The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 10]: Candaan Seorang Teman


__ADS_3

Setelah akhirnya menemukan meja yang kosong,kami berdua menghabiskan waktu dengan membaca buku yang kami bawa dari rak buku yang kami inginkan.Diriku yang membaca novel The Book Thief yang berfokus kelatar masa Perang Dunia ke II,sedangkan Yuda terlihat membaca buku novel romance berjudul Budi & Yong yong,melihat cover novelnya yang mencolok dan terlalu norak aja sudah membuatku mual.


Aku pada akhirnya cuma bisa fokus kenovel yang kupegang.Tanpa sadar,waktu terus berjalan dan ketika aku melihat jam dinding yang terletak di salah satu bagian dinding perpustakaan,aku langsung kaget karena kami berdua telah menghabiskan waktu 1 jam untuk membaca dimeja ini.


"Hey Yuda."(Muzar)


"Hhmm."(Yuda)


"Sudah sejam kita disini,ruangan ini juga kedap suara,bagaimana ternyata diluar sudah ada bel untuk kembali ke lapangan olahraga."(Muzar)


"Hhmm."(Yuda)


"Hey Yuda,kau dengar gak yang kubilang ini?"(Muzar)


"Hhmm."(Yuda)


"Ni anak terlalu fokus amat ama novel yang ia baca.Gak punya pilihan lain,aku harus melakukan ini."(Muzar)


Aku mendekat kearah Yuda,lalu mendekati mulutku kekupingnya,lalu setelah itu...


"WOIII KELUAAR WOIIIII!!!!"(muzar)


"Astagaaa-nagaaa!"(Yuda)

__ADS_1


Yuda akhirnya melempar buku novel yang ia pegang dan terjatuh dari bangkunya.Sungguh melihat moment itu aku jadi tak bisa menahan tawa lagi.


"Hahahahaha,makanya jangan terlalu fokus ama tu buku,hahahahaha."(Muzar)


"Aduh,aduuhhh,,Muzar gak ada akhlak.Sakit woii!Aduuhh."(Yuda)


"Hahaha,serius lucu kali,hahahahaha."(Muzar)


"HEY,BERISIK KALI KALIAN BERDUA.INI PERPUSTAKAAN BUKANNYA PASAR,KALAU MAU RIBUT DILUAR SANA,CEPAATT!!!"


"....."(Muzar)


"....."(Yuda)


"Ini gara² kau,Muzar."(Yuda)


"Enak aja kau ini,kalau kau yang gak ngomongnya kebesaran kayak tadi maka kita pasti kagak diusir ama Bu guru tadi."(Muzar)


"Sakit woi pinggangku gara² kau kagetin tadi,wahai kawanku yang berakhlak minus."(Yuda)


"Hahahaha."(Muzar)


"Haduuhhh,yasudahlah itu.Btw,ni ruangan kok jadi sepi ya?Didalam perpus tadi juga kagak ada siswanya lagi,padahal tadi rame loh."(Yuda)

__ADS_1


"Nah itu makanya aku daritadi ngasih tau ke kau,Yuda.Tapi kaunya kagak dengerin gara² terlalu fokus ama novel yang kau baca.Terpaksa kukagetin lah tadi."(Muzar)


"Ouuh begitu,yaudahlah mending kita cek ke lapangan sekarang!Mana tau udah berbaris di lapangan lagi."(Yuda)


"Oke,yok."(Muzar)


Kami pun segera berlari di lorong koridor diruangan lantai 2 menuju ke lantai bawah.Karena sekarang sudah sangat sepi,jadi kami tidak perlu khawatir menabrak orang lain.


"Btw Muzar,buku novel yang kita baca tadi belum kita letakan lagi ke rak asalnya."(Yuda)


"Yaelah udahlah itu.Tu buku palingan juga bakal disusun kembali ama Bu guru penjaga perpus tadi.Lagian siapa suruh ngusir kita berdua dari perpus sebelum mengembalikan buku yang kita baca ketempatnya semula,hihihi."(Muzar)


"Hahahaha,dasar calon murid kagak ada akhlak."(Yuda)


"Hahaha,aku tidak ingin mendengarnya dari seorang calon murid yang ingin mencoba menobrak pintu kelas yang sudah jelas terkunci."(Muzar)


"Hahahaha,kurang ajar.Masih ingat aja kau."(Yuda)


"Hahaha,malahan lucu kalau aku gak ingat moment yang baru saja terjadi dalam hari ini."(Muzar)


Kami berdua terus tertawa sambil berlari menuju lapangan olahraga yang ada diluar.


[BERSAMBUNG]...

__ADS_1


__ADS_2