
Warga desa akhirnya berhasil menyelesaikan proyek kapal itu dan beristirahat, Sora menghampiri teman temannya dan melihat Asumi sedang murung, ia lalu mencoba menanyakan keadaannya
"Ada apa Asumi?, ada masalah?" Tanya Sora kepada Asumi yang sedang murung
"Entahlah, aku merasa sepertinya akan ada suatu hal yang terjadi, mungkin sebuah bencana atau apapun itu" balas Asumi kepada Sora
"Tartarus sudah mengatakan bahwa bencana itu adalah desa yang tenggelam..." balas Sora kepada Asumi
"Tetap saja aku merasa ada yang aneh...aku tiba tiba merasa seperti akan ada sesuatu yang lebih mengerikan dibanding itu" Asumi menambahkan
"Itu hanya perasaanmu saja, saat ini kapal sudah selesai...aku masih tidak tahu apakah Zeorus akan menyerang lagi atau tidak...kita harus berhati hati"
"Aku tahu itu, kemungkinan Zeorus sedang mempersiapkan rencana baru untuk menghancurkan kita..." ucap Hijiri sambil menghampiri mereka
"Asumi...perasaanmu itu sangatlah wajar..."
"Terima kasih..." Asumi dan Hijiri lalu berpelukan sebagai tanda persahabatan mereka yang sudah mulai membaik
Tartarus yang sedang melakukan pengawasan di sana juga datang dan menghampiri
"Asumi, kurasa...semuanya sudah berjalan sesuai takdir" ucap Tartarus sambil membuka topengnya
"Aria...kau terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, ada apa?" Tanya Lelia
"Tidak ada...mungkin hanya perasaanmu saja" Aria membalas dengan wajah memerah, ia langsung berbalik dan mencari sesuatu yang bisa ia kerjakan
"Hijiri...Aria, lama tidak bertemu" ayah dan ibu mereka tiba tiba datang dan menyapa mereka
"Ibu...ayah? lama tidak bertemu" Hijiri berjalan ke arah keduanya lalu memeluk mereka, begitu juga dengan Aria
"Eeh...tumben kau memanggil ibu dengan sebutan ibu" ledek ayah Hijiri
"Aku minta maaf, saat itu aku masih kecil bukan?..." balas Hijiri sambil tertawa kecil
Asumi memperhatikan mereka lalu mulai semakin sedih, ia merasa merindukan orang tuanya, ia sangat ingin bertemu mereka
"Asumi, apakah kau juga merindukan orang tuamu?" Tanya Sora
Asumi mengangguk sambil tersenyum sedikit, Sora membalas anggukan itu dengan membalas senyum
"Kurasa...aku juga" ucap Sora
"Salah satu dari kalian akan segera bertemu dengan mereka" ucap Tartarus dengan nada berat
"Ibu dan ayah masih hidup?" Tanya Asumi dan Sora dalam hati
Tartarus hanya diam, ia seperti menyembunyikan sesuatu, Tartarus lalu berbalik dan melihat pria misterius yang selalu meneror Asumi dari kejauhan
Pria itu lalu menghilang secara tiba tiba
Tartarus menoleh dan melanjutkan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun
Asumi dan Sora lalu saling bertatapan dengan wajah kebingungan
Tartarus dan pasukannya terus mengawasi keadaan sekitar, tidak ada musuh
Asumi dan teman temannya memutuskan untuk beristirahat
Di malam harinya, mereka mengadakan acara perayaan untuk merayakan kebersamaan mereka setelah beberapa waktu menyelesaikan proyek kapal raksasa itu, di malam itu, seluruh warga desa di bawah cahaya lampu yang berkelap kelip.
Mereka semua menikmati hasil kerja keras mereka, ada yang bercengkrama, makan bersama, bermain bersama.
Beberapa dari mereka memutuskan untuk menyalakan kembang api, Asumi dan Sora duduk bersebelahan di bawah sinar lampu itu, bersama Hijiri, Aria dan Lelia yang saat ini menikmati malam perayaan ini.
