
...
(*sampai..)
Arthur : *menggendong Livy
Lilyana : "Selamat datang kembali tuan. " *bungkuk
Arthur : "Siapkan kamar Livy. "
Lilyana : "Akan saya laksanakan. "
.
.
.
Reagen : "Coba liat siapa yang datang~ "
Livy : "Uh." *terbangun
Arthur : "Kau membangunkannya. " 💢
Reagen : "Oh.. maaf. " 凸
Arthur : "Haish.. " *menurunkan Livy
Livy : //mengusap matanya
Reagen : " Kelihatannya kelinci kecilku sangat lelah ya~ Kalian habis darimana?"
Arthur : "Kau tau sendiri kalau Gereja mengadakan rapat hari ini kan? "
Reagen : "Oh, rapat itu ya. Apa kelinci kecil menikmatinya? "
Livy : "Uh? "
Arthur : "Ya, dia menikmatinya. "
Reagen : "Baguslah, lain kali kita bisa pergi bersama. "
Kai : "Jika kau datang yang ada acaranya jadi kacau. Huh.. "
Reagen : "Kai~ kau selalu saja begitu. "
Kai : "Livy, kemarilah. " *mengulurkan tangan
.
*Pluk.
.
Kai : *memeluk Livy
Reagen : (´。_。`)
Livy : //lelah
Reagen : "Jahat!! aku juga mau memeluk Livy!! " *menarik Livy ⋌༼ •̀ ⌂ •́ ༽⋋
Livy : ∑(๑ºº๑)!!
Kai : 💢
Livy : //mengusap mata
Arthur : "Sepertinya terjadi sesuatu pada matamu, ya? "
Livy : "Uh?"
Arthur : "Biar ku periksa. Lihat kemari. "
Livy : //berusaha membuat pandangan tetap terjaga
Arthur : "Ya, aku rasa kamu cuma perlu istirahat. Pergilah ke kamarmu. "
__ADS_1
Livy : "Uh. Tapi.. aku masih ada tu-. " *sempoyong
Reagen : //menangkap Livy. "Turuti saja yang dikatakan kakak. "
Livy : "Baik, kakak.. "
.
.
.
.
Arthur : "Matanya mulai berkontraksi. "
Kai : "Apa matanya akan baik-baik saja? "
Arthur : "Ya, mungkin. "
Kai : "Mungkin? "
Arthur : "Kita tidak akan tau sampai acara gereja selesai. "
Reagen : "Dia tidak akan seperti ibu kan? "
*hening sesaat..
Arthur : "Entahlah.. "
.
.
.
(kamar Livy)
Livy : //terbangun. "(aku tidak bisa tidur.. mata ini terus menerus gatal..)" *mengusap mata. Uh!!
(*matanya berwarna merah..)
Veronika diketahui memiliki sebuah kekuatan di matanya. Dimana ia bisa menyampaikan perasaannya lewat mata. Dan juga bisa melihat titik terlemah lawan. Tapi karena tidak bisa menahan kekuatan yang kuat, Veronika beberapa kali dikirim ke rumah sakit dan harus menjalani pengobatan.
Mata yang terus menerus berkontraksi, berusaha membuka penglihatan lebih lebar dan luas. Jika mata tidak bisa menahannya maka yang ada hanya kebutaan.
Tyflós, adalah jenis mata yang jarang diketahui oleh semua orang. Memiliki kekuatan perasaan dan melihat kelemahan. Cara kerja mata tergantung perasaan dan kondisi pemilik mata. Jika tidak bisa ditahan mata akan mengalami kebutaan, tapi sebaliknya jika bisa maka mata akan mulai bekerja sesuai perintah otak.
(Kamar Kai?
Livy : "Kakak-." *gemetar
Kai : "Uh? Livy? Ada apa? "
Livy : "Aku minta maaf mengganggu kakak.. "
Kai : //menutup buku //meletakkan di meja.
Livy : //menunduk
Kai : "Livy, aku sudah dengar semuanya. " *menarik dagu Livy
Livy : "Hm."
Kai : "Pasti soal matamu, kan? "
Livy : "Ehm." *angguk
Kai : "(aku tidak terkejut dengan kontraksi matanya, tapi kenapa warnanya merah?) " *mengelus pipi Livy.
Livy : "Hm."
Mata normal berwarna oranye.
Mata merah ketika takut.
Mata biru ketika sedih dan khawatir.
__ADS_1
Mata mata kuning ketika senang.
(ruang tamu)
Livy : *mengusap mata
Arthur : "Jangan diusap terus-menerus. " *memegang tangan Livy
Livy : "Uh. Maaf.. "
Arthur : "Apa masih gatal? "
Livy : //menganggukkan kepala
Arthur : "(matanya merah..) "
Livy : //pandangan buram //berusaha melihat sempurna
Arthur : "Jangan dipaksakan, matamu harus di kompres dulu. "
Livy : //merenung. "Ehm." *angguk
Livy termenung memikirkan matanya. Ia takut jika semisalnya kejadian yang sama akan terulang kembali.
Arthur : "Kalau kamu bosan, mau diam diluar bersamaku? "
Livy : "Uh?! Ti-tidak.. "
Arthur : "Kenapa? "
Livy : "Kakak.. harus mengurus dokumen, bukan? "
Arthur : "Ahahahaha..! Astagah Livy. Oke.. oke.. kalau begitu bagaimana kalau kamu menemaniku disini? "
Livy : "Uh? tapi tadi kakak.. "
Arthur : "Tidak papa kalau kamu mau disini. Pilihanmu 2, tetap disini atau istirahat di kamar. "
Livy : "Hm. Apa.. aku.. mengganggu? "
Arthur : "Tidak kok~ " *mengelus-elus kepala Livy
Livy : "Ka-kalau begitu.. aku mau.. disini. "
Arthur : "Oke."
.....
Arthur : //membaca surat //melirik ke arah Livy
Livy : //mencap surat
Arthur : "(Bahkan setelah bersamaku warna matanya belum berubah juga. Jangan bilang dia masih takut tinggal disini?) "
Livy : "Kakak.. "
Arthur : "Uh? Kamu sudah selesai? "
Livy : "Sudah.. "
Arthur : "Matamu masih sakit? "
Livy : "Sedikit.."
Arthur : "Berbaringlah di sofa, aku akan ambilkan air hangat untukmu. "
Livy : "Ehm." *angguk
Livy berbaring di sofa, kemudian Arthur datang sembari membawa baskom berisi air hangat.
Arthur : "Setidaknya kamu tidak akan mengusap matamu lagi. Jangan terlalu sering mengusapnya. "
Livy : "Iya.. "
Arthur : "(Matamu tidak bisa membohongi orang lain, Livy.) "
𝓜𝓪𝓽𝓪 (1),
__ADS_1
𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~