The Collection Story EP.1 [Unknown U]

The Collection Story EP.1 [Unknown U]
CH-4


__ADS_3

Orang-orang yang ada disekitar mu dapat dijadikan inspirasi atau bahkan menguras tenaga mu. Jadi, pilih lah dengan baik-baik. Ketika pulang sekolah terkadang aku mampir ke rumah Hana. Tapi hari ini dia sibuk dengan belajar. Dia tidak bisa bermain denganku.


Dari pada hanya diam seharian, aku memilih untuk menjemput adiknya Hae Won dan Ha Neul dari kelas Karate.


"Kami Pulang" Ucap Kami Padanya saat masuk Rumah.


"Cepat Naik keatas, dan Mandi"Kata Hana Sangat perhatian terhadap Adik-adiknya


"Ngomong-ngomong, tumben orang tua mu belum pulang juga" Aku bertanya padanya


"Sebentar lagi, mereka pasti pulang"Jawabnya sambil melihat jam ditangan


"Benarkah, kalo begitu aku harus pulang" Responku


"Kenapa terburu-buru"


"Kau bisa makan malam bersama kami" Hana mengajak ku.


Keluarga kami sudah saling kenal, mereka menganggap ku sudah menjadi bagian dari mereka. Tapi aku harus tetap sadar diri.


"Tidaklah, sebaiknya aku pulang saja". Jawabnya menolak.


Suara bel pintu terdengar. Tanda bahwa Orang tua Hana sudah pulang


"Ohh...Areum, ada disini ternyata"Sapa Ibunya.


"Ayo, kita makan bersama"


"Akan ibu masakan makanan kesukaan kalian" Bibi mengajak ku.


*****


Seorang ibu memang luar biasa, mereka selalu bisa meluluhkan hati orang lain. Aku tidak enak menolak ajakan Bibi.


"Hana, Tutor kali ini bagaimana??"


"Kau suka??" Ibunya bertanya pada Hana

__ADS_1


"Begitulah??"Jawab Hana sambil menganggukkan kepalanya.


Agar Jadi akrab, Bibi biasanya akan mulai bicara lebih dulu untuk mencairkan suasana. sikap bibi ini sangat bertolak belakang dengan anaknya Hana


*****


"Oh Ya! Areum, Paman dengar kau akan pindah??" tanya ayahnya padaku


"Iya Paman, Sebentar lagi aku akan pindah ke rumah yang lebih kecil" Jawabku


"Ayah dan ibu sedang mengurus nya, aku hanya perlu menunggu" Sambung ku menjelaskan


Kami terus berbincang, selagi makan malam hingga waktu benar-benar tidak terasa.


*****


[Sunday]


Rumah bukan sekedar tempat tinggal mu, namun tempat di mana sebuah keluarga memahami mu.


"Areum, mulai Minggu ini kau harus bereskan barang mu"


"Cukup, bawa barang pribadi saja" Sambungnya.


"Iya...aku tahu"


"Tapi"


"Kenapa tempat tinggal ku jauh dari Hana??"


"Aku pernah bilang, ingin pindah didekat sana" Aku mengeluh sambil membereskan barang-barang ku.


"Daerah teman tinggal Hana, Hanya tersedia rumah bertipe Keluarga"


"Terlalu besar untuk tinggal sendiri" Jawabnya Ibuku


*****

__ADS_1


"Huh..." Desahku


"Untuk apa bangun rumah besar"


"Tapi tak ada yang tinggal" Kataku mengeluh lagi.


Berkat kesuksesan karier orang tuaku mereka meminta langsung arsitektur dari Eropa untuk membangun sebuah Rumah Pintar berkonsep sederhana.


"Berhenti mengeluh"


"Selesai kan saja pekerjaan mu" Balas ibu ku.


"Ohh Ya!"


"Saat pindah nanti orang tua Hana akan membantu mu"


"Kau mengerti" Sambung ibuku


*****


"Karena akan tinggal di sebuah Apartemen studio"


"Mulai sekarang tidak ada yang akan mengantarkan mu ke sekolah dan menyiapkan sarapan lagi" Kata ibu mengingatkan


"Apa?"


Kata ku tak percaya


"Bagaimana denganku" sambung ku masih tak percaya.


"Lalu bagaimana dengan mereka, ibu memecat nya" Aku bertanya kembali


"Tidak"


"Mereka itu orang kepercayaan ku, Jadi ibu mengirim mereka untuk bekerja di rumah kakek dan nenek" Jawab ibu menjelaskan.


"Kau mengerti kan"

__ADS_1


"Cepat selesaikan beres-beres nya"


"Ibu tutup telepon nya" Kata ibu ku mengakhiri panggilan ini


__ADS_2