![The Collection Story EP.1 [Unknown U]](https://asset.asean.biz.id/the-collection-story-ep-1--unknown-u-.webp)
Semua orang bisa menahan sabar karena sebuah rasa sakit hati, tapi sabar itu ada batasnya. Aku punya titik jenuh, merasa tidak dihargai lagi adalah masalahnya
Aku selalu ingin keluar dari sini.
Tapi sebuah dinding menghalangi
"Di tahun pertama, jangan pernah buat masalah" katanya dingin kepada ku
Berat bibirku hanya untuk berkata "Iya" atas pertanyaannya. Abaikan saja, seakan tidak pernah ada. Karena itu bisa jadi cara yang lebih baik untuk tidak menambah konflik
*****
"Ya...Kau dimana??" tanya ku di telepon.
"Aku didepan rumah mu, keluar lah" sambung ku
Dia berjalan menghampiri ku. yang berdiri diluar gerbang rumahnya.
"Ayo, Kerjakan bersama"Aku mengajaknya.
Dia menolak dan menyuruh untuk pulang. Dia telah menyelesaikan semua tugas yang diberikan.
Stress dan tertekan bukanlah pilihan, ketika kita sadar bahwa tidak semua hal berjalan dengan baik.
"Hari ini"
"Bermainlah denganku" Ajak ku kedua kalinya
"Aku benar-benar minta maaf"
"Hari ini, aku pikir"
"Aku, harus tetap di rumah" Jawabnya menjelaskan.
"Ah...benarkah??"Responku menarik tangannya keluar dari gerbang tanpa peduli dengan jawaban yang Dia berikan.
__ADS_1
*****
Saat semua terasa gelap, terkadang ada sedikit cahaya yang membantu mu berjalan. Ketika nafas mu sesak, ada sepasang tangan yang akan membebaskan nya.
"Tae Bum-a bersenang-senanglah"
Dalam benak ku
Aku mencoba melepaskan tali yang mengikat ku hari ini. Aku tahu bahwa tali itu akan mengikat ku kembali.
Tanpa berpikir lagi
Ayo bersenang-senang saja.
*****
Hari ini aku akan melakukan semua nya. Melakukan semua hal yang belum pernah kucoba sebelumnya.
"Yaa...kita akan kemana??" Tanyanya padaku.
"Hari ini, hanya perlu bersenang-senang saja" Sambung meyakinkan.
*****
Saat terasa gelap, ada sedikit cahaya yang membantu mu berjalan. saat ingin bebas, ada sepasang tangan yang menarik ku keluar. Anggap semua yang berjalan tak terduga, sebagai sebuah kejutan dalam hidupmu. dengan begitu kau bisa sedikit menikmati nya.
Sudahlah!! Hari ini aku hanya akan bermain dengannya, Semuanya akan baik-baik saja
"Tae Bum"
"Bagaimana, kau bisa tau rumahku??". Tanya ku padanya di sebuah Cafe tempat kami beristirahat
"Begitulah" Jawabnya dingin.
Susah sekali bicara dengannya, sepanjang hari hanya aku yang terus bicara. Dia Hanya merespon dengan satu Kata dan tak lebih.
__ADS_1
Ketika bersamanya, Diam, akan jauh lebih baik.
Walau awalnya aku memang ragu untuk pergi bersamanya, tapi ternyata hari ini aku benar-benar menikmati semua yang kami lakukan.
*****
Matahari mulai terbenam, sudah saatnya kami pulang.
Tipe ideal ku adalah laki-laki yang bisa menjemput dan mengantar ku pulang, Agar aku tidak kesenian saat menyusuri jalan yang ku lewati.
"Tae Bum"
"Hari, Aku bisa bersenang-senang"
"Thank U" Aku berterima kasih padanya
"Benarkah??"
"Aku. Pergi" Jawabnya berpamitan pulang.
Yang tidak ku mengerti adalah fakta bahwa dia yang meminta ku agar bermain dengan nya, malah tidak mengucapkan apapun. Sedangkan aku yang melakukan semua untuknya malah berterima kasih.
"Dasar menyebalkan" Aku kesal padanya
Sebuah pesan masuk, disaat aku ingin masuk gerbang rumah ku. Jelas tertulis Ucapan Terima Kasih untuk ku
"Thank U" Tulisnya
"Orang aneh, Kenapa tidak bicara langsung saja" Kata ku pelan sedikit tersenyum
"Setidaknya"
"Dia tahu cara berterimakasih" Sambung ku
sambil mengalihkan pandangan dari handphone ditangan ku
__ADS_1