The Little Consort

The Little Consort
Eps. 100: Episode Akhir


__ADS_3

Dua bocah kecil tampak sedang bermain di pinggiran Danau Houchi. Kedua wajah bocah itu hampir serupa, hanya saja mereka berbeda jenis kelamin. Tidak jauh dari sana, tepatnya di pendopo taman Danau Houchi yang bagian atasnya dipayungi pohon persik dan magnolia, sepasang suami istri asyik bersua sambil mengawasi dua bocah kecil itu. Kemudian, di sebelah sana tepatnya di dekat jembatan Danau Houchi, beberapa orang pelayan menunduk, menunggu majikan mereka.


Li Anlan menyeruput teh susu hangatnya dengan perlahan. Sensasinya begitu luar biasa saat air manis itu memasuki tenggorokan dan lambungnya. Di hadapannya, Long Ji Man memandangnya penuh cinta. Mata itu adalah mata yang tak pernah bosan dia lihat, yang tak pernah bosan dia salami arti dan kedalamannya.


Kedua putra-putri kembarnya sekarang sudah berusia tujuh tahun. Long Ji San dan Long Ji Shi tumbuh menjadi bocah kecil yang sehat dan lincah. Long Ji San mewarisi ketampanan ayahnya, sementara Long Ji Shi mewarisi kecantikan ibunya. Dua bocah itu tumbuh dengan karakter mereka masing-masing.


Sejak usia empat tahun, Long Ji San mulai menampakkan kemampuan dan kecerdasannya. Bocah itu ahli mempermainkan orang dan suka bersenang-senang. Dia sering menyasar seluruh pelayan dan pengasuhnya. Tingkahnya ini mungkin menurun dari sifat ibunya yang urakan dan liar.


Adiknya, Long Ji Shi, lebih parah lagi. Saat usianya empat tahun, Long Ji Shi sering menyentuh senjata dan mengacak-acak dokumen negara yang ada di meja kerja ayahnya. Bocah perempuan itu seringkali penasaran dengan segala sesuatu yang berbau pemerintahan. Mungkin, dia mewarisi sifat kepemimpinan ayahnya. Dia juga sering bermain bersama para pejabat yang baik hati sambil sesekali bertanya mengenai apa itu negara, apa itu menteri, apa itu pengadilan, dan masih banyak lagi.


Long Ji Man dan Li Anlan cukup dibuat pusing oleh tingkah kedua putranya. Namun, seberapa nakalnya mereka berdua, Li Anlan dan Long Ji Man menyayangi mereka tanpa batas. Mereka seperti giok yang sangat mahal dan berharga. Keduanya mendidik anak-anak mereka dengan berbagai ilmu yang sekiranya dapat bermanfaat dan sesuai dengan perkembangan otak dan psikologisnya.


Anak-anak mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ayah dan ibu mereka seorang Raja dan Ratu Kerajaan Dongling yang hebat, wajar saja jika anak-anaknya juga memiliki kemampuan di luar kemampuan anak-anak lain. Li Anlan dan Long Ji Man tidak membiarkan mereka belajar di Akademi Kerajaan, tetapi memilih mendidiknya secara pribadi. Ini adalah langkah terbaik untuk pendidikan usia dini. Jika sudah besar, keduanya baru diperbolehkan keluar mencari ilmu di institusi lain.


Selain mengurus anak-anaknya, Li Anlan punya hobi baru. Ketika mereka masih berada di dalam kandungan, dia pernah ngidam ingin membangun sebuah lapangan rumput yang luas. Keinginannya ditolak Long Ji Man, namun kemudian dikabulkan karena Li Anlan marah-marah dan menolak bertemu dengannya selama satu minggu. Tidak disangka-sangka, lapangan rumput itu ternyata digunakan Li Anlan sebagai lapangan golf.


Dia meminta Biro Pembangunan Istana untuk membuat sebuah stik golf dari kayu. Bolanya terbuat dari kain yang diberi sedikit pemberat. Selama masa kehamilan, Li Anlan seorang Permaisuri dan Ratu Kerajaan Dongling sering bermain golf memakai baju resmi kerajaannya.


