![The Dark World [Proses Revisi]](https://asset.asean.biz.id/the-dark-world--proses-revisi-.webp)
Semua prajurit menyerangnya menggunakan pedang dari segala sisi. Pria itu menghindarinya dengan melompat dan memukul kembali.
Dia memukul dua prajurit sekaligus dan merebut pedangnya. Pria itu dengan cepat mengalahkan sepuluh pengawal itu.
Dia melihat masih banyak pengawal yang menyerbunya. Dia harus segera pergi dari sini. Dia segera pergi berlari dua prajurit mengadang di depannya. Dia segera menebas kepala kedua prajurit itu secara cepat.
Dia segera keluar dan berlari ke arah tembok. Dia melompat hingga melewati tembok itu dan segera berlari memasuki hutan terlarang.
“Stop jangan di kejar!” perintah Jason.
“Apa yang harus kita lakukan?”
“Aku akan memberitahu My Lord. Bersekan semuanya.”
...
Mereka sampai di istana, setelah puas berjalan jalan.
“My Lord, ada yang harus saya sampaikan,” pinta Jason
“Apakah ini sangat penting?”
“Yes, My Lord”
“Baiklah. Kau kembali ke kamarmu Queen,” perintah Alex
“Baiklah.” Shenna segera pergi ke kamarnya.
...
__ADS_1
Alex memasuki ruang kerjanya di ikuti Jason. Jason menutup pintunya.
“Ada apa?”
“Tadi ada seorang penyusup, My Lord.”
“Apa!! Kenapa tidak memberitahuku!” tanya Alex dengan marah.
“Maaf, My Lord. Saya tidak ingin mengganggu anda dan Queen.” Jason berlutut.
“Sudahlah, bangunlah. Apa yang dia lakukan.”
“Dia hanya memasuki kamar My Lord. Kami sudah mengepungnya saat ia mencoba keluar namun, dia berhasil kabur.”
“Apa yang dia cari? Apakah dia membawa barang dari kamar?”
“Sepertinya dia sedang mencari benda yang berharga. Saat dia kabur saya melihat dia memegang benda persegi berwarna pink,” lapor Jason.
“My Lord, sepertinya ada mata mata di istana ini,” ucap Jason.
“Mengapa kamu berfikir begitu?” tanya Alex.
“Dia langsung pergi menuju ke kamar My Lord tanpa harus tersesat terlebih dahulu. Dia pasti mengenal Sky Island dengan sangat baik, My Lord.”
“Ke arah mana dia kabur?”
“Hutan terlarang,” jawab Alex
“Kita harus segera menangkapnya dan mengubah semua pertahanan dan tata letaknya. Jason jika penyusup itu kembali pastikan untuk menangkapnya hidup-hidup.”
__ADS_1
“Baik, My Lord.”
“Brak!!!” suara itu membuat Alex dan Jason terkejut.
Alex hendak memarahi orang yang masuk secara mengagetkan namun, semua kata-katanya hilang setelah mengetahui siapa yang masuk ke ruangannya yang tak lain adalah Shenna. Alex melihat Shenna menangis.
“Ada apa Queen?”
Shenna menghambur ke pelukan Alex sambil menangis.
“Huaa Alex tabletku dicuri hiks... hiks...”
“Nanti aku belikan lagi.” Alex mencoba menghiburnya.
Shenna menggeleng-gelengkan kepalanya. Alex memberi isyarat tangan pada Jason agar ia pergi dengan diam-diam. Jason yang mengerti segera pergi tanpa suara.
“Gak mau! Itu tablet pemberian Mama. Ini semua gara gara kamu bawa aku ke dunia ini. Kalau bukan karena kamu aku gak mungkin bawa tabletku sehingga tidak akan di curi. Pokoknya kamu harus menemukannya!!!”
Mengapa disini seolah olah Alex yang bersalah bukankah gadisnya juga ikut andil. Namun ia tidak mungkin mengatakannya. Yang ada mereka bertengkar. Lupakanlah!! Wanita memang selalu benar.
“Baiklah, aku akan menemukannya,” janji Alex.
“Jangan cuma janji!”
“Iya sayang, aku janji bakal ambil milikmu kembali dan menghukum orang itu,” ucap Alex serius.
“Aku penasaran apakah orang yang mencuri tabletku dapat menggunakannya. Sedangkan tabletku itu aku kunci pake kata sandi.” Shenna mulai membayangkan apakah orang itu akan membukanya dengan palu, sihir, atau kekuatan lainnya?
“Sudahlah jangan menghayal yang tidak-tidak sekarang kembali ke kamarmu.”
__ADS_1
“Baiklah.” Shenna melepas pelukannya dan kembali ke kamarnya.
Alex jadi berfikir, apa yang akan terjadi jika orang itu membawa tablet gadisnya akankah ia membukanya dengan di pukul atau dengan mantra? Sial! mengapa dia jadi ikut-ikutan berhayal!!