
Makhluk bawah tanah terus bermunculan dan menyerang warga, Asumi dan teman temannya diminta untuk mengevakuasi diri bersama warga lain.
Ini adalah 46 jam tersisa hitungan mundur sejak Tartarus memulai prediksinya, makhluk bawah tanah yang terus bermunculan mengakibatkan kehancuran di mana mana.
Tartarus dan pasukannya bergerak menuju kapal, mencoba sekuat tenaga untuk menghalangi makhluk bawah tanah menyerang kapal
Makhluk makhluk ini terus mengejar penduduk hingga menewaskan banyak di antara mereka
Di tengah kekacauan ini, Asumi dan yang lainnya tidak tinggal diam, mereka menyiapkan rencana penyerangan balik sambil menunggu waktu yang tepat.
46 jam sekitar 26 menit tersisa hitungan mundur, penduduk mulai merasa cemas dengan semua kejadian ini
Di tengah kepanikan itu, Asumi lalu meminta bantuan mereka yang ingin menjadi relawan untuk ikut berjuang mempertahankan wilayah mereka.
"Baiklah semuanya, mungkin ini adalah pertempuran terakhir kita...jika kalian takut, jangan ragu untuk melarikan diri...tapi, kami tidak menjamin keselamatanmu saat kau sendiri" ucap Asumi menceramahi orang orang
Semua orang lalu berdiri, mereka semua lantas tersenyum kepada Asumi
"Apakah kehidupan petani hanya seputar tanaman?" Tanya seorang dari mereka
Semua orang langsung tersenyum mengerti perkataan itu
"Baiklah...kurasa...kita semua akan maju menghadapi ini..." Asumi berbalik lalu maju selangkah dan melirik ke belakang
"Sekali lagi...tolong tanyakan keputusan akhirmu kepada dirimu sendiri"
Semua orang lalu keluar dari perlindungannya, membawa apa saja yang dapat digunakan sebagai senjata, melakukan operasi terakhirnya untuk menentukan nasib alam semesta.
46 jam 11 menit tersisa, semua orang mulai bergerak melakukan tugasnya masing masing, seluruh penduduk lalu bergerak menuju kapal, mencoba membantu melindungi kapal, makhluk makhluk dari bawah tanah semakin membanyak, Asumi dan yang lainnya menyusul dan sekaligus menghabisi makhluk makhluk ini.
Suasana saat itu seperti sebuah perang, yang di mana semua orang bergerak untuk menghentikan pergerakan makhluk bawah tanah yang terus bermunculan.
Perlahan lahan tanah mulai retak, cahaya terang mulai nampak keluar dari celah retakan itu, 45 jam 59 menit tersisa hitungan mundur, para penduduk mulai kewalahan, pasukan makhluk bawah tanah semakin banyak.
Asumi lalu meminta Lelia untuk membagikan energi dari A2 yang sudah dinetralisir kepada semua penduduk, semangat para penduduk kian membesar, mereka mampu menandingi banyak makhluk bawah tanah sekaligus.
"Sialan, mereka terlalu banyak..." teriak Hijiri
Tanah seketika bergetar, tiba tiba muncullah 1 makhluk yang lebih besar di hadapan mereka,
__ADS_1
"Walrus...eh bukan, ya...?" Asumi mencoba menebak nama makhluk itu
"Walrus apanya...? itu jelas jelas makhluk spesies baru" teriak Sora menepis tebakan Asumi
Makhluk besar ini lalu mencoba melompat tetapi gagal, semua orang di sana kebingungan
Saat akan melompat untuk yang ketiga kalinya, Tartarus langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang, tetapi dengan tubuh sebesar ini, makhluk itu sanggup menghabisi sebagian pasukan Tartarus dalam sekejap.
"Kurasa...tidak ada pilihan lain"
"Asumi...kau mau kemana?" Teriak Sora
Asumi memutuskan untuk memancing makhluk ini keluar dari area aman, dan benar saja, makhluk ini akhirnya mati dimakan makhluk yang lebih kecil.
Makhluk besar itu tumbang dan menggeliat di tanah sambil meraung kesakitan
Asumi merasa iba dengan makhluk ini, tetapi ia merasa makhluk ini tetap tidak akan bisa selamat meskipun berada di area aman.
Asumi kembali ke area aman, makhluk bawah tanah sekarang tidak muncul lagi, makhluk makhluk itu berdatangan ke arah makhluk yang lebih besar tadi untuk memakan tubuhnya.