Hobi itu terus berlanjut hingga kini. Long Ji Man dan beberapa keluarga kerajaan lainnya juga sering ikut bermain.


Bagi mereka, permainan golf yang diciptakan Ratu sangat unik dan menyenangkan. Tak jarang mereka mengadakan kompetisi untuk mengetahui siapakah pemain yang paling hebat.


“Adik, lihat! Di sana ada teratai dan lotus yang sudah mekar. Ayo, kita berenang ke sana!” ucap Long Ji San kepada adik kembarnya.


“Tidak. Berbahaya bagi anak kecil seperti kita berenang ke tengah danau.”


“Adik, bicaramu seperti ayah! Tidak seru!”


“Kakak, kau tidak ingin mati tenggelam kan?”


“Aku bisa berenang. Ibunda sudah mengajariku bagaimana cara bertahan di dalam air. Kalau kau tidak percaya, aku bisa membuktikannya!”


Long Ji San hendak melompat ke dalam danau, tetapi Long Ji Shi menahannya. Bocah perempuan itu menarik jubah kakaknya sekuat tenaga dan menarik tubuhnya dari tepi danau. Dua bocah kembar itu saling tarik menarik. Satu orang berusaha menceburkan diri, satu orang lagi berusaha menarik tubuh menjauhi danau.


“Kakak, yang benar saja! Tubuhmu kecil, kau tidak akan bisa ke sana walaupun Ibunda sudah mengajarimu!” seru Long Ji Shi sambil terus menarik kakaknya.

__ADS_1


“Ji Shi lepaskan aku! Aku mau memetik bunga lotus dan teratai!”


“Ji San mengapa kau sangat bodoh?”


“Apa? Kau bilang aku bodoh? Siapa yang sebenarnya bodoh?”


“Selain bodoh, kau juga keras kepala seperti Ibunda!”


Dua bocah itu beradu mulut. Pengasuh yang melihat perkelahian mereka langsung bergegas, kemudian berusaha memisahkan keduanya.


“Tuan Putri, Pangeran, jangan berkelahi!” seru pengasuh sambil menciptakan jarak di antara Long Ji San dan Long Ji Shi.


Sia-sia saja pengasuh memisahkan mereka. Long Ji San dan Long Ji Shi adalah dua bocah keturunan Raja dan Ratu, keras kepalanya mereka sama seperti keras kepalanya Raja dan Ratu. Dua bocah kembar itu tidak mempedulikan perkataan pengasuhnya, kemudian kembali beradu mulut sambil berusaha menarik lengan baju masing-masing.


“Mengapa mereka terus berkelahi?” tanya Long Ji Man sambil memijat kepalanya, pusing dengan tingkah kedua putranya.


“Yang Mulia, sifat mereka menurun darimu,” seloroh Li Anlan sambil menyesap aroma teh susu yang wangi.


“Apa maksudmu? Sifat mereka jelas-jelas menurun darimu!”


“Kepalamu lebih keras dari batu.”


Li Anlan melotot. Wanita itu mulai kesal. Cangkir teh susu di tangannya disimpan seperti dilemparkan hingga isinya tumpah. Dia menatap tajam suaminya seolah hendak membunuh seorang musuh.


“Lalu mengapa kau jatuh cinta padaku?”


“Itu hal berbeda! Huang An, urusan cinta tidak ada kaitannya dengan penyakit keras kepala!”


“Hah, yang benar saja! Jika bukan karena perbuatanmu, mereka tidak akan pernah ada!”


“Siapa yang tahu kalau itu akan menanamkan dan menumbuhkan makhluk seperti keduanya?”


“Kalau begitu kau tidur sendiri saja di istanamu!”


Ucapan terakhir Li Anlan membuat Long Ji Man terkejut. Dia merubah ekspresinya. Celaka, wanita itu sudah menggunakan senjata pamungkasnya sebagai ancaman. Kalau Li Anlan sampai menolaknya, dia tidak akan bisa menikmati malam-malam indah. Dia tidak akan bisa memeluk tubuh kecil Li Anlan yang selalu membuatnya candu!