Terkecuali Asumi dan Sora yang merindukan kedua orang tuanya, sesekali Aria mencoba menatap Asumi dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
di tengah kesedihan Asumi, Tartarus datang dan menasehati Asumi dan Sora
"dengar, jangan menunggu hingga kebahagiaan ini selesai baru kalian ingin memulainya...lupakan masalahmu sejenak" ucap Tartarus menasehati
__ADS_1
Asumi dan Sora tersenyum mendengar itu, mereka lalu mencoba ikut dalam saat saat membahagiakan ini, Asumi sangat bahagia di malam itu.
Ia tidak pernah merasa seseorang mempedulikannya selain di tempat ini
Satu per satu wajah mereka tersenyum ceria menikmati malam itu
Melakukan segala kegiatan kebersamaan untuk mempererat persahabatan mereka
Melakukan kegiatan doa bersama dan menaruh harapan masing masing ke dalam sebuah kertas yang dimasukkan ke dalam botol lalu dilempar ke lautan.
Asumi menaruh harapan agar ia bisa bertemu dengan orang tuanya
Sora menaruh harapan untuk selalu beruntung dalam segala hal
Lelia menuliskan harapan agar suatu hari ia bisa bertemu dengan orang orang baru di luar sana
Hijiri berharap agar bisa dipertemukan kembali dengan teman teman lamanya di desa dia sebelumnya
Sedangkan Aria menaruh harapan agar suatu hari Asumi bisa lebih akrab dengannya
Tartarus juga menaruh harapan yaitu agar suatu hari nanti ia bisa mencoba berbagai makanan dari seluruh dunia
Mereka semua menaruh harapan rahasia mereka dan mulai saling menebak nebak harapan satu sama lain
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan pria misterius yang selalu meneror Asumi ini (kita beri nama dia "Dark Side")
Ia juga membuat sebuah permintaan, ia menuliskan permintaannya yaitu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna
Entah tugas apa yang dimaksudnya, yang jelas, dia sama sekali tidak disadari keberadaannya oleh siapapun di sana
bagi Asumi, malam itu adalah malam terbaik di hidupnya, mereka semua berharap agar harapan mereka bisa terkabul secepatnya
Keesokan paginya, Asumi terbangun dan dikagetkan dengan kedatangan Aria yang membawakannya makanan
"Eh?, ada apa?" Tanya Asumi kepada Aria
Asumi menerima itu dengan tersenyum, ia sangat senang
"Kurasa...terima kasih, kau tidak mampir dulu sejenak?, pagi ini aku akan membuat teh..."
"Tidak...tidak perlu, aku terburu buru" ucap Aria langsung pergi dengan tergesa gesa
"Tetangga yang baik..." ucap Asumi dalam hati
Salah satu tetangga Asumi lalu menatap Asumi dengan wajah iri.
Asumi membalas tatapan tetangganya dengan memainkan salah satu alisnya ke atas dan ke bawah dengan cepat berkali kali lalu masuk ke rumah sambil mengangkat bungkusan itu seolah ingin memamerkan bungkusan itu ke tetangganya
"Sialan, anak itu mendapat perhatian dari seorang gadis cantik" tetangga Asumi kesal dan masuk ke rumah
Asumi terlihat sangat senang saat memakan makanan itu, bukan karena perhatian dari Aria, tetapi karena rasanya yang sangat enak
Saat sedang makan, Asumi berpikir bagaimana cara membalas kebaikan keluarga Hijiri kepadanya
Keesokan harinya...
Asumi lalu mencoba memasak, memasak apa saja yang bisa ia masak
Dengan bahan seadanya, ia dapat menciptakan masakan yang sangat enak (tidak heran karena dia mandiri sejak awal)
Asumi lalu keluar dari rumahnya membawa kantong berisi makanan dalam sebuah wadah, saat akan menutup pintu, ia melihat tetangganya juga keluar dari rumah.
Ia memperhatikan bahwa tetangganya juga membawa sebuah kantong yang berisi sesuatu, mereka saling bertatapan, saling memperhatikan kantong masing masing.
Setelah beberapa saat terus bertatapan dengan wajah keheranan, keduanya lalu pergi, akan tetapi mereka ternyata selalu berada di 1 jalur yang sama.
Di jalan, Asumi terus menebak nebak, kemana tujuan dari tetangganya ini sebenarnya
Tetangga Asumi juga mencoba menebak nebak tujuan dari Asumi, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah rumah secara bersamaan.
