![The Dark World [Proses Revisi]](https://asset.asean.biz.id/the-dark-world--proses-revisi-.webp)
Di tempat lain.
“Hamba memiliki sebuah cara agar kita dapat mengambil benda itu, Yang Mulia.”
“Bagaimana?”
“Kita harus bisa menyusup. Namun, tentu saja ini tidak akan semudah saat hamba menyusup ke istana Alex.”
“Lalu, apakah kau memiliki rencana untuk itu?” tanyanya bingung.
“Hamba takut ini akan menjadi perang besar.”
“Katakan rencanamu.” perintahnya.
“Klan Werewolf adalah Klan teraman, penyusup bahkan akan dengan mudah tertangkap karena bantuan batu pelindung Crystalbel.
Batu ini memberitahukan kepada Alpha jika ada yang menyusup ke dalam klannya atau orang yang memiliki niat jahat ataupun bahaya yang akan datang.
Karena Crystalbel terhubung langsung kepada Alpha maka di manapun Alpha itu berada dia akan tetap mengetahui jika ada penyusup.
Hamba memiliki rencana untuk menyerangnya mengalihkan perhatian Alpha dan kita bisa menyusup ke dalam kita bisa mengambil benda itu. Dan jika beruntung kita bisa mengambil Crystalbel untuk klan kita.
Namun tingkat keberhasilan rencana ini hanya 20%. Karena hamba yakin jika Alpha itu ikut berperang dan tahu ada penyusup dia akan segera memerintahkan Beta, Gamma, atau dia sendiri, untuk menangkap penyusup itu.”
“Kita harus pikirkan ini matang matang. Aku tidak mau kita kalah dalam perang,“ ucap lelaki yang dipanggil yang mulia itu. Mereka kembali berdiskusi.
...
__ADS_1
Shenna turun dari kereta. Dia dan Alex berjalan bergandengan tangan. Shenna menyukai suasana ini. Suasana romantis yang Alex ciptakan.
"Yang Mulia, ada dokumen yang harus segera di tanda tangani," ucap Jason yang berada di pintu sambil membungkuk hormat.
"Kamu ke kamar duluan," perintah Alex.
Shenna mengangguk dan berjalan pergi mendahuluinya. Shenna memasuki kamarnya
Shenna segera berbaring miring dan Shenna melihat hasil fotonya di ponselnya.
Alex tiba tiba muncul dan memeluknya dari belakang. Shenna terkejut namun, ketika dia mencium bau yang familiar dia menjadi tenang karena itu adalah Alex.
“Tidur, Queen,” perintah Alex.
Shenna mematikan ponselnya dan meletakkannya di samping bantalnya.
“Alex, kita belum menikah kenapa kita tidur bersama?”
“Gombal.”
“Aku serius, Queen.” Shenna membalikkan badannya hingga menghadap ke arah Alex.
"Katakan. Sejak kapan kamu mulai tidur denganku?" Shenna menatapnya.
"Sejak kamu datang." jawab Alex dengan jujur.
"Kamu...." Shenna merasa marah dan kesal hingga tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"Jangan marah, Queen. Maaf, aku salah," ucap Alex dengan wajah penuh penyesalan tapi tidak dengan hatinya.
Shenna menghela nafasnya. Sudahlah, kali ini dia akan memaafkannya.
“Bagaimana tabletku? Apakah sudah ketemu?”
“Situasinya cukup rumit, Queen. Benda itu hilang dan pasti banyak yang menginginkannya. Aku takut akan terjadi perang besar karena benda ini.
Saat ini, aku masih belum bisa menemukannya. Terakhir kali benda itu berada di Klan Black Whitch. Saat aku hendak membuat rencana benda itu justru hilang.”
“Mengapa benda itu di perebutkan? Dan kenapa tidak menyerang Klan Black Whitch?” tanya Shenna dengan menggebu gebu.
“Karena benda itu tidak pernah ada di sini jadi mereka mengira benda itu sangat berharga. Kami tidak bisa menyerang Black Whitch, karena kami kehilangan sebuah kalung.”
“Kalung apa?”
“Kalung Whityle. Kalung yang mampu melawan Klan Black Whitch, Vampir, dan Werewolf dan semua klan.”
“Seperti apa bentuk kalungnya?”
“Kalung itu berwarna putih tulang dan di tengahnya terdapat bulan sabit dengan bintang di tengahnya.”
“Apakah kalung itu di curi?”
“Ya. Kalung itu di curi hingga akhirnya terjadi perebutan kalung. Akhirnya, kalung itu hilang dengan sendirinya.”
"Sangat di sayangkan."
__ADS_1
“Sekarang tidurlah.”
Shenna menuruti perkataan Alex. Dia segera memejamkan matanya dan tertidur. Begitupun dengan Alex.