
..."Asumi...aku baru melihatmu di sini, apakah kau juga pindahan?" tanya Hijiri...
..."bukan...ahaa...aku sudah ada di sini sejak lama, hanya saja aku jarang keluar rumah" balas Asumi kepada Hijiri...
..."kau suka mengurung diri ya?, tapi kau tampak akrab dengan orang di sini" tanya Hijiri lagi...
..."tidak...orang yang mengasuhku saat kecil mengatakan kepadaku untuk tidak sembarangan keluar rumah" Asumi membalas dengan senyuman...
..."jadi kau tidak punya orang tua?" tanya Hijiri...
..."aku punya...hanya saja aku belum tahu statusnya, kehidupan ini aneh ya...kadang kita merasa tiba tiba sudah besar, tanpa mengingat bahwa kita pernah jadi bayi" ucap Asumi...
..."berbicara tentang kehidupan...aku ingin bercerita sedikit" kata Hijiri...
...Asumi dan Hijiri lalu berjalan jalan sambil membicarakan kehidupan mereka, Hijiri bercerita bahwa saat dia kecil, orang tuanya terbunuh akibat sebuah insiden ledakan besar...
...ledakan ini mengakibatkan orang orang yang disayangi Hijiri tewas demi melindungi Hijiri, ayahnya masih selamat saat itu, namun kemudian ayahnya menikah lagi...
...hal ini tidak disetujui oleh Hijiri, tentu saja Hijiri merasa terpukul karena hal ini, terlebih lagi Hijiri tidak menyukai ibu barunya itu, namun Hijiri yang tidak bisa apa apa hanya bisa pasrah....
..."Mungkin aku terlahir tanpa hak yang bisa aku jadikan alasan untuk bertahan..." ucap Hijiri sambil menahan air mata...
..."Tidak, semua orang pasti memiliki hak nya masing masing...justru ayahmu lah yang tidak punya hak untuk menghalangi pendapatmu" ucap Asumi memberi nasehat...
..."aku tidak yakin dengan semuanya...semuanya...semua itu tidak akan mengubah sifat ayahku" Hijiri membalas sambil menatap ke angkasa sana...
..."kau benar, sifat seseorang tidak akan berubah jika ia tetap merasa bahwa dia adalah seorang penguasa" kata Asumi...
..."aku memiliki seorang saudara perempuan...sebenarnya dia adalah saudara tiriku, aku sangat menyayanginya...tapi aku malu untuk mengungkapkannya" kata hijiri meminta saran...
"keadaan seperti ini bisa terjadi jika salah satu dari kalian adalah orang yang tertutup, maksudku adalah...kalian harus bisa saling mendekatkan diri, ingat...itulah kesempatanmu satu satunya" ucap Asumi memberi saran
__ADS_1
...mereka terus berjalan sambil membicarakan kehidupan mereka, namun ketika Asumi melihat kearah hutan, ia melihat sosok pria misterius yang semalam, Asumi lalu berhenti dan mengejarnya, sebelum itu, Asumi menyuruh Hijiri berjalan duluan....
..."Ah...itu...pria misterius yang semalam..." ucap Asumi dalam hati...
..."ada apa?...kau memikirkan sesuatu?" Hijiri bertanya...
..."kau duluan saja, aku sedang ada urusan mendadak...terima kasih atas waktunya yaa"...
...teriak Asumi seraya pergi dan melambaikan tangan kearah Hijiri...
..."hei mau kemana kau?" Hijiri bertanya dengan nada sedang....
"maafkan aku, tapi kita masih punya hari esok" Sambil berlari Asumi berteriak kepada Hijiri sambil melambaikan tangan
...Asumi berlari kearah hutan dan berusaha mencari pria misterius tadi....
...Asumi terus berlari bahkan tanpa sadar ia telah sampai ke tengah hutan...
...seorang wanita kemudian datang menghampirinya....
..."kau terlihat seperti sedang kehilangan sesuatu...atau kau sedang mencari seseorang?...sejak tadi aku melihatmu seperti mencari sesuatu namun juga seperti mengejar seseorang..." tanya wanita tersebut...
..."apakah aku terlihat sedang mencari sebuah barang sambil berlari?...tentu saja aku sedang mengejar seseorang" ucap Asumi...
..."tapi sejak tadi yang kulihat adalah kau berlarian tanpa arah...bahkan aku tidak melihat orang lain berlari selain kau" ucap wanita tersebut...
..."tapi...jelas jelas dia berlari kearah sini..."...
..."kau berhalusinasi...mungkin kau kelelahan" tambah wanita tersebut...
..."kau tahu?...semalam aku bertemu dengan orang itu persis dihadapanku...bagaimana kau bisa mengatakan ini halusinasi jika terjadi 2 kali?" Asumi menegaskan...
__ADS_1
..."terserah kau saja, sekarang kau tersesat...aku tinggal jauh didalam hutan ini...artinya kau sudah berada jauh di dalam hutan..." ucap wanita itu sambil sedikit tertawa...
..."Hah?...a...apa?...apakah aku berlari secepat itu?" tanya Asumi dengan nada yang cukup tinggi...
...Asumi melihat sekeliling, semua jalan sudah terlihat gelap, ia tidak lagi menemukan tempat pasti dia datang sejak awal...
..."namaku Sora...Sora kurayami...aku punya impian untuk terbang...sayangnya aku hanya manusia hutan yang tidak mengenal dunia luar" ucap Sora bersedih...
..."cukup...aku akan membawamu ke rumahku setelah ini" ucap Asumi...
..."untuk apa?..." Sora bertanya...
..."aku ingin memasakmu...aku suka makanan hutan" ucap Asumi sambil tersenyum sinis...
..."Tidakk...aku tidak mau...dagingku tidak enak" teriak Sora sambil berusaha mendorong Asumi...
..."hanya bercanda..." ujar Asumi sambil tertawa...
..."sekarang aku harus pikirkan cara agar keluar dari sini..." Asumi menambahkan....
...selama berjam jam Asumi memikirkan caranya, hari semakin gelap dan Asumi semakin kebingungan, Sora merasa lapar lalu memetik beberapa buah yang kebetulan berada didekat mereka....
..."ini...aku tahu kau pasti lapar...cara keluar dari hutan ini sebenarnya tidak ada...aku pun sudah bertahun tahun tersesat disini" Sora mengeluarkan sedikit air mata...
..."kau tersesat disini selama itu?...berapa lama?" Asumi bertanya dengan nada yang sedikit sedih...
..."aku sudah berada disini selama 0,00548 tahun" ucap Sora (0,00548 tahun \= 2 hari)...
..."kubunuh kauuuu...dasar pembohongg" teriak Asumi dengan nada kesal...
...mereka terus saling kejar kejaran sampai mereka tidak menyadari keberadaan orang lain disana, dari kejauhan mereka diawasi oleh pria misterius yang dimaksud Asumi...
__ADS_1
..."ternyata begini rasanya menjadi orang lain" ucap pria misterius tadi sambil sedikit tersenyum...