The Dark World [Proses Revisi]

The Dark World [Proses Revisi]
Negoisasi


__ADS_3

Shenna menghela nafas kesal. Berbagai cara sudah dia lakukn untuk mencoba kabur. Namun, setiap kali dia mencoba kabur selalu ada pengawal. Shenna sudah mencoba dari turun lewat balkon, lewat dinding, lewat atap, bahkan lewat lubang anjing pun tidak bisa.


Shenna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia sangat bosan.


"Mengapa kamu terlihat tidak semangat?" sebuah suara terdengar di telinganya membuat Shenna terduduk dengan kaget.


"Astaga! Kamu kapan masuk? Kenapa aku gak denger?" tanya Shenna dengan kesal pasalnya dia tidak mendengar langkah kakinya ataupun suara derit pintu kamar.


"Baru saja. Aku tentu saja menggunakan teleportasi," jawab Alex sambil duduk.


Shenna menyilangkan tangannya dengan kesal. Alex mendekatinya membuat Shenna refleks menahannya. Namun Alex justru mendorongnya hingga berbaring.


"Kamu mau apa?" tanya Shenna dengan waspada. Alex membungkukkan tubuhnya dan mengecup tanda kepemilikannya yang berada di leher Shenna membuat hati Shenna berdebar kencang.


"Mine," bisik Alex dengan nada posessif.


"Lepasin dasar mesum!" Shenna mencoba mendororongnya namun, dia bahkan tidak bergerak seincipun. Shenna menyerah. Dia tidak akan mampu melawan Alex yang bukan manusia.


"Aku ingin membuat kesepakatan," ucap Alex sambil menjauhkan wajahnya dan menatap wajah Shenna yang berada di bawahnya.


"Kesepakatan apa?" tanya Shenna dengan penasaran.

__ADS_1


"Tinggal di sini dengan baik maka aku akan membawa semua barang kesayanganmu termasuk ponsel atau tinggal di sini dengan baik tanpa apapun. Kamu setuju pada kesepakatan pertama atau kedua?" tanya Alex membuat Shenna kesal.


"Ini bukan kesepakatan. Semua pilihan merugikan," protes Shenna.


"Aku hanya menawarkan ini. Jika tidak mau tidak masalah selama kamu tinggal di sini. Lagipula kamu tidak akan bisa kabur tanpa seizinku."


Shenna kesal dan memilih mengambil kesepakatan pertama. Karena semuanya sama saja dia tidak akan bisa kabur tanpa seizin Alex. Anggap saja dia sedang liburan untuk seumur hidupnya. Lagi pula dia tidak mau mati kebosanan di istana ini.


"Tunggu! Aku memilih kesepakatan yang pertama," ucap Shenna membuat Alex tersenyum.


"Good girl. Semua ada di koper. Aku harus menangani urusan darurat dulu."


Itu adalah kopernya. Shenna segera berjalan ke arah koper miliknya lalu membukanya dan mengambil ponsel kesayangannya.


Shenna segera berbaring di tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya dan tanpa sadar tertidur.


Alex datang saat Shenna telah tertidur. Dia membenarkan posisi Shenna dan berbaring di sampingnya. Lalu, Alex perlahan tertidur.


Malam itu bulan bersinar drngan terang.


...

__ADS_1


Shenna membuka matanya.Ia lapar. Shenna segera pergi ke bawah menuju dapur.


“Ema tolong siapkan sarapan pie apel dan steak untukku,” perintah Shenna pada Ema yang sudah berada di depan kamarnya dan mengikutinya.


“Baik My Lady,” Ema segera menghidangkan makanan untuk Ladynya.


“Dimana, Alex?”


“My Lord sedang membahas masalah bersama Raja Victor, My Lady,” jawab Ema dengan sopan.


"Apakah dia selalu sibuk?"


Aroma pie apel yang menggoda dan aroma steak yang harum tercium di indra penciumannya. Ema menyajikannya di depan Shenna.


"Ya, karena keadaan Dunia Immortal saat ini tidak stabil lagi," jawab Ema yang di angguki oleh Shenna.


Shenna mengambil alat makannya dan menyuapkan steak itu ke dalam mulutnya.


Rasa daging yang empuk dan lembut menyatu dengan saus. Sangat lezat. Ini adalah steak terenak yang pernah di makannya.


Shenna tidak lagi bicara dan memakan makanannya begitu mereka menyajikannya.

__ADS_1


__ADS_2