THE LEGEND OF KING EDWARD

THE LEGEND OF KING EDWARD
Ch 3 : awal kekuatan Edward


__ADS_3

tanpa ragu Edward mengambil ramuan itu dan segera meminumnya, tak lama kemudian tampak kekuatan dari ramuan yang ia minum mulai bekerja seluruh tubuhnya dipenuhi energi sihir yang berlimpah.


Ketika seluruh tubuh Edward dipenuhi energi sihir, ia langsung bergegas menuju pertarungan kakeknya.


"Tunggu kek...aku akan menolong mu"


Gumam Edward dengan mata yang melotot.


amarah Edward semakin menjadi-jadi tampak sebuah konsentrasi energi sihir yang tinggi ia pusatkan ditangannya dan membentuk sebuah pedang yang amat besar, pedang yang dipenuhi Amarah ini seakan bisa melenyapkan apa pun yang ditebasnya.


"dengan pedang ini, akan aku buat balasan yang setimpal karena sudah menyerang orang yang aku sayangi" gumam Edward yang sudah berada di dekat tubuh bicorn.


Kakek terkejut dengan bakat yang dimiliki Edward, walaupun tak pernah berlatih sihir ia mampu menciptakan sebuah pedang dari limpahan energi sihir yang ia miliki.


"Bagus nak... teruslah maju aku akan melindungi mu dari sini..." Kakek memberikan isyarat untuk Edward menyerang.


Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada Edward terus berlari menuju bicorn,


Hujan bola api terus dilancarkan bicorn dan dapat dipatahkan oleh sang kakek, Edward pun memperlihatkan tarian pedang yang sangat indah, seakan-akan setiap tebasan pedang nya menuruti apa yang ia perintahkan perlahan-lahan tubuh bicorn tercabik-cabik.


"Rasakan la itu... teknik berpedang yang ayah ku ajarkan selama lima tahun,akan membuat mu mati sebentar lagi" ujar Edward Sembari terus menyerang bicorn.


kedua tanduk nya pun telah hancur terkena serangan terus-menerus dari edward.


"Bagus nak... sekarang selesai kan pertarungan ini dengan sebuah serangan yang memiliki daya ledak yang besar, agar ia tidak dapat meregenerasi tubuhnya kembali" ujar kakek dengan terus menahan setiap serangan bicorn.


Dengan Kekuatan penuh yang ia miliki sekarang, Edward memperpanjang jangkauan pedangnya dan menghantam seluruh tubuh bicorn. terjadi la sebuah ledakan yang amat besar, tubuh bicorn pun perlahan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Melihat hal ini thalia Sangat gembira dengan perkembangan yang terjadi pada Edward,dan 1 jam pun berlalu.hal yang ditakutkan thalia adalah efek ramuan ini akan merusak seluruh sistem alat gerak Edward.


"Semoga apa yang aku khawatir kan tidak terjadi pada mu, serta kalian berdua tetap baik-baik saja" ujar thalia dengan wajah yang cemas.


Dari kejauhan pun tampak Edward dan kakek sedang berjalan menuju thalia, kondisi kakek terlihat sangat mengkhawatirkan akibat serangan brutal bicorn. Sebuah kejadian ajaib pun terjadi pada Edward, ramuan yang thalia berikan ternyata mampu membangkitkan kekuatan sihir yang Edward miliki dan tampa efek samping apa pun.


"Thalia kita harus bergegas ke desa, agar kakek cepat mendapatkan perawatan karena kondisinya sangat menghawatirkan" ujar Edward sembari menggendong kakek.


walaupun sangat kuat, tubuh Kakek sudah tak mampu untuk mengeluarkan energi sihir sebanyak yang ia gunakan saat bertarung melawan bicorn. beberapa kali ia muntah darah yang menunjukkan betapa lemahnya keadaan Kakek sekarang.


Mereka bertiga pun bergegas kembali ke desa bernia dan bukan tidak mungkin jika mereka terlambat mengobati sang kakek, kondisi kakek bisa semakin memburuk.


Dalam perjalanan pulang Edward meminta thalia agar berjanji menceritakan segalanya tentang siapa dia sebenarnya, thalia tampak hanya mengangguk mendengar hal ini.


"Syukurlah kau baik-baik saja, mungkin inilah takdir mu..." Gumam thalia dengan menampakkan senyum tipis.


namun rasa cemas Masih menghantui Edward seakan tak mau kehilangan kakeknya.Ia bersujud kepada seluruh tabib yang ada dan memohon agar dapat menyelamatkan kakeknya.


"Tolong...selamatkan Kakek ku tuan, dia membutuhkan perawatan secepatnya" ujar Edward dengan terus bersujud didepan para thabib.


