The Choice

The Choice
Awal Bertemu


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. dimana semua orang bersantai dan menikmati weekend nya.


Sama hal nya seperti ayra yg sedang lari pagi di taman dekat rumahnya.


Tiba-tiba mobil truk melaju dengan kecepatan yg tinggi, tanpa disadari oleh pemudinya ada anak kecil yg mau menyebrangi jalan, ayra langsung berlari menyelamatkan anak itu.


JELEGARRR!!!


Kejadiannya begitu cepat. Sontak ayra terjangkang, terlempar ke belakang. Tetapi anak yg hampir saja ketabrak kepalanya terbentur ke trotoar jalan.


Ayra langsung bangun dan menghampiri bocah itu.


"Astaga! Apa yg baru saja terjadi?" Gumam nya sambil melangkah sempoyongan menghampiri anak itu.


"Tolong... Tolong... Tolong.."


Teriak ayra sekuat tenaga untuk meminta tolong.


Dengan keadaan nya yang sudah lemah, tanpa disadari ayra mulai terkulai pingsan di samping anak itu.


Kemudian ada seorang lelaki tegap melihat kejadian itu, dia carel Abang nya korban itu.


Carel langsung mengangkat ayra ke dalam mobilnya sedangkan adiknya di angkat oleh supir yg mengantar ia ke taman.


Dengan tidak banyak bicara Carel langsung membawa adik nya ke rumah sakit terdekat dan tak lupa juga ayra yg pingsan.


Setibanya di rumah sakit Carel langsung memanggil suster untuk segera menangani adik nya yg bercucurah darah di kepalanya.


"SUSTERR..SUSTERR..." teriak Carel.


Calila adik perempuan carel satu satunya langsung di bawa ke ruang UGD.


Setelah Carel memberitahukan orang tuanya. Seakan dia teringat pada gadis yg telah menolong adiknya. Ia langsung berlari ke resepsionis untuk menanyakan gadis itu, tak lain adalah dia ayra.


Setelah suster telah memberitahukan keberadaan ayra, Carel langsung berjalan menuju ruangan ayra, dan membuka pintu ruangan ayra dengan hati hati agar tidak membangunkan pasien yg ada di dalam.


Tepat di pinggir ranjang ayra Carel berdiri tegap dan memandangi wajah pucat ayra. "Cantik" gumam Carel dalam hati.


Ayra mengerjap-ngerjapkan mata. Ia melihat sekeliling nya.


Samar-samar di tengah kesadarannya yg hampir pulih, tampak seorang lelaki tengah berdiri di samping brankar, lelaki itu tak lain adalah Carel. Wajah Carel begitu dingin tak tersentuh.

__ADS_1


"Hmm aku dimana" tanya ayra pada dirinya sendiri. Lalu ia melirik ke sekitarnya terdapat lelaki tampan yg sedang berdiri di samping nya.


"Makasih" ucap Carel saat merasa dirinya di perhatikan oleh ayra.


Sedangkan ayra merasa kebingungan, karena tiba tiba lelaki yg disampinya yg tidak ayra ketahui asal usul nya darimana  mengucapkan terimakasih kepadanya. "Hey kamu siapa? Terus makasih buat apa ya?" Tanya ayra.


"Ah iya gue lupa" gumam Carell dalam hati sambil merutuki dirinya sendiri.


"Gua Carell, makasih udah nyelamatin adek gua" ucap Carell


" YA AMPUN IYA DIMANA SEKARANG GADIS ITU AKU INGIN MELIHAT NYA" teriak ayra sehingga membuat Carel terlonjak kaget  ayra langsung meloncat  di ranjang tempat tidurnya.


"Awh.." ringis ayra meihat lutut nya yg terkena luka.


"Ck.. really stupid" geram Carell dalam hati melihat Ayra yg ceroboh. Tidak banyak bicara lagi Carell langsung mengangkat tubuh ayra.


Sedangkan yg di angkatnya hanya melongo dan memandang wajah Carell yg ia rasa sangat tampan.


Sedetik kemudian ayra tersadar dari lamunan nya "eh turunin aku" ucap ayra gelagapan.


"Diam" gumam Carell dan langsung melangkah keluar dengan  membopong badan ayra ke luar.


selama di koridor rumah sakit ayra dan carell menjadi sorotan semua orang karena melihat ayra yg di bopong oleh carell. setibanya di depan kamar rawat calila tak lain adalah adik nya carell, carell langsung menurunkan badan ayra. 


"oh iya sus orang tua saya belum pada datang?" tanya carell kepada suster yg menjaga calila. 


