The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 6]: Abang Sepupu Yang Misterius(Part 2)


__ADS_3

Tanggal 4 Juli akhirnya tiba juga,hari ini adalah hari pertama ku MPLS.Mengetahui peraturan jam masuk di Sma Extraordinary,aku segera bersiap-siap mengenakan seragam sekolah Smp ku dulu dan tak lupa sarapan setelah itu Bunda langsung mengantar ku ke sekolah menggunakan mobil.


"Hmm,jam masuk pukul 06.15.Dan sekarang masih pukul 05.35.Itu berarti masih banyak waktu yang tersisa sebelum bel masuk sekolah,bagaimana kalau Bunda dan aku melihat-lihat sekeliling lingkungan sekolah?Mau ya!"(Nasya)


"Hhhmmm,,,boleh juga tuh.Kebetulan Bunda juga pengen lihat lingkungan sekolahnya."(Bunda)


"Sip,berarti sudah diputuskan!"(Nasya)


"Hahaha,kamu tidak perlu terlalu bersemangat kayak gitu."(Bunda)


"Namanya juga Bunda mau nemenin Nasya ke sekolah.Wajar aja Nasya merasa senang,hehehe."(Nasya)


"Haduuh Nasya,kamu ini kayak anak kecil aja,hahaha."(Bunda)


Kemudian kami pun sampai ke sekolah Extraordinary.Sekolah ini terlihat begitu besar dari luar sini,yang berarti didalamnya jauh lebih besar dan luas lagi.Aku sangat senang karena dapat bersekolah disini sampai² aku tidak bisa menahan raut senyum dipipi ku.


"Ayo Bunda,kita segera masuk!"(Nasya)


"Iya iya."(Bunda)


Seperti dugaan ku,ternyata didalamnya begitu sangat luar biasa.Dan ketika aku dan Bunda melihat lapangan olahraganya,aku pun semakin tak sabaran untuk melaksanakan pelajaran olahraga nantinya disini.Sambil berjalan-jalan dengan santai,aku dan Bunda melihat-lihat pemandangan sekolah ini.


"Hhmmm..."(Bunda)


"Kenapa Bunda?"(Nasya)


Eh?Kenapa Bunda tiba² meletakkan salah satu tangannya didagu sambil terlihat seperti detektif yang memikirkan sebuah kasus?Apakah ada yang salah dengan lapangan ini?


"Kenapa Bund?Kok terlihat serius gitu?"(Nasya)


"Engga kok,Bunda cuma kepikiran aja kalau misalnya kamu tuh nanti kena hukum dan disuruh berlari mengelilingi dilapangan seluas ini."(Bunda)


"Bundaaaaaaaaaaa!!!!Masa anaknya sendiri didoai kena hukum ngelilingi lapangan sihhh."(Nasya)


"Hahaha,gak ngedoain sih.Cuma selintas hal itu terpikir ama Bunda aja setelah liat ni lapangan luasnya bukan main,hahaha."(Bunda)


"Jahaaatttt!Dah lah,mending Nasya liat² lingkungan sekolah sendiri aja."(Nasya)


"E,,,eh,Nasya tunggu!Laaah,gitu aja udah baperan,haduuhhh anakku yang satu ini."(Bunda)


Bunda jahat,bisa-bisa nya ngepikirkan anaknya kena hukum sih.Mana lagi ni lapangan gede nya bukan main,kalau disuruh lari mengelilingi lapangan ini maka mana ada selesainya.


"Eh,itu kan Bang Ruzain.Udah sampai juga ternyata,samperin ajalah."(Nasya)


Walaupun sebenarnya aku tidak terlalu ingin berjumpa dengannya,tetapi rasa penasaran ku waktu itu masih belum hilang.Aku harus memastikannya.


"Lah abang juga mau keliling?"(Nasya)


Dengan reaksi sedikit terkejut akan kemunculanku dihadapannya,Bang Ruzain mulai menjawab pertanyaanku.