"Baiklah tuan... namun sebaiknya kau angkat kepala mu, karena ini sudah kewajiban kami para thabib terlebih lagi kakek anda dan tentunya tuan telah menyelamatkan desa ini" ujar salah seorang thabib.


akhirnya para tabib berusaha semampu mereka, sementara para tabib berusaha menyembuhkan kakeknya, dengan menyimpan rasa sedihnya ia meminta penjelasan tentang yang terjadi semua ini.


"Jika kau ingin mengetahui siapa aku sebenarnya dan bagaimana ini semua bisa terjadi kau harus berjanji agar memenuhi sebuah persyaratan yang kuberikan" thalia mengajukan sebuah tawaran kepada Edward.


"Baiklah...aku akan memenuhi setiap persyaratan yang kau minta namun sebelum itu kau harus menceritakan segalanya kepada ku" Edward menerima Tawaran thalia.

__ADS_1


Seketika raut wajah thalia berubah serius, ia memulai ceritanya dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang peri. Hutan yang ada didesa ini merupakan gerbang antara dunia peri dan dunia manusia. Gerbang ini diciptakan oleh raja silvandor tenoch, pendiri sekaligus raja pertama Britania dan raja arhomelius santaz raja dari byzantium yang tak lain adalah ayah thalia sendiri. Gerbang ini diciptakan untuk menjaga keseimbangan kedua dunia dan bersamaan dengan gerbang ini mereka menciptakan sebuah mantera agar peri tak bisa menggunakan sihir didunia manusia dan sebaliknya.


Dunia peri yang hanya memiliki dua kerajaan yaitu byzantium dan protonium. Awalnya tak ada konflik antara kedua kerajaan, namun setelah kedatangan penyihir arcane dari kerajaan Britania, semuanya berubah protonium mulai melancarkan penyerangan terhadap kerajaan byzantium, Dengan tujuan akan merebut kekuasaan byzantium dan mengambil air keabadian dari tangan raja byzantium. Di perang kali ini kerajaan byzantium diambang kehancuran, dan akhirnya raja byzantium mengirimkan thalia ke dunia manusia agar ia dapat meminta pertolongan seorang kesatria yang kuat.


Mendengar hal ini seketika Edward memotong pembicaraan thalia.


"Jika kau memang peri...apa yang kau lakukan saat kami bertarung...bodoh..."


Edward tampak memegang kepala thalia seakan-akan marah padanya.


"Ternyata obat itu memperburuk kinerja otak mu...dan membuat mu semakin bodoh pria mesum...kan aku udah cerita tadi kalau peri tak bisa menggunakan sihir didunia manusia dan manusia pun tak bisa menggunakan sihir didunia peri dan sekarang kau perlu memenuhi persyaratan dari ku, yang mana kau harus bersedia ikut dengan ku kedunia peri" seketika wajah nya pun tampak cemberut.


Sebelum Edward dapat memberi Jawaban atas persyaratan yang thalia ajukan,,


Tampak para thabib yang mengobati kakek menghampiri mereka,dan memberi tahukan bahwa kondisi kakeknya sudah sangat parah dan yang bisa mereka lakukan hanyalah mengobati luka luar yang diderita kakek.


"Maaf tuan kondisi kakek anda sangat kritis, ia menggunakan banyak sekali energi sihir serta riwayat penyakit yang ia derita semakin memperburuk keadaan kakek anda" ujar thabib itu dengan nada lirih.


tak lama menyampaikan informasi itu para thabib itu pergi untuk mengontrol kondisi kakek nya lagi.


Tanpa basa basi thalia meminta Edward agar ia dapat menjadi kesatria bagi kerajaan byzantium. karena waktu pertama kali ia melihat Edward ia dapat merasakan aura kehidupan peri selain aura kehidupan manusia di tubuh Edward. Dan thalia pun berjanji akan meminta ayahnya untuk menolong kakek Edward.


"Jika kau mau menyelamatkan kakek mu datanglah kedunia peri bersama ku, itu satu-satunya cara terbaik" ujar thalia dengan memegang pundak Edward.


Karena merasa hal ini yang terbaik untuk kakek nya, Edward menyetujui permintaan thalia dan mereka pun bersiap untuk keberangkatan kedunia peri.


"Baiklah jika itu memang pilihan yang terbaik untuk Kakek ku, aku akan ikut kedunia peri... Namun bukan berarti aku akan ikut campur dengan urusan kerajaan mu, melainkan aku hanya ingin meminta pertolongan negri peri untuk merawat Kakek" ujar Edward.

__ADS_1


__ADS_2