Adrian sambil menatapku yang ada didepannya


" He kentang, Adrian nanya ke Brenda bukan kamu " kata Satria pada Gitta


" Oh iya Bren ?? " tanya Adrian lagi padaku


" Hhmmm...... gak kok Adrian, aku bakalan kuliah diJakarta mungkin aku akan pilih Trisakti " jawabku sambil tersenyum pada Adrian


" Ha ?? kamu udah gila yah Bren, orang tua kamu udah berharap kamu kuliah di Wellington terus kamu pilih Jakarta "


" Terus kamu gak cerita lagi sama aku Bren " kata Gitta sambil terkejut mendengar jawabanku


" Emangnya kamu siapa ???orangtua Brenda ??? Terus semua harus dilaporin kekamu hahahahaha " kata Satia sambil tertawa


" Diem gak ato aku usir kamu dari sini " kata Gitta sambil berdiri menunjuk pada Satria


" Sat, Gitt, udah jangan berantem....ayo balik kekelas aja " kata ku pada Gitta dan Satria yang mulai memanas


" Ayo Sat balik " kata Adrian sambil menarik tangan Satria untuk berdiri dari meja


Saat itu tanpa ada rencana atau menyusun kata - kata, Aku langsung mengatakan keputusan Ku untuk tetap tinggal di Jakarta kepada Adrian didepan Satria dan Gitta. Saat itu aku mengerti Gitta sangat terkejut mendengar keputusanku ini karena ini kali pertama Aku tidak menceritakan keputusanku pada Gitta biasanya dia menjadi orang pertama yang tau tentang apa pun tentangku.

__ADS_1


" Gitta, kok kamu gak cerita sama sekali ke aku tentang kuliah di Jakarta, kamu udah janji sama orangtua kamu bakalan nyusul kamu kalo udah selesai SMA " kata Gitta sambil memegang tanganku


" Gitt, sorry banget yah tapi aku bakalan jelasin semuanya ke kamu tapi aku harus ke ruang guru dulu sekarang " kata ku pada Gitta


" Yah udah pergi sana kamu udah ditunggu " kata Gitta sambil melepaskan tanganku


" Pak, maaf ada apa yah manggil saya?? " tanya ku pada Pak guru


" Oh Brenda, ini bapak minta tolong kamu untuk periksa hasil ujian matematika untuk semua kelas Ips " kata Pak Guru sambil menyerahkan kertas ujian


" Oh iya Pak boleh kok " jawabku sambil mengambil kertas ujian


" Yah udah bapak tunggu minggu depan yah hasilnya " kata Pak Guru


Teng.......Teng........Teng........


Saat itu adalah jadwal kebersihan Gitta jadi sambil menunggunya Aku membaca buku diperpustakaan, saat aku membaca buku Adrian menelponku dan mengatakan untuk melihat kejendela karena meja yang aku duduki saat itu langsung berhadapan dengan jendela perpustakaan, saat aku melihat ke jendela ternyata Adrian sedang berdiri disana. Saat menelpon Adrian memintaku untuk menghampirinya yang sedang berdiri diluar, Aku pun menghampirinya...........


" Kamu jadi kan besok pergi survey tempat acara ?? " tanya Adrian padaku


" Jadi kok, kamu ?? tanya ku juga pada Adrian


" Iya, mau bareng ?? " tanya Adrian padaku untuk memberi tawaran pergi bersamanya


" Boleh kok " jawabku dengan senang hati


" Yah udah nanti aku wa kamu yah " kata Adrian sambil memegang tanganku


" Oke, aku kebawa dulu yah mau langsung balik ke rumah " kataku pada Adrian sambil tersenyum


" Yah udah hati - hati see u tomorrow Bren " kata Adrian sambil membelai rambutku


Sore itu Aku sangat bahagia bisa merasakan ada seorang laki - laki selain Ayah yang bisa memberi perhatian padaku, aku juga bahagia bisa merasakan kisah SMA yang indah dimana aku mencintai teman sekolahku. Memang benar perkataan orang - orang masa SMA adalah masa terbaik dan tidak pernah terlupakan, bahkan setelah kami lulus kenangan SMA akan terus membekas dan dikenang dihati. Aku pasti nantinya akan merindukan SMA ini, guru - gurunya, Gitta dan semua teman sekolahku tapi Aku tidak ingin merindukan sosok Adrian karena Aku ingin dia bukan hanya sekedar bagian dari kenangan manis masa SMA Ku tapi juga menjadi bagian manis dari setiap perjalanan kehidupanku sampai nanti.


Malam itu pun aku sudah berniat untuk mengatakan semuanya pada Gitta, tentang bagaimana perasaanku pada Adrian, tentang hubungan kami saat ini, dan juga keputusanku soal kuliah dijakarta. Bukan hanya pada Gitta saja tapi juga pada keluargaku yang berada di Wellington.


" Buatlah Aku untuk tetap tinggal disini bersamaMu jangan berikan Aku alasan untuk bisa meninggalkanMu "


Hallo sahabat pembaca


Terima kasih sudah membaca Novel Ku ini jangan lupa untuk dirate ⭐⭐⭐⭐⭐, vote, like dan dikomen untuk mendukung perkembangan Novel ini Sampai jumpa diepisode selanjutnya............


Salam Sayang,

__ADS_1


Monica Lim


__ADS_2