__ADS_1


“Huang An, aku hanya bercanda. Kau jangan marah ya?”


Li Anlan memasang wajah datar, kemudian berbalik membelakangi suaminya. Long Ji Man kemudian bangkit dari posisinya. Pria itu tiba-tiba memeluk Li Anlan dari belakang sambil menyandarkan dagunya ke pundak wanita itu. Napasnya yang lembut menepuk bulu-bulu halus di wajah dan leher Li Anlan.


Cup.


Long Ji Man mengecup pipi istrinya dari samping.


“Jangan biarkan aku tidur sendiri, ya?” ucap Long Ji Man sambil memohon. Li Anlan menolehkan wajahnya, dia hendak berbicara sesuatu. Namun, bibir Long Ji Man malah menyasar bibirnya.


Itu seperti sengatan listrik yang kuat. Li Anlan perlahan membalas Long Ji Man. Sepasang suami istri itu saling memagut. Long Ji Man tidak pernah bosan merasakan bibir istrinya yang selalu terasa manis setiap saat. Begitu pula Li Anlan, dia juga tidak pernah bosan menggigit bibir suaminya seperti permen.


Para pelayan yang melihat Raja dan Ratu mereka bertengkar hal vulgar kemudian bermesraan seolah tidak ada orang yang melihat langsung menunduk. Mereka berpura-pura tidak melihat dan tidak mendengar apapun. Raja dan Ratu mereka terlalu terbuka. Mereka bahkan lupa bahwa di sini ada anak-anak mereka yang masih kecil.


Pengasuh yang tadi memisahkan Long Ji San dan Long Ji Shi menutup kedua mata bocah itu dengan jari tangannya. Adegan dewasa seperti itu tidak boleh dilihat anak kecil, bahkan jika itu adalah anak-anaknya sendiri. Long Ji San dan Long Ji Shi hanya terdiam ketika pandangan mereka dihalangi.


“Ini tidak akan selesai di sini,” ucap Long Ji Man melepas pagutannya.


Dia kemudian menggendong tubuh kecil istrinya yang indah, kemudian membawanya pergi dari pendopo taman Danau Houchi. Li Anlan mengalungkan tangannya di leher Long Ji Man. Pria itu benar, urusan ini tidak bisa diselesaikan di sini.


“Ji San, Ji Shi, kalian lanjutkan saja bertengkarnya. Ayahanda dan Ibunda masih punya urusan penting yang harus diselesaikan.”


Sepasang suami istri itu menghilang di balik jalan yang menuju Istana Xingyue. Tangan pengasuh yang menutupi mata Long Ji San dan Long Ji Shi terlepas. Adegan dewasa sudah berlalu.


“Apa mereka berkencan lagi?” tanya Long Ji Shi kemudian.


“Ckckck… Orang dewasa sangat tidak tahu malu!” ungkap Long Ji San sambil berdecak.


Dua bocah itu sudah tidak ingin melanjutkan pertengkaran mereka. Hari sebentar lagi malam. Long Ji San dan Long Ji Shi kemudian pergi ke Istana Hongwu. Mereka ingin bermain bersama kasim pribadi ayah mereka, Xiao Biqi, beserta Wang Tianshi dan Xie Roulan yang sudah menunggu di Istana Hongwu. Para pelayan kemudian mengikuti tuan-tuan kecil mereka. Senja membayang di langit Dongling, semburat jingganya sangat indah.


...***...


...Nah, ini udah bener-bener final ya! Dua episode terakhir ini adalah bonus sekaligus ucapan perpisahan Author sama Li Anlan & Long Ji Man. 100 episode ini adalah pencapaian luar biasa bagi Author di tengah-tengah padatnya dunia nyata. Sampai jumpa di kisah Li Anlan & Long Ji Man versi yang lain! ...


...Ttd. ...

__ADS_1


...Author The Little Consort...


__ADS_2