The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 3]: Pembukaan Awal Kehidupan Baru


__ADS_3

Seketika terdengar bunyi bel yang deras dan juga suara pria yang menyuruh agar setiap peserta MPLS untuk berkumpul dilapangan.


"Hhhmmm,ternyata mickrofon disini memiliki suara yang jelas juga ya.Kukira bakal lebih bagus mickrofon penjual ikan di pasar daripada mickrofon disini,ternyata dugaanku salah.Sma Swasta Favorit emang berbeda ya."(Muzar)


¤.{Modern Dictionary}:"Mickrofon"\=Alat pengeras suara.


Sementara diriku mengkagumi keajaiban mickrofon sekolah yang ternyata bagus,tiba² aku menyadari disekeliling ku para siswa siswi sudah mulai berkumpul di lapangan olahraga.Tanpa berlama-lama lagi aku pun segera ikut menuju ke lapangan olahraga.


Disana terlihat bahwa orangtua yang ikut masuk ke dalam lingkungan sekolah seketika dipersilahkan untuk meninggalkan lingkungan sekolah oleh salah seorang perempuan berjilbab biru disana yang keliatannya seorang guru disini.


Selain itu,aku menyadari bahwasanya sekelilingku sudah penuh dengan para siswa siswi MPLS yang begitu banyak.Seketika aku merasa seperti sebuah daun diantara sekian banyaknya dedaunan yang lebat di pohon.


Dan terlihat didepan kami semua yang berkumpul disini,ada seorang pria gemuk berjanggut yang tengah berdiri sambil memegang mickrofon ditangannya.


"Oouhh,jadi suara tadi dari orang ini."(Muzar)


Diliat dari segi manapun,sepertinya orang gemuk ini juga salah satu guru disini.Terlihat dari banyak siswa berseragam Sma lengkap berserta Almet berwarna-warni yang mereka pakai.


¤.{Modern Dictionary}:"Almet"\=Jas yang dipakai diluar seragam(Jas ini biasanya dipakai oleh anak kuliahan).


"Sepertinya orang² yang berseragam norak ini adalah Osis disini yang kayaknya bakal membantu acara ini."(Muzar)


Seketika para Osis mendekati dan mengelilingi pria gemuk didepan hadapan kami para peserta MPLS.Terlihat bahwasanya pria gemuk itu memberikan arahan untuk mengatur kami yang berkumpul di lapangan ini.


"Hhhmm,yaaah diatur sih gapapa.Asalkan semuanya bisa berjalan dengan lancar aja."(Muzar)


Menyebalkan sih kalau diatur seseorang,tapi untuk kali ini gak masalah deh.Aku cuma pengen hidup seperti siswa Sma normal,jadi aku harus mau diatur untuk mewujudkannya.


"Baiklah,semua peserta MPLS bisa membagi menjadi 2 versi barisan.Sebelah kanan untuk barisan laki² dan yang sebelah kiri untuk barisan perempuan,silahkan segera dibentuk barisannya!"(Osis)


Sudah kuduga bakal diatur.Salah satu dari Osis ber-Almet biru tua itu mulai memberi tahu untuk membentuk 2 barisan berbeda antara laki² dan perempuan.Secara umum mereka cuma memberikan arahan untuk ketertiban acara,tapi menurutku itu cuma perintah yang menyebalkan.


"~Fufff,,,ikutin ajalah."(Muzar)

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama dengan bantuan setiap Osis ber-Almet warna-warni yang mulai membantu setiap peserta MPLS termasuk diriku untuk membentuk barisan kami secara rapi dan tertib.Walaupun sebenarnya tidak semudah itu membentuk barisan yang rapi ini,karena ada beberapa peserta yang memberontak dan tidak mau diatur,tetapi itu semua bisa ditangani oleh para Osis dengan baik sehingga mereka bisa diatur.


"Aku benci mengatakan ini,tapi semuanya bisa berjalan lancar karena mereka yang mengatur kami dengan baik.Hadeehhh,padahal aku gak suka diatur tapi malah memuji mereka yang mengatur."(Muzar)


''Memang harus begitu.Jika semua hal ingin berjalan dengan lancar,maka harus ada yang pemimpin yang mengatur dan harus ada yang mau diatur.Jikalau tidak,semua hal yang dilakukan tidak akan berjalan dengan baik."


Salah seorang peserta siswa MPLS disamping kanan ku mulai mengatakan sesuatu hal sambil memandangkan ku dengan senyuman.Dia seorang laki² yang memiliki tinggi yang sedang,tampang muka yang normal baik dalam pola hidung,potongan rambut,maupun mata semua nya seperti siswa normal yang bisa ditemukan dimanapun.Dia mulai melanjutkan perkataannya.


