
Derrt Derrt
Sore ini, dikala jam pelajaran terakhir baru saja usai, handphone siswa di kelas ID tiba-tiba bergetar secara serentak.
'Anda mendapatkan 1 buah quest level (E)
Jumlah partisipan yang dibutuhkan: 1 Orang.
Sisa waktu: 1 Jam 59 Menit.'
Sebuah notifikasi muncul di layar handphoneku mengenai adanya sebuah quest yang kuterima.
'Quest level (E) : Siswa Teladan.
Selesaikan 10 buah soal matematika yang ada pada buku latihan soal!'
Aku sedikit kecewa dengan level quest yang begitu rendah. Namun apa boleh buat.. Anggap saja ini adalah sebuah trial sebelum masuk ke level quest yang lebih sulit.
Baru saja aku hendak membuka buku latihan soal, Kitagawa sudah memanggil.
"Shunsaku, dapat quest apa?"
"Quest level E. Aku disuruh mengerjakan sepuluh soal matematika."
"Sama.. Questku juga level E. Kalau aku disuruh mengerjakan sepuluh soal Bahasa Inggris."
Ternyata isi questnya Kitagawa mirip dengan punyaku. Hanya jenis mata pelajarannya saja yang membedakan.
"Ne, Nee.. mau ngerjain sekarang aja?"
Tanya Kitagawa yang sudah menyiapkan buku latihan soal bahasa Inggrisnya.
"Iya, mending sekarang."
Balasku sambil ikut mengeluarkan buku latihan soal dari kolong meja. Kami lalu mulai bekerja dan dalam waktu yang super singkat kesepuluh soal itu pun selesai terjawab.
'Lalu apa selanjutnya?'
Aku penasaran bagaimana pihak sekolah bisa mengetahui kalau kami sudah menyelesaikan questnya. Baru saja aku berpikir demikian, sebuah notifikasi tiba-tiba masuk ke handphoneku
'Selamat. Anda baru saja menyelesaikan quest level (E).
Reward: 1 Poin.'
Bagaimana mereka bisa tahu? Aku melirik ke sudut-sudut ruangan dan menyadari adanya beberapa kamera CCTV yang terpasang. Jadi begitu rupanya.. Mereka memantau pergerakan setiap siswa di sekolah ini dengan menggunakan kamera CCTV.
Memantau setiap siswa mungkin kedengarannya adalah hal yang gila. Namun mengingat sekolah ini yang pada dasarnya juga bukanlah sekolah yang normal .. Itu justru adalah hal yang paling masuk akal menurutku.
"Maaf, kalian berdua.. Apakaj kalian sibuk?"
Tanya Yagami yang tiba-tiba menghampiri kami.
Ah, aku tidak menyadari bila suasana kelas telah menjadi sepi dan hanya menyisakan Yagami serta dua orang siswi yang lain.
"Kami baru selesai mengerjakan quest.. Kenapa?"
Sahut Kitagawa yang baru selesai mengemas barang-barangnya ke dalam tas.
"Aku mau minta tolong. Ini agak sedikit merepotkan dan juga beresiko, Tapi.. Apa kalian mau membantu quest kami?"
"Eh? Apa itu quest yang sulit?"
Kitagawa langsung penasaran.
"Kami belum tahu itu. Yang pasti, tingkat kesulitannya ada di level D dan membutuhkan lima orang untuk memulainya."
"Hemm.."
Kitagawa berpikir sejenak sebelum ia kemudian melirik ke arahku.
"Menurutmu gimana?"
__ADS_1
"Aku sih ga masalah."
Jawabku tanpa ragu-ragu. Ini adalah sebuah quest di level D dimana Poin yang akan didapatkan tentunya akan lebih banyak daripada quest di level E yang tadi. Namun selain itu, aku lebih ke penasaran dengan seperti apa isi questnya.
"Baiklah, kalau begitu aku juga ikut."
Setelah Kitagawa mengkonfirmasi keikut sertaannya, Yagami pun memanggil kedua orang perempuan yang dari tadi telah mengamati kami dari kejauhan.
"Halo Kitagawa dan Shunsaku."
Yang pertama menyapa kami adalah Asahina Mari. Ia adalah perempuan yang ramah dan juga ceria.
"Maaf sudah merepotkan kalian. Ini sebenarnya questku, tapi malah Yagami yang mengajak kalian bergabung."
"Ooh.. ga apa kok. Aku sama Shunsaku juga baru selesai quest."
"Enaknya.. Aku harap juga dapat quest yang lebih simpel."
"Ini cuma quest level E aja. Memang mudah, tapi poinya juga sedikit."
"Daripada aku.. Kalau ini sampai gagal gimana?Aku ga enak sama kalian, apa lagi sama Yagami."
"Jangan dipikirin."
Sahut Yagami mencoba menenangkan.
"Ini tugasku sebagai ketua kelas untuk ngebantu teman-teman."
Pandangan ku beralih ke seorang perempuan yang berdiri di belakang Asahina. Kalau tidak salah, namanya adalah Natsumi Akari. Perempuan berambut merah ini tampak tidak tertarik dengan kami dan hanya terfokus ke handphonenya sejak tadi.
"Baiklah, karena sekarang sudah ada lima orang. Aku akan mengundang kalian sebagai partisipan."
Yagami mengirim undangan dan sebuah notifikasi kemudian muncul di layar handphoneku.
