The Church Secrets

The Church Secrets
•• 03. Gereja (1) ••


__ADS_3

Gereja memiliki setidaknya 4 tetua sebagai penjaga Gereja. Mereka dipercaya sebagai orang suci yang akan memberikan jalan yang benar pada orang-orang.


.....


Tetua 1 : "APA KAU BILANG?!!"


Tetua 2 : "Anak itu ada di rumah keluarga Anderlecht?! "


Tetua 3 : "Kenapa kau membiarkannya berada di sana?!!"


Tetua 4 : "Dia itu anak yang ditolak oleh Gereja. Keluarga Anderlecht bisa mendapatkan kesialan! "


Tetua 3 : "Sudahlah berikan saja anak itu!"


Tetua 1 : "Biarkan kami yang mengatasinya, Arthur!"


Arthur : "Terimakasih atas perhatian anda semua. Tapi seperti yang sebelumnya saya katakan. Livy Grove, akan tetap tinggal bersama keluarga Anderlecht."


Tetua 1 : "Kau-! "


Arthur : "Saya tidak akan menyangkal hal buruk akan terjadi. Tapi saya yakin, hal itu bukan disebabkan olehnya. " *berdiri. "Apa yang kalian sebut kesialan di mataku adalah keberuntungan. Saya permisi. "


Tetua 2 : "Tunggu dulu! Rapatnya belum selesai!! "


Arthur ven Anderlecht, putra pertama keluarga Anderlecht yang dipercaya menjadi penerus keluarga Anderlecht. Sangat menentang pada tetua Gereja, tetap pada pendiriannya. Ia berjanji akan mengubah kekeliruan yang terjadi antara Gereja dan keluarga Anderlecht.


....


(di tempat Reagen)


.


.


.


Reagen : //memukul


.


.


*Ting *Ting *Ting


.


.


Reagen : //meminum air


Pelatih : "Kerja bagus. "


Reagen : "Terimakasih."


Pelatih : "Hm? apa ini kau membawa pelayan?"


Reagen : "Ya, dia membantu membawa barang-barangku. Livy, ambilkan tas itu. "


Livy : "Baik."


Reagen : "Oh ya, bayarannya jadi 2× lipat kan?"


Pelatih : "Ha? "


Livy : //memberikan tas


Reagen : "Semua yang kau butuhkan ada disini."


Pelatih : "Uh?! Reagen, kau?!"


Reagen : "Aku butuh bayarannya, pak pelatih. "


Pelatih : "Ck." *memberikan uang. "Lalu bagaimana dengan Gereja?"


Reagen : "Ya.. aku rasa kakak sudah mengurusnya. "

__ADS_1


Pelatih : "Kalau begitu aku pergi dulu. "


Reagen : "Ya. Senang berbisnis dengan anda. " *murung


.


.


Reagen : "Ayo kita pulang, Livy. "


Livy : "Baik."


Reagen : "Bagaimana menurutmu pertandingan ku tadi?"


Livy : //mengingat kembali pertarungan Reagen. "Hebat.. anda terlihat sangat luar biasa, tuan Reagen. "


Reagen : "Coba katakan lebih singkatnya lagi. "


Livy : "A-anda.. hebat dan luar biasa."


Reagen : "Lagi! "


Livy : "Anda hebat dan luar biasa. "


Reagen : "Apa kau mengatakannya dengan jujur?"


Livy : "I-iya." *angguk


Reagen : "Sungguh?" *mendekat


Livy : "Iya.. tuan. "


Reagen : "Okee~ kalau begitu untuk merayakannya, bagaimana kalau kita makan di restoran? "


Livy : "Baik. "


Reagen : "Uh. Rasanya sudah lama aku tidak merasakannya.. " *gumam


Livy : "Uh? "


Livy : "Uh! "... " ka.. ka.. rena.. aku.. " *ragu


Reagen : "Apa menurutmu kau pantas ditolak oleh Gereja? "


Livy : //merenung sesaat. "Jika Gereja sudah berkehendak, aku tidak bisa menolaknya. "


Reagen : //senyum. "Itu adalah kata-kata yang dikeluarkan oleh seorang bocah culun. " *memeluk Livy


Livy : "Uh-huh?! "


Reagen : "Tahan sedikit. "


Reagen menarik Livy ke ruangan kecil. Kemudian mencakar leher Livy dan menghisap darahnya.


