
Semenjak insiden yang terjadi dimasa lalu atau lebih tepatnya dimulai dari sebuah peristiwa yang terjadi di Sd dulu,aku menganggap kebanyakan manusia itu adalah makhluk yang naif.Segerombolan makhluk yang cuma memandang benar atau salah dari satu sisi saja dan tidak mau memandang dari sisi yang lainnya.Oleh sebab itu manusia selalu bersifat tidak adil atau pilih kasih,mereka semua hanyalah sekumpulan makhluk yang benar² naif dimataku.
Tetapi bukan cuma karena alasan itu saja aku membenci manusia yang memiliki sifat naif,akan tetapi ada hal lain juga yang meliputin kebencianku terhadap kenaifan yang mereka tanam.Oleh sebab itu juga dari Sd aku sangat tidak menyukai orang² disekitarku,karena menurutku pada saat itu mereka semua hanyalah segerombolan makhluk yang begitu sangat naif.Sebuah sifat yang sangat membosankan...Yaaah,begitu sangaaat membosankan.
Akan tetapi,ketika aku mulai memasuki kehidupan di Smp,aku baru menyadari bahwa tidak semua dari kebanyakan manusia yang ada dibumi ini memiliki sifat naif.Ada juga orang yang selalu gembira dan tidak memandang buruk orang lain,ada orang yang ingin berteman dengan semua orang,ada orang yang peduli terhadap orang lain dengan sikap yang sewajarnya,dan ada juga orang yang baik dengan sewajarnya.
Setelah menjalani kehidupan di Smp,aku menyadari bahwa manusia itu juga makhluk yang saling mengerti dan tidak memperburuk suatu masalah.Mereka juga bisa saling kompak dan bersikap sewajarnya tanpa terlalu berlebihan tergantung pada orang yang mereka sikapin.Mereka juga terkadang makhluk yang begitu rapuh,sangkin rapuhnya seakan-akan mereka bisa saja hancur kapan pun itu.
Oleh sebab itu,pandanganku tentang manusia sedikit demi sedikit mulai berubah.Aku tidak lagi menganggap kebanyakan manusia bahkan hampir seluruh manusia dimuka bumi ini adalah makhluk yang naif,tetapi hanya sedikit dari mereka yang sama sekali tidak berkembang sajalah yang mungkin memiliki sifat naif tersebut.
Oleh karena itu,kemampuanku ini tidak boleh kugunakan asal-asalan seperti halnya dahulu.Aku hanya akan menggunakannya untuk mereka yang terlalu melewatin kenaifan mereka saja.Karena sifat naif itu membosankan,benar² membosankan.Dan hal yang membosankan,pantas untuk dihancurkan.
Aku belajar dari pengalaman dan kegagalanku dimasa lalu.Oleh sebab itu,dikehidupan Sma ku ini aku tidak boleh mengulangi kesalahan dan kegagalan yang sama.Karena pengalamanku dimasa lalu hanyalah sebuah masa lalu yang kelam dan begitu menyakitkan.Salah satu dari kegagalanku dimasa lalu yang membuat kehidupan dimasa lalu ku menjadi kelam adalah,,,,,karena dulu aku juga sempat menjadi Orang yang Naif.
...***...
"Berkeliling-keliling disekitar lapangan ini membuatku bosan juga,menurutmu gimana Muzar?"(Yuda)
"Jangankan kau bahkan diriku aja sangaaaat bosan."(Muzar)
"Widiiih,'sangat'nya panjang amat ya,hahaha."(Yuda)
"Yaaah begitulah."(Muzar)
Setelah Bu Asri memberitahukan bahwa kami seluruh peserta MPLS boleh untuk menyelurusurin seluruh tempat yang ada di Sekolah ini,seketika barisan dibubarkan dan seluruh siswa/i segera berpencar kesegala tempat.Diantara dari mereka ada yang berjalan sendiri dan ada yang membuat kelompok lalu berjalan bersama-sama.Aku dan Yuda salah satu dari tipe yang membuat kelompok lalu berjalan bersama,tentunya anggotanya cuma terdiri dari aku dan Yuda doang.
"Muzar,gimana kalau kita mencoba lihat² taman didekat gerbang sekolah."(Yuda)
"Hhhmmm,boleh tuh.Mumpung bosen juga nih ngeliatin lapangan doang."(Muzar)
Kami pun segera bergerak ke taman didekat gerbang sekolah,dimana taman itu ialah tempat awal setelah menginjakkan kaki di gerbang sekolah.Tetapi disaat kami melewati lorong koridor pendek untuk menuju ke halaman taman sekolah didekat gerbang,kami melihat ada seorang Siswi perempuan berparas cantik dan berkulit putih dengan rambutnya yang berwarna hitam sedikit kepirangan.Siswi tersebut duduk di tempat duduk koridor sambil terlihat membaca sebuah buku ditangannya.
Tampak sepertinya Siswi tersebut tidak mempedulikan kami yang cuma numpang lewat,ia hanya membalik halaman dari buku yang ia pegang sambil terus membacanya.Kami berdua pun juga terus berjalan melewatinnya,tetapi karena penasaran dengan buku yang dia baca maka aku sempat sedikit melihat judul buku yang ada di covernya.
"....."(Muzar)
'Max Havelaar'?Novel itukan...
"Sstt,cantik juga ya Muzar."(Yuda)
Ettdaahh ni bocah!Orangnya masih ada di samping loh!Untung aja kau ngomongnya berbisik,kalau engga suara kau bakal kedengaran ama tuh cewek.
Pada akhirnya kami berhasil melewati lorong koridor tanpa menimbulkan masalah terhadap salah satu peserta MPLS Siswi yang tidak kami kenal.
"Cakep juga tu cewek ya,Muzar."(Yuda)
"Haduuuh Yuda,lain kali kalau mau ngomong kayak gini jangan ketika masih ada orangnya kayak tadi.Bikin malu aja."(Muzar)
"Hehehe,kan gak kedengaran ama orangnya.Aku pun ngomongnya pelan kok tadi,aman kok aman."(Yuda)
Hadeeehhh,punya teman baru gini amat dah.Tapi,,,perempuan tadi membaca Novel Max Havelaar.Novel itukan...
"...Karya sastra Belanda."(Muzar)
"Eh?Kau bilang apa tadi?"(Yuda)
"Eh,enggak kok.Aku cuma ngomong ngelantur doang tadi,hehehe."(Muzar)
¤.{Modern Dictionary}:"Ngelantur"\=Mengucapkan sesuatu hal secara spontan dan ucapannya ngasal/menyimpang.
"Ouuhh,yaudah deh kesampingkan tentang cewek cantik tadi.Sekarang lihat tuh,tamannya indah kali ya."(Yuda)
"Iya benar.Awal aku masuk kesini aja udah terpesona ama nih taman."(Muzar)
"~Terpesonaaa,akuuu terpesonaaa..."(Yuda)
"Apaan sih,gak jelas amat."(Muzar)
"Hehehe,candaan garing."(Yuda)
Kami berdua pun langsung melihat-lihat taman sambil berjalan disekitarnya.Ternyata ada banyak siswa/i yang juga berada di taman ini.Wajar aja begitu banyak yang kesini,karena memang taman ini begitu indah dan cantik.
"Sepertinya taman ini menjadi salah satu tempat populer untuk dikunjungi ya."(Yuda)
"Engga juga sih,karena kita baru hari pertama disini makanya ni taman jadi hal yang unik.Coba aja kalau udah sebulan bersekolah disini,maka bakal gak menarik lagi ni taman."(Muzar)
"Iya juga sih."(Yuda)
Disaat kami berkeliling di taman yang lumayan luas ini,kami melihat ada seorang Siswa berambut ikal dengan badan yang begitu kurus sedang memegang setangkai bunga sambil mencabutin satu² kelopak di bunga yang ia pegang.
"Nanti,,,sekarang,,,nanti,,,sekarang,,,nanti,,,sekarang,,,nanti,,,"
"....."(Muzar)
Siswa berambut ikal itu terus mencabutin setiap kelopak bunga tersebut sambil mengatakan hal² yang sama berulang kali.
"...sekarang,,,nanti,,,sekarang,,,nanti,,,sekarang,,,nan..."
