The Collection Story EP.1 [Unknown U]

The Collection Story EP.1 [Unknown U]
CH-14


__ADS_3

[Beberapa Minggu Telah berlalu]


Aku bermimpi buruk seperti biasa.Tidak ada yang berbeda,


"Yaa. Kau sedang apa?" Tanya Hana


Ku tutup layar handphone ku.


"Suzy Choi"Hana membaca tulisan di layar handphone ku.


Aku Fokus pada Handphone ditanganku, membeli tiket pameran seni favoritku Suzy Choi.


"Ah...******" Kata ku tak sengaja


"Yaa" Tegur Hana


"Aku Gagal" Adu ku pada Hana, sedih


"Apa yang terjadi, biasanya kau bisa kan?"Tanya Hana


"Kak Anna, membelikannya untuk ku" Terang ku.


"Kak Anna?"


"Ah...Manajer Ibumu" Hana mengerti.


Ku masukan Handphone ke saku, dan berjalan keluar kelas dengan wajah lesu.


Aku terus berjalan menyusuri lobi sekolah.


"Hai. Areum" Sapa Yong Jae


"Hai"Responku tak semangat


"Kau punya masalah?" Sambungnya bertanya


"Yong Jae. Kau tahu Suzy Choi?" Aku bertanya padanya sedikit tertarik


"Suzy Choi??" Yong Jae tak tahu


"Tidak tahu ya..."Responnya cemberut


Dengan cemberut, aku berjalan meninggalkan Yong Jae, menuju toilet


"Halo" suara wanita ditelepon


"Kak Anna" Aku memanggilnya


"Kenapa. Ada masalah ya?" Kak Anna bertanya


"Eum.." Responku


Ku kisahkan semua pada kak Anna, semoga dia bisa membantu ku


"Bagaimana ini?" Kak Anna bingung


"Seharusnya, kau beli lebih awal. Suzy Choi sangat terkenal, tidak mudah mendapatkan tiketnya" Jelas kak Anna


"Begitu Ya..."Responku sedih


Tak ada yang bisa kulakukan, aku hanya bisa pasrah.


"Maaf. Areum" Kak Anna sangat menyesal.


Ku akhiri panggilan kami, dan langsung pergi menuju kelas.


[Di dalam Kelas]


Aku masuk kedalam Kelas, dan langsung meletakkan kepala di atas meja.


"Bagaimana?" Hana bersimpati


Aku hanya menggeleng, memberi jawaban.


*****

__ADS_1


"Yaa. Sedang apa?" Tae Bum menghampiri Yong Jae yang berdiri di depan kelas.


"Hanya, istirahat" Jawabnya singkat


Mereka berdiri, menghadap keluar


"Yaa. Kau tahu Suzy Choi?" Tanya Yong Jae


"Suzy Choi? Kenapa?" Tae Bum penasaran


"Hari ini, Areum benar-benar Aneh. Dia bertanya tentang Suzy Choi padaku, dia tidak ceria seperti biasa" Jelas nya pada Tae Bum


Pembicaraan mereka berakhir, karena suara bel tandak masuk Kelas.


*****


Tae Bum terus memandangku yang masih murung.


Aku yang peka terhadap nya balik memandang dengan tatapan kejam. Aku masih punya dendam padanya.


"Kau mau mati" aku mengancamnya tanpa bersuara.


Waktu terus berjalan, Hari ini sekolah telah berakhir seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda.


*****


[Keesokan Harinya]


Hari selalu berputar sama, tak ada yang berbeda. Pagi hari ku aku disekolah, siang hari masih disekolah, malam hari ada di rumah.


"Areum" Yeri memanggil ku pelan.


Aku mengangkat kepala dari meja dan duduk dengan benar.


"Oh.. Yeri. Ada apa?" Tanyaku


"Mari ikut aku" ajaknya


Aku menatap bingung, hanya berjalan mengikuti nya.


Kami bicara ditempat sepi, didepan kelas.


