THE LEGEND OF KING EDWARD

THE LEGEND OF KING EDWARD
Ch 1 : perjuangan Antara hidup dan mati


__ADS_3

"tolong...tolong...ada seseorang yang terluka parah ditengah hutan itu, anda semua harus segera menolongnya" gadis itu berteriak ditengah kerumunan orang yang berada di pasar, dengan terengah-engah.


"apakah benar nona...lantas dimana kejadian itu" sahut seorang pria, yang diikuti oleh beberapa orang lainnya mulai mendekati gadis itu.


"aku tak berbohong tuan...pria itu sedang tergeletak di tengah hutan, dekat sebuah pohon ek yang sangat besar, dan dia terluka akibat diserang seekor hewan buas" jawab sang gadis misterius.


"baiklah nona saya percaya pada anda... sebentar saya akan membantu nona untuk mengumpulkan para penduduk desa, untuk bersama-sama pergi ke hutan" ujar seorang pria lainnya.


para penduduk desa mulai mempercayai gadis itu,dan segera pergi kehutan untuk menyelamatkan Edward.


derap langkah para penduduk menggema di seluruh desa, tak butuh waktu lama untuk mereka sampai diperbatasan pasar dan hutan , karena jaraknya yang tak terlalu jauh. namun tampak wajah yang gelisah ditunjukkan para penduduk desa, karena mereka tidak berani memasuki hutan ini.


"ayok tuan-tuan pria itu sedang sekarat ditengah hutan ini...namun anda semua tak usah khawatir, hewan buas itu telah binasa dibunuh oleh pria yang saat ini akan kita tolong" ujar gadis misterius itu.


kegelisahan para penduduk desa telah sirna mendengar apa yang gadis itu katakan. dan mereka pun bergegas menuju ketengah hutan, tempat Edward terlibat baku hantam dengan hewan-hewan buas itu.


betapa terkejutnya mereka melihat sesosok hewan yang tak pernah dijumpai didesa ini sekali pun.dan tak jauh dari mayat hewan itu Edward sedang tergeletak mengerang kesakitan.


"Hei...hei... ternyata Pria yang diserang hewan-hewan ini tak lain adalah Edward... Kita harus segera membawa dia kerumah kakeknya segera" teriak seorang pria yang menemukan Edward terlebih dahulu.


Dengan terburu-buru mereka terus berlari menuju rumah kakeknya, sembari membawa Edward.


Seluruh bagian tubuh Edward dipenuhi luka-luka yang sangat serius, dan dari luka ini pun terlihat betapa ganasnya hewan yang menyerang Edward. darah terus mengalir dari luka-luka yang ia derita.


Dalam kondisi pingsan sekali pun,tampak Edward mengalami kesakitan yang amat pedih,tubuhnya bergeliatan dan dia pun terus menerus berteriak ayah dan ibu, seakan hal ini mengingatkan dia hari dimana ayah dan ibunya mati didepan mata kepalanya sendiri.


"Tuan-tuan sebaiknya kita percepat langkah kita, kondisi Edward semakin menghawatirkan"


Mendengar hal itu, para penduduk desa pun mempercepat langkah mereka. agar dapat sampai kerumah Edward lebih cepat.


Namun tak terlihat sesosok gadis yang telah diselamatkan Edward, keadaan nya seakan hilang entah kemana.


karena terlalu khawatir dengan kondisi Edward seluruh penduduk tidak merasa ada sesuatu yang hilang.


.


.


.


setiap detik keadaannya semakin memburuk, dan membutuhkan pertolongan secepatnya.


"Seseorang harus segera memanggil thabib untuk datang kerumah kakek Edward, sementara aku dan yang lainnya akan menuju rumahnya" ujar rombongan yang membawa Edward.


.

__ADS_1


.


.


"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu dari rumah kakek Edward.


"Kek...Edward dalam bahaya, tolong segera buka pintu nya kek" ujar seorang pria yang ikut membawa Edward.


"Baiklah...aku akan kesana dan segera membuka pintunya" sahut kakek Edward.


Derap langkah kakek terus terdengar mendekat, dan terdengar suara pintu yang terbuka.


Saat kakek keluar dari rumah, terlihat lah kakek sangat sedih akan keadaan Edward, disaat yang bersamaan datang tabib terkenal didesa ini.


"Tuan-tuan sebaiknya Edward cepat dibaringkan di kamar nya, karena kondisinya sangat menghawatirkan" ujar thabib yang akan menolong Edward .


Para penduduk desa membawa Edward ke kamarnya, sembari menceritakan apa yang terjadi pada Edward.


tak lama tabib itu mengobati Edward , ia pun keluar dari kamarnya dan memberitahu bahwa kondisi nya saat ini sangat lah kritis, hanya semangat hidup yang kuat la yang mampu membawanya lepas dari kondisi kritis ini.


Para penduduk desa dan kakek, yang mendengar hal ini terlihat sangat terpukul,hari ini pun ditutup dengan kesedihan yang mendalam.semua penduduk desa sangat berharap kesembuhan Edward karena dialah aset penting desa ini.


.


.


.


sesosok misterius menyelinap masuk ke kamar Edward tak lama setelah itu, tampak cahaya yang terang menyelimuti kamar Edward.


Keadaan yang sangat misterius itu terjadi sebentar. sesaat setelah kejadian itu, tampak siluet seorang gadis keluar dari kamar Edward.


Tak diketahui siapa gadis ini, yang terpenting adalah ketika terbangun melihat cahaya yang menerangi kamar Edward sebelumnya, kakek bergegas ke kamarnya karena mencemaskan dia , kejadian tak disangka terjadi perlahan luka yang ia derita, berangsur membaik.


