![The Collection Story EP.1 [Unknown U]](https://asset.asean.biz.id/the-collection-story-ep-1--unknown-u-.webp)
[Akhir Pekan]
Akhirnya hari ini tiba, aku bisa ke pameran lukisan Suzy Choi.
"Yaa. Kau sudah bangun" Tulis ku mengirim pesan pada Tae Bum
"Iya" Balasnya singkat
"Cepat bersiap" aku mengingatkannya
Setelah mengirim pesan, ku bersiap untuk pergi.Berganti pakaian dan sedikit berias.
Aku duduk memasang sepatu ku didepan pintu
"Yaa. aku akan berangkat" Tulis ku lagi mengirim pesan.
"Mari bertemu, Jangan terlambat" Sambungnya mengirim pesan
Ku masukan Handphone ke dalam tasku, dan berdiri membuka pintu.
"YAA" teriak ku melihat keluar.
Tae Bum yang berdiri di balik pintu mengagetkanku
"Yaa. Apa yang kau lakukan disini" tanyanya sama-sama terkejut.
"Yaa. Seharusnya aku yang bertanya" aku membalasnya
"Jangan-jangan. Kau benar-benar menyukai ku?"Timpal ku
"Kau Gila. Jangan bermimpi" Balasnya sambil menaikan sudut pandang ke atas
"Ini Rumah ku" sambungnya menunjuk pintu yang ada di belakangnya.
Aku sangat terkejut dengan fakta bahwa Tae Bum dan aku selamat ini tetangga
*****
[Tiba di Galeri]
"Hei. Yeri" aku menyapanya
__ADS_1
Aku dan Tae Bum berjalan masuk, kearahnya
"Pasti kau menunggu lama ya" aku menyesal
"Tidak. Aku baru saja tiba" Balasnya ramah.
Kami masuk kedalam dan melihat-lihat. Karena terlalu fokus pada lukisan, aku jadi terpisah dengan Yeri dan Tae Bum
*****
Tae Bum dan Yeri berkeliling bersama.
"Tae Bum. Aku harus ke toilet sebentar" kata Yeri pada Tae Bum
"Oke" Responnya seperti biasa
Tae Bum Fokus pada lukisan di dekatnya, sebuah lukisan Anak Gajah yang berusaha keluar dari tembok besar.
Aku yang terus berjalan melihat dan menghampirinya.
"Sedang apa?" Tanyaku
"Tidak ada" Responnya dingin seperti biasa
"Tidak" Jawabnya menyangkal
Yeri menghampiri kami yang sedang fokus pada lukisan.
"Kalian Sedang apa?"
"Ayo kesana" Ajak nya mengandeng lengan Tae Bum.
Mereka sudah pergi, sedangkan aku masih menatap lukisan itu.
*****
Kami yang terpisah, memutuskan bertemu di luar lantai satu saat ingin pulang. Aku duduk sendiri menunggu mereka
"Hai. Sedang apa?" Tanya pria yang tak kukenal.
"Ah...Saya sedang menunggu teman" Jawabku sopan
"Tidak perlu terlalu formal, umur kita tidak terlalu jauh" Pria itu menggodaku.
__ADS_1
Orang tidak dikenal ini terus mendekati dan mendesak ku, Dia berkali-kali ingin memegang tangan dan memeluk ku.
"Kenapa mereka lama sekali" Dalam benakku sangat ketakutan.
Tak lama Tae Bum menghampiri dan menepis tangan pria itu dari tanganku. Yeri yang dibelakangnya hanya Diam
"Yaa. Apa yang kau lakukan?" Bentak Tae Bum kesal.
"Kau"
"Yaa...usiamu beberapa, berani sekali bicara santai dengan ku" Pria itu mengancam
"Lagi pula, kau siapa" sambung pria itu memegang tanganku kembali.
"Aku pacarnya" Tae Bum menyeringai menjawab pertanyaan Pria itu.
Aku dan Yeri sangat terkejut mendengarnya
"Jadi lepaskan tanganmu, dirinya" sambungnya.
Pria itu melepas tangannya dariku, dan pergi menjauh.
*****
Yeri yang di jemput supir pribadinya, pulang lebih dulu, Hanya tinggal kami berdua.
"Hari ini, Terima Kasih" Kata ku padanya
"Untuk apa?" Responnya tak tahu
"Kejadian tadi" Jawabku pelan
"Oh" Responnya singkat
"Ini" kata ku sambil memberikan bungkusan paper bag kearahnya
"Awalnya ingin ku berikan secara percuma, tapi karena kau menolongku. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih" sambungku menjelaskan.
Tae Bum menerima dan ingin membuka bungkusan yang kuberikan
"JANGAN"
"Kau bisa membukanya, saat sudah dirumah" aku melarangnya.
__ADS_1