Ketika ingin mengatakan 'nanti' sambil ingin mencabutin satu kelopak lagi,tiba² Siswa berambut ikal tersebut memandang kearah kami dengan tatapan yang aneh dimatanya.Lalu dengan wajah tersenyum Siswa berambut ikal itu mengatakan sesuatu kepada kami.
"Ujung permainan di sekolah ini,terlihat ada ditangan kita!"
Terlihat ia begitu sangat menikmati hal yang ia lakukan itu.Kurasa sepertinya ia menyadarinnya.Kalau benar ia menyadarinnya,berarti ia akan menjadi lawan yang sedikit menyusahkan.
"Nanti,,,sekarang,,,nanti,,,sekarang,,,nanti,,,"
Siswa itu kembali melakukan hal yang sama lagi,yaitu mencabutin satu² kelopak bunga sambil mengatakan hal yang sama.
"Muzar,ayo cepat kita pergi dari sini!"(Yuda)
"....."(Muzar)
"Muzar,Kau dengar gak?Ayo pergi!"(Yuda)
"...Ah,iya yok pergi."(Muzar)
Terlihat sepertinya para Siswa/i yang masuk disini akan membuatku terhibur.Yaaahh,,,begini baru menarik.
Dan sementara itu,Yuda menarikku meninggalkan tempat taman tadi.Terlihat sepertinya Yuda jadi takut karena tidak mengerti maksud dari Siswa berambut ikal tadi.
"Hadehh,apa-apaan dia itu.Aneh banget sifatnya."(Yuda)
"Abaikan aja."(Muzar)
"Tapi aneh loh,bahkan banyak Siswa lain yang ikut takut dan menjauh setelah melihat perilaku dia tadi."(Yuda)
"Yaelah Yuda,ngapain takut?Kayak cewek aja."(Muzar)
"Weh udah berani ngejek nih ya."(Yuda)
"Hahaha,habisnya lucu.Kau tadi narik tanganku kayak cewek loh,asli lucu banget,hahahaha."(Muzar)
"Muzar,boleh izin mukul sampai pingsan gak?"(Yuda)
"Oke maaf,jangan pukul aku."(Muzar)
"Yaudahlah,mending kita ke tempat lain aja.Gausah di taman lagi."(Yuda)
"Sekarang emangnya mau kemana?"(Muzar)
"Coba ke kantin aja,mana tau buka kan."(Yuda)
"Hhhmm,aku sih gak yakin kantin disini buka sih,karenakan ini masih hari pertama MPLS.Tapi yuk lah lihat dulu,btw kau tau tempatnya kan?"(Muzar)
"Tenang aja,aku ada denahnya dari website resmi Sekolah Extraordinary.Hehehe pintar kan aku."(Yuda)
"Owalah,modal situs website sekolah toh."(Muzar)
"Biarin,yang penting terpikir daripada enggak."(Yuda)
"Iya deh iya."(Muzar)
Kami pun segera kembali memasuki lorong koridor tadi untuk menuju ke Kantin,tetapi ternyata Siswi berambut hitam keperangan yang membaca buku tadi sudah tidak ada lagi disini.Mungkin dia sudah pergi mencari tempat lain untuk membaca.
"Eh,cewek cantik tadi udah gak ada."(Yuda)
"TUJUAN KAU MAU KE KANTIN ATAU CUMA MAU NENGOK PEREMPUAN TADI SIIIHHH!!!"(Muzar)
Kami pun pada akhirnya menuju ke bangunan Sekolah Extraordinary,karena menurut denah yang ada di situs website terlihat lokasi 2 kantin yang istimewa ada didalam bangunan sekolah.Kami pun berjalan didalam bangunan yang besar dan dipenuhi oleh ruang² kelas.Terlihat bahwasanya ruang² kelas yang ada disini jauh lebih bagus daripada yang ada di kertas brosur pendaftaran murid baru.Disetiap ruang kelas yang kami lewatin ternyata ada tempat duduk panjang diluar kelas.
"Walaupun cuma dari luar tetapi terlihat setiap kelas benar² seperti kelas untuk orang² elite ya."(Yuda)
*Klok klok klok.
"Hhmm,pintu kelasnya terkunci.Itu berarti setiap kelas yang ada disini semuanya dalam keadaan terkunci.Berarti ruangan kelas adalah salah satu tempat yang tidak boleh kita masuki."(Muzar)
"Hey Muzar,jangan sembarangan membuka kelas yang ada disini."(Yuda)
"Hmm?Kalau cuma memastikan aja kan gak masalah.Kita pun diperbolehkan untuk memasukkan segala tempat dan ruangan yang ada disekolah ini asalkan tidak terkunci.Makanya aku mau mastiin apakah ruang kelas terkunci atau tidak."(Muzar)
"Oh benar juga sih."(Yuda)
"Nah karena sekarang kita udah tau kalau ruang kelas adalah tempat yang gak boleh kita masuki,sekarang kita lanjutin ke kanti..."(Muzar)
"Kira² kalau didobrak paksa bisa terbuka gak ya ni pintu kelas."(Yuda)
"WOIII,DILARANG WOIII!!NGERTI KAGAK SIH!!!"(Muzar)
Pada akhirnya aku menyeret paksa Yuda untuk menuju ke kantin.Tetapi,ketika aku menyeret kedua tangannya melewatin beberapa ruangan kelas yang ada disini,terlihat ada seorang Siswa bertopi hitam tengah duduk ditempat duduk dari salah satu kelas yang ada disana dengan bersilang kaki.Matanya sedikit tertutup dengan topi hitamnya tetapi terlihat raut mukanya sedang tersenyum.
"....."(Muzar)
Yuda pun kembali berjalan dengan normal setelah melihat Siswa bertopi itu dan karena tujuan kami ke kantin maka mau tidak mau kami harus melewatin Siswa tersebut.Ketika kami berdua berjalan melewatin Siswa bertopi itu,aku menoleh sedikit untuk melihat sekilas mukanya lalu kemudian melihat keatas kelas yang ia duduki tempat duduknya.
"....."(Muzar)
Ruang kelas 11-2B ya.Ouuh,jadi begitu maksudnya.Punya kepercayaan diri juga dia ini.Tetapi,,,kelas apapun yang ingin dia tuju dan rencana apapun yang ia punya untuk menyerang,tetap saja hal itu tidak akan berpengaruh untukku.
"Oi,pria yang bermata dingin disana!"
"....."(Muzar)
Ucapan Siswa bertopi itu membuat Yuda menoleh kearahnya.Dan dengan ekspresinya yang masih tersenyum,Siswa bertopi itu kembali berkata.
"Bukankah tidak sopan melihat kearah orang lain dengan tatapan dingin seperti itu.Terlebih lagi sepertinya kau bertujuan untuk mengamatin isi pikiran orang lain kan!"
"....."(Muzar)
Wah,sepertinya aku ketahuan.Yaudahlah biarin,lagian dia sepertinya tidak akan berbuat sesuatu sebelum aktivitas sekolah yang sesungguhnya.Karena dari logatnya,ia adalah tipe orang yang tidak ingin membuang tenaga untuk hanya sebuah scene prolog.
"Apa maksudmu?Kami gak ada memperhatikan kau.Kami kan cuma lewat aj..."(Yuda)
"Diamlah badut!!!Yang kumaksud bukanlah kau,melainkan orang yang disamping kau itu."
"Hah,apa maksud kau!Temanku ini bahkan tidak ada melihat kearah kau,benarkan Muzar?"(Yuda)
"....."(Muzar)
"Eh,Muzar?Katakan sesuatu."(Yuda)
"Yuda,lebih baik kita hiraukan saja orang ini.Meladeninnya sama aja membuang waktu,ayo pergi!"(Muzar)
"Aah,itu benar,ayo."(Yuda)
"Hahaha,mencoba untuk melarikan diri ya.Itu keputusan yang bijak,menunjukkan kemampuan kita yang sebenarnya untuk MPLS doang hanya tindakan yang sia²,benar bukan!Untuk sekarang yang hanya perlu kita lakukan adalah berdiam diri sambil menertawakan orang² yang terbuai akan pertemanan,kesenangan,percintaan,bahkan berlagak sok pintar diawal² stage game.Itu karena,,,MEREKA SEMUA TIDAK TAHU BAHWASANYA GAME YANG SESUNGGUHNYA BUKANLAH SEKARANG MELAINKAN ADA DIAKHIR NANTI,HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!"
