![The Collection Story EP.1 [Unknown U]](https://asset.asean.biz.id/the-collection-story-ep-1--unknown-u-.webp)
Terasa aneh, saat kami tiba dirumah masing-masing. Tak sekalipun lagi Rumah kami yang berhadapan jadi alasannya.
"Oh...Kemana Perginya" kata ku sambil terus merogoh kedalam tas.
"Kenapa?" Tanyanya terus memperhatikan ku
"Kunci Rumah ku, tidak ada" Responku dengan wajah bingung.
Tae Bum mengambil handphone disaku nya dan menelepon petugas keamanan. Kami terus menunggu hingga mendapat respon.
"Kalian sedang apa?" Kata wanita agak tua berjalan kearah kami
"Ibu" Sapa Tae Bum pada wanita itu
Mendengar Tae Bum, aku langsung menyapa Beliau dengan kaku.
"Menelpon Pak Han, Petugas keamanan"Jawab Tae Bum atas pertanyaannya ibunya tadi
"Dia. Kehilangan kunci rumahnya" Sambungnya menunjuk kearah ku
"Kalian belum tahu, katanya Pak Han Sedang sakit" Ibu Tae Bum memberi jawaban.
Aku tidak punya pilihan lain, selain tidur di hotel malam ini. Terlalu lama jika menunggu petugas keamanan dan terlalu jauh jika menginap dirumah Hana.
"Kalau begitu, saya harus memesan hotel malam ini" kata ku pada mereka
"Kau pasti Orang baru. Didekat sini tidak ada hotel" Jawab beliau benar.
"Hanya ada Motel Tempat menginap" Sambung Beliau
"Begitu Ya. Sebaiknya saya cepat kesana" Kata ku sambil memasukkan Handphone kedalam tas.
__ADS_1
Saat ingin pergi, ibu Tae Bum menahan tangan ku, melarang untuk tidur di motel. Kata beliau motel bukan tempat yang baik untuk didatangi remaja, apalagi perempuan.
"Sebaiknya, tidur saja dirumah kami" ajak beliau mengandeng lengan ku
Aku menatap bingung kerah Tae Bum, tak paham apa yang dimaksud ibunya.
*****
Ini pertama kalinya aku masuk kerumah temanku selain Hana, Aneh rasanya karena kali ini aku masuk kerumah teman pria.
"Tunggu sebentar" Kata beliau, meninggalkan kami di ruang tamu.
Suasana yang aneh ini terus berkeliling disekitar kami. Rasa canggung membuat kami saling tidak bicara sesaat.
"Yaa. Sebaiknya kau keluar dari ini" Bisik Tae Bum pelan.
"Aku juga mau, tapi ibu mu terus melarang ku" Balasku dengan suara Pelan.
Ibu Tae Bum, Keluar dengan membawa pakaian ganti ditangannya.
"Bibi, seperti lebih baik saya tidur ditempat lain"
"Kurang pantas, rasanya jika saya bermalam disini" Aku menolak tawaran beliau.
"Benar Ibu, lagipula tidak ada kamar untuknya" Tae Bum memperkuat alasanku.
"Tenang saja, Areum bisa tidur dikamar mu" respon beliau, menyelesaikan masalah
"IBU" respon Tae Bum menolak keras.
*****
__ADS_1
Banyak cara yang telah kami lakukan, agar Ibu Tae Bum membiarkan ku keluar dari rumahnya. Tapi tak ada satupun yang berhasil.
Aku keluar dari kamar mandi, setelah mengganti pakaianku. Ku letakkan baju yang sebelumnya di atas sofa dekat tas ku. Melihat Atmosfir nya, tak tahu apa yang harus kulakukan.
"Areum. Ayo makan bersama" Ajak Ibu Tae Bum sekian kalinya.
Aku datang mendekati meja makan, terlihat beliau sibuk menyiapkan hidangkan makan malam.
"Bajunya agak kebesaran untuk mu" kata beliau melihatku sambil tersenyum.
"Duduklah" Kata beliau mempersilahkan.
Aku duduk, didekat beliau, menunggu Tae Bum keluar dari kamarnya.
"Ayo Makan" Ajak beliau, melihat Tae Bum berjalan mendekati meja makan
Kami menghabiskan makan malam dengan tenang. Hari ini aku jadi tahu bahwa Tae Bum punya kepribadian yang jauh berbeda dari Ibunya.
*****
Hari semakin malam, Ibunya bilang sudah waktunya untuk kami beristirahat. Lagipula Ayah Tae Bum terlalu sibuk di kantor sehingga tidak bisa pulang, jadi tidak perlu menunggu beliau.
"Tae Bum, sebaiknya kau antar Areum ke kamar" Pinta beliau pada Tae Bum.
Tae Bum langsung berdiri, mengantar ku sebuah kamar.
"Masuklah" Katanya membukakan pintu kamar itu.
Jelas sekali bahwa ini adalah kamarnya, setelah dirapikan. Kulihat lukisan yang kuberikan padanya, terpampang di atas meja dekat tempat tidur.
"Kau sudah membukanya" kata ku, melihatku lukisan itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya. Istirahatlah" Responnya
Percakapan singkat ini, mengakhiri kegiatan kami malam ini.