The Little Consort

The Little Consort
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat


__ADS_3

Joker berkata bahwa orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti. Ungkapan itu mungkin hanya berlaku pada sebagian orang. Nyatanya, kebanyakan penjahat ada karena bawaan lahir mereka. Dengan kata lain, mereka yang jahat kebanyakan memang sudah terlahir menjadi jahat tanpa harus disakiti terlebih dahulu.


Mantan Pangeran Agung, Long Ji Yu, dijatuhi hukuman mati akibat seluruh perbuatan jahatnya. Selain berkhianat dan berencana membunuh raja serta berselingkuh dengan permaisurinya, kejahatan Long Ji Yu satu persatu diungkap oleh Biro Penyelidikan Istana. Sumber informasi kejahatan Long Ji Yu berasal dari keterangan keluarga, catatan dan pembukuan, serta beberapa orang yang mengaku sekutu dan menyerahkan diri secara sukarela.


Dia akan dieksekusi pada akhir musim gugur di alun-alun kotaraja, disaksikan semua orang. Keluarganya, terutama perempuan, dicabut status keluarga kerajaannya dan menjadi rakyat biasa. Tidak hanya itu, beberapa anggota keluarganya yang terbukti berkomplot dan andil dalam perebutan takhta diubah statusnya menjadi budak. Para pelayan yang tidak bersalah dimerdekakan, dan mereka yang bersalah dijadikan budak dan tidak akan pernah dimerdekakan. Selain itu, keluarga Long Ji Yu juga diusir dari ibukota ke sebuah pulau kecil yang sering digunakan untuk menghukum penjahat kelas berat dan tidak boleh kembali ke ibukota seumur hidup.


Seluruh keturunannya dilarang menjadi pejabat. Itu adalah hukuman ringan yang diberikan Yang Mulia Raja mengingat Long Ji Yu sudah banyak berjasa terhadap kestabilan pemerintahan Kerajaan Dongling terlepas dari seluruh kejahatan yang dilakukannya. Jika bukan karena jasa, seluruh keluarga mantan Pangeran Agung itu sudah mati dieksekusi tanpa sisa.


Hukuman untuk mantan Permaisuri Jin, Han Jinxi juga sudah diputuskan. Berdasarkan pertimbangan keluarga kerajaan dan seluruh pejabat, Han Jinxi dinyatakan bersalah atas perzinaan dan percobaan pembunuhan Permaisuri Bangsawan. Dia diturunkan statusnya menjadi rakyat jelata dan bayi di dalam kandungannya akan diserahkan ke panti asuhan sebagai putra rakyat biasa tanpa status. Karena tidak melibatkan keluarga, Han Jinxi menjalani hukumannya seorang diri.


Han Jinxi juga diasingkan ke pulau yang sama dengan anggota keluarga Long Ji Yu dan dilarang kembali ke ibukota. Catatan perihal identitasnya dimusnahkan tanpa sisa. Dia akan menjadi orang terbuang yang hilang tanpa identitas.


Itulah hukuman yang pantas untuk penjahat sekelas mereka. Berdasarkan hukum Keluarga Kerajaan Dongling, seharusnya mereka semua dieksekusi hingga tujuh turunan. Tetapi, karena Yang Mulia Raja dan Ibu Suri Han Yuemei mempertimbangkan kembali dengan melihat jasa dan peran mereka, sedikit pengampunan bisa diberikan. Dengan hukuman seperti itu, baik Han Jinxi maupun keluarga Long Ji Yu tidak akan bisa berbuat apapun apalagi membalas dendam. Hidup mereka akan sangat menderita.


Antek-antek yang mendukung dan ambil bagian dalam kejahatan Long Ji Yu selama ini juga ikut terbongkar. Kebanyakan dari mereka adalah para pejabat tinggi yang seringkali berseberangan jalan dan bersilang pendapat dengan Long Ji Man. Mereka dihukum buang dan penjara, aset disita, kediaman disegel, dan seluruh keluarga menjadi rakyat biasa. Catatan prestasi mereka juga dihapus dan dimusnahkan.


Di atas kursi agungnya, Long Ji Man membubuhkan stempel kerajaan pada dekret yang mengesahkan hukuman untuk para penjahat. Dengan dibubuhkannya stempel keramat itu, hukuman resmi dijalankan. Pada hari itu juga, mereka yang dihukum di pengasingan langsung diberangkatkan dan dikeluarkan dari ibukota.