__ADS_1
Mereka terhenti dan saling menatap
"Apa yang kau bawa itu?" Tanya tetangga Asumi
"Katakan dulu, apa yang kau bawa?" Tanya balik Asumi
"Tidak mau..." kata si tetangga
Asumi lalu mengalihkan pandangannya ke arah rumah yang ada di hadapannya
Si tetangga lalu melangkah terlebih dahulu ke arah rumah itu, setelah mengucapkan salam, seseorang lalu membuka pintu
Asumi terlihat menahan tawa di tempat ia berdiri saat itu
Si tetangga kebingungan, lalu menoleh dan kaget melihat seorang anak kecil yang membuka pintu
"Ehh...terima kasih paman...kau tetangga yang baik" ucap anak itu sambil meraih kantong makanan milik tetangga Asumi, ia lalu berbalik dan menatap Asumi
Sambil menahan tawa, Asumi lalu berbelok ke arah lain kemudian berlari dan tertawa lepas
"Sialan...dia menipuku..." umpat si tetangga dalam hati dengan nada kesal
Asumi akhirnya sampai ke rumah Hijiri, membawakan makanan yang dibuatnya tadi pagi, yang kebetulan masih hangat.
Hijiri menerima makanan itu dan berterima kasih, Aria keluar dari dapur dan melihat Asumi berada di depan pintu dengan kakaknya
Sora datang dengan Lelia dan menyapa Asumi
"Eh...biasanya kau hanya di rumahmu, Asumi...ada apa sekarang?" Tanya Sora
"Tidak, hanya membawakan makanan ini sebagai ucapan terima kasih, masakan yang dikirim ibumu sangat enak...aku suka"
"Ibu memasak?...tapi kurasa ibu tidak pernah mengirim..." ucapan Hijiri tiba tiba terpotong saat menyadari sesuatu
Hijiri menoleh ke belakang dan melihat Aria, Aria yang terkejut tiba tiba bertingkah aneh, terlihat seperti orang yang salah tingkah.
Hijiri mulai paham dengan sikap adiknya itu, ia hanya tersenyum tipis
Di tempat lain, Tartarus dan pasukannya mendeteksi sebuah pergerakan besar dari luar angkasa menuju bumi, pasukan Tartarus semuanya bekerja sama untuk memastikan benda apa ini.
"Pergerakan yang aneh, itu berkecepatan tinggi, namun masih jauh" ucap Tartarus
"Apakah kau bisa mendeteksi sejauh itu?"
"Tentu saja tidak, hanya saja...frekuensi yang dihasilkan oleh benda ini sangat besar sehingga setumpul apapun kemampuan sensorikku, aku tetap bisa merasakannya dari jarak sejauh apapun"
"Jadi menurutmu, kapan benda ini akan sampai?"
"Sekitar 48 jam lagi, aku mengatakan itu karena meski berkecepatan tinggi, benda ini terlihat seperti berhenti di berbagai titik"
"Apakah benda ini berhenti sejenak saja atau..."
"Tidak, benda ini bergerak sangat lambat, tetapi memiliki kecepatan yang tinggi...maksudku dia bergerak sangat lambat, tetapi kecepatannya meluncur sangat cepat"
"Ini artinya benda ini bukan benda mati"
"Kurasa begitu, benda ini juga sepertinya bergerak setiap 3 jam sekali setiap sampai ke 1 titik" tambah Tartarus
Saat sedang mengamati langit, Tartarus dan pasukannya tiba tiba dikejutkan dengan kemunculan banyak makhluk menyeramkan dari bawah tanah.
Tartarus dan pasukannya mencoba mengatasi kekacauan ini, namun makhluk makhluk ini seperti tidak bisa tenang
Pasukan Tartarus tumbang satu per satu, di antara mereka ada yang sampai tewas
"Apakah makhluk makhluk ini memiliki nalurinya sendiri?..." tanya salah seorang pasukan Tartarus
Tartarus lalu menyadari sesuatu dan menatap ke arah langit
"apakah akan terjadi untuk kedua kalinya?" Tartarus memandangi langit dengan wajah tegang
__ADS_1