THE LEGEND OF KING EDWARD

THE LEGEND OF KING EDWARD
Ch 5 : kemarahan sang putri


__ADS_3

"Seharusnya kau menyesal karena tak lari ketika para digler mu menyerang kami... karena sebentar lagi kau akan mati ditangan ku penyihir brengsek..." ujar thalia dengan mata yang melotot kearah penyihir itu.


Thalia mengutarakan semua amarah Kepada penyihir yang menyebabkan desa marcheseri hancur.pada saat itu pula ia meminta agar Edward tak membantu nya apapun yang terjadi.edward yang mendengar ini pun menghampiri kuda mereka dan menjauh dari tempat nya saat ini.


"Sebagai putri termuda...wajar saja kau bertingkah kurang ajar dan sampai-sampai tak mengenaliku seorang penyihir Protonium, anggota cakar singa putih...dan aku bernama axeler..." Axeler memperkenalkan diri dan bersiap untuk menyerang.


Raja protonium hanya memiliki satu putri yaitu, Angelica Mathew dan sang putri memiliki pasukan khusus yang langsung ia tangani sendiri. Salah satu nya pasukan cakar singa putih, pasukan ini diketuai oleh axeler yang akan melawan thalia.


walaupun tak terlalu kuat, tampak nya ada yang disembunyikan axeler dari thalia dan Edward.seketika pertarungan pun dimulai dengan cepat axeler menyerang dengan sebuah tombak Petir yang ia ciptakan dari memanipulasi sihir yang ia miliki.


" manipulasi sihir elemen petir... tombak Zeus..." ujar axeler sembari melempar tombak yang petir yang ia buat.


karena melawan thalia yang seorang penyihir tipe bertahan,dengan mudah ia menghalau manipulasi sihir petir yang diciptakan axeler.


Tak tinggal diam melihat semua serangan nya dapat dihalau thalia, axeler mempercepat pergerakan nya dengan memberikan semacam pendorong petir dikedua kakinya.


"jangan Sombong dulu putri, itu hanyalah pembuka bagi serangan ku yang lebih kuat"


ujar axeler yang melesat dengan cepat.


"kau pikir aku takut dengan gertakan semacam itu, majulah penyihir brengsek hari ini akan menjadi hari kematian mu..." Ujar thalia dengan menyiapkan sebuah manipulasi benteng es.


sebuah benteng yang ia ciptakan sanggup menahan semua serangan apa pun, Selagi axeler menyerang benteng pertahanan thalia dengan serangan membabi-buta. disaat itu pula thalia sedang menyiapkan sebuah serangan kejutan untuk mengalahkan axeler.

__ADS_1


Dan terlihat betapa sempurnanya penguasaan sihir thalia, dengan memanfaatkan lapisan luar benteng es nya, ia dapat membuat kloning dirinya dengan sangat bagus.


"rasakan lah itu kloning diriku, akan mengalahkan mu dalam sekejap" gumam thalia yang berada dalam benteng es miliknya sembari menyiapkan serangan melalui kloning dirinya.


dari kloning itu pula, memancarkan kekuatan sihir yang sama kuat nya dengan kekuatan yang thalia miliki. Karena hanya berfokus pada menyerang benteng pertahanan thalia, Axeler tak menyadari bahwa thalia Telah menciptakan sebuah kloning yang sangat kuat, dengan kloning nya ini thalia dapat bertahan sekaligus menyerang.


"cih...dasar pengecut beraninya hanya bertahan saja, tapi benteng ini tak cukup kuat untuk menahan serangan ku kali ini" gumam axeler yang terus menyerang benteng es thalia dengan sembrono.


"hahaha... serangan mu tidak dapat menggores benteng es ku sedikit pun, Sekarang rasakan la serangan ku...." suara thalia menggema di seluruh desa, bersamaan dengan axeler yang dipukul mundur oleh serangannya.


Melihat kondisi sedang terdesak,lantas axeler mundur sembari memanipulasi sihir dan membentuk sebuah tombak Petir dengan ukuran berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.karena merasakan konsentrasi sihir yang sangat kuat sedang diciptakan axeler, thalia pun tak tinggal diam dan memberi pasokan energi sihir yang besar ke kloning miliknya guna menciptakan serangan yang mampu mengimbangi tombak petir axeler.


" ghyaaa... dasar putri sialan, rasakan lah amukan tombak Zeus..." teriak axeler yang melempar tombak petir nya.


