
sebuah legenda terus dielu-elukan sampai sekarang, tampaknya... legenda itu sendiri sudah dipenuhi dengan campur tangan manusia.tak ada yang tahu kisah sebenarnya atau pun hal apa saja yang telah dikotori oleh manusia atas legenda itu.
legenda itu adalah legenda raja Arthur, raja yang berkuasa atas Britania dan disebut sebagai raja yang sangat bijaksana.
"kau juga berpikiran begitu bukan?"
namun dibalik semua itu timbullah sebuah pertanyaan apakah itu memang benar?
Semua akan terjawab bila kita menyaksikan semua legenda ini dari awal.
nah... sekarang Edward akan memandu mu menguak misteri, siapa sebenarnya yang pantas menjadi seorang raja Britania.
.
.
.
pagi ini ia mengawali pagi dengan menyiapkan sarapan dan peralatan membuat pedangnya,derap kaki Kakeknya terdengar saat keluar dari kamar.
"kek ayok... sarapan dulu, pagi ini aku yang akan menyiapkan semua peralatan" ujar Edward
"baiklah kakek akan membantu mu, jika sudah selesai sarapan" sahut kakeknya
ia pun bergegas ketempat pembuatan pedang milik kakeknya, semua peralatan sudah tersedia di sana. sebuah tungku api besar ia hidupkan, untuk memanaskan besi yang akan ia ubah menjadi sebuah pedang.
terdengar hentakan dari dua besi yang terus beradu menciptakan percikkan-percikan api,derai keringat membasahi seluruh tubuh Edward, dan diiringi dengan gumamnya dalam hati
"Dendam ku akan terus mengalir ke setiap pedang yang ku buat, dan akan selalu haus darah seperti yang kurasakan sekarang"
Kata kata itu seakan menjadi mantra yang diucapkan Edward saat membuat pedang, wajar ketika ia masih berumur 15 tahun kedua orang tua nya dibunuh tepat didepan matanya sendiri. kesedihan dan amarah terus menumpuk dalam dirinya. Selang sepuluh tahun sejak kejadian itu didesa bernia desa pengerajin pedang kerajaan Britania, ia dan kakek nya terkenal sebagai pengerajin pedang terhebat saat ini.
__ADS_1
disaat itu pula derap langkah kuda terus mendekat kearahnya, tak disangka seorang prajurit kerajaan Britania datang kepadanya memesan seratus bilah pedang. sontak Edward menerima pesanan ini karena ia sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan kakeknya.
kakek yang belakangan ini menderita sakit parah, butuh biaya besar untuk mengobati penyakitnya, Bayaran dari seratus bilah pedang yang dipesan pihak kerajaan pun tak cukup untuk membiayai pengobatan sang kakek.
seusai menerima pesanan yang sangat besar , Edward berencana ke pasar untuk membeli semua keperluan untuk membuat seratus bilah pedang yang dipesan pihak kerajaan.
dalam langkahnya menuju pasar ia terus berpikir baik buruknya, sebuah pekerjaan sampingan yang sering ia lakukan belakangan ini, yaitu menjadi seorang copet di pasar sembari ia membeli bahan-bahan pembuatan pedang.
"apa kakek akan senang, kalau aku melakukan pekerjaan ini untuk membiayai pengobatan dia selama ini" gumam Edward sembari melihat siapa target selanjutnya.
Pekerjaan yang dia lakukan ini pun selalu sukses besar.sabelum melancarkan aksinya pada siang ini dari kejauhan tampak seorang gadis berpakaian bangsawan sedang berjalan sendirian, Edward berpikir pasti gadis itu membawa banyak emas.ia pun mengikuti gadis itu pergi,akan tetapi...Edward bingung arah yang dituju gadis ini adalah sebuah hutan yang sangat berbahaya, Dengan legenda bahwa dihutan itu terdapat gerbang menuju sebuah negeri yang tak terjamah manusia. Dalam sekejap ia tak melihat gadis itu lagi,niat untuk mencopet gadis itu pun hilang sebuah kecemasan yang dia rasakan saat melihat kakek nya sakit parah ia rasakan saat ini,ia sangat cemas bagaimana kondisi gadis itu saat ini,dan memberanikan diri masuk kedalam hutan.
"penduduk desa ini saja tidak berani masuk hutan ini, lantas apa yang dipikirkan gadis itu"
gumam Edward sembari masuk kehutan.
