
Malam ini adalah malam dimana Gitta dan OrangtuaKu akan mengetahui semua rahasiaku selama ini, mereka pasti akan terkejut mendengar keputusanku untuk tetap tinggal di Jakarta dan juga akan sangat kecewa padaku karena saat mereka pindah ke Slandia Baru aku lebih memilih untuk tetap tinggal di Jakarta dan berjanji untuk menyusul mereka saat aku lulus SMP nanti tapi saat Aku lulus SMP aku menunda lagi janji untuk menyusul mereka di Slandia Baru karena saat itu Aku lebih memilih untuk melanjutkan SMA diJakarta kemudian Aku kembali memberikan janji pada mereka bahwa Aku akan menyusul mereka saat aku lulus SMA tapi lagi dan lagi Aku tidak menepati janji pada keluargaku.
" Gitt " panggilku padanya yang saat itu sedang mendengar lagu lewat airphone
" Ya, kenapa Bren?? " tanya Gitta sambil melepas airphone dari kupingnya
" Kamu mau cerita soal keputusan kamu itu yah Bren ?? " tanya Gitta lagi sambil duduk berhadapan denganku dilantai kamar kami
" Iya Gitt " jawabku sambil memegang tangannya
" Yah udah Aku dengerin semuanya kok tapi kamu harus jujur yah sama aku....... " kata Gitta
" Jadi Gitt......pertama Aku mau minta maaf ke kamu karena gak bilang ke Kamu soal keputusan Aku untuk kuliah diJakarta karena jujur ini keputusan yang berat banget buat Aku, kamu udah tau kan Aku tinggal bareng kamu dan mama kamu itu udah hampir 5 tahun jadi kalian itu udah Aku anggap sebagai keluarga Aku sendiri terus rasanya berat banget buat Aku ninggalin Jakarta dan pindah ketempat yang asing bagiKu yah walaupun nanti disana ada keluargaku tapi hatiku mengatakan bahwa Aku harus tetap disni " saat mengatakan itu mataku sudah berkaca - kaca
" Aku ngerti kok Bren kalo kamu udah nyaman banget tinggal disini sama Aku dan mama cuma kan keluarga kamu yang sebenarnya ada di Slandia Baru Bren, Aku pun sebenarnya gak mau kamu pindah ke Slandia Baru karena kamar ini bakalan sepi banget, Aku bakalan tidur sendiri, Meja belajar kamu bakalan gak ada lagi, gak ada lagi orang yang bakalan peluk aku kalau aku lagi galau, terus juga gak ada temen curhat, gak ada lagi yang ingetin aku untuk belajar dan bikin tugas. Semua bakalan berat banget Bren buat Aku dan kamu tapi.........Orangtua kamu pun pasti udah rindu banget sama kamu, ini udah kedua kalinya kamu gak tepatin janji sama mereka Bren " kata Gitta sambil memelukku dan kami menangis bersama saat itu
" Tapi Gitt Aku juga mau cerita tentang sesuatu yang buat Aku yakin untuk tetap tinggal di Jakarta Gitt " kataku sambil
menghapus air mata yang ada dipipiku
" Ehh tunggu Bren orangtua kamu udah tau belum soal ini ?? " tanya Gitta padaku penasaran
" Belum rencananya malam ini sih Gitt, Aku bakalan telpon mereka " jawabku
" Yah udah telpon dulu orangtua kamu baru kita lanjut ceritanya " kata Gitta
Setelah menunggu satu jam lebih Orangtua Ku tidak mengangkat telpon dariKu, mungkin mereka sedang ada acara dikedutaan atau ada kesibukan lainnya jadi kami berdua melanjutkan kembali pembicaraan kami.
