The Dark School Life

The Dark School Life
[Chapter 12]: Pengenalan Ruangan Kelas MPLS


__ADS_3

Setelah sampai diruang kelas yang tertulis dipapan nama kelasnya yaitu X-5,Abang Osis tersebut membuka pintu kelas menggunakan kunci yang ada ditangannya dan pintu pun terbuka.Kami semua pun segera memasuki ruang kelas ini dan memilih tempat duduk yang ada didalam ruangan kelas yang benar² tertata rapi dan cukup besar untuk ukuran sebuah kelas.


Ketika berada didalam kelas seketika rasa sejuk memenuhi tubuhku karena terdapat 2 Ac didalam ruangan ini.Selain itu terlihat bahwa kelas ini memiliki sebuah Infocus yang tergantung diatas atap kelas dan sebuah layar infocus yang ditaruh diatas papan tulis.


Sebuah kelas yang dimana memiliki fasilitas mengajar yang cukup bagus.Setelah mengamati sekilas keadaan kelas ini,aku pun duduk dimeja bagian ujung paling kanan diurutan meja ke 3.



"Sip,ini adalah tempat duduk yang pas.Tidak terlalu didepan karena aku sadar diri bahwa badanku tinggi dan tidak terlalu kebelakang juga karena ntar kagak nampak banget kalau nanti ada sesuatu yang ditulis dipapan tulis,yaaah walaupun aku ragu sih di masa MPLS ini bakal ada materi yang ditulis dipapan tulis."(Muzar)


Karena tempat duduk sudah kuamankan,maka aku menaruh tangan kananku sebagai tumpuan kepala dan beristirahat sambil melamun.


"Woiii,sendirian aja nih.Aku duduk disini ya,hehe."


"Eh?"(Muzar)


Seketika lamunanku berakhir disaat ada seorang laki² berkulit coklat dan berambut acak-acakan yang menepuk bahuku dan mengatakan sesuatu dengan senyuman.


"Jadi gimana?Boleh gak aku duduk disamping kau,wahai Muzar Ruzain yang terhormat?"


"Rahman?Kau sekelas ama aku?"(Muzar)


Iya itu benar,laki² berkulit coklat ini adalah orang yang kukenal.Dan bahkan mungkin sudah kuanggap sebagai sahabatku,dia adalah Wakil ketua kelasku ketika masih Smp,M.Abdurrahman.Ketika Smp,aku sebenarnya adalah seorang Ketua kelas sedangkan Rahman adalah Wakilnya.Sehingga kami berdua sering menghabiskan waktu bersama ketika Smp dan bahkan sering terjadi konflik antara kami berdua,akan tetapi kami pada akhirnya bisa menyelesaikannya dengan baik.


"Iyalah,aku kan ada dibarisan sebelah kanan kau dipaling depan."(Rahman)


"Aaa,,,pantes aja aku gak nampak kau.Paling depan kau ternyata."(Muzar)


"Yaelah Zar,aku nampak kau tapi malah kau yang gak nampak aku.Gimana sih kau ni."(Rahman)


"Hahaha,sorry²."(Muzar)


"Yaudah,jadi gimana ni?Aku boleh duduk disini atau enggak boleh ni Zar?"(Rahman)


"Yaudah silahkan duduk tuh.Toh ni bangku dan meja bukan aku yang punya."(Muzar)


"Hahaha,yaaah kan gapapa minta izin dulu ama orang yang duduk duluan."(Rahman)


Rahman pun duduk disampingku.Berbeda dengan Yuda dan kebanyakan orang lain ketika memanggil namaku,Rahman seorang saja yang memanggil dan menyingkat namaku dengan sebutan 'Zar'.Pertama kali berkenalan dengan Rahman,memang sih ia juga memanggilku 'Ruzain' seperti kebanyakan orang² di Smpku memanggilku.Tetapi ketika kami berdua mulai akrab,si Rahman mulai memanggilku 'Zar' yang diambil dari nama 'Muzar'.Ketika aku bertanya alasan ia memanggil namaku dengan sebutan 'Zar',Rahman cuma menjawab bahwasanya ia hanya lebih suka memanggil namaku begitu karena terdengar lebih akrab.


