The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 8]: Kenyataan Sifat Seseorang


__ADS_3

Seketika aku dan Yuda cuma bisa terdiam sambil menundukkan kepala setelah peringatan yang begitu jelas tadi diberikan oleh Guru yang bernama Pak Balqi yang sepertinya sudah pasti untuk kami berdua.


•"JANGAN PANCING BAPAK MARAH AMA KALIAN NAK!KALIAN INI MASIH BARU DISINI,JADI KALIAN JANGAN BANYAK TINGKAH!CUKUP SATU TINGKAH AJA,JANGAN BANYAK²!"(Pak Balqi Huzain)


Halaahh,kalimat yang udah pasaran yang sering dikatakan oleh setiap guru².Tak kusangka kalimat pasaran itu juga berlaku disini.Benar² membosankan,mood ku seketika hancur setelah mendengar kalimat pasaran itu.


Jikalau dimarahin menggunakan kalimat yang memberi motivasi dan pelajaran yang sesungguhnya,maka bagiku tidaklah mengapa.Tetapi,ketika kalimat pasaran yang hampir gak memiliki arti sama sekali itu di ucapkan apalagi terkhusus untuk diriku yang melakukan kesalahan kecil,maka itu membuat perasaan ku menjadi buruk.


"Benar² merusak mood aja."(Muzar)


Dan dengan terpaksa,aku dan Yuda tidak berbicara lagi dan mulai mendengarkan wejangan yang diberikan oleh Pak Balqi didepan barisan.Walaupun Wejangannya begitu lama sehingga baru selesai pada pukul 07.30.Yang berarti Guru yang bernama Pak Balqi itu telah membacot selama 1 jam 15 menit.


"Ni guru tahan amat tenggorokannya sampai jam segini baru selesai."(Muzar)


"Iya nih,udahlah ni kaki pegel banget akibat disuruh berdiri selama ini."(Yuda)


"Yaaahh,paling tidak wajangannya tu beliau udah berakhir.Tinggal kita liat,setelah ini apa yang akan terjadi."(Muzar)


"Iya nih.Setelah wejangan,kita ngapain ya?"(Yuda)


Seketika Guru yang bernama Bu Asri datang kedepan barisan sambil memegang Microfon.


•"Oke anak² ku sekalian.Karena ini adalah acara MPLS,maka sesuai dengan nama acaranya kalian diperbolehkan untuk berjalan-jalan disekitar lingkungan sekolah ini.Kalian bebas mengunjungi tempat² yang ada disini bahkan juga boleh memasuki segala ruangan yang ada didalam bangunan sekolah ini.Tetapi,bagi yang ruangannya terkunci atau pintunya tidak bisa dibuka,maka itu berarti kalian tidak diizini untuk memasuki ruangan tersebut dan dilarang juga untuk memaksa masuk kedalamnya,oke anak² ku sekalian."(Bu Asri)

__ADS_1


"Baik Buk."


Semua Siswa/i serentak menjawab perkataan Bu Asri dan terlihat bahwasanya mayoritas dari para Siswa terlihat senang dan gembira.Tetapi ntah mengapa aku sama sekali tidak merasa senang dengan hal biasa ini.Aku malah heran rata² dari mereka semua sangat senang hanya untuk mengelilingi sekolah saja,toh kan akhirnya kita juga bakalan bersekolah disini juga dan memasuki ruangan dan tempat yang sama juga.


"Keliatannya kau tidak begitu tertarik ya untuk mengelilingi lingkungan sekolah ini."(Yuda)


"Bukannya tidak begitu tertarik sih,emang sih dengan mengenal lingkungan yang bakal kita tempatin akan membantu kita nantinya.Tetapi hanya saja,aku merasa tidak perlu terlalu gembira hanya cuma mutar² didalam sekolah aja."(Muzar)


"Hahaha,itu sama aja kau tidak tertarik kan.Hahaha,sepertinya aku sudah mulai mengenal dirimu,Muzar."(Yuda)


"Hah?Kenapa kau begitu yakin sudah mengenal diriku,Yuda?Padahal kita baru jumpaan loh."(Muzar)


"Walaupun kita hanya mulai berbicara beberapa jam yang lalu,tetapi aku sudah bisa mengenal kau tipe orang yang seperti apa."(Yuda)


"Heeehhh,,apa iya?Hhmm,kalau gitu aku ini tipe orangnya seperti apa?"(Muzar)


"...."(Muzar)


Haaahhh,,,sebenarnya aku tidak berharap hal yang nanti dia katakan bakalan benar sih.Karena ia cuma menilai diriku dan apa yang kupikirkan hanya dari omonganku dan cara bicaraku saja.Jadi wajar aja dia salah dalam membaca kepribadian dan hal yang ada dipikiranku.