"Iya nih,tadi pen liat-liat sekilas aja.Berhubung sepertinya acara MPLS nya belum dimulai."(Muzar)

__ADS_1


Cara bicaranya dari dulu hingga sekarang tidaklah berubah,selalu aja berbicara canggung dan malu² dengan suara yang begitu pelan seperti cewek.Orang seperti Bang Ruzain ini dari sudut mananya yang terlihat seperti orang pintar yang menyembunyikan kemampuannya?Ia terlihat biasa² saja.


"Ooohh,,,kalau gitu Nasya kembali ama Bunda dulu ya,karena tadi mau sekalian keliling ama Bunda juga."(Nasya)


Sepertinya berlama-lama mengobrol dengan Bang Ruzain tidak ada untungnya sama sekali.Aku akan mengetahui apakah Bang Ruzain benar² pintar atau tidak setelah menjalani aktivitas sekolah yang sama dengannya.Sepertinya sekarang aku harus kembali ke tempat Bunda tadi,walaupun sebenarnya masih sedikit kesal sih sama Bunda.


"Ouh,iyalah.Hati-hati ya."(Muzar)


Hah?Berhati-hati dari apa?Kan ini masih dilingkungan sekolah bukannya di jalan Tol atau apalah gitu,ngapain hati² weh.Hadeeehhh,emangnya aku bocah Tk sampai perlu hati² kalau mau berjalan-jalan di sekolah.Punya Abang Sepupu lawak amat dah sampai gak bisa nentui kalimat perpisahan yang bagus.


"Hahaha,ngapain hati-hati,kan cuma keliling² santai disekolah doang.Yaudah bye bang."(Nasya)


Aku pun berjalan menjauh dari Bang Ruzain dan mencoba mencari Bunda yang sekarang ntah berada dimana.Tetapi ketika aku sempat menoleh sedikit kearah belakang tempat Bang Ruzain berada tadi,aku melihat ekspresi Bang Ruzain yang terlihat murung sambil memegang kepalanya seperti orang yang terlihat menyesal.


"Hhmm,,,wajar aja kalau dia menyesal.Siapa juga yang tidak malu dan menyesal setelah kalimat aneh itu keluar dari mulut diri sendiri."(Nasya)


Orang yang seperti Bang Ruzain itu sama sekali tidak mencerminkan orang² pintar dan cerdas yang selama ini ku temui baik diluar maupun didalam lingkungan sekolah ku dulu.Oleh sebab itu aku masih tidak mengerti kenapa nilai raport Bang Ruzain di Smp begitu tinggi.


"DUAAARRRRRR!"


"Aaaahhhhhh!"(Nasya)


Setelah aku menoleh ke samping kanan,ternyata itu Bunda yang mengkagetkan ku.Sekilas aku merasa jantung ku berhenti berdetak ketika dikagetkan oleh Bunda,punya Orangtua gini amat dah.


"Bundaaaaaa!!!!Hampir aja aku jantungan!"(Nasya)


"Hahahaha,siapa suruh ninggalin Bunda sendirian."(Bunda)


"Hahahaha,oh iya tadi Bunda sempat liat dari jauh si Ruzain.Tapi anehnya,waktu Bunda liat si Ruzain kayak galau gitu,kira² kenapa ya?"(Bunda)


Waduuuh,,,Bunda liat ternyata.Kalau Bunda tau Bang Ruzain jadi kayak gitu gara² omongan ku yang terakhir nyakitin hati Bang Ruzain maka bisa diomelin nih.


"E,,,eh?Iyakah?Waduh mana Nasya tau,he,,hehehehe"(Nasya)


"Nasya,logat bicaramu kok jadi aneh?"(Bunda)


"E,,eng,,,enggak kok."(Nasya)


*Dueeeeeeenggggggg....*


"Eh?Udah Bel kah?"(Nasya)


***"DIHARAPKAN BAGI PARA PESERTA MPLS AGAR SEGERA BERBARIS DI LAPANGAN OLAHRAGA,KARENA ACARA PEMBUKAAN MPLS TAHUN 2022-2023 AKAN SEGARA KITA MULAI."***