"Oh maaf,aku lupa memperkenalkan diri.Aku Yuda Michael.Maaf ya tadi aku bicara mendadak tanpa kenalan terlebih dahulu."(Yuda)


"Gapapa kok,santai aja.Yang kau katakan tadi memang benar.Oh ya,namaku Muzar Ruzain.Panggil aja Muzar,salam kenal ya."(Muzar)


"Iya,salam kenal juga.Btw,panggilan namaku biasanya Yuda,jadi panggil aja Yuda ya."(Yuda)


"Oh ok,Yuda"(Muzar)


"Ngomong-ngomong,sepertinya kau gak suka diatur ya.Kenapa?"(Yuda)


Sambil kembali mengarahkan pandangannya kedepan,orang yang baru kukenal yang bernama Yuda itu bertanya dengan ekspresi datar dari yang kuliat.Jikalau Ia tidak mengarahkan pandangannya kedepan dan malah mengarahkan pandangannya kepadaku sambil bertanya dengan ekspresi datar itu,maka aku akan sedikit kesal dengan dia.Tetapi karena Yuda menghadapkan pandangannya kedepan,maka aku akan menganggapnya sedang berusaha berbicara tanpa ketahuan oleh para pengawas MPLS disekitar dan akan kutanggapin pertanyaannya seperti biasa saja sambil ikut menghadap kedepan barisan juga.


"Tidak ada hal yang spesial sih tentang kenapa aku gak suka diatur.Cuma,aku tidak suka aja jika ada orang yang bahkan dirinya sendiri saja tidak benar tetapi malah mau mengatur orang sesuai dengan kehendak yang diinginkannya.Aku menganggap itu hal yang lucu."(Muzar)


"Ouuhhh,,,begitu ya."(Yuda)


Dalam beberapa jeda waktu,pembicaraan kami berakhir.Tetapi tidak lama kemudian,Yuda kembali berkata kepadaku.


"Ternyata,kau orang yang berbeda ya dari kebanyakan orang yang kujumpai selama ini."(Yuda)


"Hah?Berbeda darimana nya?Perasaan apa yang kukatakan itu adalah sesuatu yang bakal dikatakan oleh hampir setiap orang yang gak suka diatur orang lain deh."(Muzar)


Sambil mengelengkan kepalanya,Yuda kembali berkata.


"Rata² orang yang kujumpai memang banyak yang tidak suka diatur oleh orang lain.Tetapi ketika ditanya alasan mereka tidak mau diatur,mereka semua hanya menjawab dengan jawaban yang tidak masuk akal sama sekali,seperti:

__ADS_1


"Gpp,cuma gabut aja","Cuma iseng aja","Karena kan dia orangnya cupu","Karena aku kan memiliki kekuasaan yang lebih daripada dia".


Hal² seperti itulah yang biasanya kudengar dari orang² yang tidak ingin diatur.Bisa dibilang alasan yang tidak masuk akal sama sekali,tetapi kau memberikan sebuah alasannya berbeda dari yang lain,benar² alasan yang menurutku masuk akal kenapa kau tidak ingin diatur.


Sehingga aku merasa tertarik dengan mu."(Yuda)


"........"(Muzar)


Setelah jeda beberapa waktu lagi,aku menjauh dari Yuda akibat kesalahpahaman ku.


"Tadi kau bilang apa?'Tertarik'?Yuda,kau normalkan?"(Muzar)


"BUKAN KEK GITU MAKSUDKU WOIIII!!!BUKAN TERTARIK DENGAN KONSEP YANG KAU PIKIRKAN!!!!!MAKSUDKU TERTARIK KARENA KAU BERBEDA DARI ORANG² LAIN YANG KUJUMPAI SELAMA INI."(Yuda)


Seketika karena ucapan Yuda yang terlalu keras,sehingga kami menjadi pusat perhatian dadakan.


"Eheeemmmm."(Muzar)


"Eheeemmmm."(Yuda)


Tidak berangsur lama,perhatian massa tidak menyorot kearah kami lagi dan kami pun melanjutkan pembicaraan kami.


"Hahahaha,maaf ya gara² kesalahpahaman ku.Ku kira kau nonnormal setelah kau bilang 'Tertarik',hahahaha."(Muzar)


"Gak ada akhlak,gini² aku masih laki² sehat,kau tau!Rasa pen ku tonjok sekali mukamu itu,Muzar."(Yuda)


"Hahaha,kalau kau lakukan itu,belum resmi jadi siswa disini langsung masuk BK kau loh,Yuda."(Muzar)


"Hahahaha"(Yuda)


"Hahahaha"(Muzar)


Kami pun tertawa ringan di barisan dengan obrolan kami.Bisa dibilang itu adalah katawa bahagia pertamaku dikehidupan baru sekolahku Ini.Hal ini persis seperti yang kuinginkan,yaitu tertawa terbahak-bahak dengan teman Sma ku.

__ADS_1


Aku berharap semoga kedepannya aku bisa menjalani kehidupan Sma dengan normal dan menyenangkan.


[BERSAMBUNG]...


__ADS_2