Semua yang dia tebak tentang kepribadianku salah.Semua yang dia tebak tentang hal yang ada dipikiranku salah.Dan semua yang dia tebak tentang diriku yang sebenarnya,,,,juga salah.


Orang yang sederhana?Suka dengan kesederhanaan?Suka dengan kedamaian?Suka menganggap sesuatu hal yang tidak ada kaitannya dengan kebebasan adalah sesuatu hal yang tidak penting?Haahh,yang benar aja!Itu semua bukanlah sifatku dan cara pola pikirku menanggapi suatu hal.Malahan aku akan cepat bosan jikalau tidak terjadi sebuah masalah dan hanya ada kedamaian yang dipenuhi oleh ORANG² YANG NAIF.

__ADS_1


Aku tidak menyukai kedamaian yang tidak berarti.Aku hanya akan menyukai kedamaian jikalau kedamaian itu menciptakan semua orang menjadi senang.Tetapi sayangnya,kedamaian yang selama ini ada dizaman sekarang hanyalah kedamaian belaka dan fana,yaitu hanya sekelompok orang² tertentu saja yang merasa senang dan bahagia tetapi sekelompok lainnya cuma bisa diam dan mengikuti alur yang ada dengan rasa terpaksa dihatinya,itu semua karena sekelompok orang² yang tidak merasakan kebahagian hanya bisa berdiam diri karena mereka tidak ingin membuat sebuah masalah dan merusak kedamaian orang lain hanya karena kebahagiaan mereka bertentangan dengan kebahagian mayoritas.


Iya,benar sekali.Kedamaian yang seperti itulah yang terjadi dizaman sekarang ini.Kedamaian yang tercipta akibat pengorbanan dari kebahagiaan orang lain.Impian,keinginan,harapan,bahkan hal yang berharga baginya terpaksa mereka buang dan korbankan untuk menciptakan sebuah kedamaian bagi sekelompok orang lain.Aku menganggap kedamaian yang seperti itu hanyalah kedamaian yang tidak berarti.


Daripada mendapatkan kedamaian yang hampa seperti itu,,,,maka lebih ku hancurkan saja semua hal yang ada.Akan kubuat sebuah masalah yang sama sekali tidak bisa disangka-sangka.Sebuah masalah yang membuat semua orang menjadi menggila.Sebuah masalah yang membuat semua orang merasakan kesakitan dan keputus-asaan dengan sama rata.Dan Sebuah masalah dimana tidak ada kedamaian sama sekali.


Yaaa,,,,aku juga membenci sesuatu hal yang simpel dan membosankan.Oleh karena itu aku begitu bersemangat dengan sesuatu hal yang baru,dan kurasa karena itu juga makanya aku begitu bersemangat bersekolah di Sma Extraordinary ini.Tetapi,jika hal yang disajikan oleh sekolah ini ternyata membosankan,,,,


,,,maka aku sama sekali tidak tertarik untuk melaksanakan kehidupan sekolah yang normal disini.


"Hey Muzar,kok diam aja?Apa jangan² kau terkejut ya,karena aku berhasil mengetahui kau tipe orangnya seperti apa,hayoo ngaku."(Yuda)


Haahh,,,mau gimana lagi.Aku cuma bisa tersenyum sambil berkata kepada Yuda.


"Hehehe,iya ya.Tebakan mu benar juga,Yuda."(Muzar)


Salah,tebakanmu benar² salah tentang diriku yang sebenarnya.


"Mantaaappp,,,lihat tuh!Aku ini ahli dalam membaca sifat asli orang,makanya *bla bla bla..."(Yuda)


Aku sama sekali tidak boleh membiarkan Yuda tahu tentang diriku yang sebenarnya.Tentang sifat asliku,cara aku memandang dirinya yang sebenarnya,cara pola pikirku,bahkan tentang masa laluku.


Aku menganggap semua hal yang membosankan tidak pantas untuk bertahan lama dihadapan ku.Ketika yang ada disekeliling ku ternyata sesuatu hal yang membosankan dan tidak dapat menyenangkan diriku,,,,maka tinggal kuhancurkan saja.

__ADS_1


Itu karena,,,,inilah sifat asli diriku.


[BERSAMBUNG]...


__ADS_2