
...Beberapa hari setelahnya, Sora membawa Asumi ke tempat tempat yang belum dikunjungi Asumi di desa baru mereka, Aria, Hijiri, dan Sora sangat senang dengan kembalinya Asumi ke tempat asalnya....
...Di tempat lain, Zeorus memanggil Tartarus untuk mengadakan pertemuan, Tartarus menerima sebuah pesan dari seekor burung merpati yang terbang entah dari mana, Tartarus lalu membalas pesan itu sekaligus menerima permintaan Zeorus, Tartarus lalu membuka portal menuju ruangan tempat Zeorus menunggu....
..."secepat itu rupanya kau datang?...sama sekali tidak terduga" Zeorus menyambut dengan nada sedikit tinggi...
..."hanya mendengarkan tujuanmu dan aku akan pergi" Tartarus membalas dengan ekspresi yang datar...
..."sudah jelas bukan?, bocah itu, kau membantu meluruskan apa yang seharusnya terjadi agar tidak ada percabangan waktu bukan?" Zeorus bertanya...
..."jaga bicaramu Zeorus, dia adalah orang yang berperan penting pada akhirnya" Tartarus terlihat sedikit marah, bersiap untuk menyerang....
...Tartarus lalu menghancurkan tanduk yang ada di kepala Zeorus dengan 1 kali tatapan, "memilih kematian di tanganku jauh lebih buruk dari pada mati terpenggal" Tartarus kemudian mengeluarkan aura keemasan dan mulai menyerang Zeorus....
...Singkat cerita, Tartarus berhasil mematahkan 1 tanduk lagi, lalu menghancurkan armor milik Zeorus, kemudian bersiap untuk serangan akhir, sayangnya sebelum sempat mengakhiri Zeorus, Tartarus kemudian diserang oleh Grounder A1, yaitu senjata pemusnah massal yang belum sempurna, diciptakan oleh Zeorus dengan menyerap semua kekuatan artefak yang belum aktif....
...Tartarus kemudian hilang kesadaran lalu terbangun di sebuah gurun tanpa penghuni, sementara itu Zeorus terlihat puas dengan kemampuan Grounder A1 yang sudah bisa membuat seorang pejuang sekelas Tartarus hampir mati meskipun belum sempurna....
__ADS_1
..."Tartarus, kau bisa saja mati saat ini, tetapi tembakan itu adalah peringatan bagimu" Zeorus sedikit tersenyum....
...sementara itu......
..."Aku ingat dulu pernah melihatmu, ya...aku pingsan karenamu, itu yang kumaksud" Hijiri berpikir...
..."benarkah?, ingatanmu benar benar buruk ya?" Asumi bertanya dengan wajah yang terlihat kesal...
..."entahlah, ingatanku samar samar, tapi aku yakin kalau itu adalah kau, selain itu...aku tidak ingat, aku hanya ingat tatapannya" Hijiri menambahkan dengan nada sedikit ragu....
...Hijiri dan Asumi terus berjalan melewati pedesaan baru mereka, sementara Sora dan Aria terlihat sedang membicarakan sesuatu....
..."menurutmu?, dengar...Asumi adalah orang yang baik, rajin menabung, dan penyayang" Sora berkata dengan penuh keyakinan....
..."bukan itu, apakah kau sadar bahwa sejak kembalinya Asumi, artefak kuno yang kita temukan bersinar lagi, bahkan cahaya yang dihasilkannya lebih terang lagi" Aria membalas...
..."maksudmu...Asumi adalah bahan bakar untuk membuat lampu?" Sora bertanya dengan wajah polosnya....
__ADS_1
..."seperti yang Asumi pernah katakan, kau sangat pintar..." Aria menggerutu...
..."terima kasih pujiannya..." Sora membalas dengan tersenyum...
..."Lah..." Aria mulai kebingungan....
...Asumi dan Hijiri yang terus berjalan akhirnya menemukan pusat pedesaan baru mereka, di sana terdapat sebuah bola besar bercahaya yang diberi nama "The Great Light"....
..."The Great Light...beberapa hari sebelum kedatanganmu, bola besar ini jatuh dari luar angkasa, anehnya bukannya menyebabkan kehancuran, bola ini malah membantu warga mempercepat penyelesaian desa" Hijiri menambahkan dengan wajah sedang kebingungan...
..."The Great Light?...bukan sebuah kata yang asing bagiku..." Asumi mulai berpikir keras....
...Sementara itu, Zeorus hampir berhasil menyempurnakan Grounder A1, dia membutuhkan tahap akhir untuk penyelesaian senjata pemusnah massal buatannya itu....
..."Grounder A1...kau sudah mendekati wujud kesempurnaan, hanya dengan sentuhan akhir, dan semesta akan tunduk padaku" Zeorus tersenyum memandang Grounder A1...
...Sementara itu Tartarus terus berjalan tanpa arah yang jelas, sambil terus berjalan, ia mulai khawatir....
__ADS_1
..."senjata itu...wujud dari kehancuran yang sesungguhnya, Zeorus...apa yang kau rencanakan?" Tartarus bertanya bersamaan dengan sampainya ia ke pedesaan baru tempat tinggal Asumi, ia lalu terus berjalan, dan kemudian pandangannya terpaku pada The Great Light....
..."penyelesaian akhir...mungkinkah yang dimaksud Zeorus...?" Tartarus bertanya sambil terus menatap objek besar di depannya itu...