The Dark World [Proses Revisi]

The Dark World [Proses Revisi]
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Di kamar, Shenna yang tengah asik bermain game merasa terganggu dengan ketukan di pintu.


Shenna segera mematikan ponselnya dan meletakkannya di dalam tas kecilnya.


“Masuk.”


Beberapa pengawal memasuki kamarnya.


“Maaf mengganggu, My Lady.”


“Ada apa?”


“ Jason memerintahkan kami untuk memindakan barang yang berada di kamar ini ke kamar baru, My Lady," ucap ketua pengawal.


“Kenapa pindah?”


“Hamba tidak tahu, My Lady,” jawab ketua pengawal itu.


“Huft, baiklah. Pindahkan saja tapi ingat hati-hati saat memindahkan barangku, jangan sampai rusak,” ucap Shenna.


“Yes, My Lady.”


Shenna segera pergi dari kamarnya di ikuti Ema, pelayan pribadinya. Shenna berjalan jalan di sekitar istana banyak pelayan memujinya karena kecantikannya. Shenna berhenti di bawah pohon sakura. Dia duduk menyandar di pohon. Shenna mengulurkan tangan dan kelopak sakura jatuh ke tangannya.


Bunga yang sangat indah, batinnya.


“Ema, kau bisa pergi beristirahat”


“Tap...”


“Tidak ada bantahan,” ucap Shenna tegas.


“Yes, My Lady.” Ema segera pergi setelah membungkuk hormat. Dari kejauhan seseorang memperhatikan semua itu.


Semilir angin menerbangkan rambutnya. Shenna semakin lama semakin merasa mengantuk. Dia menutup matanya. Dan ia pun terlelap.


Lelaki itu menghampiri Shenna dan menggendongnya ala bridal style. Dia membawa Shenna ke kamar barunya yang sudah bersih dan menidurkannya dengan perlahan.


 

__ADS_1


Lelaki itu mengecup keningnya.


“Mimpi indah, Queen.”


....


Disebuah ruangan.


“Bagaimana? Adakah rencana bagus?”


“Belum, Yang Mulia.”


“Bodoh!!! Memikirkan strategi saja tidak bisa!! Mengapa otak kalian tidak di gunakan!!!” makinya.


“Maaf, Yang mulia, kami akan segera menyusunnya,” jawabnya dengan takut.


“Cepatlah! Aku tidak mau berlama-lama. Dan ada info terbaru dari Antonio?”


“Lapor, Yang Mulia, Antonio telah ketahuan dan di hukum pen**al oleh Alex.”


“Sialan!”


Lelaki itu melemparkan gelas hingga berbunyi keras. Lelaki itu gemetar takut dengan kemarahannya.


“Bagaimana si bodoh itu bisa ketahuan?!”


“Hamba tidak tahu, Yang Mulia. “


“Kau, awasi Klan Werewolf. Jika bisa dapatkan informasi yang berguna,” titah lelaki itu.


“Baik, Yang Mulia”


Lelaki itu segera pergi menjalankan perintahnya.


....


Di Klan Vampir.


“Ada kabar apa?”

__ADS_1


“Lapor, Yang Mulia. Saat ini sebuah benda berharga berada di Klan Werewolf. Klan Black Whitch mencoba mengambilnya namun, mereka belum bisa mengambilnya. Saat ini Klan Black Whitch sedang menyusun strategi perang untuk melawan Klan Werewolf,” lapornya.


“Benda apa itu?” tanya lelaki itu penasaran.


“Benda itu adalah benda yang di curi Klan Black Whitch dari Klan Demon. Bentuk benda itu persegi dan bisa mengeluarkan cahaya dan gambar.”


“Hm. Menarik, kita harus mendapatkan benda itu.”


“Tapi, Yang Mulia. Bagaimana kita akan mengambilnya?” tanyanya bingung.


“Kita akan memanfaatkan Black Whitch,” ucapnya dengan seringainya.


...


“Bersiap-siaplah saat bulan purnama nanti kita akan menikah,” ucap Alex.


“Mengapa cepat sekali umurku bahkan belum dua puluh lima tahun,” protes Shenna.


“Apa hubungannya?” tanya Alex bingung.


“Aku ingin menikah saat umurku sudah 25 tahun.”


“Kelamaan,” ucap Alex dingin. Shenna mendengus sebal.


“Alex, kenapa di meja riasku hanya ada hiasan mahkota yang kupakai ini dan hiasan rambut yang kubeli?”


“Mahkota itu wajib kamu pakai karena itu adalah mahkota Calon Lady. Aku sengaja tidak memberikan aksesories lain karena hanya satu yang wajib di pakai,” jawab Alex.


“Berarti, jika aku jadi Lady aku akan dapat mahkota baru?”


“Ya, tentu saja.”


“Hm, tidak buruk. Oh, ya, kapan bulan purnama?” tanya Shenna penasaran.


“Seminggu lagi. Kenapa? Tidak sabar ya untuk malam pertama,” goda Alex.


“What seminggu lagi!! Itu bahkan terlalu cepat!! Dan aku sama sekali tidak menantikan malam pertama!” bantah Shenna dengan kesal.


“Menurutku seminggu itu terlalu lama,” bantah Alex.

__ADS_1


Sementara Shenna membayangkan malam pertama. Apa yang akan terjadi saat itu? Membayangkannya saja membuat wajahnya merah merona. Alex tersenyum mengetahui fikiran gadisnya. Ah, ia tidak sabar untuk itu.


__ADS_2