The Overworld Universe

The Overworld Universe
Episode 20: Kembalinya para legenda


__ADS_3

Pagi ini, Sora dan Aria berangkat menuju pasar, mereka mencari bahan untuk masakan


mereka ingin memasak untuk para penjaga The Great Light yang akhir akhir ini tampaknya tidak diincar oleh musuh


Di tengah perjalanan menuju pasar, mereka berbincang


"Sora...bisa kau percaya?, menurutmu Asumi benar benar berkhianat?" tanya Aria


"dilihat dari segala bentuk perilakunya, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa dia berkhianat, harusnya kita bisa membedakan pengkhianat dan balas dendam" balas Sora kepada Aria


"kau benar...dia hanya kecewa, pengkhianatan biasanya adalah balas dendam yang dilakukan sejak awal...bukan dengan cara mendadak seperti ini" Aria menyimpulkan


"Aria...jika benar ini adalah akibat dari kekecewaan...artinya masih ada harapan untuk dia sadar" ucap Sora kepada Aria


"kurasa begitu" balas Aria


.....


"sialan, para perampok yang kabur" teriak seorang gadis yang sedang kesal melihat ke arah beberapa preman yang sedang kabur


"aih?, pagi pagi begini sudah ada keributan?...ayolah, karakter figuran tidak usah cari masalah" ucap Sora sambil dengan santainya berjalan


Para preman itu tertawa lepas sambil terus berlari, mengira mereka akan berhasil melakukan aksinya, namun belum sempat para preman itu berhenti tertawa, dengan cepat mereka semua terpental dengan kondisi wajah yang memar.


"huhh...yang benar saja, para preman itu kalah dengan mudahnya?" tanya gadis yang dirampok tadi


"kau lupa konsepnya?" tanya Aria kepada gadis itu


"tidak...bukankah memang itu dialog yang harus kuucapkan?" tanya gadis itu


"Cutt...sudah berapa kali kukatakan?, jangan membuat dialogmu sendiri, sangat sulit untuk mengadaptasikan fenomena The Great Light ini agar bisa mendapatkan nilai bagus" ucap Sutradara yang ternyata mereka sedang melakukan syuting untuk mengadaptasikan The Great Light sebagai fenomena baru.


Ini adalah 1 minggu setelah Asumi menghilang tanpa kabar, orang orang dari luar desa berdatangan untuk melakukan syuting film agar mendapatkan penilaian bagus dari para penontonnya.


Sora, Aria dan Lelia diminta untuk mengisi tempat sebagai 3 karakter utama dalam syuting film ini.


Dan hari ini mereka diminta untuk melakukan syuting di daerah pasar.


Aria, Sora dan Lelia lalu diminta untuk beristirahat dan melanjutkan syuting siang nanti


"sungguh, apa yang mereka bawa itu?, terlihat keren, apa itu semacam senjata?" tanya Aria kepada Sora dan Lelia


"kemarin mereka mengatakan nama alat itu...aku lupa" ucap Sora


"mereka menyebutnya sebagai "kamera", bukan?" tanya Lelia kepada 2 temannya itu


"dan apa itu yang mereka lipat?, apakah semacam buku?, kelihatannya seperti buku tebal...namun terbuat dari bahan yang aneh, dan aku tidak melihat kertas di sana" ucap Sora sambil menatap laptop editor yang ada di sana


"lihat itu...banyak tali tali aneh" Lelia lalu menunjuk ke arah kabel


Mereka terus membicarakan benda benda asing yang mereka lihat di area syuting


Tak lama kemudian Hijiri datang sambil membawa kamera, ia bertugas untuk melakukan dokumentasi di area syuting


"hei lihat...ada kak Hijiri, dia membawa apa?, ya kamera...benar?" tanya Lelia kepada Aria sambil menunjuk ke arah Hijiri


"alat itu...kau bisa menggunakannya?" tanya Sora kepada Hijiri


"tentu saja...alat ini memiliki fungsi sama seperti lukisan, tetapi jauh lebih mirip dengan aslinya" ucap Hijiri kepada Sora sambil terus memotret

__ADS_1


....


