THE LEGEND OF KING EDWARD

THE LEGEND OF KING EDWARD
Ch 2 : kekuatan le Morgan fey


__ADS_3

"Roarrr...." Suara monster itu menggema di seluruh desa.


Letak desa bernia sangat jauh dari pusat kerajaan Britania , oleh karena itu akan sulit untuk meminta bantuan atas kejadian ini.


"Sebaiknya kita cepat bertindak atas kejadian ini, karena sangat berbahaya jika hewan buas itu terus mendekat ke sini" ujar thalia.


hewan buas itu semakin mendekati desa, dan terlihat sepanjang jalan yang ia lalui dapat menghancurkan apapun yang didepan nya.


Dalam kondisi yang belum sembuh total ini tentunya Edward tak mampu mengalahkan hewan buas ini, terlebih lagi hewan buas yang satu ini jauh lebih kuat dibandingkan hewan buas yang ia lawan sewaktu dihutan.


"Khek...dasar hewan brengsek...apa tidak bisa nunggu aku sembuh total dulu baru muncul..." Reaksi Edward melihat sesosok hewan buas itu datang


"Nggak usah belagu jadi pahlawan deh...dengan semua luka ini kau hanya akan jadi santapan bagi dia...bodoh..." Thalia mencegah Edward yang ingin melawan hewan buas itu.


"Apa yang dikatakan thalia tidaklah salah, seharusnya kalian berdua evakuasi semua penduduk desa dan biarkan kakek yang melawan hewan itu" ujar kakek dengan nada yang tegas.


Thalia setuju dengan yang dikatakan kakek, kakek memberikan instruksi kepada mereka berdua untuk mengevakuasi para penduduk desa bernia ke sebuah benteng dekat perbatasan antara desa sebelah yang letaknya di sebelah barat daya desa bernia dan dia yang akan mengalahkan hewan buas ini.


Awalnya Edward sangat tidak setuju dengan yang dikatakan kakek sebelumnya, karena Edward tak tahu bahwa Kakek seorang penyihir arcane.


Thalia pun menjelaskan betapa kuatnya sihir sang kakek, merasa sangat dibodohi Edward kecewa karena kakek menyembunyikan sesuatu sepenting ini dari nya.


"Sebentar lagi kau akan tahu kenapa selama ini aku menyembunyikan identitas ku sebagai seorang penyihir arcane...dan kita tak punya waktu lagi, cepat pergi evakuasi penduduk desa ini" ujar kakek dengan tatapan mata yang tajam.


Mendengar kata kata itu Edward pun percaya pada kakeknya, Edward dan thalia pergi untuk mengevakuasi seluruh penduduk desa bernia ke sebuah benteng yang letaknya disebelah barat daya desa bernia.

__ADS_1


Sesaat sebelum pergi, Edward Berkata pada kakeknya agar ia harus tetap hidup dan berjanji akan menceritakan segalanya setelah semua ini selesai.


Sang kakek mengiyakan semua yang dikatakan Edward,dengan kondisi yang sekarang ini ia dan thalia, dengan cepat mengevakuasi seluruh penduduk desa.


"Thalia berapa orang lagi disebelah sana..."


ujar Edward sembari terus mengevakuasi penduduk desa


"Nggak banyak lagi...dan setelah ini Kita bisa pergi ke benteng itu..." sahut thalia yang masih melihat keadaan sekeliling.


Keadaan semakin parah hewan buas itu semakin mendekati desa, untungnya semua penduduk dapat dievakuasi dengan cepat. Sontak thalia pun mengajak Edward pergi namum Edward tak menggubris perkataan thalia ini dan dia berniat untuk melihat secara langsung pertarungan kakek nya.


Melihat situasi ini kakek tak banyak berkomentar dan mengatakan kau harus lebih hebat dari ku dan tetap la hidup sebagai seorang kesatria...nak.


Thalia yang sudah tahu betapa keras kepala nya mereka berdua terpaksa mengikuti kemauan kedua orang itu. tak lama kemudian dengan menggunakan sebuah tongkat kayu yang telah usang, kakek pun terbang menghampiri hewan buas itu.


Kata-kata kakek menunjukkan seakan dia mengetahui rahasia besar dikerajaan Britania, tentang sebuah negeri yang tak terjamah manusia.


Dengan kecepatan terbang yang tinggi kakek berniat membawa bicorn tersebut jauh dari desa dan tampak bicorn tersebut mengejar Kakek yang sedang menuju sebuah kota mati yang letaknya tak jauh dari desa.


