The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 14]: Permasalahan dan Kontrol Diri


__ADS_3

'Osis',aku sudah sering mendengar nama organisasi itu keluar dari mulut banyak orang mau itu murid bahkan guru sekalipun.Terkadang aku mendengar mereka menyebutkan nama itu dengan perasaan takut terhadap organisasi itu,terkadang aku mendengar mereka menyebutkan nama itu dengan perasaan kesal dan marah terhadap organisasi itu,terkadang juga aku mendengar nama itu keluar dari mulut mereka karena kagum dan bangga kepada organisasi yang bernama OSIS itu.


Dari dulu aku sangat bertanya-tanya,kenapa mereka sangat takut kepada Osis?Kenapa mereka sangat kesal dan marah kepada Osis?Dan kenapa juga mereka sangat kagum dan bangga kepada kehadiran Osis?


Apakah karena mereka adalah orang² yang terhormat itu sebabnya banyak orang yang menaruh perhatian kepada Osis?Atau apakah banyak orang menaruh perhatian kepada Osis karena hanya iseng saja?Kenapa banyak orang yang mau menghabiskan masa² kehidupan sekolah mereka hanya untuk takut,marah,kesal,bangga,kagum,dan bahkan mengkritik Osis itu sendiri?


Dan sebenarnya siapa atau apa yang terhormat?Apakah karena para anggota Osis itu sejak awal adalah orang² yang terhormat oleh sebab itu mereka digabungkan kedalam Osis kah?Atau karena nama Osis itulah yang membuat orang² didalam organisasi itu menjadi terhormat?Atau mungkin sejak awal orang² dan nama dari Osis itu sendiri tidaklah terhormat sama sekali tetapi karena orang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan organisasi itu yang membuatnya menjadi terhormat dengan sikap dan pola pikir mereka terhadap orang² didalam organisasi itu dan nama Osis itu sendiri?


Mana yang benar dan mana yang salah,bahkan aku sendiri pun masih tidak tahu.Tetapi yang jelas,diriku hanya bisa mengambil sebuah kesimpulan saja dari sebuah organisasi yang diberi nama Osis itu.Kesimpulan yang dapat kuambil sejak dulu hingga masih kupegang sampai sekarang ini yaitu,,,,Seseorang yang Naif mau diberi nama apapun itu selagi ia tidak mau menyingkirkan sifat Naifnya,maka dirinya akan tetap menjadi Seseorang yang tidak terhormat.Tetapi Seseorang yang sejak awal tidak Naif mau diberi nama apapun itu maka dirinya akan tetap menjadi Seseorang yang terhormat.


Walaupun aku berpendapat seperti itu,tetap saja aku tidak mau menjadi Osis.Bahkan di Sma Extraordinary ini ada lagi organisasi yang hampir mirip dengan Osis yang diberi nama Mpk,tetap saja aku tidak mau bergabung.Lebih baik aku menikmati masa² Sma dengan damai tanpa dikekang ama hal² yang berbau organisasi.Karena aku yang mengatur diriku,bukan orang lain yang mengatur diriku.


...***...


"Nama saya Nasya Salsabila,hobi memainkan alat musik,alamat Jalan Young Panah Hijau,cita² menjadi seorang Psikolog."(Nasya)


''Oke,selanjutnya!"(Mpk Abel)


"Nama saya Bila Mahrisya,hobi memasak,alamat Jalan Pelabuhan 2,cita² menjadi Akpol."(Bila)


''Oke,lanjut!"(Mpk Abel)


"Zar,kau boleh aja main hp.Tapi nanti pada saat bagian kau untuk memperkenalkan diri,maka aku minta agar kau taruh hp kau dulu lalu perkenalkan diri terlebih dahulu sebelum lanjut main hp lagi,oke."(Rahman)


"Haahhh,males kali Man.Tubuhku rasanya susah untuk gerak.Bisa gak ya kalau aku perkenalkan diri sambil duduk aja?"(Muzar)