"kau beruntung, Karena peri itu telah menyelamatkan nyawa mu. mungkin sebentar lagi perjalanan mu akan dimulai nak" ujar kakek dengan wajah yang terus menatap Edward.


Keesokan paginya, sembari menyiapkan peralatan membuat pedang, kakek dapat seorang tamu yang tak lain adalah gadis yang diselamatkan Edward kemarin.gadis itu pun menceritakan tentang semua yang terjadi kemarin dan meminta maaf karena tidak dapat merawat Edward saat dia sedang membutuhkan.namun hal yang mengejutkan di bicarakan kakek.


"Maaf nak,tak usah berbohong lagi aku tahu siapa kau sebenarnya...hahaha dan aku pun tahu kau tak ada niat buruk untuk menyelakai Edward" ujar sang kakek.


"Le Morgan fey, Seorang penyihir arcane kerajaan Britania memang Sulit ditipu, waktu pertama kali kesini pun aku sudah merasakan kekuatan sihir yang kuat selain dari tubuh Edward dan aku terkejut kalau kekuatan sihir tersebut berasal dari kakek" sahut gadis itu.


"Jangan terlalu memuji ku, karena aku hanya seorang pria tua. Dan jika kau ingin melihat Edward, masuklah ke kamarnya yang terletak di dekat dapur rumah ini" ujar kakek.


Gadis misterius itu memperkenalkan diri sebagai thalia santaz,dan tak banyak yang ia ceritakan tentang siapa sebenarnya dia.

__ADS_1


"Baiklah kek... sebenarnya aku ingin meminta izin mu, untuk merawat Edward selama beberapa hari" ujar thalia.


"Baiklah jika itu mau mu, aku pun sangat terbantu. Maaf aku tak bisa menemani mu kekamar Edward, karena harus melanjutkan pekerjaan ku" sahut sang kakek.


Satu persatu misteri tentang kakek yang mengasuh Edward selama 10 tahun pun terbongkar, seorang penyihir arcane yang mana di Britania saat ini hanya ada 3 penyihir arcane, termasuk merlin yang dianggap penyihir terkuat dalam abad ini dan seorang lagi penyihir arcane yang tak banyak orang ketahui.


"Hm... maafkan aku karena jika aku tak datang kesini pastinya kau tak terluka parah akibat serangan para digler itu" gumam thalia sembari merawat Edward sebisanya.


.


.


.


tiga hari telah berlalu sejak kejadian dihutan itu, tak sehari pun thalia absen untuk merawat Edward. kondisi Edward semakin membaik walaupun ia belum siuman sekalipun.


dalam tiga hari ini banyak penduduk yang bertanya bagaimana kondisi Edward,dan kakek pun hanya bisa menjawab bahwa kondisinya semakin membaik dan sudah ada seorang tabib hebat yang mampu menyembuhkan Edward.


Pada pagi hari ini pun, thalia datang kerumah Edward untuk merawat nya. sembari membuka balutan kain yang menutupi Bekas lukanya, thalia mengoleskan obat yang ia racik sendiri.


Selagi ia mengoleskan obat ini ke seluruh tubuh Edward.


Edward mulai membuka matanya perlahan-lahan, Betapa terkejut nya dia melihat sesosok gadis cantik mengoleskan obat ke sekujur tubuhnya.


"Haaaa...Kakek...kakek...ada gadis mesum dikamar ku... tolong kek..." teriak Edward melihat thalia yang ada di kamarnya


"Dasar pria bodoh aku ini yang kau tolong kemarin tahu...dan sejak kejadian itu kau pingsan selama tiga hari" Sahut thalia.


Akhirnya Edward pun menyadari bahwa gadis cantik yang ia lihat adalah wanita yang ia tolong sewaktu dihutan 3 hari lalu.


"Apa...aku pingsan selama 3 hari,ah sial seminggu lagi aku harus mengantar kan 100 bilai pedang ke kerajaan...khaak..."


Terdengar rintihan Edward yang masih belum sembuh total.


"Kamu masih sakit bodoh... mendingan tidur semua pekerjaan mu telah di lakukan oleh kakek mu tahu..." Ujar thalia


Mendengar rintihan dari Edward, kakek pun bergegas, melihat kondisinya dan ia menceritakan bahwa selama 3 hari thalia telah merawat Edward dengan baik.


"hahaha...kau sudah selamat dari kondisi kritis mu Edward, Semua ini berkat thalia yang merawat mu. seharusnya kau berterima kasih kepadanya" ujar kakek.


Tak berselang lama kemudian, kegaduhan terdengar dari arah pasar. letak rumah kakek yang dekat dengan sumber kegaduhan pasti cemas dengan apa yang sedang terjadi.


"suara gaduh apa itu kek, sebaiknya kita lihat apa yang sedang terjadi diluar sana. mungkin saja ada sebuah bencana alam yang menerpa desa" ujar Edward sembari mencoba berdiri sendiri


"baiklah, ayok kita keluar aku juga cemas dengan keadaan para penduduk desa" sahut sang kakek.

__ADS_1


mereka bertiga keluar dari rumah, keadaan sangat kacau. namun tak ada satupun tanda-tanda terjadinya bencana alam didesa ini.semua orang berlari dengan ketakutan, tampak tak jauh dari hadapan mereka seseorang sedang berteriak histeris.


"selamatkan diri kalian...desa kita sedang diserang monster, monster itu keluar dari hutan larangan..." teriak Pria itu yang membuat suasana semakin keruh.


__ADS_2