The Church Secrets

The Church Secrets
•• 08. Mata (1) ••


__ADS_3

...


(*sampai..)


Arthur : *menggendong Livy


Lilyana : "Selamat datang kembali tuan. " *bungkuk


Arthur : "Siapkan kamar Livy. "


Lilyana : "Akan saya laksanakan. "


.


.


.


Reagen : "Coba liat siapa yang datang~ "


Livy : "Uh." *terbangun


Arthur : "Kau membangunkannya. " 💢


Reagen : "Oh.. maaf. " 凸


Arthur : "Haish.. " *menurunkan Livy


Livy : //mengusap matanya


Reagen : " Kelihatannya kelinci kecilku sangat lelah ya~ Kalian habis darimana?"


Arthur : "Kau tau sendiri kalau Gereja mengadakan rapat hari ini kan? "


Reagen : "Oh, rapat itu ya. Apa kelinci kecil menikmatinya? "


Livy : "Uh? "


Arthur : "Ya, dia menikmatinya. "


Reagen : "Baguslah, lain kali kita bisa pergi bersama. "


Kai : "Jika kau datang yang ada acaranya jadi kacau. Huh.. "


Reagen : "Kai~ kau selalu saja begitu. "


Kai : "Livy, kemarilah. " *mengulurkan tangan


.


*Pluk.


.


Kai : *memeluk Livy


Reagen : (´。_。`)


Livy : //lelah


Reagen : "Jahat!! aku juga mau memeluk Livy!! " *menarik Livy ⋌༼ •̀ ⌂ •́ ༽⋋


Livy : ∑(๑ºº๑)!!


Kai : 💢


Livy : //mengusap mata


Arthur : "Sepertinya terjadi sesuatu pada matamu, ya? "


Livy : "Uh?"


Arthur : "Biar ku periksa. Lihat kemari. "


Livy : //berusaha membuat pandangan tetap terjaga


Arthur : "Ya, aku rasa kamu cuma perlu istirahat. Pergilah ke kamarmu. "

__ADS_1


Livy : "Uh. Tapi.. aku masih ada tu-. " *sempoyong


Reagen : //menangkap Livy. "Turuti saja yang dikatakan kakak. "


Livy : "Baik, kakak.. "


.


.


.


.


Arthur : "Matanya mulai berkontraksi. "


Kai : "Apa matanya akan baik-baik saja? "


Arthur : "Ya, mungkin. "


Kai : "Mungkin? "


Arthur : "Kita tidak akan tau sampai acara gereja selesai. "


Reagen : "Dia tidak akan seperti ibu kan? "


*hening sesaat..


Arthur : "Entahlah.. "


.


.


.


(kamar Livy)


Livy : //terbangun. "(aku tidak bisa tidur.. mata ini terus menerus gatal..)" *mengusap mata. Uh!!


(*matanya berwarna merah..)


Veronika diketahui memiliki sebuah kekuatan di matanya. Dimana ia bisa menyampaikan perasaannya lewat mata. Dan juga bisa melihat titik terlemah lawan. Tapi karena tidak bisa menahan kekuatan yang kuat, Veronika beberapa kali dikirim ke rumah sakit dan harus menjalani pengobatan.


Mata yang terus menerus berkontraksi, berusaha membuka penglihatan lebih lebar dan luas. Jika mata tidak bisa menahannya maka yang ada hanya kebutaan.


Tyflós, adalah jenis mata yang jarang diketahui oleh semua orang. Memiliki kekuatan perasaan dan melihat kelemahan. Cara kerja mata tergantung perasaan dan kondisi pemilik mata. Jika tidak bisa ditahan mata akan mengalami kebutaan, tapi sebaliknya jika bisa maka mata akan mulai bekerja sesuai perintah otak.


(Kamar Kai?


Livy : "Kakak-." *gemetar


Kai : "Uh? Livy? Ada apa? "


Livy : "Aku minta maaf mengganggu kakak.. "


Kai : //menutup buku //meletakkan di meja.


Livy : //menunduk


Kai : "Livy, aku sudah dengar semuanya. " *menarik dagu Livy


Livy : "Hm."


Kai : "Pasti soal matamu, kan? "


Livy : "Ehm." *angguk


Kai : "(aku tidak terkejut dengan kontraksi matanya, tapi kenapa warnanya merah?) " *mengelus pipi Livy.


Livy : "Hm."


Mata normal berwarna oranye.


Mata merah ketika takut.


Mata biru ketika sedih dan khawatir.

__ADS_1


Mata mata kuning ketika senang.


(ruang tamu)


Livy : *mengusap mata


Arthur : "Jangan diusap terus-menerus. " *memegang tangan Livy


Livy : "Uh. Maaf.. "


Arthur : "Apa masih gatal? "


Livy : //menganggukkan kepala


Arthur : "(matanya merah..) "


Livy : //pandangan buram //berusaha melihat sempurna


Arthur : "Jangan dipaksakan, matamu harus di kompres dulu. "


Livy : //merenung. "Ehm." *angguk


Livy termenung memikirkan matanya. Ia takut jika semisalnya kejadian yang sama akan terulang kembali.


Arthur : "Kalau kamu bosan, mau diam diluar bersamaku? "


Livy : "Uh?! Ti-tidak.. "


Arthur : "Kenapa? "


Livy : "Kakak.. harus mengurus dokumen, bukan? "


Arthur : "Ahahahaha..! Astagah Livy. Oke.. oke.. kalau begitu bagaimana kalau kamu menemaniku disini? "


Livy : "Uh? tapi tadi kakak.. "


Arthur : "Tidak papa kalau kamu mau disini. Pilihanmu 2, tetap disini atau istirahat di kamar. "


Livy : "Hm. Apa.. aku.. mengganggu? "


Arthur : "Tidak kok~ " *mengelus-elus kepala Livy


Livy : "Ka-kalau begitu.. aku mau.. disini. "


Arthur : "Oke."


.....


Arthur : //membaca surat //melirik ke arah Livy


Livy : //mencap surat


Arthur : "(Bahkan setelah bersamaku warna matanya belum berubah juga. Jangan bilang dia masih takut tinggal disini?) "


Livy : "Kakak.. "


Arthur : "Uh? Kamu sudah selesai? "


Livy : "Sudah.. "


Arthur : "Matamu masih sakit? "


Livy : "Sedikit.."


Arthur : "Berbaringlah di sofa, aku akan ambilkan air hangat untukmu. "


Livy : "Ehm." *angguk


Livy berbaring di sofa, kemudian Arthur datang sembari membawa baskom berisi air hangat.


Arthur : "Setidaknya kamu tidak akan mengusap matamu lagi. Jangan terlalu sering mengusapnya. "


Livy : "Iya.. "


Arthur : "(Matamu tidak bisa membohongi orang lain, Livy.) "


𝓜𝓪𝓽𝓪 (1),

__ADS_1


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2