The Choice

The Choice
Episode 14 Kecewa


__ADS_3

" Tuhan Aku mohon bantu Aku agar saat ini Aku tidak akan menyakiti Gitta atau juga Adrian "


Pernyataan dari Gitta yang sempat membuat pikiran dan duniaKu terhenti secara tiba - tiba, Adrian yang menjadi keputusanKu untuk kuliah diJakarta ternyata adalah orang yang dicintai oleh sahabatKu yang sudah Kuanggap sebagai keluarga. Aku tahu Gitta tidak akan dengan mudah menyerah atau berhenti mencintai Adrian apalagi jika dia tahu bahwa Aku juga mencintai Adrian, keputusan yang sudah Aku ambil ini rasanya sangat salah dan Aku sangat menyesal sekarang bukan karena Aku memilih tinggal diJakarta karena Adrian tapi karena Aku mencintai orang yang sama dengan Gitta.


" Bren, tadi kamu bilang mau jelasin soal alasan kamu untuk tetap tinggal diJakarta kan ?? " tanya Gitta padaku yang saat itu sedang kebingungan dengan keadaan yang terjadi


" Ya ??? nanti besok aja yah Gitt.......Aku capek banget " jawabku sambil pergi ketempat tidur untuk tidur


Aku sangat bingung sekali saat itu karena Aku tidak bisa menghilangkan perasaanku pada Adrian dalam waktu sekejap dan Aku juga tidak bisa membiarkan Gitta mencintai Adrian, Aku hanya bisa diam dan menyimpan semuanya sendiri.........


" Selamat Pagi anak - anakku " sapa Mamanya Gitta saat kami keluar kamar untuk sarapan pagi


" Pagi Ma, Pagi  tante " jawab kami berdua sambil duduk dimeja makan


" Oh iya, Gitt Bren nanti habis sarapan  ini Mama mina tolong buat anterin baju pesanan Bu Susanti yah boleh kan ?? " tanya mamanya sambil duduk didepan kami berdua


" Kenapa kalian pake baju rapih banget dihari sabtu begini ?? " tanya tante lagi pada kami berdua


" Sorry nih Ma bukannya kita gak mau bantu tapi sekarang Aku mau nemenin Brenda buat survey tempat acara perpisahan dipuncak " jawab Gitta pada mamanya


" Oh gitu yah udah nanti mama aja yang anterin ke Bu Susanti " kata mamanya Gitta


Pagi itu saat Aku bangun Gitta sudah siap dengan baju rapih untuk pergi bersamaKu kepuncak padahal dirapat sebelumnya Gitta tidak diperbolehkan untuk pergi tapi Aku sudah habis kata - kata lagi padanya dan juga pagi itu moodku sedang tidak baik karena kejadian semalam.


" Hallo " jawab Gitta saat telponku berbunyi


" Hallo Ini Brenda ?? " tanya sesorang ditelpon


" Ini Gitta, Brendanya lagi ke kamar mandi kenapa ada perlu apa ?? " tanya Gitta juga


" Oh gak cuma mau tanya kalo dia jadi ikut untuk survey tempat dipuncak " kata Adrian


" Jadi kok ini Aku sama dia udah siap - siap " kata Gitta ditelpon


" Kamu mau ikut juga Gitt ?? " tanya orang yang menelpon


" Iya soalnya Brenda gak biasa pergi sendiri jadi dia minta Aku untuk ikut juga " kata Gitta sambil tersenyum saat menelpon dengan orang tersebut


" Oh yah udah nanti bilang ke Brenda aku nelpon dia yah " kata orang itu ditelpon


" Telpon dari siapa Gitt ?? kok kamu angkat sih ?? " tanya ku dengan suara yang sinis karena melihat Gitta mengangkat telponku


" Sorry Bren, ini dari tadi bunyi hpnya jadi Aku angkat " jawab Gitta sambil menyerahkan HpKu


" Tante Aku pergi dulu yah " kataku yang saat itu langsung menuju kegarasi rumah


" Ma Aku pergi juga yah " kata Gitta sambil menyusuliKu yang sudah didalam mobil


" Iya nak hati - hati yah kalian berdua " kata mamanya Gitta sambil melihat kearah garasi dan melambaikan tangan

__ADS_1


Aku langsung membuka Hp untuk melihat riwayat panggilan dan ternyata Adrian yang menelponku. Aku langsung mengirim pesan padanya untuk tidak menjemputku dirumah karena Gitta akan ikut ke puncak.