"apa kau yakin memotret semuanya dengan benar?" tanya salah satu petugas di sana


"benar...dengan menekan tombol ini bukan?" tanya Hijiri sambil menunjuk tombol On/Off pada kamera


Petugas itu lalu menatap ke arah Hijiri dengan wajah keheranan


Beberapa saat kemudian Hijiri keluar dari tenda sambil mengeluh, ia lalu dihampiri oleh Lelia


"ada apa?, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Lelia


"mereka bilang hasil kerjaku sangat buruk...entahlah, aku bingung" keluh Hijiri kepada Lelia


Dari kejauhan Sora dan Aria mengawasi mereka menggunakan teropong yang dipinjam Sora kepada petugas


"lihat...kakakmu sepertinya sedang ada janji dengan Lelia, hehehe" ucap Sora kepada Aria


"berikan padaku...apa yang sedang kau lihat?" tanya Aria sambil mencoba menggunakan teropong itu


"Wow...ayah dan ibu harus tau fakta ini" ucap Aria dengan ekspresi wajah sinis


Sora dan Aria terlihat tertawa tawa kecil sambil mengawasi Hijiri dan Lelia yang sedang berbincang di depan tenda


"mereka ada janji yaa sepertinya?" tanya Sora kepada Aria


"Ahaa...hal yang bagus di usianya saat ini" ucap Aria


"apakah kau iri, Aria...?" tanya Sora


Aria lalu mengalihkan pandangannya ke arah langit


"aku hanya merasa ada yang tidak lengkap di sini...Lelia baru saja kembali dari observasinya dari desa lain setelah Asumi pergi..." Aria melanjutkan


"kau merindukan Asumi bukan?..." tanya Sora kepada Aria sekali lagi


"eh...tidak...hehh lihat, Lelia dan kak Hijiri, di mana mereka?" teriak Aria mengalihkan topik


saat akan beranjak mengejar Hijiri, pandangan Aria dan Sora tiba tiba tertuju pada langit yang terlihat aneh


"langitnya...agak terdistorsi..." Sora bergumam


Tiba tiba dari atas langit turunlah Zeorus yang memutuskan untuk turun langsung menghadapi desa, Zeorus datang untuk merebut The Great Light sebagai langkah untuk menyempurnakan Grounder A1.


Penyerangan secara tiba tiba ini menyebabkan Sora dan Aria harus bekerja sama melawannya. namun sebelum itu, Hijiri dan Lelia sudah lebih dulu maju melawan Zeorus


Pertarungan yang cukup menyulitkan di mana Hijiri menggunakan kemampuan penuh dari bentuk Cosmical Break miliknya, namun tetap saja tidak mampu menghentikan Zeorus, bahkan Zeorus sama sekali tidak menyerang Hijiri, entah karena ia tahu tentang efek samping wujud itu atau hal lain.


Begitu pula dengan Lelia yang berkali kali mencoba untuk melakukan penyembuhan terhadap Hijiri yang memerlukan banyak sekali energi untuk menggunakan bentuk ini.


Sora dan Aria lalu datang membantu, pada kameramen di area syuting lalu keluar dan mencoba merekam langsung kejadian ini


Pasukan petugas elit di desa juga dikerahkan untuk menghadapi Zeorus saat ini, dengan perbedaan kekuatan yang begitu besar, Zeorus berhasil mengalahkan semuanya, termasuk Lelia dan Hijiri yang tak dapat mempertahankan wujudnya.


Sora dan Aria mencoba untuk membantu, namun tiba tiba saja Sora merasa lemah, ia merasa seperti kekuatannya ditekan oleh sesuatu.


" Sora...itu bukan takdirmu, tetap di sini dan lihat takdir yang berjalan sendiri" ucap cahaya di dalam diri Sora


"apa ini?...kau menekanku?" tanya Sora

__ADS_1


"maaf tapi ini bukan tugasmu" balas cahaya itu


"hei lihat di sana...mereka merekam kejadian ini, aku harus terlihat lebih keren..." teriak Sora kepada cahaya tersebut


"hei kawan lihatlah wanita bodoh itu...dia sudah membuat kita babak belur dan sekarang dia ingin terlihat keren di mata kita..." ucap salah satu pemeran preman kepada rekannya sambil menunjuk Sora yang sedang dalam pose ingin berlari namun tidak dapat bergerak.