45 jam 24 menit hitungan mundur, semua orang beristirahat untuk makan, sekaligus mengobati luka mereka akibat pertempuran
"Kita tidak punya banyak waktu, kurasa..." ucapan Tartarus tiba tiba terpotong saat langit tiba tiba menjadi gelap
Mereka bersama sama menatap ke angkasa, melihat bentuk mengerikan makhluk itu, di saat semua orang dibuat penasaran dengan apa itu.
Sebuah bola mata besar dari atas langit lalu terbuka, semua orang lalu terkejut bukan main, makhluk itu saat ini sudah berada di atas kepala mereka.
"Apa apaan...ini lebih cepat dibanding perkiraanku..." Tartarus terkejut bahwa hasilnya, Selgorus benar benar datang
Tiba tiba seluruh daratan di sana mulai retak, dari retakan itu muncul pancaran cahaya yang sangat terang, bersamaan dengan itu, air perlahan meluap dari dalam tanah, semua orang lalu panik berlarian untuk menaiki kapal, namun bukannya berhasil menaiki kapal, mereka malah dihadang oleh makhluk bawah tanah yang bermunculan dari dalam air.
Beberapa dari mereka tiba tiba saja tertarik ke dalam tanah oleh tangan tangan makhluk itu, banyak dari mereka tewas tenggelam di insiden ini.
Aria mulai berteriak histeris melihat pemandangan mengerikan di hadapannya, Asumi tiba tiba datang dan menarik lengannya
Asumi lalu membawa Aria ke tempat yang lebih tinggi untuk sementara waktu karena saat ini akan lebih sulit untuk mencapai kapal, apalagi mereka tidak memiliki kemampuan terbang.
Air terus meluap dari dalam tanah, warga yang tersisa tinggal sedikit lalu menyusul tempat Aria berada, Lelia juga ikut menyusul
__ADS_1
Asumi dan Tartarus lalu bertemu di 1 titik untuk membuat taktik, Tartarus lalu mencoba menganalisa apa yang sebenarnya terjadi
"Apakah ada cara untuk menghentikan ini?..." pertanyaan Asumi tiba tiba terpotong karena suara raungan keras dari luar angkasa, cahaya dari dalam air mulai naik ke atas dan membentuk sebuah menara cahaya, cahaya cahaya itu menembus angkasa.
"Dia...menyerap energi bumi?" Tartarus bertanya
"Berapa lama waktunya untuk menyerap habis energi bumi?"
"Sekitar 3 jam...makhluk itu, ia menanamkan telur telurnya ke dalam perut bumi" ucap Tartarus sambil memandang langit
"Apakah...The Great Light..." Asumi mulai menyadari semuanya
"Kita terlambat menyadarinya, sebelumnya kukira kedua kasus ini tidak saling berhubungan...maafkan aku" Tartarus meminta maaf kepada Asumi
"Kalau begitu...kita semua, yang tersisa di sini, harus bekerja sama untuk melawan makhluk itu"
"Makhluk itu akan memakan energi di berbagai planet, setelah menelan energi planet itu habis...seluruh dunia akan kehilangan harapan hidupnya...planet ini akan menjadi planet mati" tambah Tartarus menjelaskan
"Lalu...apakah planet ini...selanjutnya akan hancur?" Tanya Asumi
"Ya...makhluk itu mungkin akan kekenyangan, setelah itu...sebuah rantai besar akan membelenggu dirinya, lalu..." Tartarus lalu menghentikan ucapannya
"Isi planet itu akan dimakan oleh anak anaknya, apakah itu benar...?" Asumi menambahkan karena sudah mengerti
Tartarus lalu mengangguk, mengalihkan pandangan sekali lagi, namun kali ini ke arah Sora
"Sora...maukah kau membantu?" Tanya Tartarus dengan suara lebih keras
"Berapa lagi waktu yang tersisa?" Tanyanya
"2 jam 36 menit, kuharap prediksiku benar" balasnya
Sora lalu menoleh ke arah lain dan memberi kode kepada semua orang untuk bersedia membantu
"Hmmmph...apakah ada cara untuk itu...?" Sora bertanya kepada dirinya sendiri, pandangannya lalu teralihkan ke arah kelopak mata raksasa di angkasa sana
Asumi lalu melangkah ke depan dan berdiri tepat di samping Sora
"Bukankah kau adalah yang terpilih untuk itu?" tanya Asumi sambil tersenyum
__ADS_1
Sora lalu melirik ke arah Asumi, ia membalas tersenyum
Semua orang lalu bangkit dari tempat mereka duduk, berdiri menatap kelopak mata raksasa di atas angkasa sana, mereka semua seolah sedang menantang Selgorus untuk bertaruh atas takdir alam semesta.