"Mendingan jangan Zar.Liat yang lain itu mereka semua memperkenalkan diri sambil berdiri,kagak ada yang duduk."(Rahman)


"~Huaaahhh,tapi aku males kali mau gerak."(Muzar)


"Astaghfirullah,tinggal berdiri aja Zar.Bukannya disuruh untuk lari estafet."(Rahman)


"Walaupun begitu,,,tetap aja males."(Muzar)


Aku merebahkan kepala dan badanku ke meja.Sungguh seketika badanku terasa berat seperti ditimpa jangkar raksasa.Mungkin yang menyebabkan diriku males gerak seperti ini karena diatur oleh orang² seperti mereka ini.Aku paling males diatur,terlebih lagi oleh orang² seperti mereka ini.


"Hei Zar,kau dengarkan ucapanku tadi.Jangan lupa untuk berdiri dulu sebelum perkenalkan diri."(Rahman)


"Hm."(Muzar)


"Hei dengar gak!Giliran kita makin dekat loh ini."(Rahman)


Perkenalan diri ini dimulai dari meja bagian kiri paling depan hingga ke meja paling belakangnya,lalu terus ke meja samping kanan sampai seluruh Siswa/i selesai memperkenalkan diri mereka semua.Dan sedikit lagi sampai kebagian meja Rahman dan aku untuk memperkenalkan diri.Tetapi tubuh ini tetap tidak mau bergerak sehingga tetap membuatku dalam posisi rebahan di meja.


"Baiklah,selanjutnya!"(Mpk Abel)


Ouh,sudah saatnya Rahman ya.Terlihat Rahman berdiri tegak dan dengan wajah berani Rahman mulai memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan namaku M.Abdurrahman,hobi futsal,alamat Jalan Syahbudin Yatim,cita² menjadi seorang Kepala Sekolah."(Rahman)


"Waw,kepala sekolah dong.Nanti abang ngajar sebagai guru ya di sekolahmu dimasa depan,hahaha."(Osis David)


"Hahaha,silahkan aja bang.Supaya kelak dimasa depan saya dapat bentak² abang sebagai seorang pimpinan dari abang,hahaha."(Rahman)


"Wah,pandai juga ya kamu menjawab,dek."(Osis David)


"Iya dong,kan kita disini harus bisa menjawab dengan tepat dan cekatan,benarkan."(Rahman)


"Vid,jangan dijadiin permasalahan,ingat!"(Mpk Abel)

__ADS_1


"Iya tau aku.Aku pun suka lihat junior yang antusias kayak anak ini.Tadi namamu M.Abdur kan?"(Osis David)


"Panggil aja Rahman,bang."(Rahman)


"Oh oke,Rahman.Orang² kayak dirimu ini yang keliatan cocok menjadi seorang Osis."(Osis David)


"Tidak,Rahman ini pantasnya bukan di Osis tetapi sebagai Mpk."(Mpk Abel)


"Hahaha,untuk saat ini saya masih belum memikirkan untuk bergabung dimanapun.Mungkin lain kali lah."(Rahman)


"Oh oke,baiklah selanjutnya disamping dek Rahman bisa perkenalkan dirinya?"(Osis David)


Dia memanggilku,akhirnya tiba juga giliranku.Rahman kembali duduk,dan mulai menyenggol tanganku dengan tujuan yang aku sendiri tau bahwa ia ingin aku untuk berdiri,tetapi sayangnya...


"Nama Muzar Ruzain,alamat panah hijau,hobi mageran,sekian."(Muzar)


~Hening...


Semua orang yang ada dikelas ini langsung memerhatikan diriku,sedangkan Rahman langsung memegang kepalanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Wajar aja sih,mungkin mereka semua terheran karena ketika aku memperkenalkan diri tadi diriku sama sekali tidak berdiri melainkan cuma rebahan di meja sambil mengucapkan intro dengan nada yang malas dan singkat.


¤.{Modern Dictionary}:''Intro''\=Pengenalan diri.