Aku bingung akan marah atau akan melakukan apa  pada Gitta yang saat itu tanpa bertanya padaku untuk ikut kepuncak dan juga mengangkat telponku sembarangan tanpa bertanya terlebih dahulu, memang dulunya Aku tidak pernah marah padanya tapi kali ini egoku menyuruh diriku untuk tidak terus mengalah pada Gitta terlebih mengubur dalam - dalam perasaanku hanya untuk membiarkan Gitta mendekati Adrian bukan sebagai seorang teman tapi sebagai seorang laki - laki yang dicintainya.


" Hei kentang ngapain kamu disini ?? " tanya Satria yang berdiri didepan mobil Adrian


" Seharusnya aku yang tanya kekamu ngapain disini, aku sih panitia jadi aku berhak juga untuk ikut tapi kamu panitia aja bukan " jawab Gitta sambil menjulurkan lidahnya keluar untuk mengejek Satria


" Bren " panggil Adrian yang melihatku berjalan kearah aula sekolah


Moodku yang sangat tidak baik saat itu membuatku tidak seperti biasanya, akhirnya saat tiba disekolah Aku langsung jalan menuju aula sekolah tanpa menunggu Gitta yang saat itu sedang bertengkar dengan Satria tapi Adrian mengejarku karena saat itu dia pasti sedang kebingungan dengan sikap dan wajahku yang tidak seperti biasanya. Wajah yang biasaya tersenyum saat melihat Adrian menjadi wajah yang datar tanpa ekspresi.


" Bren kamu naik mobil Aku aja yah " kata Adrian sambil menarik tanganku saat berjalan keaula


" Guys Ayo kumpul dulu diaula karena kita mau doa sebelum pergi " teriak Citra pada semua panitia yang saat itu masih terpencar dan belum berkumpul diaula


Setelah selesai berdoa kami mengatur transportasi  yang akan digunakan kepuncak


" Bren, kamu bawa mobilkan ?? " tanya Citra padaku


" Bren naik sama aku Cit " jawab adrian pada Citra


" Oh oke jadi kalian berempat dimobil kamu yah " kata Citra sambil menulis nama kami


Aku langsung menatap Adrian yang saat itu berdiri didepan kami semua dan Gitta langsung memelukku dan berbisik


" Bren jangan tolak yah tawarannya Adrian "


" Awas yah kamu ribut kentang " kata Satria saat kami menuju kemobil Satria


" Eh ngapain kamu duduk didepan, biarin ibu koordinator kita yang duduk didepan sama ketua panitia kita biar serasi " kata Satria sambil menarik tangan Gitta saat dia membuka pintu mobil Adrian


" Ihh emangnya kamu yang punya mobil terus ngatur - ngatur kita mau duduk dimana, jangan - jangan kamu nih yang mau duduk sama aku iya kan ??? tanya Gitta pada Satria karena menghalanginya duduk didepan


" Kamu kenapa Bren sakit ?? " tanya Adrian yang melihat raut wajahku yang sangat tidak baik


" Gak kok " jawabku sambil masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang


" Sat kamu aja yang duduk didepan biar Brenda sama Gitta yang duduk di belakang " kata Adrian


" Tuh duduk sana dibelakang " kata Satria sambil membuka pintu mobil yang dibelakang


Sepanjang perjalanan Aku mendengarkan lagu lewat airphone tanpa ikut bercerita bersama mereka tapi sesekali aku melihat kaca didepan dan saat itu pun Adrian melihatku dikaca sambil tersenyum. Ditengah perjalanan Adrian memberhentikan mobil disalah satu minimarket, saat itu juga Gitta mengikuti Adrian masuk kedalam minimarket dan Aku bersama Satria tetap didalam mobil.


" Bren kamu lagi marahan sama Adrian ?? " tanya Satria sambil berbalik badan melihatku yang duduk dibelakangnya


" Gak kok Sat " jawabku sambil melihat kearah luar jendela dan tidak menatap Satria


" Aku kaget tadi pagi Adrian nelpon aku dan minta buat ikut sama dia kepuncak, soalnya kan tadi malam dia bilang bakalan pergi sama kamu " kata Satria

__ADS_1


" Hay guys " kata Gitta saat masuk kedalam mobil sambil tersenyum bahagia


" Beli apa nih kalian berdua ?? " tanya Satria sambil membuka tas minimarket yang dibawa Adrian


" Ini buat siapa Adrian ?? " tanya Satria pada Adrian sambil mengangkat coklat


" Jangan Sat itu buat Brenda supaya moodnya balik lagi " kata Adrian sambil menarik coklat itu dari tangan Satria dan menyerahkannya padaku