Dan tak butuh waktu lama axeler melemparkan tombak petir nya kearah thalia sontak thalia mengarahkan kloning dirinya sendiri untuk menghalau tombak petir yang axeler ciptakan. Perlahan tombak petir yang mampu menembus kloning milik thalia pun berubah menjadi es, thalia membuka benteng pertahanannya dan menjelaskan bahwa kloning yang ia miliki, memiliki kemampuan khusus yang mampu membekukan apa pun yang dapat menghancurkan nya.


"Dan dengan Serangan ku kali ini aku akan membunuhmu penyihir brengsek..." Ujar thalia.


sebuah serangan penghabisan pun dilancarkan thalia, dan kecurigaan thalia terbukti, seekor singa putih bersayap menyelamatkan axeler dan menghanguskan serangan thalia sebelumnya.


"Bwahahaha...tampak nya kau sudah mengantisipasi kejutan ku kali ini..singa putih ku ini butuh waktu tidur yang lama setelah memakan semua penduduk didesa ini dan rasakan la kekuatan ku yang sebenarnya"


Thalia tampak telah menyiapkan rencana untuk mengalahkan axeler dan singa putih nya, dengan santai ia menghindari serangkaian bola api dan tombak petir yang dilancarkan oleh singa putih dan tuannya axeler.sembari

__ADS_1


"apa cuman segitu kemampuan kalian, aku dengan mudah menghindari setiap bola api dan tombak petir yang terus mengarah padaku..." ujar thalia dengan santai menghindari setiap serangan.


tampak sesekali thalia menembakkan bola-bola es kearah mereka berdua,namun bola-bola es ini dengan mudah dipatahkan oleh singa putih. ternyata ini semua sudah direncanakan thalia serangkaian serangan bola es yang dilemparkan thalia, hanya untuk mengalihkan perhatian mereka. Sembari menghindari serangannya , ternyata thalia perlahan mengumpulkan energi sihir guna membentuk kloning dirinya yang lebih besar dari ukuran singa putih axeler, axeler yang terlalu meremehkan thalia pun sekali lagi terjebak dalam strategi yang thalia buat.


Dan saat keadaan thalia terpojok disebuah reruntuhan bangunan desa ini, sebuah serangan kejutan diberikan oleh kloning dirinya.


"sialan kau putri, selama ini kau hanya menghindar untuk mengumpulkan energi sihir sebesar itu..." ujar axeler yang kaget mendapat serangan dari kloning thalia yang sangat besar.


Axeler yang baru menyadari sebuah kloning yang lebih besar dari singa putih miliknya,ia pun baru tahu betapa menakutkan nya kekuatan yang thalia miliki. Dengan ketakutan ia terbang menjauh dari desa.


"Bwahahaha...kau memang kuat putri thalia namun serangan ku kali ini pasti bisa membunuhmu tuan putri thalia bwahahaha..." Ujar axeler.


Tampak sebuah konsentrasi energi sihir yang sangat besar membentuk lelehan magma.dan dengan menciptakan sebuah tombak yang lebih besar dari sebelumnya, tentunya ini akan menjadi sebuah serangan yang sangat mematikan. Tak ingin mengambil resiko lebih besar thalia melempar kan kloning dirinya kearah mereka berdua.karena serangan mendadak dari thalia, axeler pun tak sempat menghindar apalagi balik menyerang thalia. Tubuh mereka yang membeku pun jatuh dan akhirnya hancur menimpa reruntuhan bangunan desa ini.


"akhirnya... aku dapat membalas dendam semua warga desa, yang telah dimakan singa putih sialan itu..." gumam thalia sembari berjalan menghampiri Edward.


Edward dibuat terkagum-kagum melihat pertarungan thalia, ia tak menyangka putri cantik nan anggun seperti dia mempunyai kekuatan sihir yang amat besar. dilain sisi bukannya senang karena sudah mengalahkan axeler, raut wajah thalia terlihat sangat sedih.


"wah... tadi pertarungan yang hebat thalia, kau tak memberi sedikit pun celah baginya untuk melukai mu.tapi... kenapa kau malah bersedih


bukannya dengan mengalahkan penyihir itu kau telah membalas dendam semua warga desa" ujar Edward yang menyadari bahwa thalia masih merasa sedih.


"hm...aku tidak apa-apa kok, tapi Ward sebaiknya kita tinggal di desa ini untuk sementara waktu, karena Masih banyak warga desa yang mati dan harus segera dimakamkan...aku harap kau bersedia membantu ku mengubur mereka yang mati didesa ini" ujar thalia dengan nada lirih.

__ADS_1


Edward menyetujui permintaan thalia, mereka berdua pun bergegas mengumpulkan mayat-mayat yang akan dikuburkan.


__ADS_2