__ADS_1
" Bren, kamu kan udah jujur sama aku jadi sekarang giliran aku buat jujur juga sama kamu " kata Gitta sambil menatap mataku
" Kamu ada rahasia juga dari aku ?? " tanyaKu terkejut karena ternyata Gitta juga ada rahasia dariku
" Jadi Bren sebenarnya aku tuh selama ini lagi suka sama seorang cowo udah lama sih bahkan waktu aku jadian dengan mantan aku sebelumnya, aku udah suka sama dia cuma yang tembak ke aku orang lain yah udah aku iyain aja " kata Gitta sambil menggaruk kepalanya karena malu
" Astaga Gitt pantes aja kamu sama mantan kamu itu kayaknya gak bahagia kelihatannya ternyata itu cuma karena terpaksa " kataku sambil tersenyum
" Ehh tapi cowo yang kamu suka bukan Satria kan ?? " tanyaku pada Gitta sambil menggelitikan pinggangnya
" Loh kenapa si umbi-umbian sih Bren, yang ada Aku males banget liat dia " jawabnya sambil menepuk bahuku
" Hahahahaha, soalnya kan kamu bilang udah lama suka sama cowo itu jadi dipikiran aku tuh Satria cowonya lagian yah Gitt kalo kamu sering berantem sama cowo hati - hati loh nanti kamu jadi suka sama dia, benci jadi cinta nanti loh " kataku sambil tertawa
" Apaan sih Bren...... denger dulu dong aku mau cerita " kata Gitta yang sudah mulai kesal melihatku tidak berhenti tertawa
" Hhhmmm, jadi Bren....... cowo itu sih kamu kenal kok terus kita berdua juga udah kenal cukup lama cuma akhir - akhir ini makin lebih deket " kata Gitta
" Ha ?? Aku kenal cowonya ?? Siapa ?? " tanyaku penasaran
" Iya kamu kenal kok Bren, cuma kamu jangan kaget yah dengernya hehehehe " kata Gitta sambil memegang tanganku
" Udah bilang aja semakin lama semakin Aku penasaran " kataKu yang saat itu sangat penasaran tentang laki - laki ini
" cowonya itu Adrian......Bren " kata Gitta sambil menutup mukanya karena malu padaku
" Adrian Chandra ketua panitia acara perpisahan ?? " tanyaku untuk memastikan
__ADS_1
" Iya Bren, jadi aku itu masuk panitia cuma karena dia yang jadi ketua panitianya terus tapi karena aku malu jadi aku minta buat kamu bergabung sekalian supaya mama ijinin aku buat ikut panitia ini, Bren kita juga udah chat - chatan walaupun gak setiap hari tapi aku seneng banget sih Bren cuma dia loh yang buat aku jatuh cinta kayak gini " kata Gitta sambil memelukku
" Memangnya dia gak punya cewe Gitt ?? terus dia juga bilang kalo dia suka sama kamu ?? " tanyaku bingung saat itu
" aku sih udah sempet tanya ke dia soal pacarnya dia bilang belum ada tapi kalo soal perasaannya sama aku......belum bisa diprediksi sih Bren, tapi aku bakalan deketin dia karena ini kesempatan yang bagus loh bisa satu tim panitia sama dia " kata Gitta sambil tersenyum bahagia
" Apalagi yah Bren kalo dia main basket gila ganteng banget terus kalo dia pimpin rapat didepan, aku gak bisa lihat hal lain selain dia Bren......disekolah itu cuma dia laki - laki buat aku " kata Gitta
Malam itu Aku sangat terkejut sampai tidak tahu akan mengatakan apa, Adrian yang Aku cintai ternyata dicintai juga oleh Gitta sahabat Ku yang sudah kuanggap keluarga, bahkan Gitta mengatakn bahwa rasa cinta ini sudah lama sebelum kami dipersatukan menjadi satu panitia.
Aku tidak tahu siapa yang salah saat itu, entah perasaan Ku pada orang yang dicintai Gitta sahabatKu, atau perasaan Gitta yang mencintainya sudah lama tanpa mengatakannya padaku, atau juga Adrian yang telah membuat Aku dan Gitta mencintainya diwaktu yang bersamaan, atau waktu yang salah ini telah mempertemukan kita dan membuat kita saling jatuh cinta diwaktu yang salah.
Entah Adrian sedang memainkan permainannya dihadapanKu dan Gitta, sampai kami berdua tidak tahu kalau kami mencintai orang yang sama. Aku cukup yakin bahwa Adrian selama ini mendekatiKu buktinya dia menulis perasaannya dinote HPKu yang sampai saat ini masih disimpan olehku dan juga dia sudah berani memposting foto diriku tapi apakah Gitta tidak melihat storynya itu???
Sekarang Aku benar - benar bingung dengan keadaan ini
Ternyata alasan Gitta sangat semangat dalam acara ini adalah Adrian, alasan Gitta duduk makan bersama Satria dan yang lainnya adalah untuk makan bersama Adrian, alasan Gitta ingin ikut rapat panitia khusus untuk para koordinator ternyata untuk melihat Adrian, semua hal yang dilakukan oleh Gitta selama ini adalah untuk mendapat perhatian dari Adrian.
Saat Aku baru saja memutuskan untuk dimana Aku berjuang tapi kenapa Aku sudah dihadapkan dengan situasi ini, situasi dimana Aku hanya bisa berhenti dan tidak melangkah lagi karena jujur Aku tidak bisa memilih antara meneruskan perasaanku pada Adrian atau membiarkan Gitta mendapatkan Adrian.................
" Jujur saat ini Aku tidak bisa berbohong bahwa Aku tidak baik - baik saja dengan perasaan diantara kita "
Hallo Sahabat Pembaca
Terima kasih sudah membaca NovelKu ini, jangan lupa untuk dilike,dirate ⭐⭐⭐⭐⭐, vote dan juga dikomen untuk perkembangan novel ini, sampai jumpa diepisode selanjutnya........
Salam Sayang,
__ADS_1
Monica Lim