'Anda mendapat undangan quest level (D).
Jumlah partisipan yang dibutuhkan: 5 Orang.
Sisa waktu: 23 Jam 45 Menit.
Terima / Tolak'
Aku memilih 'Terima' dan detail mengenai quest itu pun kemudian muncul di layar.
'Quest level (D) : Sesuatu yang Berharga.
Seorang siswa yang dulunya pernah bersekolah di sini memiliki suatu hal yang berharga. Setelah dewasa, ia memutuskan untuk kembali lagi ke sini dan mencari hal yang dulu pernah ia tinggalkan tersebut. Namun, sesampai di sini dan sekeras apa pun ia mencari, ia tidak juga bisa menemukannya.
Anda akan berperan sebagai orang tersebut dan temukanlah hal berharga yang ia cari!'
"A-Apa-apaan ini? Apa ini beneran quest level D?"
Yagami tampaknya benar-benar tidak percaya dengan tingkat kesulitan quest yang kami hadapi ini. Jujur, aku sendiri juga cukup terkejut karena tingkat kesulitan questnya meningkat tajam jika dibandingkan dengan yang sebelumnya.
"Beda sekali ya sama quest level E. Baru level D aja sudah segini, apa lagi yang level S ya?"
Kitagawa pun terheran. Ia yang masih tidak percaya berusaha untuk berpikir keras sambil fokus membaca quest itu lagi.
"Nee.. Mau sampai kapan kita mikirin quest yang ga masuk akal kayak gini?"
Protes Natsumi yang tampaknya sudah menyerah dengan quest ini.
"Lebih baik kita pulang aja.."
"Tu-Tunggu Natsumi.. Bagaimana kalau kita dengar pendapat masing-masing dulu."
"Hemm.. Baiklah. Tapi kalau masih juga buntu, aku pulang ya."
Yagami tampaknya berhasil menenangkannya untuk sementara.
"Baiklah, mungkin dari aku saja dulu.. Kalau menurutku, hal yang berharga bagi orang itu bukanlah benda yang bisa diuangkan. Rasanya tidak masuk akal kalau benda seperti itu malah ditinggal begitu saja di sekolahnya."
__ADS_1
"Aku setuju sama Yagami."
Asahina melanjutkan.
"Itu benar-benar aneh. Kalau itu memang sesuatu yang berharga, seharusnya itu disimpan di tempat yang aman kan?"
"Terus.. yang dicarinya itu apa sebenarnya?"
Tanya Natsumi dengan tidak sabaran.
"Mungkin teman."
Pandangan semua orang langsung tertuju ke Kitagawa yang menjawab barusan.
"Sebagai siswa, hal berharga yang kita miliki di sekolah ini mungkin adalah teman. Kita hanya bisa berkumpul di sini saat masih bersekolah. Setelah tamat, generasi selanjutnya akan datang dan pastinya kita tidak akan menemukan teman kita lagi di tempat ini."
"Kitagawa.. luar biasa!"
"Good job Kitagawa!"
Asahina dan Yagami kegirangan mendengar pendapat Kitagawa. Mereka mungkin akhirnya melihat sebuah titik terang dari quest ini.
"Masuk akal. Tapi apa kamu ga melupakan sesuatu?"
Pertanyaan Natsumi kembali mengubah suasana diskusi.
"Memang apa yang kulupain?"
"Kita kan disuruh berperan jadi orang tersebut. Kalau memang hal yang dicarinya adalah teman itu.. gimana cara kita menemukan mereka?"
Natsumi tampaknya tidak larut dalam kesenangan dan tetap melihat quest ini dari segi penyelesaian. Sungguh, isi kepala perempuan ini tidak seperti penampilannya.
"Nee.. apa masih mau dilanjutin?"
Tidak ada yang bisa memberikan jawaban mengenai pertanyaannya Natsumi itu.
"Baiklah kalau begitu-"
"Ano.."
Aku memotong pembicaraan Natsumi.
"Shunsaku? Oh ya, Shunsaku kan belum berpendapat."
"Apa kamu punya ide?"
Yagami dan Kitagawa menatapku dengan penuh harapan. Sayang sekali.. saat ini aku justru lebih sependapat dengan Natsumi.
"Menurutku.. lebih baik kita pulang aja."
"Haa?"
"Tuh kan.. Dia aja setuju. Lebih baik kita pulang, daripada buang-buang waktu di sini."
"Maaf, tapi sebelum itu.."
Aku kembali menyela mereka yang sudah terlalu dini menarik kesimpulan.
"Aku minta tolong sesuatu dulu."
Semua orang tampak bingung. Namun karena setelah ini kami juga akan langsung pulang jadi tak ada yang keberatan. Bahkan Natsumi sekali pun menurut saat aku memintanya untuk mendekat.
Setelah mereka berdiri sejajar, aku lalu mengeluarkan handphoneku dan membuka menu kamera. Aku pun mengambil sebuah foto dimana kami berlima berada di satu frame yang sama.
"Tunggu! Kenapa kita malah-"
Derrt Derrt
Suara getaran handphone kami berlima seketika menghentikan pertanyaan Natsumi. Kami pun lantas mengeceknya dan menemukan sebuah notifikasi yang muncul di layar.
'Selamat. Anda baru saja menyelesaikan quest level (D).
__ADS_1
Reward: 3 Poin.'
***