"....."(Muzar)
Sepertinya orang ini,juga akan sedikit merepotkan nantinya.Yaaah sudahlah,itu masalah nanti,bukan sekarang.Untuk sekarang aku cuma harus berfokus untuk menjalani kehidupan sekolah dengan normal.
"Hufff,apa-apaan dia itu.Gak jelas kali."(Yuda)
Pada akhirnya kami berdua sampai ke salah satu kantin yang istimewa yang ternyata buka dan dipenuhi oleh para siswa/i melebihi lokasi di taman tadi.
"Waaah,ramai juga ya.Dan kantin ini,benar² luar biasa.Begitu banyak bagian² staff makanan dan makanannya juga banyak dan terlihat lezat.Ini kantin apa restoran ya?"(Muzar)
"Wah,kau benar juga.Terlihat kayak restoran mewah gitu.Sekolah swasta elite emang berbeda ya."(Yuda)
Terlihat begitu banyak bagian makanan dengan beragam makanan,jajanan,minuman bahkan tempat bagian menjual peralatan sekolah pun juga ada.Selain itu berbeda dengan kantin di Smp ku dulu,kantin diruangan ini begitu bersih dan dipenuhi dengan Ac dibeberapa sudut ruangan.Dan karena begitu luas dan memiliki banyak tempat duduk yang tertata rapi sehingga walaupun banyak peserta MPLS yang ada disini tetapi tetap setiap orang bisa mendapatkan tempat duduk dan tidak saling tolak-tolakan dan dorong-dorongan seperti kantin di Smp ku dulu.
"Membayangkan kantin di Smp ku dulu dengan kantin disini aja udah hampir membuatku menangis,Yuda."(Muzar)
"Jangan bersedih kawan,nasip kantin Smpmu dulu sama dengan nasip kantin Smpku dulu juga."(Yuda)
Kami pun segera bergerak menuju bagian makanan untuk membeli makanan,syukurlah Mama memberikan uang lebih kepadaku hari ini.Tetapi disaat kami mulai ingin mengantri,ada beberapa Peserta MPLS lain yang terdiri dari 3 orang laki² dan 2 orang perempuan memanggil kami dari belakang.
"Halo kalian berdua.Berdua aja nih,gimana kalau setelah selesai memesan makanan langsung join ama kami.Mumpung disana ada meja kosong untuk 7 orang."
Salah seorang perempuan dari kelompok mereka mengajak kami untuk ikut bersama mereka.Perempuan tersebut berambut hitam panjang dengan bando kelinci dan memiliki gaya yang sangat akrab tetapi masih tergolong sopan.
Yaaah walaupun begitu,terlihat jelas maksud tujuan mereka mengajak kami bergabung dengan mereka.Tidak salah lagi tujuan mereka yang sebenarnya adalah: Membuat circle untuk memperkuat posisi dan tindakan mereka untuk nantinya.
Trik yang sudah sering dipakai oleh segerombolan siswa baru saat memasuki sekolah.Walaupun mereka terlihat menampakkan sisi gaul mereka untuk merekrut orang agar mau membentuk kelompok dengan mereka,tetapi tetap saja hal itu mereka lakukan karena ada sisi takut didalam hati mereka apabila nantinya mereka dikucilkan atau diasingkan.Rasa takut itulah yang membuat orang² mau membentuk dan bergabung kedalam sebuah sistem yang dinamakan 'Circle'.
¤.{Modern Dictionary}:"Circle"\=Kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang mereka percayai.
Cara yang pasaran dan membosankan itu,aku sama sekali tidak tertarik.Dari pola mata,gaya,ekspresi wajah,bahkan cara mereka menawarkan untuk bergabung begitu sangat melihatkan tujuan mereka untuk membentuk Circle.Aaaahhh,begitu sangat membosankan berjumpa dengan orang² ini.Bahkan mereka saja tidak bisa menutupin tujuan mereka dari ekspresi muka mereka.Benar² sekumpulan orang² yang membosankan.
Sekilas mereka terlihat seperti orang yang baik,tetapi dengan tujuan yang seperti ini terlihat mereka sebenarnya bukanlah orang yang baik.Oke deh,sekarang bagaimana ya caranya menolak ajakan mereka dengan norm...
"Maaf,kami berencana untuk mengobrol secara pribadi setelah memesan makanan."(Yuda)
"Eh benarkah?Tetapi kalian bisa mengobrol bersama dengan kami loh,kami bahkan bisa membantu menyelesaikan masalah kalia..."
"Apakah kalian tidak mengerti kata 'pribadi' ya!Kami sama sekali tidak tertarik untuk membicarakan urusan kami berdua dengan kalian."(Yuda)
"Eh,,,eee,,kalau begitu..."
"Jose,lebih baik kita jangan memaksa mereka.Ayo kita cari orang lain!"
Salah seorang laki² dari mereka yang berpostur tubuh lumayan besar memberitahu perempuan berbando kelinci yang ternyata bernama Jose untuk menyerah mengajak kami berdua.
"Ahaha,,,se,,,sepertinya kau benar Rian.Ayo kita pergi."(Jose)
Ouuhh,jadi nama pria besar ini Rian.Nama yang bagus juga.
"Ayo."(Rian)
__ADS_1
"Maaf ya telah mengganggu kalian,bye bye."(Jose)
"Tidak masalah."(Yuda)
Mereka pun meninggalkan kami.Tetapi dari tekad mereka berlima,sepertinya pada nanti mereka akan membentuk Circle yang terdiri dari banyak orang di sekolah ini.Kalau begitu sepertinya aku tidak boleh menganggap mereka remeh,karena menghadapin gerombolan semut yang begitu banyak lebih merepotkan daripada menghadapin seekor gajah.
"Haduuh,akhirnya mereka pergi juga."(Yuda)
"Kerja bagus.Jujur saja,tadi itu kau terlihat keren saat mengusir mereka,hahaha."(Muzar)
"Ngejek nih ya."(Yuda)
"Hahaha,enggak kok,aku berkata serius."(Muzar)
"Udahlah itu,mending kita sekarang ngantri sebelum antrian makin rame."(Yuda)
"Wokeh."(Muzar)
Kami pun membeli berbagai makanan dan minuman dari beberapa bagian staff makanan dan minuman.Dan setelah usaha mengantri dan membeli yang lumayan lama,kami berdua pun duduk di salah satu meja dipojok.
"Waahh,akhirnya bisa duduk juga setelah mengantri begitu lama."(Yuda)
"Namanya juga sistem demokrasi Indonesia yaitu mengantri.No Ngantri No Life,Hahahaha."(Muzar)
"Hahahaha,serah kau lah.Dah laper nih,ayo santap."(Yuda)
"Siaaappp."(Muzar)
Kami berdua pun memakan makanan kami sambil ngobrol beberapa hal.Waktu yang begitu menyenangkan,berarti ini rasanya kehidupan sekolah yang normal ya.Aku ingin waktu berjalan begitu lama disaat yang menyenangkan ini.
*Bruuukkk.
"Eh?"(Yuda)
"....."(Muzar)
Terlihat suara itu dari salah satu meja yang yang dijatuhkan oleh seorang Siswa berbadan besar yang tengah berdiri dihadapan seorang Siswa yang duduk dikursi yang mejanya yang dijatuh itu.
"WOIII,SUARA MAINAN PAPAN KAU ITU BERISIK TAUU!!!"
"....."
Seketika teriakan Siswa berbadan besar itu membuat banyak para siswa/i ikut takut dan saling berbisik.Kebisingan pun memenuhi kantin ini.Akan tetapi,Siswa yang mejanya dibanting itu tidak memberikan reaksi apa² dan hanya terdiam dengan ekpresi datar.
"LAIN KALI TENGOK SEKELILING!!!KALAU MAU MEMAINKAN TUH MAINAN ANAK TK JANGAN SAMPAI SUARANYA BIKIN ORANG LAIN TERGANGGU,NGERTI LOE!!!!"
