The Collection Story EP.1 [Unknown U]

The Collection Story EP.1 [Unknown U]
CH-2


__ADS_3

Satu-satunya hal yang menjadi milik kita adalah waktu bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu.


Aku orang bodoh yang berkali-kali melewatkan kesempatan. Sudah satu pekan, tak ada kisah menarik yang bisa ku bagikan


"Disini tertulis bahwa aku akan tetap sendiri tahun ini"


Kata ku pada Hana membaca Ramalan Zodiak pada Handphone ditanganku. Hana tatapan yang masih fokus pada sebuah buku, merespon ku.


"Itu tidak benar. Jangan percaya"


"Bersabarlah"


"Benarkah?" Responku masih tidak yakin, atas jawabannya.


"Kuncinya terletak bukan pada bagaimana kamu menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu mu" Lanjut Hana.


****


Membuang banyak waktu, sama saja dengan tidak menghargai kehidupan. Selama satu minggu ini aku terus saja mengabaikan kehidupan ku.


Setelah apa yang Hana katakan, aku melangkahkan kaki ku lebih besar dari biasanya. Sehingga seminggu yang terbuang, terbayarkan.


"Dari tadi, aku lihat kau sibuk dengan bahasa Inggris" tanya ku kepada Hana.


"Bukannya, sebentar lagi kelas bahan spanyol" sambung ku mengingat kan


"Aku punya banyak waktu tadi malam" Respon nya memberi jawaban


*****


[Kelas Selesai]


"Baik, anak-anak"


"Kelas hari ini berakhir"


"Sampai jumpa Minggu depan, dan jangan lupa dengan tugas nya." Kata guruku, mengingatkan dan langsung berjalan keluar Kelas


"Pilih anggota kelompok mu, dengan anggota 2 orang, dan temukan bahasa spanyol disekitar mu" aku membaca teks perintah tugas agak keras.


"Hana"

__ADS_1


"Ayo! Bersama" Aku mengajak Hana.


"Aku benar-benar minta maaf, Areum"


"Sementara waktu ini aku hanya akan fokus pada TOIEC saja" jawabnya.


"Ah... benarkah" kataku menerima pernyataannya.


*****


"Hei. Tae Bum"


"Tugas tadi, bisa kita lakukan bersama??" suara Yeri teman sekelas ku


"Tidak" Responnya menolak


"Ah...aku akan mengerjakan dengannya" Sambungnya dingin sambil melirik kan matanya kearah ku


"Siapa??"


"Lee Areum??" Tanya Yeri bingung.


"Ah... benarkah" Jawabnya sambil berjalan keluar kelas dengan kecewa.


*****


"Areum"


"Benarkah?" Hana Memastikan.


*****


[Keesokan Harinya, Di rumahku]


Terkadang kita di perbolehkan untuk tidak selalu menjawab semua persoalan


Abaikan saja, seakan tidak pernah ada.


Karena itu bisa jadi cara yang lebih baik


Untuk tidak menambah konflik

__ADS_1


"Yaa. Aku akan menjemputmu besok" kalimat itu terus terngiang di pikiranku sejak tadi pagi


"Hal kemarin pasti hanya sekedar candaan yang tidak punya arti" Dalam benak ku


"Hoy solo quiero lotus"


*****


[Bunyi Dering Telepon]


Aku menerima panggilan itu


"Ya...kau dimana" tanya seseorang di telepon dari nomor yang tak kukenal


"Aku...??"


"Mohon maaf sebelumnya, jika boleh tahu??"


"dengan siapa saya bicara??" Tanyaku dengan Sopan.


"Aku Tae Bum"


"Cepat keluar, aku di depan rumah mu" Jawabnya kesal menunggu didepan rumah.


Ibu pernah bilang untuk tidak mengangkat telepon dari nomer yang bukan daftar kontak ku. Hari ini, Kenapa aku mengangkat nya??


*****


"Yaa"


"Kau siapa??" tanya ku dengan nada agak tinggi berjalan mendekatinya.


"Bagaimana kau bisa tahu nomor telepon ku bahkan rumah ku" sambung ku kesal


"Ayo, Kerjakan bersama" Ajak nya tak peduli dengan pertanyaan ku.


"Ah...Tugas bahasa Spanyol"


"Semua tugas sudah selesai, Aku sudah mengerjakan nya"


"Jadi lebih baik kau pulang" Kataku sambil mendorong nya keluar gerbang.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Kalau begitu Hari ini, bermainlah denganku" Jawabnya sambil tersenyum kearah ku


__ADS_2