" Oh buat Brenda tohhh " kata Satria sambil tertawa


" Ehh Adrian kamu salah beli, yang suka coklat itu aku bukan Brenda dia itu gak suka makan coklat Adrian...... udah sini buat aku aja " kata Gitta sambil menarik coklat itu dari tangan Adrian


Aku memang tidak terlalu suka makan coklat tapi setelah mendengar alasan Adrian membeli coklat itu untuk membalikkan moodku Aku pun berniat untuk mengambilnya walaupun tidak Aku makan tapi akan Ku taruh dimeja belajar seperti susu yang diberikannya waktu lalu tapi Gitta sudah lebih dulu bilang bahwa Aku tidak menyukai coklat dan langsung mengambil coklat itu dari tangan Adrian akhirnya Aku langsung lanjut mendengarkan lagu lewat airphone.


Saat sampai ditempat pertama Aku jalan bersama Gitta walaupun Aku tidak seperti biasanya bersemangat karena hari itu moodKu sangat tidak baik sehingga saat itu Aku hanya berjalan tanpa bersuara sedikit pun, setelah dari tempat pertama kami melanjutkan ketempat kedua tapi kali ini Aku hanya berjalan sendiri sambil melihat pemandangan dan mendengar lagu lewat airpohone yang membuat keadaanku cukup membaik saat itu.


" Sat, kamu alihin perhatian Gitta dulu yah supaya aku bisa cari Brenda untuk ngobrol " kata Adrian sambil menepuk pundak Satria kemudian berlari mencariku


" Adrian kamu mau kemana ?? " tanya Citra yang melihat Adrian berlari


" Bentar aku gak lama mau kesana " jawab Adrian dan terus berlari mencariku


" Bren ?? kamu ngapain disini ?? " tanya Adrian yang melihatku duduk didepan sungai


Aku yang saat itu sedang menenangkan diri dipinggir sungai sambil mendengar lagu yang sama waktu aku dan Adrian berada dikelas sore hari " Rindu Sendiri " tiba - tiba dikagetkan dengan suara dan tangan Adrian yang menyentuh pundakKu.


" Hmmm " jawabku sambil membuka airphone yang ada ditelingaku dan menatapnya


" Kamu ngapain disini ?? " tanya Adrian lagi sambil duduk disampingku


" Aku cuma mau duduk aja disini soalnya viewnya bagus banget " jawabku sambil tersenyum


" Kamu gak marah sama aku kan ?? soalnya ditelpon tadi Gitta bilang kamu minta dia buat temenin kamu kepuncak padahal kan tadi malam kamu udah setuju buat pergi barengan sama aku  makanya aku juga ajak Satria buat temenin aku " kata Adrian sambil memegang tanganku


" Gitta bilang gitu sama kamu ditelpon ?? " tanya ku kaget karena Aku tidak menyuruhnya untuk ikut bersamaku


" Iya, tapi Bren kalo kamu marah sama aku bilang yah jangan diem terus supaya aku tahu apa yang kamu gak suka dari aku, aku juga mau minta maaf soal coklat tadi aku gak tahu kalau kamu gak suka coklat " kata Adrian sambil membelai rambutku


Saat itu Aku sangat kecewa pada Gitta karena dia sudah berani mengangkat telponku tanpa seijinku dan juga telah berbohong pada Adrian sampai Adrian salah paham padaku bahkan dia mengambil coklat yang diberikan Adrian padaku tanpa bertanya lebih dulu, Aku tahu bahwa dia mencintai Adrian tapi dia seharusnya juga tidak berbohong hanya untuk mendapatkan perhatian dari Adrian.


Saat Adrian menggenggam tanganKu dan membelai rambutku, Aku tidak bisa menolak atau menghindarinya karena Aku juga mencintainya dan sampai saat ini Aku belum bisa merelakan Adrian pada Gitta, jika Aku bisa memutar waktu maka Aku tidak ingin mendengar pernyataan Gitta bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku terhadap Adrian.


" Kecewa......kata sederhana tapi bisa membuat yang dulunya percaya menjadi ragu dan yang bersama menjadi berpisah "


Hallo sahabat pembaca


Terima kasih sudah membaca Novelku ini


Jangan lupa untuk dilike, komen, vote, dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk perkembangan Novel ini, Sampai jumpa diepisode selanjutnya............

__ADS_1


Salam Sayang,


Monica Lim


__ADS_2