"....."
Tampaknya Siswa yang mejanya dibanting itu tidak tertarik untuk meladenin pria gak guna ini.Dan dari ekspresinya,itu berarti ia...
"Hey Nak,sepertinya suaramu lebih besar dan mengganggu daripada suara permainan papan anak ini.Lebih baik kamu pergi segera dari sini sebelum Bibi laporkan kepihak sekolah!"
Salah seorang Bibi penjaga staff kantin pun segera mengusir Siswa berbadan besar itu akibat terlalu mengganggu.Dengan begini seharusnya masalah sepele ini bisa selesai.
"Cih..."
Dan ternyata benar,dengan kebanyakan gaya Siswa berbadan besar itupun segera pergi meninggalkan kantin.Sedangkan Siswa yang satunya lagi dengan ekspresi yang tetap datar mulai mengembalikan posisi mejanya seperti semula.
"Apa-apaan dia itu.Kayaknya orang² yang masuk ke Sma ini kebanyakan aneh deh."(Yuda)
"Kalau kau ngomongnya kayak gitu,berarti kita berdua termasuk aneh dong."(Muzar)
"Kita berdua pengecualian,hehehe."(Yuda)
Terlihat setelah mengembalikan mejanya seperti semula,Siswa tersebut mengeluarkan kotak kaca mata dari saku celananya dan memakai kaca matanya.Setelah itu,Siswa berkaca mata itu tampaknya mengambil semacam Papan Permainan yang ikutan jatuh bersama beberapa bidak² yang berwarna setengah hitam dan setengah putih.
Siswa berkaca mata itu mengambil bidaknya satu² dan menaruhnya kembali ke Papan tersebut.
"Nak,kamu tidak apa² kan?Gak ada yang luka kan Nak?"
"Jangan khawatir Bibi,aku sama sekali tidak terluka.Maaf sudah membuat kegaduhan."
"Bukan kamu yang salah kok jadi gak perlu minta maaf.Mau Bibi buatin mie ayam gratis untuk kamu Nak?"
"Tidak perlu Bibi,saya sudah kenyang.Terima kasih atas tawarannya."
"Oh begitu ya,baiklah Bibi kembali ke tempat bagian staff makanan Bibi dulu ya."
Bibi penjaga makanan itu kembali ketempatnya.Sedangkan si Siswa berkaca mata itu terus mengambil bidak² yang terlihat seperti bulatan yang berwarna setengah hitam dan setengah putih itu.
"....."(Muzar)
Papan dan bidak itu seperti familiar untukku.Sebuah Papan yang berwarna hijau dan setiap bidaknya memiliki 2 sisi yaitu hitam dan putih.Apa jangan²...
"Akhirnya selesai juga.Baiklah,sekarang waktunya memulai game dari awal."
"....."(Muzar)
Ternyata benar,Siswa berkaca mata itu menyusun 4 buah bidak di tengah papan yang terdiri dari 2 hitam dan 2 putih yang disusun berdampingan secara diagonal dengan warna yang sama.
"Tidak salah lagi,itu Permainan Papan Othello."(Muzar)
"Othello?Maksudmu yang dimainin ama pria berkaca mata itu?"(Yuda)
"Benar.Itu adalah permainan papan yang diciptakan pada abad ke-19.Dimana permainan ini dimainkan di papan kotak-kotak ukuran 8x8 dan menggunakan 64 bidak yang sisi pertamanya berwarna hitam sementara sisi satunya lagi putih dan terdiri dari 2 pemain yang saling memperbanyak bidak mereka dengan cara mengepung bidak lawan dari dua sisi atau bahkan lebih sehingga menjadikan bidak lawan menjadi miliknya.Untuk memenangkan permainan adalah menghitung jumlah bidak putih dan hitam yang dimana bidak paling banyak dialah yang menjadi pemenang.Tetapi disisi lain jikalau permainan ini memakai waktu disetiap gerakannya maka permainan bisa berakhir jikalau batas waktu untuk menggerakkan bidak habis dan bidak belum digerakkan."(Muzar)
"Hhmm,itu berarti cara mainnya kayak catur gitu?"(Yuda)
"Pola permainannya berbeda dengan catur,Yuda.Kalau catur permainannya pada setiap bidak mempunyai pola jalannya masing²,sedangkan Othello pola permainannya mengepung bidak lawan dari berbagai sisi sehingga menjadikan bidak lawan yang terkepung menjadi bidak kita,mengerti?"(Yuda)
"Ee,,maaf sebelumnya nih tapi aku sama sekali gak ngerti yang kau terangkan,hehehe."(Yuda)
"Intinya permainan Othello berfokus untuk menjadikan bidak lawan agar menjadi bidaknya sendiri."(Muzar)
"Hhhmm,masih gak ngerti sih.Kayaknya aku gak cocok memainkan permainan itu.Ngomong² darimana kau tahu banyak tentang permainan itu?"(Yuda)
"....."(Muzar)
"Loh,kok diam sih."(Yuda)
"...aku tahu permainan itu karena sempat maininnya di aplikasi game.Jadi belajar sedikit dari internet deh."(Muzar)
"Ouuh,pantes.Sekilas kau tadi terlihat kayak ahli loh menjelaskannya tentang permainan itu.Kayak profesional² gitu,hahaha."(Yuda)
"Enak aja,aku aja gak seahli itu kok,hahaha."(Muzar)
Tidak mungkin aku memberitahukan alasan yang sebenarnya mengapa diriku mengetahui permainan ini.Karena tujuanku adalah ingin menjalanin kehidupan Sma yang normal,oleh sebab itu aku tidak boleh menghancurkan jalan untuk mencapai hal tersebut.
Tetapi,pria berkaca mata ini.Ekspresi,tingkah lakunya,permainan yang ia mainkan,bahkan sekilas aku melihat pola matanya tadi ketika berhadapan dengan Siswa berbadan besar tadi.Pola mata yang ditunjukkannya tadi bukanlah pola mata biasa.
"....."(Muzar)
Dia bukanlah orang biasa.Sepertinya dia akan menciptakan hal yang menggemparkan disekolah ini nantinya,dan keliatannya ia juga sudah merencanakannya.
"Kenapa kau tersenyum Muzar?"(Yuda)
"Eh?Aku tersenyum kah?"(Muzar)
"Yaelah,mikirin apa sih sampai tersenyum aja gak sadar."(Yuda)
"Ee,,bukan apa²,Hahaha."(Muzar)
Kami pun kembali menyantap makanan kami sampai habis.Lalu setelah selesai,kami mengantarkan piring dan cangkirnya ketempat bagian staff makanan dimana kami memesan makanannya tadi seperti halnya siswa/i lain yang kami lihat.
Setelah itu kami keluar dari kantin dengan rasa senang.Ketika kami mulai duduk di salah satu tempat duduk yang ada di salah satu kelas,kami pun mulai berpikir tempat lain yang ingin kami kunjungi.
"Gimana kalau kita ke Perpustakaan aja?Tempatnya juga tidak jauh dari kantin ini."(Yuda)
"Boleh tuh,gass lah."(Muzar)
Kami pun segara berjalan menuju ke perpustakaan sekolah dengan berpanduan denah website sekolah.Ternyata letak lokasi perpustakaan ada dilantai 2,sehingga kami menaiki tangga menuju lantai atas.Dan setelah sampai ke lantai 2,kami sekali lagi dikagumi oleh luas dan mewahnya ruangan jalan yang ada dibangunan lantai 2 ini.
"Keren banget cuy,terasa banget jadi sultan."(Yuda)
"Andaikan rumahku seluas ini,brother."(Muzar)
Kembali kedalam alam sadar kami masing²,kami pun kembali menuju ke perpustakaan.Dan ternyata setelah berjalan tidak lama,kami sekali lagi dikejutkan tentang betapa hebatnya Sekolah Extraordinary ini.Tampak dari luar ruangan perpustakaan yang begitu besar dan megah.
