
Ketika kami sampai di lapangan olahraga,ternyata para siswa/i sudah membentuk barisan seperti semula dan tampak keliatannya kehadiran kami yang telat ini membuat kami berdua menjadi pusat perhatian.
"Ayo nak cepat sedikit masuk ke barisannya!"(Pak Balqi)
Kami berdua pun langsung berlari kebarisan paling belakang.Walaupun kami pada akhirnya berhasil bergabung kebarisan belakang,akan tetapi aku dan Yuda berada di barisan yang berbeda.Yuda berada dibarisan paling belakang disamping kiriku.
Walaupun Yuda dan aku tidak berada dibarisan yang sama,tetapi karena kami bersampingan maka kami berdua bisa dengan mudah berbicara dibarisan.
•"Baiklah,sepertinya semuanya sudah berkumpul disini.Tidak ada lagi yang terlambat berbaris seperti mereka berdua tadikan."(Pak Balqi)
Eeeehhh...Kami berdua malah dijadiin topik dibarisan dong ama ni guru,ada² aja.Untung aja guru kalau enggak udah aku tabok ni orang.
•"Baiklah,setelah kalian berkeliling di sekolah ini,sekarang bagaimana pendapat kalian mengenai sekolah ini?"(Pak Balqi)
~"Baguuuussssss"
Seketika terdengar suara yang bergema dari jawaban para Peserta MPLS yang menjawab dengan serentak.Aku juga setuju sih ama jawaban mereka yang mengatakan bahwasanya sekolah ini bagus,karena memang dari segi ruangan dan fasilitas yang disediakan benar² sangat bagus.
•"Oke,karena kalian semuanya sudah mengetahui seberapa bagusnya sekolah kita ini,maka kami para guru² ingin meminta kepada kalian semua untuk menjaga kebagusan sekolah kita ini.Jangan ada yang mencoba merusak hal² yang sudah ada disekolah ini ketika kalian sudah menjadi murid kelas X disini,mengerti!"(Pak Balqi)
"Hey,dengar tuh katanya!Jangan coba² untuk merusak pintu kelas yang terkunci lagi kayak tadi ya."(Muzar)
"Berisik kau."(Yuda)
"Hihihi."(Muzar)
__ADS_1
•"Baiklah,sekarang kalian semua akan dibawa oleh kakak² Osis dan Mpk menuju ke masing² ruangan kelas MPLS sebentara.Jadi kalian akan dibagi-bagi menjadi tiga barisan yang ada disini yang terdiri dari 2 barisan laki² dan 1 barisan perempuan untuk dimasukkan kedalam satu ruang kelas yang sama."(Pak Balqi)
"Ap..."(Muzar)
Para siswa/i yang lain sangat senang karena ruang kelas untuk selama MPLS mereka akan dibagi-bagi,akan tetapi pikiranku malah menjadi kacau,itu karena kalau setiap kelas diisi oleh 2 barisan laki² dan 1 barisan perempuan maka ada kemungkinan aku dan Yuda tidak berada dikelas yang sama sebab diriku dan Yuda berada dibarisan yang berbeda.
•"Baiklah,diminta agar kakak² Osis dan Mpk untuk membagi setiap barisan menjadi 2 barisan laki² dan 1 barisan perempuan dimulai dari barisan paling kanan dan seterusnya."(Pak Balqi).
Kalau dimulai dari barisan kanan berarti barisanku akan duluan sebelum Yuda,itu karena barisan Yuda berada disamping kiriku.Aku tidak bisa menahan kekhawatiranku ini,bagaimana nanti jika saja barisanku tidak dihitung dengan barisannya Yuda untuk berada dikelas yang sama?!Karena cuma 2 barisan laki² yang dimasukkan kedalam satu ruangan kelas yang sama,bukankah itu jumlah yang terlalu sedikit untuk mendapatkan peluang satu kelas yang sama dengan Yuda.