"belum mas" jawab suster yg salting karena ditanya cowo tampan. "kalo begitu saya kembali mas" lanjutnya.


"ah iya makasih sus" ucap carell berterimakasih.


"Hah mustahil untuk mereka datang" lirih carell kepada dirinya sendiri. Tapi ayra dapat mendengar semuanya dengan sangat jelas, ya ayra mendngar ucapan Carell.


Ayra memikirkan apa maksud dari kata kata carell, berbagai pikiran mulai masuk ke dalam otak nya, otaknya terus berusaha untuk mencerna kalimat Carell dengan baik.


Dengan keadaan sunyi Carell dan ayra kalut dengan pikirannya masing masing, entah memikirkan apa yg ada di pikirannya.


"Emm kak..."


Tiba tiba lamunan mereka buyar karena suara adiknya Carel yaitu calila. "Akhirnya kamu udah sadar dek" Dean langsung menuju ke samping ranjang calila.


"Aku ada dimana kak?" Tanya calila saat matanya sudah terbuka dari kesadaran nya."itu siapa kak" lanjutnya, menanyakan siapa cewe yg di samping abangnya yaitu Carell.

__ADS_1


"Kamu ada di rumah sakit lah, ah iya kakak yg disebelah Abang ini orang yg menolongmu de" ucap Carell


"Makasih kakak cantik udah nolongin aku" ucap calila sopan dan tak lupa senyum manis nya yg terdapat lesung Pipit di pipinya.


"Ah iya sama sama adek manis" jawab ayra kepada calila tak lupa juga ia tersenyum di akhir kalimatnya. "Aduh dek kamu mau ngapain" ucapnya kaget karena tiba tiba calila ingin bangun dari tidurnya.


"Aku haus kak" ucap calila


"Ouh haus, kakak ambil dulu ya minumnya" ucap ayra sambil mengambil air yg sudah tersedia di nakas, tiba tiba saat tangan ayra memegang gelas tangan Carel pun ikut memegang tangan ayra. Niat Carel ingin mengambilkan minum juga untuk adiknya.


"Ah so-sory" ucap Carell salting dan menggaruk kepalanya yg tak gatal.


"Iya gakpapa biar aku aja yg ngasih minum" ucap Ayra dan langsung dia ambil oleh calila airnya.


"Menarik" gumam Carell dalam hati ketika melihat tingkah ayra yg mampu membuat dirinya ingin lebih dekat. Ada apa dengan Carel dia jarang memuji wanita seperti itu,


Sedangkan ayra yg baru kenal,sudah membuat ia tertarik.


"Bang Carell" panggil calila kepada carell karena abangnya dari tadi hanya bengong saja.


"Ah iya, gue ke resepsionis dulu buat ngurus pembayaran nya, ayra tolong temanin calila bentar" ucap Carell meminta tolong kepada ayra. Setelah ayra menganggukan kepalanya Carell langsung nyelonong pergi keluar ruangan.


"Ka ayra kenal sama Abang aku kak?" Tanya calila kepada ayra karena melihat pandangan mereka ia merasa Abangnya dan ayra memiliki hubungan pribadi padahal nihil tidak ada apa apa.


"What!? Aku baru kenal tadi pagi sama Abang kamu, ini juga dipertemukan nya karena kamu" jawab ayra sambil mencolek hidung mancungnya calila.


Sedangkan calila hanya cengengesan melihat Ayra seperti anak kecil, padahal umurnya lebih tua dari dirinya.


"Yaudah calila sekarang tidur ya, jangan banyak gerak dulu" ucap ayra sambil membantu calila membaringkan badannya. Calila hanya menurut lagi pula ia masih merasa lemas untuk bercanda.


Setelah calila tidur ayra berjalan untuk menutup jendela ruangan calila sambil memandang indah nya kota Jakarta bila di malam hari.


Tiba tiba suara barington mengagetkan ayra yg sedang memandangi langit.


"Calila udah tidur?" Tanya lelaki itu yaitu Carell


"Udah" jawab ayra. "Ouh iya btw ini udah malam aku harus pulang" lanjutnya.


"Yaudah yu gua antar" ucap Carell mulai berjalan keluar. Tetapi ayra menghentikan langkahnya.


"Gak usah kakak jaga calila aja, aku bisa naik taxi" ucap ayra

__ADS_1


"Bener nih" ucap Carell "yaudah makasih ya lu udah nolongin adek gua, see you" lanjutnya. Ayra hanya mengacungkan jempolnya sebagai tanda jawaban. Lalu ayra langsung pergi keluar.


__ADS_2