"Dik,bisa ulangi sekali lagi tetapi kali ini harus berdiri ya."(Mpk Abel)


Aku pun menghadapkan pandanganku kearah perempuan bernama Abel ini dan mulutku berkata dengan suara yang lemas dan malas.


"Yaaah,dirimu tadi gak dengar ya hobiku?Kan dah kubilang hobiku ini mageran,jadi susah buat berdiri dari sini."(Muzar)


"Zar?Yakin nih?Masih awal² loh ini."(Rahman)


Rahman berbisik kepadaku untuk memastikan tindakanku ini.Tentunya Rahman tidak bertanya hal ini untuk mencegahku,karena ia tahu dua orang kelas teri ini sama sekali bukanlah tandinganku.


"Lihat dan perhatikan saja,Man.Aku akan melakukan hal yang ingin kulakukan sesuai dengan moodku nantinya."(Muzar)


"Tapi kalau gitu kan gak adil ama teman² mu yang lain.Mereka semua berdiri loh memperkenalkan diri mereka,masa kamu sendiri yang duduk waktu memperkenalkan diri hanya karena alasan 'mager' doang."(Mpk Abel)


"Lah,salah mereka dong karena mau berdiri.Lagian juga,dirimu harus menghargai hobi orang lain,kalau hobiku ini mageran yaudah harus hargai dengan jangan ganggu-gugat ketika aku ingin perkenalkan diri sambil duduk."(Muzar)


Aku merasakan pandangan para Peserta MPLS lain semakin terfokus kepadaku setelah aku membalas perkataan Abel ini.Sementara itu,ekspresi muka Abel ini seketika berubah menjadi kesal,ia kemudian berjalan mendekat kearah mejaku.Sedangkan Rahman sudah Ketawa-tawa sambil berbisik beberapa kata.


"Perempuan ini salah memilih lawan,hahaha."(Rahman)


Mendengar bisikan Rahman yang keluar dari mulutnya,aku pun ikut tersenyum.Itu karena,,,,bocah seperti Abel ini terlalu cepat 1000 tahun untuk berhadapan denganku.


"Hei dik,apa susahnya sih tinggal berdiri doang!Ayo berdiri cepat,perkenalkan dirimu!"(Mpk Abel)


"Dirimu gak dengar tadi?Kan sudah kubilang aku ini hobinya mageran,udahlah jangan diperibet hanya untuk perkenalan doang."(Muzar)


Disaat nada bocah bernama Abel ini mulai meninggi,aku hanya menjawab perkataannya dengan nada yang santai.


"Jadi kamu gak mau nih perkenalkan diri ulang?!"(Mpk Abel)


"Ngapain juga perkenalkan diri ulang,kan tadi suda..."(Muzar)


"KALAU GITU KAU AJA YANG NGOMONG DAN NGATUR DIDEPAN INI!"(Mpk Abel)


"....."(Muzar)


"Mampos,kena mental."

__ADS_1


Terdengar suara dari salah seorang Peserta MPLS yang mengatakan kata² ejekan yang kutahu kata² itu ditujukan untukku.Aku pun melihat sekilas wajah² Peserta MPLS lainnya,dan terlihat wajah mereka hanya berfokus kepadaku,bukan kepada bocah bernama Abel ini.


Sedangkan Rahman sudah tersenyum-senyum daritadi dan terlihat tidak sabar untuk menungguku menghabisi keberanian dan kepercayaan diri dari bocah bernama Abel ini.Tetapi,,,sayangnya aku harus mengambil langkah lain....


"....."(Muzar)


"Kenapa diam?Jawablah!"(Mpk Abel)


''....."(Muzar)


"Makanya jangan bikin kakak marah,dik."(Mpk Abel)


"Hah?Kok..."(Rahman)


"Apa?!!Kenapa..."(Bila)


Seketika terdengar 2 suara dari orang² yang kukenal,yaitu Rahman dan teman Sdku Bila.Sepertinya mereka kaget karena aku sama sekali tidak memberikan perlawanan kepada bocah bernama Abel ini padahal aku bisa saja menghabisi mentalnya.Tetapi karena suara mereka berdua yang terlalu kencang sehingga membuat pusat perhatian berganti kearah Rahman dan Bila.


