The Dark World [Proses Revisi]

The Dark World [Proses Revisi]
Danau Flower


__ADS_3

Shenna merasa sangat sedih. Mengapa kisahnya berakhir dengan sad ending. Perlahan air matanya jatuh dan dia menangis.


"Mengapa kisahnya sangat menyedihkan," ucap Shenna sambil menangis membuat Alex tidak tega. Dengan lembut Alex mengusap air matanya.


Shenna adalah orang yang benci segala hal yang berakhir dengan sad ending.


"Sayang, jangan menangis."


"Alex, bagaimana dengan pria itu?" tanya Shenna sambil menangis.


"Apakah kamu ingin pergi ke Danau Flower?" Alex kembali mencoba mengalihkan pembicaraan.


Shenna menghentikan tangisnya dan seketika lupa dengan cerita yang membuatnya sangat sedih.


"Apakah masih ada danau?" Alex mengangguk sebagai jawaban.


"Sebentar, ayo kita foto dulu."


Shenna dan Alex mengambil foto di tempat itu. Setelah Shenna merasa puas, mereka menaiki kuda dan melanjutkan perjalanan mereka.


...


Shenna memandang danau itu dengan kagum.


Bagaimana ia tidak kagum?! Di danau itu terdapat puluhan bunga mengapung yang tersusun rapi sesuai kelompok bunga dan warnanya. Di tengah danau sendiri adalah bunga teratai yang sangat besar.


Bunganya pun bermacam macam ada mawar merah, mawar putih, mawar ungu, bunga lily, bunga anggrek, dan masih banyak lagi jenis bunga yang Shenna tidak ketahui namanya.


“Kamu suka?” Alex memandang Shenna yang tengah kagum.

__ADS_1


“Suka banget! Amazing! Siapa yang membuat danau ini?” tanya Shenna sambil memandang Alex.


“Para White Whitch yang membuatnya,” jawab Alex dengan santai.


“Hebat mereka bisa buat bunga hidup di air,” puji Shena.


“Saat malam hari di sini akan lebih indah karena, semua bunga akan bercahaya,” ucap Alex.


“Benarkah?”


“Tentu.”


“Bisakah nanti malam kita ke sini?” tanya Shenna sambil memasang puppy eyesnya.


“Nanti jika ada waktu aku akan mengajakmu kembali ke sini.”


Shenna cemberut. Ia mengeluarkan handphonenya.


“Huft baiklah.”


Shenna segera membuka kunci layarnya dan langsung membuka aplikasi kamera.


Shenna mengarahkan foto ke arah mereka kedua jari Shenna membentuk huruf V dengan background danau flower mereka berfoto bersama.


Klik.


Shenna tersenyum puas melihat hasilnya. Ia juga memfoto danau itu.


“Fotoin aku dong, Lex,” perintah Shenna.

__ADS_1


“Aku gak bisa,” jawab Alex.


“Aku ajarin.”


Tak ada pilihan lain bagi Alex, “Hm.”


Dengan fokus, Shenna mengajari Alex.


“Nah, udah paham kan?” Alex hanya menjawabnya dengan anggukan.


“Nih fotoin yang bagus ya.”


Shenna segera berpose ia duduk di tanah dengan kaki kanan ditekuk 45 derajat sementara kaki kirinya ia luruskan. Shenna menatap ke arah kamera dengan senyum manisnya. Alex jongkok di tanah agar mendapat foto yang bagus.


Klik.


...


Sementara itu, di istana.


Orang berbaju hitam itu memanjat dinding. Dengan mudah, dia menyusup masuk ke dalam istana. DIa segera bersembunyi saat prajurit datang.


Dia melihat ke sekeliling dan memastikan tidak ada yang melihatnya. Lalu, dia memasuki pintu belakang dan dengan hati hati dia membuka pintu. Pintu itu tidak terkunci.


DIa segera pergi ke kamar raja. Lalu mulai mencari benda berharga namun, dia tidak menemukannya.


Tiba tiba tatapannya tertuju ke meja rias. Dia melihat benda itu bersinar tanpa suara, hanya ada kata pengingat dan angka.


“Ini pasti benda berharga yang di buat penyihir. Jika aku kasih ini kepada Yang Mulia, aku pasti akan naik jabatan. Ternyata benda yang dimiliki Alexander bisa mendeteksi bahaya dalam jarak dekat. Aku harus segera membawa benda ini pergi.”

__ADS_1


Ia pergi keluar dengan sangat hati hati. Namun, keberuntungan tidak berpihak padanya. Ini jebakan dan dia telah terkepung.


__ADS_2