Edward dan thalia pun tak bisa mengimbangi kecepatan terbang kakek,dan mereka butuh waktu untuk sampai ketempat pertarungan antara kakek dan bicorn tersebut.


bicorn ni mengeluarkan sebuah bola api yang besar kearah sang kakek, bola api yang bisa melulu lantahkan sebuah kastil sekali pun,dan dengan mudah nya kakek menghancurkan bola api itu dengan sebuah bola api yang lebih besar lagi tentunya.


"Bwahahaha... ternyata Hanya segini kekuatan bicorn yang disebut raja hewan buas ini..." ujar kakek setelah dapat menghancurkan bola api bicorn.

__ADS_1


Akhirnya Edward dan thalia sampai ditempat pertarungan kakek dan bicorn, setelah melihat teknik manipulasi sihir kakek mereka berdua terdiam sejenak membayangkan betapa hebatnya penyihir arcane.


Serangan demi serang yang dilancarkan bicorn dapat dipatahkan dengan mudah oleh sang kakek, dan tampak dari kejauhan sebuah tombak api yang sangat besar tercipta dari energi sihir yang dimiliki kakek, terjadila sebuah ledakan sihir, kepulan asap menyelimuti tubuh bicorn, tempat sekeliling bicorn hangus terbakar Karena tombak api sang kakek dan tak lama kemudian siluet tubuh bicorn mulai terlihat, dan betapa terkejutnya kakek, bicorn itu pun tampak tak bergeming sedikitpun. Bukannya Bertambah lemah dengan Serangan dari sang kakek sebelumnya, tubuh bicorn Malah tambah membesar dan memancarkan energi sihir yang lebih besar dari sebelumnya.


Keadaan pun berbalik, tampak bicorn sedang mempersiapkan sebuah bola api besar untuk menghanguskan sang kakek.


"Bwahahaha... sensasi yang sangat jarang kurasakan selain bertarung dengan merlin bicorn brengsek" ujar kakek sembari menyiapkan teknik manipulasi sihir yang lebih kuat.


sekali lagi terlihat dua kekuatan sihir yang kuat menghantam satu sama lain, menciptakan sebuah ledakan sihir yang amat besar.


"ternyata... kekuatan ku sudah melemah karena penyakit ini, ditambah lagi kondisi fisik ku sudah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir" gumam kakek setelah mengeluarkan satu teknik yang menguras banyak energi sihir.


Tampak nya kakek sangatlah menikmati pertarungan kali ni dan tak disangka kakek pun memiliki hubungan dengan seorang merlin yang dianggap penyihir terkuat dalam abad ini.sudah tiga jam berlalu namun pertarungan ini belum mencapai klimaks nya, tampak kakek telah kelelahan melawan bicorn dan serangan nya pun lebih lemah dari sebelumnya.


Sakit parah yang diderita kakek mulai menguras banyak energi sihir dan stamina sang kakek. Sekarang keadaan mulai berbalik,kakek dipojokkan dengan Serangan dari segala arah yang diluncurkan bicorn.untungnya thalia dan Edward yang berjarak agak jauh dari pertarungan ini tak terkena dampak apa pun, tampak nya kakek memang sengaja menjaga jarak dengan Edward dan thalia agar mereka dapat terus hidup.


Edward tak bisa Hanya diam melihat kondisi kakeknya,dia bersikeras untuk ikut dalam pertarungan.


"Kakek... bertahanlah kek...aku akan membantu mu..."Edward berusaha berdiri dan membantu kakeknya


"Dengan kondisi mu yang sekarang kau takkan bisa mengalahkan dia bodoh..."


Tak sedikit pun thalia mencegah Edward dan terlihat sebotol ramuan yang memancarkan energi sihir yang kuat ia berikan kepada Edward


"Minumlah ramuan ini dan dalam 30 menit ke depan fisik mu akan kembali pulih, serta kau akan memiliki kekuatan sihir setingkat penyihir arcane, namun dibalik semua itu akan ada efek samping akan kau alami" ujar thalia sembari menyodorkan sebotol ramuan yang ia bawa ke arah Edward.

__ADS_1


thalia menjelaskan bahwa efek dari ramuan itu, tak lain akan melumpuhkan sistem alat gerak miliknya untuk sementara. dilain sisi jika Edward beruntung, ramuan itu bisa saja membangkitkan kekuatan sihir Edward yang sangat besar dalam tubuhnya sehingga ia dapat menetralisir efek buruk dari ramuan ini.


__ADS_2