Para pejabat tak lagi menyela. Mereka menyadari bahwa tindakan raja mereka sudah benar. Selama ini mereka terlalu buta karena memandang seseorang hanya dari satu sisi. Akibatnya, mereka bukan hanya sering menentang raja, tetapi juga saling menjatuhkan hingga raja sering kesal dan marah.


Usai membubuhkan cap dan dekret sudah diberikan, Long Ji Man hendak menyudahi rapat di Istana Taiji. Tetapi, Menteri Perekonomian tiba-tiba memohon waktu sebentar untuk memberikan pendapat. Long Ji Man mengurungkan niatnya, kemudian kembali duduk di singgasananya yang agung.


“Apa yang hendak kau sampaikan?” tanya Long Ji Man dengan suara beratnya yang khas.


“Yang Mulia, sekarang posisi Permaisuri sedang kosong. Apakah Yang Mulia tidak ingin mempertimbangkan untuk mengangkat Permaisuri baru?”


“Maksudmu?”


“Yang Mulia, penjahat sudah dihukum. Sekarang, posisi Permaisuri sedang kosong. Hamba khawatir pejabat daerah akan mempertanyakan masalah ini. Apalagi, Yang Mulia tidak pernah mengangkat seorang Ratu. Jika seorang Permaisuri pun tidak ada, bagaimana cara kita menenangkan hati rakyat?”


Long Ji Man memijat pelipisnya. Urusan Han Jinxi dan Long Ji Yu saja sudah membuat kepalanya sakit hingga berminggu-minggu. Pejabat ini malah memintanya memikirkan pengangkatan seorang permaisuri baru. Permaisuri lama saja baru diturunkan dan baru diberangkatkan ke pulau pembuangan, bagaimana bisa dirinya berpikir tentang permaisuri baru?

__ADS_1


Meskipun keadaan politik terbilang stabil, tetapi kondisi rakyat yang masih terguncang akibat konflik internal keluarga kerajaan yang menyangkut Permaisuri Utama dan Pangeran Agung. Jika sekarang mengangkat permaisuri baru, selain sangat merepotkan, Long Ji Man juga tidak tahu wanita mana yang pantas diangkat menjadi Permaisuri Kerajaan Dongling. Dia tidak mau gegabah. Long Ji Man tidak ingin ada Han Jinxi kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.


Rapat hari itu berakhir tanpa keputusan pasti. Long Ji Man tidak berkata apa-apa dan dia langsung pergi dari Istana Taiji, meninggalkan para pejabatnya yang bertanya-tanya mengapa raja mereka bersikap seperti itu. Dia punya urusan yang lebih penting dibandingkan memikirkan pengangkatan permaisuri baru.


Pria itu kembali ke Istana Hongwu. Di tempat tidurnya, seorang wanita sedang terbaring lemah dengan mata terpejam. Sejak hari peperangan, Li Anlan tidak pernah membuka matanya lagi. Wanita itu tak sadarkan diri berhari-hari. Tao Zhun bilang, kondisi tubuhnya sangat lemah dan jiwanya mungkin sedang ada di dunia lain. Pertarungan sengit tempo hari mungkin telah menimbulkan sebuah guncangan besar di dalam diri Permaisuri Bangsawan.


Sambil memegang tangan Li Anlan, Long Ji Man kembali teringat pada waktu ketika dia mengalami penyerangan sepulang perjalanan dari panti asuhan. Setelah hari itu, Li Anlan murung dan menolak bertemu siapapun.


Wanita itu ketakutan karena tangan lembutnya telah membunuh banyak orang jahat. Sekarang, wanita itu pasti tenggelam dalam ketakutan yang sama yang lebih besar, karena yang dia saksikan bukan hanya sebelas dua belas orang, tapi puluhan orang. Wanita manapun pasti akan terguncang saat melihat adegan kekerasan yang tidak patut dipertontonkan.


“Huang An, apa kau ketakutan?” tanya Long Ji Man.


“Kau pasti sangat terkejut. Aku ingin meminta maaf karena sudah melibatkanmu. Huang An, selama kau sadar, aku berjanji tidak akan membuatmu berada dalam bahaya lagi.”