Mau bagaimanapun,aku tetap khawatir jika aku dan Yuda tidak berada dikelas yang sama.Aku pun mencoba menghitung jumlah barisan satu-persatu dan membagikan 2 barisan kedalam satu kelas untuk mengetahui barisan aku dan Yuda apakah akan sama atau tidak.Dan setelah aku menghitung sampai kebarisanku dan Yuda,ternyata,,,
"....."(Muzar)
"....."(Muzar)
"Hm?Muzar?Kok diem aja nih?Ngomong dong woi!"(Yuda)
"Yuda,kayaknya kita bakal gak bisa sama lagi kayak gini untuk sementara waktu."(Muzar)
"Hah?Apa maksudm..."(Yuda)
"Kedua barisan ini,ayo segara ikut abang keruang kelas MPLS nya!Jangan sampai ada yang pindah barisan ya,ayo cepat ikutin abang!"(Osis)
Seketika Siswa² dibarisanku segera mengikuti abang Osis tersebut dan meninggalkan lapangan olahraga.Aku cuma bisa berjalan pelan sambil meninggalkan Yuda yang ada dibelakang.
__ADS_1
"Eh?Apa?Kita gak satu kelas?Padahal aku pengen satu kelas dengan kau,Muzar."(Yuda)
Yaaah,segala hal yang kami lakuin berdua selama hari pertama MPLS ini benar² menyenangkan.Dari yang awalnya Yuda yang pertama kali mengajakku bicara dibarisan,membuat keributan berulang kali dibarisan sampai hampir dihukum berdiri didepan barisan,berjalan-jalan ditaman,mengobrol sambil makan dikantin,membaca diperpustakaan dan bahkan membuat penjaga perpusnya marah sampai mengusir kami,mengobrol dan bercanda bareng Yuda sambil ketawa-ketiwi itu semua benar² mengasyikkan.Walaupun kami juga menjumpai beberapa Siswa dan Siswi yang terlihat aneh dan sampai sedikit bermasalah dengan mereka,tetapi semua itu sangat menyenangkan bersama Yuda.
Yuda membuat aku merasakan kesenangan bersama dengan seorang teman.Walaupun kami baru saja berkenalan,tetapi aku bisa menganggapnya sebagai teman yang bisa membuatku tertawa bahagia dan juga tetap merasakan kesenangan yang sama dihatiku.Tidak seperti halnya pertemanan palsu yang biasa kurasakan dulu.Aku bisa melihat dan menilai bahwa Yuda benar² menganggapku sebagai teman tanpa maksud tersembunyi dan hal yang lain.
Oleh sebab itu,aku merasa agak sedih jika berpisah dengan teman baruku ini karena ruang kelas yang berbeda.Tetapi,paling tidak aku masih harus menyampaikan semangat kepadanya...
"Hehehe,jangan khawatir.Walaupun ruang kelas kita berbeda,tetapi kitakan masih bisa samaan kalau udah bel istirahat.Ini kan sekolah Yuda,jadi tentu saja ada bel istirahatnya,dasar t*lol,hahahaha."(Muzar)
Aku cuma bisa menghadap kebelakang dan tersenyum sambil mengatakan kalimat yang sedikit menghina itu,tetapi aku tau Yuda akan mengerti bahwa perkataanku itu hanyalah sebuah candaan belaka saja.
Aku pun segera kembali berjalan mengikutin Osis tadi,sambil mendengar suara tawa Yuda yang juga membalas perkataanku tadi.
"Hahahaha,dasar kawan kurang ajar.Awas ya nanti kalau kita ketemu lagi,bakal kubanting kau ke tanah,hahahaha."(Yuda)
'Kawan',dia mengatakanku 'kawan'.Aku sangat senang mendengar kata itu keluar dari mulutnya.Dia benar² menganggapku sebagai seorang kawan.Bukan cuma sekedar 'teman ngobrol biasa' saja,melainkan ia menganggapku sebagai benar² seorang 'teman'.Jujur aku sangat senang.Thanks Yuda,dan...
"Haha,semoga besok dihari kedua MPLS dan seterusnya sampai kita benar² bersekolah sebagai seorang pelajar Sma sah disini kita akan terus bersama-sama sebagai teman."(Muzar)
Yaaah,walaupun manusia tidak bisa melihat ekspresi wajah dirinya sendiri tanpa menggunakan sebuah perantara,tetapi aku bisa mengetahui bahwa saat ini aku sedang tersenyum.
Dengan terus mengikuti Siswa/i yang ada dibarisanku yang terus mengikuti Osis tadi,aku terus berjalan sehingga sampai disebuah kelas.
[BERSAMBUNG]...
__ADS_1