"Perpus di Smp ku yang kayak gudang mungkin bakal menangis jikalau melihat ini."(Yuda)
"Andai ni ruangan jadi ruangan kamar tidurku.Auto kagak keluar kamar aku."(Muzar)
Setelah kembali sadar untuk sekian kalinya,kami akhirnya masuk juga ke ruangan perpustakaan yang besar ini.Dan seketika kami langsung menggigil akibat begitu banyaknya Ac yang dipasang diruangan besar yang ketutup ini.
"Serasa di kutub selatan cuy."(Yuda)
"Dah membeku kau kalau di kutub selatan."(Muzar)
Tetapi selain suasana yang dingin dan hening,terdapat begitu banyak buku dirak-rak yang berbeda-beda.Mungkin ini adalah kumpulan buku terbanyak yang pernah kulihat sebelumnya.
Selain kami berdua,juga ada beberapa Siswa/i lainnya yang ternyata juga mengunjungi perpustakaan ini.Ada yang membaca buku dimeja yang telah disediakan,dan ada juga yang membacanya sambil berdiri dirak buku.Selain para siswa/i,juga ada seorang perempuan berjilbab yang sepertinya guru yang bertugas menjadi penjaga perpustakaan.
"Yuda,gimana kalau disini kita berpencar dulu.Lalu kembali kelokasi tempat penjaga perpus disitu setelah menemukan buku yang ingin dibaca,lalu kita tentukan tempat duduk yang mana yang akan kita berdua gunakan."(Muzar)
"Ide yang bagus,karena bisa saja selera kita tentang jenis buku berbeda.Jadi akan lebih bagus memilih buku dengan berpencar."(Yuda)
"Apa sih yang kau katakan?Aku menyarankan untuk berpencar karena aku tau bakal ribut nanti kalau nyari buku bersamamu.Bisa² kita berdua disuruh pergi dari perpus sangkin ributnya kalau samamu."(Muzar)
"Nyesel aku muji idemu tadi,Muzar."(Yuda)
Kami pun akhirnya berpencar untuk memilih buku yang ingin kami baca.Aku pergi ketempat rak novel sejarah dan melihat-lihat buku yang ada disana.
"Kebanyakan buku novel sejarah yang ada disini sudah pernah kubaca sih.Sebagian novel sejarah lainnya begitu membosankan.Apa gak ada novel sejarah yang bagus ya?"(Muzar)
Akan lebih bagus jikalau aku menemukan novel mengenai peristiwa peperangan zaman dahulu.Tetapi,kebanyakan dari novel² yang ada disini cuma mengkisahkan tentang sejarah terciptanya benda atau kisah cinta beberapa tokoh penting dizaman dahulu.Sayangnya untuk saat ini aku lagi mau membaca novel tentang sejarah peperangan,karena bakal banyak strategi yang bisa kupelajarin tentang cara pola pikir strategi orang² pada zaman dahulu.
"Eh,itukan..."(Muzar)
Aku mengambil salah satu Novel yang ada dirak paling bawah.Dan sesuai dengan dugaanku,sepertinya aku menemukan satu Novel yang sempat membuatku tertarik untuk membacanya pada masa Smp kelas 3 dulu.
"Ternyata aku bisa menemukannya disini,Novel The Book Thief."(Muzar)
Aku pun membawa novel tersebut,dan melihat-lihat novel dirak lain.Dan disaat aku melihat-lihat novel diberbagai rak novel lain,aku sekali lagi berjumpa dengan Siswi perempuan berambut hitam keperangan yang sempat aku dan Yuda jumpain dilorong koridor menuju depan taman gerbang sekolah.Ia terlihat membaca buku dengan fokus disalah satu rak buku,dan kelihatannya buku yang ia baca sekarang berbeda dengan buku yang ia baca dilorong koridor
Siswi tersebut tampak mulai menyadari kehadiranku dan seketika mulai mengarahkan pandangannya kepadaku dengan buku yang tadi ditangannya.Terlihat tatapan gadis ini begitu kosong,seakan-akan tatapannya itu menunjukkan ketidak peduliannya terhadap dunia yang ada disekitarnya.Seketika membuatku sekilas teringat akan diriku dimasa lalu.
Kemudian Siswi berambut hitam keperangan tersebut berbalik badan dan berjalan menjauhiku.Aku pun melihat rak buku yang ia baca tadi.
"Rak ini berisikan semua buku mengenai Belanda.Ternyata dugaanku benar,gadis itu..."(Muzar)
Sepertinya aku menemukan kunci untuk mengalahnya nanti.Yaaah itu benar,,,,nanti.Kunci untuk nanti,bukan sekarang.
"Mending sekarang aku ke bagian buku detektif aja deh."(Muzar)
Aku mengelilingi perpustakaan yang besar ini sambil melihat satu² tanda jenis buku yang ada diatas rak.Dan akhirnya aku menemukan beberapa rak yang dipenuhi oleh buku² tentang misteri dan detektif.
"Akhirnya jumpa juga.Saatnya mencari buku Sherlock Holmes."(Muzar)
"Suka ama edisi novel Sherlock Holmes ya,boy."
Ketika aku ingin mencari buku yang kuinginkan,tiba² dari arah belakang terdengar suara perempuan yang sepertinya berbicara kepadaku.Dan ketika aku memandang kebelakang,terlihat dimeja untuk membaca ada seorang Siswi berambut putih seperti salju,dengan tubuh mungil dan kulitnya yang juga begitu putih.Penampilan Siswi tersebut sekilas mengingatkanku terhadap Sepupuku Nasya yang juga memiliki penampilan yang serupa.Siswi tersebut memandangku dengan wajah tersenyum sambil memeluk boneka kelinci yang lumayan besar untuk dipeluk oleh seorang gadis yang memiliki postur badan yang mungil.
Disisi lain dari meja tersebut juga ada seorang Siswa berambut hitam kecokelatan yang juga tengah duduk.Tampak mereka berdua menggunakan salah satu meja yang disediakan diperpustakaan untuk bermain catur disitu.
"Cuma tertarik untuk baca doang kok."(Muzar)
"Eeeh,apakah yakin benar seperti itu?"
Dengan wajah yang tampak tidak percaya sambil tersenyum,gadis berambut putih yang sedang memeluk boneka itu menggerakkan bidak caturnya sambil terus menatap kearahku.
Selain itu,Siswa berambut hitam kecokelatan yang duduk didepan sisi mejanya juga menggerakkan pionnya kedepan sambil sepertinya akan berkata sesuatu.
"Nona Sherry,tumben anda ingin mengajak orang asing untuk berbicara."
Jahatnya,ni orang perkataannya pedas banget dah.Walaupun mungkin ini adalah pertama kali kita bertemu,tetapi mengatakan diriku dengan sebutan 'orang asing' sepertinya agak sedikit tidak sopan.
Tetapi dengan perkataan Siswa berambut hitam cokelatan tadi,aku mendapatkan sedikit informasi bahwasanya gadis yang berambut putih ini bernama Sherry.Dan seperti gadis yang bernama Sherry ini memiliki kedudukan diatas Siswa berambut hitam kecokelatan ini,itu karena ia baru saja mengatakan 'Nona' kepada gadis yang bernama Sherry ini.
"Ehehe,sepertinya ucapanmu barusan itu sedikit tidak sopan untuk orang yang baru saja kita temui,Steven.Benarkan,bocah penggemar Sherlock Holmes."(Sherry)
"....."(Muzar)
Gadis ini,sepertinya juga bukanlah seorang Siswi biasa.Barusan ia mengatakan hal yang sama seperti yang kupikirkan.Gadis ini,,,telah membaca pikiranku.
Kelihatannya gadis ini menggunakan metode Psikologi Non-Verbal Decoding Skill untuk mengetahui apa yang kupikirkan.Metode psikologi ini menganalisis ekspresi,pola mata,bahkan bahasa tubuh lawan bicaranya ketika setelah atau sedang kita mengucapkan sepatah atau beberapa patah kata yang ditujukan kepada lawan bicara.Biasanya ekspresi,pola mata,bahkan tingkah laku manusia akan sedikit berubah ketika mendengar perkataan yang didengarnya dari lawan bicaranya,dan pola perubahan inilah yang biasanya dilakukan tubuh sesuai dengan hal yang kita pikirkan sehingga dengan menganalisisnya dengan seksama akan membuat kita mengetahui apa yang dipikirkan oleh lawan bicara kita.