Aku sebenarnya juga setuju dengan penyingkatan namaku itu sehingga aku tidak keberatan sama sekali dipanggil 'Zar' oleh Rahman,itu karena aku juga biasanya memanggil Rahman dengan sebutan 'Man' seperti halnya orang² memanggilnya.


"Jadi Man,aku udah tau bahwa kau lulus masuk diSma ini pakai jalur Afirmasi,tetapi aku gak sangka bakal satu kelas lagi kita."(Muzar)


"Hahaha,aku pun gak sangka.Aku sebenarnya udah lihat kau dari jauh,tetapi karena ketutup ama siswa lain jadinya aku sulit mau jumpai kau Zar.Inilah baru bisa jumpai kau setelah siswa lain duduk ditempatnya masing²."(Rahman)


"Oh gitu.Btw,ni kelas beda bangetkan ama kelas Smp kita dulu."(Muzar)

__ADS_1


"Iya nih,dingin karena banyak Acnya.Dan juga lebih rapi kelas ini lagi daripada kelas kita dulu yang kayak kapal pecah,hahaha."(Rahman)


"Iya betul,hahaha."(Muzar)


Ketika kami asyik² ketawa,seorang Siswi ber-almet merah yang keliatannya juga seorang Osis masuk kedalam kelas kami diikuti oleh segerombolan para Siswi² dibelakangnya.


"Wah Zar,ini semua cewek² yang bakal satu kelas dengan kita ni Zar."(Rahman)


"Hm,aku gak peduli amat sih."(Muzar)


"Sudah kuduga kau bakal jawab kek gitu.Tapi paling tidak pikirin juga mereka sebagai saingan kita nanti bila kita udah benaran jadi anak Sma disini."(Rahman)


Yang dikatakan Rahman itu benar.Walaupun aku tidak tertarik dengan perempuan,akan tetapi aku harus memikirkan mereka sebagai sainganku apabila salah satu diantara mereka adalah seseorang yang hebat.


Aku memerhatikan setiap Siswi² yang masuk dari pintu,walaupun sedikit bosan melihat mereka tetapi aku harus mengetahui orang yang bakal jadi teman sekelas MPLS ku.Akan tetapi,aku gak menyangka bahwa dia juga satu kelas dengan diriku,seorang perempuan berjilbab syar'i yang bertubuh mungil dan berwajah imut masuk kedalam kelas ini sambil mengobrol dengan seorang perempuan lagi yang kukenal.Astagaaaaaaa!!!


2 Perempuan yang masuk ini adalah orang yang sangat kukenal.Seorang perempuan mungil dan berwajah imut ini adalah adik Sepupuku,Nasya Salsabila.Sedangkan orang yang diajak Nasya berbicara ini adalah teman Sd ku dulu,Bila Mahrisya.Kenapa mereka saling kenaaaaaaalllllllllll?!!!!!


Gawat,mereka berdua satu kelas pula denganku.Terlebih lagi mereka berdua juga saling kenal,gawattttt!!!


"Hm?Kenapa Zar?Napa wajah kau jadi pucat gitu?"(Rahman)


"Engga papa kok,hehehe.Gapapa."(Muzar)


"Hmm,jangan nipu woi.Kau kira aku bisa kau tipu semudah itu dengan tampang kau yang jelas kek gitu.Udahlah,kasih tau aja yang sebenarnya bahwa kau ini kenapa?"(Rahman)


"Hah?Yang bener?Yang mana orangnya?Cowok kah atau cewek kah?"(Rahman)


"Itu Man,yang duduk disana itu."(Muzar)


Aku pun menunjukkan lokasi Nasya duduk.Ia memilih meja bagian kedua dari kiri diurutan tempat duduk keempat.