"Kyaa.. tolong.."
"Kyaa...hewan bodoh jangan terus mengikuti ku...kalau ini dunia peri akan kuubah kalian semua jadi debu" kata-kata gadis itu, sangat menggangu ditelinga Edward, walaupun tak membawa senjata apapun Edward yakin mampu mengalahkan seekor hewan buas itu.
"Wanita bodoh cepat lari kearah ku.." suara Edward sedang terengah-engah.
"Dasar pria mesum kenapa kau mengikuti ku...kyaa...pergi sana pria mesum"jawab gadis itu
"Siapa yang kau bilang pria mesum gadis bodoh...yang masuk hutan berbahaya ini sendirian" ujar Edward.
"Mahluk mahluk bodoh cepat kejar pria mesum itu" Kejadian tak disangka terjadi seakan menuruti perintah gadis itu para gerombolan hewan buas itu pun mengejar Edward.
"Apa yang kau lakukan wanita bodoh... kenapa semua hewan ini mengikuti ku"
"Yaa....mana kutahu mungkin mereka menyukai mu"
__ADS_1
Tanpa rasa bersalah sedikitpun gadis itu pergi meninggalkan Edward.
derap langkah hewan buas itu pun terus mendekat ke arahnya,cakaran serta gigitan para hewan buas itu terus menyarang di tubuh Edward. dilain sisi rangkaian tinjuan yang yang keras juga dilancarkan kearah kepala hewan itu. pertarungan yang sangat sengit antar kedua belah pihak, berujung kematian dari kelima hewan buas itu dan luka yang sangat parah diderita Edward.
.
.
.
"Kya...apa yang ku pikir kan... ngomong ngomong pria itu memang tampan sih..tapi apa pria itu masih hidup?...pasti udah mati lah toh nyatanya dinegri peri saja hanya prajurit terlatih saja yang mampu mengalahkan satu digler itu... Sayang banget sih..hmm mungkin aku akan kesana lagi yaa...sekedar balas dendam dengan para digler itu karena sudah mengejar ku" ujar gadis yang telah Edward tolong.
Gadis misterius itu pun kembali ke dalam hutan,di perjalanan tempat terakhir kali dia melihat Edward. tak terdengar suara apa pun, seakan semua keributan tadi ditelan bumi, keadaan hutan sangatlah hening dan betapa terkejutnya gadis misterius itu melihat seekor binatang buas itu mati dengan mengenaskan, keadaan disekitarnya pun memperlihatkan pertarungan yang sengit antara Edward dan hewan tersebut.
"Hei... gadis bodoh kenapa kembali kesini.."
ujar Edward dengan tubuh yang penuh luka dan bercucuran darah.
"Dasar pria mesum kenapa kau selalu memanggil ku wanita bodoh.." ujar gadis itu.
"Yaa karena kau memang bodoh dan lain kali jika kau mau kesini lagi sebaiknya bilang kepada ku terlebih dahulu agar aku membawa pedang untuk membunuh hewan buas ini"ujar Edward dengan pengelihatan yang mulai memudar.
Edward tampak pingsan setelah berbincang ringan dengan gadis misterius itu, gadis itu bergegas berlari ke arah Edward untuk memastikan apakah ia masih hidup.
"hei...jangan mati dulu bodoh.. aku tahu dalam hal ini aku yang bersalah karena meninggalkan mu, yang datang untuk menolong ku dari keganasan digler itu." ujar gadis itu.
derai air mata terus membasahi pipinya, seakan sangat bersalah sudah meninggalkannya seorang diri menghadapi buas yang ia sebut digler itu.
sebuah kesan pertama yang sangat heroik dirasakan gadis itu, dengan terbata-bata dalam tangisnya ia terus meminta maaf atas kejadian ini.
karena tahu dalam situasi ini menangis bukanlah sebuah jalan keluarnya, dengan terburu-buru ia menuju pasar yang ramai akan penduduk desa bernia untuk meminta pertolongan. dalam larinya menuju pasar untaian akar pohon membuat nya tersandung, namun hal sekecil ini tak membuat nya patah semangat untuk menolong Edward. dengan menahan air mata yang seakan memaksa keluar, akhirnya ia sampai di pasar itu dan menyampaikan semua yang telah terjadi dihutan.
__ADS_1