"Ohh...begini. Aku dengar kau ingin datang ke pameran Suzy Choi" Terang Yeri


"Eum" Responku singkat


"Ini" Yeri memberi ku tiket


Yeri yang punya tiket lebih memberikannya padaku. Aku bahagia, menerima tiket dirinya


"Tapi, hanya ada paket pasangan yang tersisa" sambungnya lagi.


"Tak apa. Kita bisa pergi bersama" Responku senang


"TIDAK" Yeri Menolak


Aku hanya bisa menatapnya bingung


"Ah... maksud ku, aku sudah punya. Dan ini yang tersisa" Jawabnya terbata


"Ah...begitu ya..."


"Kalau begitu, aku akan pergi dengan Hana" Jelas ku lagi.


"TIDAK" Dia menolak lagi


"Ah...Hana kan sibuk. Sebaiknya kita tidak menggangu nya kan" Yeri meyakinkan


"Ah...kau benar" aku mengerti


"Oh...Aku akan pergi dengan Yong Jae" kata ku menatap Yeri bahagia


"TIDAK" Yeri menolak ke tiga kalinya


Sekali lagi, aku menatap bingung kearahnya

__ADS_1


"Aku tidak tahu Yong Jae, pasti akan terasa canggung bersamanya" Jelasnya terbata


"Lalu, aku harus pergi dengan siapa?" Tanya ku bingung.


"Bagaimana dengan Tae Bum" Saran Yeri


"Tae Bum?" Aku bingung


"Kau dekat dengannya, lagi pula kita kan satu kelas" Jawabnya.


Aku masih kesal padanya, kami bahkan tidak saling bicara. Dia pasti menolak ku. Tapi kau tidak ingin kehilangan kesempatan.


*****


Kami berdua masuk, kedalam kelas. Yeri pergi menuju bangkunya.


"Yaa. Apa yang kalian bicarakan?" Hana penasaran.


Ku ceritakan semua pada Hana.


"Bukannya itu, penyogokan" Hana menyimpulkan.


"Aku tak peduli. Yang penting aku bisa pergi" Jawabku santai.


"Lalu, kau yakin bisa mengajaknya pergi. Hubungan kalian kan tidak baik?" Hana Bertanya lagi.


"Akan ku coba" Responku sangat Yakin


*****


Aku langsung berjalan menuju bangku didepan mejanya lalu mengetuk pelan.


Tae Bum mengangkat kepala, menatap malas kearah ku


"Yaa... Akhir pekan apa yang kulakukan?" Ajak ku


"Tidak ada..." Responnya singkat memendam wajahnya di meja.


"Baguslah... ikutlah denganku" ajak ku kedua kali


"Tidak mau" dia menolak ku


Aku terus meyakinkannya, hingga jam sekolah dimulai.


[Di kantin saat Jam Istirahat]


Ku bawa makananku dan berjalan menuju tempat duduk Tae Bum.


"Hai" Sapa ku sambil duduk dihadapannya


Sejenak Tae Bum memandangku dan lanjut menyantap makannya.


"Ikutlah denganku" Ajak ku lagi


"Tidak mau" dengan dingin dia tetap menolak ku.


Aku terus mengikutinya, meyakinkan hingga dia mau ikut bersamaku.


"Yaa. Sampai kapan kau mengikuti ku" Dia kesal padaku.


Aku hanya diam berhenti didepan toilet pria. Banyak siswa lalu lalang masuk dan keluar toilet menatap kami berdua.


"Pertama, kau pergi dari sini. Aku akan menghampiri mu nanti" pintanya padaku.


Aku berdiri tidak jauh dari toilet, menunggu Tae Bum keluar.


"Apa mau mu?" Tanyanya menghambat ku


"Ikutlah denganku" ajak ku sekian kalinya


"Yaa. Sebanyak apapun kau mengajakku, akan selalu ku tolak" Tae Bum menekankan


"Ayolah" aku merengek padanya


"Aku janji. Akan mengabulkan satu permohonan mu, jika kau ikut" aku meyakinkannya lagi

__ADS_1


Tawaran membuat padangan matanya berubah. Tae Bum pasti mau ikut.


"Oke" Responnya singkat, sambil meninggalkan ku.


__ADS_2