The Church Secrets

The Church Secrets
•• 09. Mata (2) ••


__ADS_3

Seminggu kemudian.. matanya tak kunjung berubah.


Kabar mengenai mata Livy dengan cepatnya menyebar. Ada banyak berita mengenai mata milik Livy.


> "kebangkitan mata iblis! "


> "keluarga Anderlecht harus membunuhnya. "


Kabar-kabar itu dengan cepat menyebar melalui media cetak maupun elektronik. Banyak jurnalis yang datang ke rumah keluarga Anderlecht untuk menanyakan mengenai mata Livy. Tidak ada yang tau siapa yang menyebarkan berita itu, yang pasti sekarang mereka tidak tinggal diam.


*tap.. *tap.. *tap..


Reagen berjalan dengan langkah kaki yang terdengar jelas dari kejauhan. Amarah dan kesal sangat terasa pada tatapan Reagen.


*Brak! /pintu terbuka


Livy : "Uh? "


Reagen : "Livy?! Dimana kakak? "


Livy : "Kakak.. ada di kamarnya.. "


Reagen : "Ohh.. kamu sedang apa disini? "


Livy : "A-aku ingin.. meminjam buku.. "


Reagen melihat sekitar, tampak beberapa buku berserakan.


Livy : "Uh! Akan segera ku bersih.. kakak jangan-. "


Reagen : "Kelihatannya kamu kesulitan mengambilnya ya~ Katakan kamu ingin ambil buku yang mana? "


Livy : "Uh. D-di.. rak.. atas, nomor 4. " *menunduk


Reagen mengambilkan buku yang diminta oleh Livy.


Reagen : "Ini? " *mengambil buku


Livy : "Iya. Terimakasih, kakak-. Uh? "


Reagen : //menarik dagu Livy


Livy : "Hm."


Reagen : //memperhatikan mata Livy


Livy : //gemetar


Reagen : "Hei Livy. "


Livy : "Uh! "


Reagen : "Sudah berapa lama matamu berwarna merah? "


Livy : *DEG! //menunduk


Reagen : "Hei jawab dong~ "


Livy : "Se.. minggu.. "


Reagen : "Lumayan lama juga ya. "


Livy : //menutupi mata dengan poni


Reagen : "Sebenarnya apa yang membuatmu takut? "


Livy : "Uh! Ta.. kut? "

__ADS_1


Reagen : "Iya, apa yang membuat kelinci kecilku takut? " *memegang pipi Livy


Livy : //ragu. "Ka.. kak.. "


Reagen : "Hm? Kakak yang mana? "


Livy : "Di.. usir.. aku.. takut.. jika.. semisalnya.. nanti.. kakak.. marah.. "


Reagen : "Karena apa? Matamu? "


Livy : //angguk


Reagen : "Hei~ untuk apa kelinci kecilku takut? "


Livy : "Hm."


Reagen : "Satu-satunya perempuan yang berkuasa disini adalah kelinci kecil tau. Aku tau kalau tidak mudah untuk menghilangkan rasa takut. Tapi setidaknya berusahalah. " *mendekatkan wajahnya ke wajah Livy.


Livy : "Hm." *memejamkan mata


Reagen : "Karena kalau kamu takut terus kami akan sedih. "


Livy : "Uh-huh! "


Seketika, kata-kata Reagen membuat perasaan Livy berubah. Matanya berubah warna menjadi biru.


Reagen : //senyum.


....


Kai : "Matanya berwarna biru? Apa yang kau katakan padanya? "


Reagen : "Aku hanya bilang, kalau dia terus-menerus takut kita bisa merasa sedih. Hanya itu. "


Kai : "Reagen apa kau sebodoh ini?! " ( ͠° ͟ʖ #)


Reagen : "Tapi bukankah ini lebih baik daripada merah? "


Kai : "Ck."


Livy : //menunduk. "(Tanpa kusadari, pemicu masalah kali ini adalah aku. Mataku berubah warna tanpa kusadari..) "


.....


Sesaat setelahnya..


Arthur : "Marina akan ikut serta dalam makan malam kali ini, karena itulah aku harap tidak ada yang membuat kegaduhan selama dia disini. "


Lilyana : "Saya mengerti, akan saya urus semuanya. "


Arthur : "Bagus."


Reagen : "Ada apa kak~? "


Arthur : "Reagen pastikan kau urus Livy dengan benar. "


Reagen : "Ha?! "


Arthur : "Aku tidak mau dia membuat kekacauan. "


Reagen : "Oh, oke.. "


Arthur : //pergi.


Reagen : "(apa moodnya sedang buruk? Ngomong-ngomong aku tidak melihat Livy sejak tadi, dimana dia?) "


.

__ADS_1


.


.


(*sementara itu..)


Livy sedang membaca buku di perpustakaan milik Arthur. Livy yang bimbang akan matanya, berusaha mencari buku yang sesuai menunjukkan kebenaran pada matanya.


*Cklek..


Reagen : "Disini kau rupanya, kelinci kecil. "


Livy : "Uh?! Kak Reagen.. "


Reagen : "Apa yang sedang kau lakukan? "


Livy : "Aku hanya sedang membaca buku.. "


Reagen : "Oh.. aku pikir kau sedang melakukan sesuatu pada matamu. "


Livy : "Uh?! "


Reagen : //menarik tangan Livy. "Aku haus, aku butuh energi. "


Livy : "Ehm."


Reagen mencakar leher dan menghisap darah Livy.


Reagen : //melepas. "Kau sudah mulai terbiasa tinggal disini, ya? "


Livy : "Ehm." *angguk


Reagen : //mendekat. "Kau tidak tulus mengatakannya bukan? "


Livy : "Uh-."


Reagen : "Kelinci kecil baik-baik saja? "


Livy : "Uh?! i-iya.. aku baik-baik saja.. "


Reagen : //senyum. "Syukurlah, aku pikir kau depresi karena mendengar berita-berita hoax itu. " *mengelus pipi Livy


Livy : "K-kakak-."


Reagen : //menarik kerah baju Livy. "Sekarang panggil aku kak Reagen. Coba panggil begitu.. "


Livy : "K-kak.. Reagen.. "


Reagen : //senyum. "Anak pintar~ Livy memang pintar ya~ "


Livy : "Hm."


Reagen : "Ayo kita keluar. "


Livy : "Kemana? "


Reagen : "Kelinci kecil bilang ingin mencari tau tentang mata, bukan? "


Livy : "Uh! I-iya.. "


Reagen : "Makanya, ayo kita keluar. "


Livy : "Ehm." *angguk


𝓜𝓪𝓽𝓪 (2),


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~

__ADS_1


__ADS_2