"Sepertinya sudah saatnya Bunda kembali ke mobil.Bagus² ya MPLS nya,good luck!"(Bunda)


''Okeh,hati-hati dijalan ya Bund.Jangan ngebut bawa mobil!"(Nasya)


"Kamu pikir Bunda mu ini siapa mau diatur ama bocah kayak dirimu,sekolah aja kamu bagus²!"(Bunda)


"Hehehe,iya iya Nasya tau."(Nasya)

__ADS_1


Bunda pun segera meninggalkan lingkungan sekolah.Aku pun segera menuju ke barisan para siswa yang tengah berkumpul.Terdapat beberapa guru yang terlihat disini,satu pria yang memimpin para kakak² kelas yang sepertinya seorang Osis dan satu lagi perempuan yang mengenakan hijab biru yang sepertinya bertugas untuk memberitahu agar para orangtua untuk segera meninggalkan lingkungan sekolah.


"Baiklah,semua peserta MPLS bisa membagi menjadi 2 versi barisan.Sebelah kanan untuk barisan laki² dan yang sebelah kiri untuk barisan perempuan,silahkan segera dibentuk barisannya!"(Osis)


Barisan pun diatur oleh para Osis yang berada disini.Tidak memerlukan waktu yang lama,barisan pun bisa terbentuk dengan rapi.Seketika setelah barisan terbentuk,para Osis terlihat melapor ke guru pria yang berada didepan barisan.Keheningan dibarisan pun tercipta selama beberapa menit,kami yang berada dibarisan cuma bisa menunggu arahan selanjutnya.


"BUKAN KEK GITU MAKSUDKU WOIIII!!!BUKAN TERTARIK DENGAN KONSEP YANG KAU PIKIRKAN!!!!!MAKSUDKU TERTARIK KARENA KAU BERBEDA DARI ORANG² LAIN YANG KUJUMPAI SELAMA INI."


Eh???Suara siapa tuh?Seketika perhatian ku tertuju kesumber suara yang terdengar di barisan laki²,dan bukan cuma aku tetapi seluruh orang² yang berada disini langsung mengarahkan pandangan ke sumber suara.Eh?Bentar²,itukan Bang Ruzain.Jangan² Bang Ruzain ikut terlibat di suara yang keras tadi.


"Eheeemmmm."(Muzar Ruzain)


"Eheeemmmm."(???)


Bang Ruzain dengan seorang laki² yang terlihat begitu akrab dengan Bang Ruzain seketika kompak berdehem bersama.Suara tadi tidak terdengar seperti suara Bang Ruzain,berarti suara tadi berasal dari laki² disamping Bang Ruzain itu.Tetapi sepertinya karena laki² itu berbicara dengan Bang Ruzain sehingga membuatnya berteriak dan menciptakan kebisingan tadi.


"Waah bikin berisik aja mereka berdua!"


"Ada-ada aja mereka ini."


"Uuuhh,,bikin bising aja!"


"Mengganggu aja."


Terdengar keluhan² dari sekeliling ku.Wajar aja mereka kesal,disaat yang lain serius malah Bang Ruzain dan temannya itu malah asyik becanda sampai gak ingat sekelilingnya lagi serius.


"Punya Abang sepupu bikin malu aja."(Nasya)


"Yang berteriak tadi sepupumu?"


"Eh?"(Nasya)


Seketika perempuan yang berada didepan ku bertanya kepadaku.Ia seorang perempuan berjilbab putih dengan wajah yang cantik dan putih.


"Engga bukan yang teriak tadi.Abang sepupu ku yang disamping satunya lagi."(Nasya)


"Eh???Yang benar?Yang ikut ber-deheem tadi kah?"


"Hm?Kenapa emangnya?"(Nasya)


"Ha ha ha,sepupu mu yang disamping itu namanya Muzar Ruzain kan."


"Eh?Kok tau?"(Nasya)


"....."


"Hm?Kok diam sih?Kenapa kamu tau nama sepupu ku?"(Nasya)


"It,,itu,,,karena,,,,Dia adalah teman Sd ku."


[BERSAMBUNG]...

__ADS_1


__ADS_2