"hei aku bisa mendengar kalian, jangan pikir kalian bisa bicara seperti itu dengan mudah, aku hanya melakukan sandiwaraku dengan totalitas" teriak Sora yang tidak dapat bergerak


"hei kawan...dia tahu apa tentang dunia acting?, menghajar aktor dengan sengaja berkedok totalitas" ucap salah satu pemeran preman sambil meminum teh hangat di depan tenda


"jaga mulutmu karakter figuran!!!" teriak Sora emosi


"Sora...jika seperti ini..." Aria bergumam


"apa...?" tanya Sora sambil perlahan memutar lehernya ke arah Aria


Aria yang menyadari keadaan Sora lalu memutuskan untuk berjuang sendiri, melawan Zeorus, namun tetap saja dengan perbedaan kekuatan yang begitu jauh, Aria dapat dikalahkan dengan mudah.


Zeorus secara perlahan mulai berjalan ke arah The Great Light dan mencoba menyerapnya, namun The Great Light lalu bereaksi dan mementalkan Zeorus.


Dari balik cahaya yang silau tersebut muncullah satu per satu para legenda kuno yang sebelumnya disebutkan oleh Aria dalam artefak yang ditemukannya.


Semua orang di sana terkejut dan serentak berteriak histeris melihat legenda masa lalu akhirnya muncul lagi


mereka saat ini berjumlah 4 orang dan salah satu dari mereka adalah Kirino


Mereka mulai memperkenalkan diri mereka sebagai *Kirino, Izumi, Taiji, dan Ryuma*


Mereka ber empat adalah generasi yang sebelumnya ada sebelum Asumi dan Sora, yang dipanggil dari masa lalu untuk menghentikan Zeorus.


Mereka ber empat lalu bekerja sama melawan Zeorus, dengan kemampuan mereka yang sudah berada di level yang sangat tinggi, jelas sekali Zeorus sangat kewalahan melawannya.


"sialan...kenapa harus sekarang?..." teriak Zeorus


Izumi lalu memimpin ke tiga rekannya untuk memojokkan Zeorus, namun sebelum itu Izumi memasuki wujud terkuatnya yang bernama *Mode takdir*, mode ini memungkinkan ia melihat masa depan dan masa lalu, tanpa berpikir panjang ia lalu memimpin pertempuran melawan Zeorus.


Dengan kemampuan yang dimilikinya, Izumi bisa mengetahui kapan Zeorus akan bergerak dan gerakan apa yang akan dilakukannya, sehingga akhirnya pertempuran berhasil dimenangkan oleh para legenda.


Zeorus yang merasa pertempuran ini akan membuatnya mati konyol akhirnya memutuskan untuk pergi lewat portal, para legenda lalu berbalik ke arah Sora dan perlahan menghilang sebagai cahaya.


Para kameramen yang merekam momen ini lalu menghentikan perekaman, Aria lalu bertanya


"kenapa kalian mematikan kamera?" tanya Aria


"kami menyadari bahwa penyebab utama kalian dalam bahaya saat ini adalah kedatangan kami...kami meminta maaf atas segalanya" ucap salah satu kameramen lalu menundukkan kepalanya


"yaa...tidak apa, tapi..." Aria menghentikan ucapannya seketika


"tapi apa?" tanya kameramen


...


3 bulan kemudian syuting selesai dan film yang mereka produksi akhirnya tayang, Sora, Aria, Hijiri dan Lelia diundang ke acara perilisan film ini.


"Hijiri...aku mengingat bagaimana orang itu hanya menghindari seranganmu, ia tidak pernah melakukan serangan balasan...apa ada sesuatu?" tanya Lelia


"aku tidak tahu...dalam wujud itu pikiranku seperti kosong" ucap Hijiri


Dari belakang Aria dan Sora terlihat sedang saling berbisik satu sama lain sambil tertawa kecil membicarakan kedekatan Hijiri dan Lelia

__ADS_1


Diiringi oleh sambutan para petugas, mereka para warga desa hari ini akhirnya dapat menikmati hasil kerja keras mereka, sekaligus menutup penderitaan lama mereka dan bersiap untuk tantangan baru suatu saat.


__ADS_2