Dia mencium kening Li Anlan dengan lembut. Long Ji Man berjanji tidak akan membuat Li Anlan terlibat dalam pertarungan lagi. Wanita itu sudah cukup mengalami banyak bahaya dan hidupnya sering berada di ambang kematian. Long Ji Man tidak sanggup jika harus menyaksikan satu-satunya wanita yang membuat hatinya tergerak menderita.


“Man’er,” panggil seorang wanita. Long Ji Man menoleh ke asal suara. Ibu Suri Han Yuemei masuk dari pintu utama diiringi pelayan pribadinya.


“Ibunda.”


“Belum.”


“Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu.”


Ibu Suri Han Yuemei membawa putranya ke ruangan utama Istana Hongwu. Setelah memposisikan dirinya dengan nyaman di kursi yang empuk, Ibu Suri Han Yuemei menghela napas sejenak. Dia mengatur napas dan suaranya. Setelah dirasa tenang, barulah dia mulai berbicara,


“Apa pejabatmu memintamu mengangkat Permaisuri baru?”


Long Ji Man agak terkejut. Mengapa kabar itu menyebar lebih cepat?


“Ibunda sudah mendengarnya?”

__ADS_1


“Sebagai pemimpin Istana Harem, aku sudah tentu tahu. Menurutku, saran dari Menteri Perekonomian bisa diterima.”


“Maksud Ibunda?”


“Man’er, aku sudah tua. Usiaku sudah tidak muda. Aku perlu seseorang yang bisa membantuku mengurusi wanita istana. Mengangkat Permaisuri baru bukan hal buruk.”


“Tapi, itu hanya tentang masalah waktu dan hanya akan diganti dengan orang lain.”


“Mengapa kau tidak mempertimbangkan Nyonya Li Huang An?”


“Huang An? Maksud Ibunda, Permaisuri Bangsawan?”


Ibu Suri Han Yuemei mengangguk.


“Tapi, dia seorang Permaisuri Bangsawan. Posisinya sangat istimewa dan sangat spesial. Posisi Permaisuri Bangsawan lebih cocok untuknya. Ibunda juga mengetahui dengan pasti, Huang An tidak pernah tertarik pada urusan harem. Dia membenci banyak wanita istana dan sudah menyingkirkan mereka yang mengganggunya.”


“Hakikatnya, dia tetap seorang wanita. Dia adalah istrimu, selirmu, pasanganmu. Tanggung jawabnya tidak hanya sebatas pada perannya sebagai bawahan yang menyandang status Permaisuri Bangsawan, tetapi juga tugas seorang istri yang membantu suaminya.”


Long Ji Man tampak menimbang. Jika Li Anlan diangkat menjadi Permaisuri Utama, maka status Permaisuri Bangsawannya akan dicabut. Wanita itu tidak suka dipaksa. Jika tiba-tiba dia menjadi Permaisuri Utama, betapa marah dan kesalnya dia saat waktu itu tiba.


Mengangkatnya menjadi Permaisuri Bangsawan saja sudah harus dengan kesepakatan, apalagi menjadi Permaisuri Utama.


“Kita tidak harus mencabut statusnya sebagai Permaisuri Bangsawan. Aku yakin, dia bisa menjalani peran itu dengan baik.”


“Lalu bagaimana dengan selir-selirku yang tersisa? Huang An sangat tidak menyukai mereka.”


“Kita lihat perkembangan kesehatannya. Kau dapat meminta pendapatnya perihal para wanita itu.”


Meskipun Ibu Suri Han Yuemei seorang pemimpin Istana Harem, tetapi dia tidak berpikiran sempit. Dia tahu menantunya tidak suka jika suaminya memiliki banyak istri. Pemikirannya mengarah pada emansipasi dan penghapusan hierarki hukum istana dan kesetaraan wanita. Menurut pendapat Ibu Suri Han Yuemei, ada banyak cara memperkuat pemerintahan tanpa harus adanya ikatan pernikahan yang tak lain dan tak bukan hanyalah sebuah bentuk penyanderaan. Dia banyak belajar dari menantunya. Li Anlan adalah figur wanita merdeka.


Sesuatu yang harus dilakukan oleh mereka kini adalah menunggu wanita itu sadar kembali. Masalah pengangkatan Permaisuri baru tidak bisa diputuskan hanya dari satu pihak saja. Long Ji Man perlu persertujuan dari Li Anlan yang mungkin akan berpengaruh pada kehidupannya di masa depan.

__ADS_1


“Huang An, aku harap kau bisa segera membuka matamu.”


...***...


__ADS_2