"Yang badannya kecil itu Zar?"(Rahman)


"Enak aja kau bilang dia kecil.Bukan kecil woi,tetapi mungil."(Muzar)


"Iya deh iya,yang badannya mungil itu kan sepupu kau?"(Rahman)


"Iya Man."(Muzar)


"Yaudahlah,gapapa.Apa masalahnya cobalah?Kan bagus kalau satu kelas kalian berdua,jadinya bisa kau pantaui sepupu kau jika ada masalah.Lagian ini kan cuma kelas sebentara doang,Zar."(Rahman)


"Yang jadi masalahnya bukan cuma itu doang Man."(Muzar)


"Lah terus?"(Rahman)

__ADS_1


''Sepupuku itu duduk ama teman masa Sd ku dulu."(Muzar)


"Hm,yang disampingnya itu ya?"(Rahman)


"Iya."(Muzar)


"Hhmm,aku masih kagak paham Zar.Terus apa masalahnya kalau mereka duduk barengan?"(Rahman)


"Aku sanksinya masa laluku semasa Sd bakal diberitahukannya ke adik sepupuku itu."(Muzar)


"Eh?Jangan bilang bagian dari keluarga kau gak tau apa² tentang hal yang kau perbuat dimasa lampau?"(Rahman)


"Tentu aja gak taulah,kan aku gak mau ngasih tau hal² buruk itu ke keluargaku.Makanya dari itu aku sanksi bahwa teman Sd ku itu bakal ngasih tau diriku dimasa lalu ke adik sepupuku itu."(Muzar)


¤.{Modern Dictionary}:"Sanksi"\=Sanksi yang dimaksud disini adalah khawatir/takut.


"Ahaahh,aku ada ide."(Rahman)


"Apa tuh?"(Muzar)


"Idenya adalah,,,mending kau pasrah aja."(Rahman)


"A,,,ku,,,se,,,ri,,,us!!!"(Muzar)


"Agghhhaghhhshhhhshsrthcjkkhg"(Rahman)


Aku mencekik leher rahman dan menggoyang-goyangkan kepalanya kekiri dan kekanan.Walaupun sebenarnya aku mencekiknya tidaklah kuat,hanya pengen menggoyangkan kepalanya agar otaknya encer.


"Maaf,,,gghjfjshsg,,,maaf,,,gfghghgggss,,,cuma canda doang,,,ggdhgdjdjdhggdh..."(Rahman)


Aku pun melepas tanganku dari leher Rahman.Tetapi ntah mengapa,walaupun masalah ini belum selesai akan tetapi pikiranku kembali relax setelah mendengar candaan dari Rahman dan menggoyangkan kepalanya.


"Uhuk uhuk,,,hahaha,sorry Zar.Aku sedikit kelepasan karena melihat kau khawatir dengan perkara seperti ini.Karena rasanya aneh melihat orang yang hampir membuat sebuah sekolah hancur berantakan menjadi resah hanya karena khawatir masa lalu semasa Sd nya terbongkar oleh sepupunya."(Rahman)


"....."(Muzar)


"Seharusnya orang sehebat diri kau ini tentunya memiliki sebuah rencanakan tanpa perlu orang biasa sepertiku ini yang memberikan rencana."(Rahman)


"Hey Man,kau sudah tahukan,,,bahwasanya diriku ketika Sd lebih buruk daripada ketika di Smp dulu.Kau tahu mengapa?"(Muzar)


"Kau sudah pernah mengatakannya kepadaku dulu.Alasan diri kau semasa Sd lebih buruk daripada kau sewaktu Smp dulu adalah karena kau sudah mencoba untuk berubah,,,kan."(Rahman)


"Iya,itu benar.Dan satu hal lagi..."(Muzar)


"Apa itu?"(Rahman)


"Aku tidak ingin menggunakan kemampuan didalam diriku ini untuk digunakan kepada keluargaku."(Muzar)

__ADS_1


[BERSAMBUNG]...


__ADS_2