¤.{Modern Dictionary}:"Seksama"\=Teliti/cermat.
Yaaah itu benar.Gadis berambut putih yang bernama Sherry ini,telah membaca pikiranku dengan menggunakan metode ini.Sebuah metode dasar dalam psikologi.
"Hah,benarkah begitu Nona?Kalau begitu saya akan lebih berhati-hati.Maaf Nona."(Steven)
Oi oi oi oi,,,yang seharusnya permintaan maaf kau itu ditujukan kepadaku bukannya kepada dia.Sepertinya Siswa berambut hitam cokelatan yang bernama Steven ini sangat patuh kepada gadis bernama Sherry ini,mereka berdua layaknya Majikan dengan Buda,,,oh tidak bukan,yang benar adalah mereka seperti halnya Majikan dengan Pelayan.
Aku pun mengambil salah satu buku acak yang ada dirak disini dan ingin segera pergi.Akan tetapi suara dari gadis yang bernama Sherry ini datang lagi kepadaku.
"Kenapa pergi terburu-buru,Sherlock Holmes-Fan Boy?Disinilah sebentar lagi,kita juga baru aja kenalankan."(Sherry)
Jujur aja,sebenarnya untuk saat ini aku sama sekali tidak tertarik untuk melayani orang yang tidak biasa seperti ini.Akan tetapi,mungkin aku akan mencoba sedikit bermain dengan mereka berdua.
"Tadi apa aku gak salah dengar?'Baru aja kenalan'?Apanya yang berkenalan sedangkan daritadi kalian tidak menyebutkan kalian ini siapa dan hanya terus mengoceh hal² yang tidak kumengerti sama sekali."(Muzar)
Yaaah,walaupun itu bohong sih.Aku udah tau nama panggilan kalian berdua dari obrolan kalian yang memanggil satu sama lain dan juga apa yang kalian ucapkan daritadi juga sebenarnya aku paham.
"Kurang ajar,beraninya kau mengatakan itu kepada Non..."(Steven)
"Hentikan itu Steven!"(Sherry)
"Nona,,,"(Steven)
"Tenanglah Steven,suaramu bisa membuat kita berdua diusir loh dari Perpustakaan ini."(Sherry)
"E,,ehm,maaf Nona.Aku jadi sedikit emosian."(Steven)
"Tidak masalah,selebihnya biar aku aja yang berbicara kepada Pria ini,oke."(Sherry)
__ADS_1
"Baik."(Steven)
"....."(Muzar)
Sepertinya aku melakukan satu langkah yang bagus.Untungnya aku mendapat bagian bidak hitam,sehingga aku hanya akan bergerak setelah bidak putih yang bergerak duluan.Yaaah itu semua karena gadis berambut putih yang bernama Sherry ini yang mulai pertama kali melakukan gerakan menggunakan ucapan yang memanggilku untuk mengajak diriku berbicara,sehingga aku hanya akan bergerak setelah gadis ini selesai melakukan gerakannya dengan menggunakan bidak putih miliknya.
Dan sesuai dengan ajakannya,aku mulai melakukan sedikit pergerakan yang juga sedikit berdampak kepada bidaknya.
"Ehehe,kau sampai membuat Steven marah.Ternyata sesuai seperti yang kuduga,kau orang yang menarik."(Sherry)
"Engga juga,aku cuma seorang Siswa biasa."(Muzar)
"Ehehe,kalau begitu untuk awal mula,izinkan aku untuk memperkenalkan diri..."(Sherry)
Gadis bernama Sherry itu bangkit dari kursinya dan menaruh boneka kelincinya di bangkunya tersebut.Dengan menaruh tangan kanannya didadanya,ia menatap lurus kehadapan mataku.
"...namaku Sherry Highest,salam kenal."(Sherry)
"....."(Muzar)
"Ehehe,apakah kau kebingungan dengan namaku yang begitu berbeda dengan kebanyakan orang² yang biasanya kau jumpai?"(Sherry)
"Engga kok,aku tau kenapa namamu bernama seperti itu."(Muzar)
"Houuh,kalau begitu coba katakan kenapa namaku sangat berbeda dengan kebanyakan nama² orang yang ada di Indonesia."(Sherry)
"Hal itu sangat mudah.Itu karena sebenarnya kau bukanlah orang asli Indonesia."(Muzar)
"Ehehehe,kenapa kau begitu yakin dengan hal itu."(Sherry)
"Yaaah alasannya sangat banyak sih.Salah satu yang paling bisa dilihat adalah dari warna rambutmu yang benar² sangat putih itu.Warna rambut yang seperti itu sangat jarang ada di Indonesia,tetapi beda halnya jikalau kau dari keturunan orang barat."(Muzar)
"Ehehehehehe,,,memangnya warna rambut putih yang seperti ini biasanya sering didapat di negara barat yang mana,Sherlock Homes-Fan Boy."(Sherry)
"Biasanya sih di negara² seperti Amerikat atau Eropa,tetapi menurutku kau bukanlah berasal dari kedua negara tersebut,melainkan kau aslinya berasal di negara Inggris."(Muzar)
"Mm,,,"(Steven)
Seperti Siswa yang bernama Steven itu terkejut karena aku telah menebak dengan benar.Tentu saja terkejutnya orang yang tidak mengetahui kenyataan dengan terkejutnya orang karena telah melihat kehebatan seseorang itu berbeda,jikalau orang biasa tidak akan bisa membedakannya tetapi sayang sekali aku bukanlah orang yang tak bisa membedakan hal mudah seperti ini.
Berbeda dengan orang yang bernama Steven yang duduk manis didekat meja,Sherry tidak menunjukkan reaksi kaget sedikit pun,dan malahan ekspresinya malah terlihat semakin senang dengan senyumannya.
"Hahahaha,benar² menarik.Bisakah aku menanyakan satu hal untuk memperjelas teorimu itu?"(Sherry)
"Boleh saja,apa itu?"(Muzar)
"Kenapa kau tau aku aslinya adalah orang Inggris?"(Sherry)
"Nama margamu,,,"(Muzar)
"Iih..."(Steven)
",,,peletakan nama asli dengan nama marga di wilayah barat adalah nama asli diletakkan didepan sedangkan nama marga keluarga diletakkan dibelakang sesudah nama asli.Dan sesuai dengan nama margamu yakni 'Highest' adalah nama marga dari salah satu keluarga bangsawan terkaya di Inggris yang masih ada dizaman sekarang yang dipimpin oleh kepala keluarga yang bernama Thonsen Highest.Dan menurut kabar yang tersebar juga,Mr.Highest menikahi seorang perempuan dari Indonesia dan memiliki salah seorang putri yang sekarang tinggal di Indonesia bersama dengan keluarga pelayan kepercayaan dikeluarga Highest,,,dan salah satu dari anggota keluarga pelayan kepercayaan keluarga Highest itu adalah kau kan Steven."(Muzar)
"Ck..."(Steven)
"Hahahahahaha,kau bahkan mengetahuinya sampai sejauh itu.Aku sangat kagum kepadamu karena bisa menyadarin hal² seperti ini."(Sherry)
"Tidak perlu memuji berlebihan seperti itu.Keluarga kau sangat terkenal sehingga beritanya sudah sangat tersebar diseluruh dunia,yaitu sebagai salah satu keluarga bangsawan terkaya yang masih ada hingga sekarang."(Muzar)
"Hahaha,sayangnya aku tidak terlalu tertarik dengan nama besar dari keluarga itu.Yasudahlah kesampingkan hal itu,yang ingin kubahas sekarang adalah sepertinya kau sudah tahu ya nama Steven,walaupun sebenarnya aku tahu kau mengetahui namanya ketika aku memanggil namanya pada saat beberapa kali berbicara dengannya,iyakan."(Sherry)
"Yaaah,seperti yang kau katakan."(Muzar)
"Baiklah tidak masalah sih,akan kuberitahu nama lengkapnya.Dia ini bernama Steven Wilson,anak dari keluarga pelayan kepercayaan didalam keluargaku yang bertugas untuk mengawalku.Jadi bisa dikatakan Steven adalah pelayan seligus bodyguard pribadiku."(Sherry)
"Nona,kenapa anda mengatakan begitu banyak kebenaran kepada dia?"(Steven)
"Steven,bukannya aku sudah menyuruhmu untuk tetap diam!"(Sherry)
"Mm,,,maaf."(Steven)
Membahas perihal yang begitu mudah ini membuatku bosan.Padahal aku cuma ingin mengambil satu buku dari rak bagian cerita detektif yang ada disini,tetapi malah berakhir bermain detektif-detektifan ama salah seorang bagian keluarga orang tajir.