Livy : "Tu-. Tuan.. " *gemetar. "(aku takut.. sakit.. bagaimana ini?!) "


Reagen : //melepas Livy //menjilat darah di bibirnya. "Ternyata benar.. " *mengelus pipi Livy.


Livy : //gemetar ketakutan.


Reagen : "Darahmu benar-benar unik. " *memojokkan Livy ke dinding. "Mulai sekarang kalau kau mau berguna, jangan pernah menolak jika kami ingin menghisap darahmu. Mengerti? "


Livy : "Ba.. baik.. "


Reagen : "Dan juga mulai sekarang, aku tidak mau mendengar kata tuan lagi dari mulutmu. Panggil kami dengan sebutan kakak, ya? "


Livy : "Baik."


Reagen : " Anak pintar. " *menghisap darah Livy


Livy : "Hm."


....


*setelahnya..

__ADS_1


Di kediaman keluarga Anderlecht..


Reagen membaringkan Livy yang sedang tertidur pulas.


Kai : "Berapa banyak darah yang kau hisap darinya? " *tatapan sinis


Reagen : "Yah~ lumayan sih. "


Kai : "Jika kakak tau, dia bisa marah. "


Reagen : "Akan kupastikan hal itu tidak terjadi. Karena besok kita akan melakukan sesuatu yang menarik. "


Kai : "Ya. "


.


.


.


.


.


Dahulu ada tradisi lama yang dibuat oleh Gereja, untuk menghormati 5 keluarga yang telah berjasa bagi Gereja. Untuk itu diadakan jamuan mewah serta doa bersama untuk para keluarga. Jamuan di adakan di Aula suci Gereja.


Tradisi ini sudah ada sejak pertama kalinya Gereja dibangun. Dan diadakan setiap setahun sekali, se RTtiap awal datangnya musim salju.


*setelahnya..


Kai : "Livy. "


Livy : "Uh." *terbangun *mengedipkan mata. "Uh-huh!! Saya-! "


Kai : "Tenanglah.. "


Livy : "Uh! Saya.. minta maaf.. "


Kai : "Reagen pasti belum menjelaskan apa-apa ya. "


Livy : //mengingat kejadian. "Maaf, aku-. "


Kai : "Berhentilah meminta maaf, itu menjijikkan. "


Livy : "Uh! Baik. "


Reagen : "Ahh~ ternyata kelinci kecil sudah bangun ya~? " *memeluk Livy dari belakang


Kai : "Reagen hentikan. "


Reagen : "Apa? aku cuma ingin memeluk kelinciku~ "


Kai : "Sebelum bertindak harusnya kau menjelaskan padanya. Jika dia syok berlebihan bisa gawat. "


Reagen : "Iya.. iya.. maaf ya, kelinci. " *senyum


Livy : "(apa dengan begini.. aku bisa berguna? Apa aku tidak akan dicacimaki lagi?) "


Reagen : "Yah, aku akan menjelaskan semuanya pada kelinci. Kai tidak perlu khawatir. "


Kai : "Terserah."


Satu hal yang paling menonjol di keluarga Anderlecht adalah..


.


.


.


Tentang rumor bahwa keluarga mereka memiliki seorang putri yang mirip seperti istri kepala keluarga terdahulu.


Tapi karena kepala keluarga terdahulu meninggal bersama istrinya, dan keberadaan putrinya juga tidak diketahui. Posisi kepala keluarga sementara diambil alih oleh ayah dari kepala keluarga terdahulu.


𝓖𝓮𝓻𝓮𝓳𝓪 (1),

__ADS_1


𝓢𝓮𝓵𝓮𝓼𝓪𝓲~


__ADS_2