"Kenapa dek?"(Osis David)


"Engga apa²,hehe."(Rahman)


"Bu,,bukan apa² kok."(Bila)


"Baiklah,sekarang kamu akan saya hukum karena telah memperlama perkenalan ini.Sekarang,kamu harus tanya nama dari cewek yang ada dibelakang sana!"(Mpk Abel)


Bocah bernama Abel ini langsung menunjuk kearah meja paling belakang dibagian barisan mejaku.


"Tanyakan namanya,hobinya,cita² nya lalu kembali kesini untuk memberitahukan kepada kami."(Mpk Abel)


Ia mencoba mempermainkanku.Tetapi,untuk saat ini aku hanya perlu mengikuti perkataan bocah ini.Karena benar kata Rahman,untuk sekarang aku hanya perlu untuk mengontrol diriku dan tidak terlibat dalam perdebatan dengan sekelompok ikan teri.


...***...


Setelah melakukan yang disuruh oleh bocah kurang ajar ini,aku pun diperbolehkan untuk duduk kembali.Rahman dengan ekspresi heran diwajahnya bertanya kepadaku.


"Zar,kenapa kau gak membalas perkataannya dan malah menuruti perintahnya itu?Padahal kau bisa saja kan membuat orang seperti dia itu tidak berkutik lagi.Tapi kenapa?"(Rahman)


"Aku mencoba untuk mendengar saran dari kau tadi.Kau bilang bahwa aku harus mengontrol diriku untuk saat ini karena kita masih baru disini,oleh sebab itu aku tidak melanjutkan perlawanan dan menuruti perkataannya tadi."(Muzar)


"*Hiks,,,jadi kau tadi rela dipermaluin kayak tadi karena mendengarkan diriku.*Hiks,,,Zar maafkan akuu,,,*hiks,,,padahal kau bisa mengabaikan ucapanku tadi.*Hiks,,,abaikan aja ucapanku lain kali kalau merugikan diri kau,,,*hiks..."(Rahman)


"Lebay woiii!Selain itu aku juga ada alasan lain woi!"(Muzar)


"Hah?Apa itu?"(Rahman)


"Ketika Abel tadi berteriak kearahku,terdengar ada salah seorang dari Peserta MPLS ini menghinaku.Seketika saat itu aku melihat sekeliling untuk memeriksa ekspresi wajah Peserta MPLS disini,dan dari ekspresi yang mereka tampilkan aku bisa mengambil kesimpulan untuk mundur."(Muzar)


"Hm?Memangnya ekspresi mereka gimana saat kau lihat tadi?"(Rahman)


"Ekspresi mereka terlihat mendukung bocah bernama Abel itu dan terlihat kesal terhadapku.Itu sebabnya,walaupun aku membuat kepercayaan diri dan keberanian si Abel ini hilang tetapi tetap saja mayoritas yang ada dikelas ini lebih memilih untuk mendukung dia."(Muzar)


"Ouh,begitu.Pantes kau memilih untuk diam dan mengikuti perkataannya."(Rahman)


"Untuk kasus kali ini,lebih menekankan dalam dukungan mayoritas.Jikalau aku tidak didukung oleh mayoritas,maka keputusan yang terbaik untuk diambil adalah mundur untuk menghindari kekalahan yang jauh lebih besar."(Muzar)


"Sudah kuduga,pikiranmu itu tidak bisa kutebak sama sekali walaupun berapa kali aku mencoba untuk menebaknya."(Rahman)


"Baiklah,sudah cukup basa-basi perkenalan diri yang bertele-tele ini.Sekarang mari kita masuk kedalam hal yang jauh lebih penting lagi."

__ADS_1


Seketika terdengar suara dari seseorang,dan terlihat Seorang Pria berjas coklat masuk kedalam kelas kami.


[BERSAMBUNG]...


__ADS_2