"Oke sekarang giliranmu untuk memperkenalkan diri.Karena akan sedikit aneh jika aku terus memanggilmu dengan panggilan 'Sherlock Homes Fan-Boy' kan,ehehe."(Sherry)
Mau gimana lagi deh,aku sebutin aja namaku biar adil.
"Namaku Muzar Ruzain.Salam kenal."(Muzar)
"Ehehe,nama yang bagus.Harus kupanggil apa nih?''(Sherry)
"Panggil aja Muzar."(Muzar)
"Baiklah,deal Muzar ya."(Sherry)
"Iya."(Muzar)
Oke deh,sepertinya permainan ini bisa kita selesaikan aja dengan hasil Remis.Aku juga harus segera kembali ketempat yang telah dijanjikan ama Yuda,ntar malah ketungguan tu anak.
¤.{Modern Dictionary}:"Remis"\=Dalam permainan Catur kata itu dipakai untuk mengungkapkan hasil seri.
"Baiklah kalau begitu,aku pergi du..."(Muzar)
"Tunggu sebentar,Muzar-boy!"(Sherry)
Yaelah,apa lagi ini!?Terlebih lagi,kenapa tetap ada kata 'boy' diakhiran namaku?!Haduuh,padahal aku ingin pergi dengan tenang,tetapi sepertinya gadis ini tidak akan membiarkanku pergi begitu saja.
"Apa ada hal lain lagi yang ingin kau katakan kepadaku?"(Muzar)
"Iya ada.Hal lain itu adalah,,,kenapa kau terlihat menyembunyikan dirimu yang sebenarnya?"'(Sherry)
"....."(Muzar)
Seperti yang kuduga sebelumnya,gadis ini bukanlah seorang Siswi biasa.Ia juga bisa menyadari sebuah perbedaan berlian dengan kaca biasa.Walaupun sekilas berlian dengan kaca terlihat sama,akan tetapi jikalau diteliti dengan seksama maka kedua benda ini jelas terlihat berbeda.Dan terkadang karena kedua benda ini hampir terlihat sama,banyak orang biasa yang tidak bisa membedakannya.Akan tetapi bagi orang yang bisa membedakannya dengan tepat,maka bisa dikatagorikan orang tersebut bukanlah orang biasa.
Oleh sebab itu juga,orang yang mampu membedakan mana yang berlian dan mana yang cuma kaca biasa,bisa dikatagorikan juga orang tersebut sebagai sebuah berlian.Yaaah,itulah sebuah perumpamaan yang tepat untuk kami berdua.
Dari awal aku sudah menyadari,bahwasanya gadis ini bukanlah gadis biasa.Dan begitu juga dengan gadis ini yang sepertinya juga menyadari bahwasanya diriku bukanlah orang yang biasa juga.
"Eeeeh,tatapanmu tiba² menjadi tajam begitu,ehehe.Selain tajam tetapi juga memiliki kekosongan yang sangat dalam didalam matamu itu,ehahaha."(Sherry)
"Aku tidak ingin menutupi hal yang bisa dilihat oleh orang yang bisa melihatnya walaupun kusembunyikan."(Muzar)
Yaah,untuk kali ini sepertinya aku akan menunjukkan sedikit rupa asliku.Karena gadis ini,terlihat memiliki begitu banyak bakat yang mengerikan didalam dirinya.Oleh sebab itu,aku akan sedikit menunjukkan,,,, rupa monster didalam diriku.
"~Yaaah itu benar wahai diriku,tunjukkan diri kau yang sebenarnya kepada gadis putih ini!Buat dia menyadari bahwasanya diatas lagi itu masih ada langit lagi,dan diatas lapisan dilangit,,,juga ada sebuah kegelapan yang hampir tiada batasnya,huahahahhahahaha!!!Ayoo diriku,berikan ia sebuah penyesalan yang akan membuat gadis kecil ini jatuh kedalam lubang keputus-asaan!Tunjukkan kepada dirinya bahwa seberapa besar bakat didalam dirinya itu tetap saja tak akan bisa mengalahkan dirimu,itu karena kau adalah Monster,huahahahahaha."
Berisik,sudah kubilang aku tidak ingin kau datang lagi kehadapanku!Aku tidak memerlukan kau,pergi kau dasar khayalan masa lalu yang berpenyakit mata!!!
Selalu saja begini,disaat aku ingin menunjukkan sedikit kemampuan didalam diriku maka selalu saja bayangan dari masa laluku ini terus menghantui diriku bersama dengan datangnya sesosok laki² yang menggunakan jaket berwarna kuning yang memakai masker hitam dengan matanya juga yang berwarna hitam tetapi pupil matanya berwarna merah,ia adalah khayalan terburuk yang pernah ada didalam diriku.Selalu saja begini,padahal aku sama sekali tidak ingin kembali kemasa lalu.
"~Hahahaha,itu percuma.Semakin besar rasa kau ingin membuang masa lalu didalam dirimu,maka semakin besar juga kau ingin menggunakan kemampuan dirimu dimasa lalu.Itu karena,dirimu dimasa lalu juga dirimu dimasa sekarang dan akan terus begitu,huahahahahaha."
Tidak kau salah!Kau salah!Diriku sekarang tidak sama seperti diriku yang dulu!Aku,,,,aku,,,,aku yang sekarang,,,,AKU YANG SEKARANG INGIN MENCOBA UNTUK BERUBAAAHHH!!!
"khhk..."(Muzar)
"Eh?Hey Muzar-boy,ada apa dengan dirimu?Kenapa kau terlihat sempoyongan begitu?"(Sherry)
¤.{Modern Dictionary}:"Sempoyongan"\=Berjalan seperti rasa ingin jatuh.
Sadarlah diriku,aku tidak boleh terpengaruh oleh khayalan berpenyakit mata itu.Sepertinya untuk saat ini bukanlah hal bagus untuk menunjukkan sedikit kemampuanku kepada siapapun.Untuk sekarang,yang perlu aku lakukan adalah menikmati masa² kehidupan Sma yang menyenangkan.
"Huuhh,,,aku tidak apa²."(Muzar)
"Eh?Kenapa tatapan dan ekspresimu kembali normal?Apa jangan² kau ingin menyembunyikannya lagi?!Hah,ayolah jangan pelit begitu,Muzar-boy.Kau juga tahukan bahwa aku ini bukanlah seorang Siswi biasa.Walaupun kau menunjukkan kemampuan aslimu kepadaku,tetap saja aku tidak akan kalah,ehehehe."(Sherry)
"Sayang sekali jika aku menunjukkan kemampuanku yang sesungguhnya maka kau akan sangat sangat mengalami kekalahan."(Muzar)
"Hah?Apa yang kau katakan!"(Sherry)
Aku berjalan mendekati gadis ini hingga menutup jarak diantara kami berdua.Dan saatnya aku memberitahu sebuah kebenaran kepadanya.
