![The Dark World [Proses Revisi]](https://asset.asean.biz.id/the-dark-world--proses-revisi-.webp)
“Lagi,” pinta Shenna.
Shenna segera mengubah gaya berfotonya dengan meminta Alex untuk memeluknya tentu saja Alex dengan senang hati melakukannya. Shenna meletakkan kedua tangannya dipundak Alex. Lalu menolehkan kepalanya ke arah kamera sambil tersenyum.
Ema yang tahu harus mengambil foto segera menekan tombol itu.
Klik.
Satu foto terambil lagi.
Dalam fikiran Ema benda yang di pegangnya sangat canggih. Ema berfikir bahwa yang membuat benda ini pasti seorang penyihir.
“Sudah Em,” mendengar itu Ema segera memberikan handphonenya.
“Wah fotonya keren keren, walaupun ini pertama kalinya kamu mengambil foto kamu seperti fotografer internasional,” puji Shenna
“Terima kasih, My Lady.” Ema membungkuk hormat. Meskipun tidak tahu apa maksud Shenna namun, Ema tahu itu adalah sebuah pujian yang tulus.
Beruntung dirinya di pilih sebagai pelayan pribadnya. Ema jadi ingat waktu itu karena Shenna merasa tidak nyaman dengan pelayan pribadinya yang kebanyakan, Shenna hanya membiarkan Ema yang melayaninya.
Shenna tidak hanya cantik, tetapi juga sangat baik, ramah, tidak memandang rendah orang seperti dirinya, dan pintar. Sangat sempurna untuk di jadikan Ratu Dunia Immortal.
“Ema, ayo foto,” ajak Shenna dan langsung menarik dirinya. Ema hanya mampu menuruti Shenna yang tengah mengarahkan kamera ke arah mereka. Mereka tersenyum.
Klik.
__ADS_1
“Wah, akhirnya aku punya foto disini lumayan buat kenang kenangan hihi.” Shenna terkikik senang.
“Baiklah aku mau ke kamar, kamu bisa beristirahat di kamarmu Em,” ucap Shenna.
“Tapi My Lady...”
“Lakukan apa yang Lady perintahkan,” Alex memotong ucapan Ema.
“Yes, My Lord.” Ema membungkuk hormat dan segera pergi menuju kamarnya.
“Oh iya, Alex sebenarnya kemampuan apa saja yang langka?” tanya Shenna.
Saat ini Shenna tengah berada di kamar nya bersama Alex yang sibuk memandanginya bermain handphone.
“Um lalu, bagaimana cara kamu ke dunia manusia? Apakah hanya kamu yang bisa ke Dunia Manusia-Dunia Immortal bolak balik tanpa ada masalah?” tanya Shenna bertubi-tubi.
“Tentu saja dengan menggunakan teleportasi dan hanya orang tertentu yang bebas pulang pergi ke Dunia Manusia. Dan aku termasuk diantara orang itu,” jelas Alex.
“Pantesan,” gumam Shenna. Shenna mengambil tabletnya dan bermain game menggunakan tablet kesayangannya.
“Queen kamu mau jalan jalan?” tawar Alex.
“Keluar?”
“Tentu.”
__ADS_1
“Mau,” jawab Shenna dengan antusias.
Alex bangkit dan mengulurkan tangannya pada Shenna.
“Ayo.”
Shenna dengan senang hati menerima uluran tangan Alex.
“Jason, siapkan pengawal. Kami akan pergi berjalan jalan,” perintah Alex pada Jason yang sedari tadi diam berdiri di belakangnya.
“Yes, My Lord.”
Mereka segera membawakan kuda putih kesayangan Alex yang di namakan Winly dan beberapa puluh pengawal.
Winly adalah kuda yang Alex pilih karena saat ini Alex melihat Shenna saat kecil bermimpi ingin memiliki kuda putih dan menamainya Winly. Karenanya Alex memelihara kuda itu secara khusus sejak kuda itu kecil. Mungkin Shenna tidak ingat dengan perkataannya saat dia masih kecil.
Kuda itu memiliki bulu yang seputih salju dan terlihat sangat imut membuat siapapun akan menyukainya termasuk Shenna. Shenna terpesona dengan Winly namun, Shenna menatap ke arah para pengawal itu dengan ragu.
“Em Alex bukankah akan terlalu mencolok jika membawa pengawal sebanyak ini,” ucap Shenna dengan ragu.
“Biarkan. Mereka harus tau bahwa kamu adalah calon istriku. Queen Of Immortal World.”
Muka Shenna merah merona. Dan hatinya berdebar kencang. Apakah ini pertanda dia menyukai Alex? Entahlah, Shenna tidak tahu.
“Jadi tempat apa yang ingin kamu kunjugi Queen?”
__ADS_1