"Walaupun kau memiliki bakat yang begitu besar didalam dirimu,tetap saja itu tidak cukup untuk mengalahkanku."(Muzar)
"Apa kau bilang!Beraninya kau begitu meremehkan Non..."(Steven)
"Steven,stop!"(Sherry)
"Ehh..."(Steven)
"....."(Muzar)
"Sepertinya kau sangat yakin kemampuanmu itu dapat mengalahkanku."(Sherry)
"Bukan sangat yakin,melainkan itulah kenyataannya."(Muzar)
"Asalkan kau mau tahu Muzar-boy,jika aku ingin maka aku bisa membuat semua Siswa² dan Siswi² sekaligus guru² yang ada disini akan bergerak sesuai dengan keinginanku dengan kemampuan didalam diriku ini.Seperti yang kau katakan tadi,diriku ini memiliki bakat yang besar,,tidak bukan itu,melainkan didalam diriku ini aku memiliki sangat banyak bakat yang mengerikan,bakat yang bisa mengendalikan manusia layaknya mainan.Karena manusia itu adalah mainan yang akan menghibur diriku.Apapun yang aku inginkan,maka aku bisa membuat mereka menghibur diriku.Dan kau berkata aku akan kalah jika melawan dirimu!"(Sherry)
"Aku mengetahui kau bisa melakukan hal² seperti yang kau katakan barusan.Dan aku juga tahu didalam dirimu terdapat bakat yang cukup mengerikan untuk melakukan itu semua.Akan tetapi,semua hal itu tetap tidak bisa untuk mengalahkanku..."(Muzar)
"A,,apa?"(Sherry)
"...itu karena,,,aku tidak mungkin akan kalah dari orang naif seperti kau ini."(Muzar)
"Ap..."(Steven)
"Aa,,ahah,,,ahahahahahahahahah,,ahaahahahahahahaha,sungguh orang yang menarik.Baiklah,jikalau kau pikir bisa mengalahkan diriku,maka akan kutunggu hingga saatnya kita berdua akan berada diatas panggung permainan yang sama.Maka disaat itulah,aku akan mengalahkanmu dan menjadikan kau sebagai salah satu koleksi mainanku!"(Sherry)
"Jikalau kau bisa melakukannya,,,maka cobalah."(Muzar)
Kami saling menunjukkan keseriusan didalam mata kami masing².Sebuah tatapan mata yang menyatakan sebuah peperangan logika dan IQ.Akan tetapi peperangan itu tidak akan terjadi sekarang maupun juga sepertinya tidak akan terjadi didalam waktu kurung yang cepat.Oleh sebab itu aku akan melihat perkembangannya,seberapa besar kerusakan yang akan gadis ini ciptakan di Sekolah Extraordinary ini.
"Sungguh tatapan yang mengerikan,setelah sekian lama akhirnya aku menemukan orang yang seperti dirimu."(Sherry)
"Oh,apakah begitu."(Muzar)
"Hahahaha,,,"(Sherry)
"Waaah disini kau rupanya,Muzar.Kucariin daritadi ternyata kau disini."
"Eh?"(Muzar)
"Hah?"(Sherry)
"Eh?"(Steven)
Disaat suasana semakin mencekam,terdengar ada suara yang memanggilku yang kedengarannya suara itu tidaklah asing.Dan dari sisi belakangku terlihat seorang anak laki² yang sudah sangat kukenal semenjak dibarisan,tidak lain dan tidak bukan dia adalah Yuda sendiri.
Akan tetapi karena kedatangan Yuda,suasana kembali tenang.Yaaah walaupun tadi aku agak sedikit lepas kendali sih,hahaha.Syukur aja ni anak datang.
"Dicariin di tempat penjaga perpus seperti yang dijanjikan malah kagak ada,terpaksa deh aku daritadi keliling² di perpustakaan sebesar ini.Untung aja ketemu disini."(Yuda)
"Hehehe,,,maaf.Tadi nyari bukunya susah,ni baru jumpa."(Muzar)
"Astaga,buku macam apa sih yang kau cari sampai lama banget."(Yuda)
"Haha,,hahaha,,,maaf ya."(Muzar)
"Hhmm,yasudahlah.Yok kita cari meja yang kosong."(Yuda)
"Oke."(Muzar)
Kami berdua pun pergi meninggalkan tempat tersebut.Ketika aku melihat kebelakang sambil berjalan,terlihat gadis bernama Sherry itu kembali duduk dan kembali memeluk boneka kelincinya sambil terus menatap kearahku,begitu juga anak laki² bernama Steven itu.
Seorang putri dari keluarga ternama yang memiliki bakat yang mengerikan dan seorang penjaganya yang juga terlihat memiliki kepintaran dan skill yang tidak bisa diremehkan walaupun ia orang yang emosian.Mereka berdua,sepertinya akan membuat dampak yang besar di Sma Extraordinary ini nantinya.Yaaah walaupun sepertinya mereka juga hanya akan menunjukkan kemampuan mereka di pertengahan nanti.
Gadis yang bernama Sherry ini,ia ternyata memiliki pemikiran yang unik mengenai manusia sama halnya seperti diriku.
"...Manusia adalah mainan ya."(Muzar)
"Hah?Kau ngomong apa sih,Muzar?"(Yuda)
"Ehh?Bu,,bukan apa²,ha ha ha."(Muzar)
"Hhmm,gadis berambut putih dan laki² yang dimeja catur tadi,apa kau mengenal mereka?"(Yuda)
"Eh,engga kok.Aku cuma bertemu mereka ketika mencari buku yang kucari.Dan sempat ngomong sedikit ama mereka berdua."(Muzar)
Walaupun buku yang kuambil ini ngasal aja sih karena mereka berdua.Lagi pula karena mau menghindari mereka berdua tadi,aku jadinya ngambil buku ngasal tanpa liat judul bukunya.Apa sih buku yang ku ambil ta,,,eh,inikan buku dari Stranger Things.Haduuh,kalau ini mah aku udah nonton filmnya.Gara² mereka berdua aku jadinya ngambil buku yang tidak ingin kubaca,dan tidak mungkin aku kembali lagi ke tempat rak tadi.
Yasudahlah,yang sudah terjadi biarlah terjadi.Aku akan membaca buku sejarah yang satu ini saja.
...***...
Ia pergi,sekilas aku dapat melihat bocah itu melihat kearah kami.Benar² bocah yang menarik.Sudah sekian lama aku tidak bersemangat seperti ini.
"Permisi Nona,kalau boleh tahu kenapa anda sangat menanggapi serius anak yang bernama Muzar Ruzain itu?Padahal kalau anda mau,saya bisa saja membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi dan juga membuatnya akan menyesal jikalau melawan kepada Nona Sherry."(Steven)
"Huhh,dasar Steven.Asal kau tahu,dirimu itu tidak akan bisa mengalahkan bocah itu."(Sherry)
"Apa?Tidak mungkin aku kalah dari anak mentah sepert..."(Steven)
"Apakah kau meragukan analisisku,Steven?"(Sherry)
"Eh,,tidak Nona Sherry.Sama sekali tidak,itu karena setiap hal yang anda katakan dan prediksikan itu selalu benar sesuai dengan kenyataan."(Steven)
"Itu memang benar.Itu karena aku memiliki IQ yang bisa membuatku menentukan mana jalur yang akan terjadi dan mana yang jalur yang tidak akan terjadi.Begitu juga tentang pribadi manusia yang sesungguhnya,diriku dapat mengetahui kebohongan,kejujuran,kepintaran,sifat,skill,bakat,dan bahkan identitas asli dari seseorang pada saat aku menganalisis psikologi mereka.Dan terlihat bahwasanya bocah itu memiliki kemampuan yang berbeda dari kebanyakan orang lain."(Sherry)
"Apakah dia memang seberbahaya itu?"(Steven)
"Iya,itu benar sekali.Oleh sebab itu ia bisa dapat menghabisi dirimu jikalau ia serius.Karena sepertinya,ia sedang mengontrol dirinya yang sebenarnya."(Sherry)
"Mm,ternyata di Sma ini terdapat begitu banyak orang² yang luar biasa,salah satunya laki² bertopi hitam yang kita jumpai di salah satu tempat duduk diruangan kelas tadi.Ia duduk dengan bersilang kaki dan tampaknya juga ia bukanlah orang biasa."(Steven)
"Ouh pria itu,memang benar sih bahwa ia juga seseorang yang berbahaya.Ehehe,akan tetapi bocah yang bernama Muzar Ruzain ini menurutku bahkan lebih berbahaya lagi daripada bocah bertopi itu."(Sherry)
"Ap,,bahkan lebih berbahaya?"(Steven)
"Iya,oleh sebab itu,,,,"(Sherry)
*kletek
"Apa?Saya kalah lagi."(Steven)
",,,oleh sebab itu aku harus menyiapkan langkah yang tepat untuk melakukan skakmat kepada siapapun itu,ehehe."(Sherry)
__ADS_1
[BERSAMBUNG]...