
Sora saat ini sedang dalam perjalanan ke masa sekarang, sepanjang perjalanan ia terus memikirkan Asumi, bagaimana nasib Asumi sekarang
hanya dalam beberapa saat akhirnya Sora sampai ke masa sekarang, saat sampai di sana ia melihat Aria dan Hijiri sedang berusaha mengobati luka Tartarus
Sora pun datang untuk membantunya, dengan kemampuan penyembuhan yang dimilikinya, Sora akhirnya berhasil menyembuhkan luka Tartarus saat itu.
"bawa dia pulang ke rumah, setelah dia sadar...berikan dia makanan" ucap Sora kepada Aria dan Hijiri setelah mengobati lukanya
"kau benar, ayo...Aria" Hijiri membalas dengan menganggukkan kepalanya sambil menompang tubuh Tartarus agar tidak jatuh
Hijiri dan Aria lalu pergi meninggalkan Sora, membawa Tartarus kembali ke desa dan mengistirahatkannya
"Asumi...kuharap aku tidak sampai membunuhmu" ucap Sora dalam hati sambil menatap kearah Hijiri dan Aria yang sedang membawa Tartarus pergi dari tempat itu
Sora lalu menatap ke arah reruntuhan, ia mengingat kembali saat dulu rumahnya dihancurkan, ia mengingat bagaimana dahsyatnya bom pemusnah massal yang diledakkan oleh Grounder A0, yaitu merupakan makhluk monster fusi generasi pertama Grounder A1
Sora lalu mengeluarkan sebuah cincin yang disimpannya selama ini, cincin itu adalah pemberian dari kakaknya yang bernama Aoi
Aoi adalah kembaran sekaligus saudari dari Sora, Aoi sebenarnya adalah teman masa kecil Asumi, yang setelah penyerangan berakhir, Asumi tidak ingat lagi siapa Aoi
Sora masih ingat ia menangisi kematian saudarinya yang tewas dipelukannya, tetapi ia juga tidak ingat siapa Asumi setelah kejadian itu
Sehingga akhirnya setelah ingatan Asumi kembali, Sora akhirnya juga kembali mengingat Asumi
"sebenarnya...apa tujuan cahaya itu melindungi kita berdua, Asumi?" Sora bertanya sambil mengingat kejadian saat ia masih berusia 4 tahun, yang di mana dia dan Asumi dilindungi oleh sebuah cahaya
Cahaya itu menghilang setelah Asumi dan Sora masing masing ditempatkan di tempat yang berbeda
Sementara itu, Aria dan Hijiri terlihat sedang membicarakan sesuatu di rumah mereka, mereka sedang membicarakan tentang kejadian mengejutkan yang mereka alami saat ini
__ADS_1
Aria duduk sambil menjaga Tartarus yang sedang terbaring di atas tempat tidur
Sedangkan Hijiri berdiri sambil menatap ke arah jendela
"Asumi...aku akan membalas pengkhianatan yang kau lakukan ini, aku bersumpah akan membunuhmu" ucap Hijiri sambil kemudian menoleh ke belakang
"aku masih ragu...aku tidak yakin Asumi benar benar berniat melakukan itu, aku benar benar tahu Asumi adalah orang yang baik, ia tidak mungkin melakukan itu" Aria membalas perkataan Hijiri
"pengkhianat tetaplah pengkhianat, jika dikasihani...dia akan terus memanfaatkan kita" balas Hijiri kepada Aria
Aria hanya diam dan mengarahkan pandangannya ke arah Tartarus yang masih dalam kondisi pingsan
Beralih ke 30 juta tahun tempat Asumi terlempar setelah kekalahannya dari Sora dalam pertarungan itu
Saat ini Asumi duduk di bawah sebuah pohon di tengah hutan yang sangat lebat, memikirkan masa lalunya sebagai seseorang yang tidak tahu apa apa, ia lalu mengeluarkan sebuah cincin, cincin itu diberikan oleh Aoi, teman masa kecilnya, Asumi telah menyimpannya selama ini di dalam jaketnya.
ia sempat melupakan tentang cincin ini setelah kehilangan ingatannya, namun untungnya ia tidak membuang cincin ini
"aku tahu apa yang sedang kau pikirkan...kau membiarkan dirimu terkena serangan karena kau tidak sanggup melawan orang yang berharga bagimu" ucap bola cahaya itu berbisik kembali
"sebenarnya aku sudah tahu, aku tidak akan sanggup melawan Sora...saat aku melawannya, aku melihat jiwa Aoi dalam dirinya" balas Asumi kepada cahaya itu
"apa maksudmu?" tanya cahaya itu kepada Asumi
"memang benar, perbedaan kekuatanku dan Sora sudah terlalu jauh...tampaknya ia sudah meningkatkan kekuatannya, entah apapun itu" ucap Asumi
"dilihat dari tingkatan kekuatannya, sepertinya dia menyerap kekuatan dan jiwa para iblis" balas cahaya itu
"itu menjelaskan bahwa secara tidak sengaja ia telah menyerap jiwa kakaknya sendiri..." ucap Asumi sambil memandang ke arah langit seolah sedang membayangkan sebuah peristiwa yang besar
__ADS_1
"aku punya pertanyaan...kenapa kau tetap menyertaiku?, bukankah kau adalah cahaya?" tanya Asumi sambil terus menatap ke arah langit
"cahaya adalah ikatan yang akan diwariskan kepada setiap generasi...tugasku hanyalah mengikuti kisah kehidupan orang orang terpilih pada setiap generasi" balas cahaya itu kepada Asumi
"generasi...?" tanya Asumi
"kau dan Sora adalah orang terpilih pada generasi ini, antara kau dan Sora...sudah seperti dua pemeran utama dalam sebuah dongeng" balas cahaya itu
"aku mengerti, jika salah satu dari tokoh utama itu mati, maka akan muncul tokoh pengganti yang mengisi peran utama, benar?" tanya Asumi yang sudah mulai mengerti
"benar...ini menarik, tapi bukan berarti kematian yang menjadi alasan perpindahanku ke tubuh lain, kehidupan ini berputar, kisah yang dimulai akan mengundangku dengan sendirinya" balas cahaya itu
"aku mengerti..." ucap Asumi mengangguk
Beralih ke masa sekarang, di rumah tempat Hijiri tinggal
"kenapa kau begitu egois...?, kau terus membela seorang pengkhianat?" tanya Hijiri kepada Aria
"aku tidak yakin Asumi benar benar berniat melakukannya, dia adalah orang yang baik" balas Aria sambil terus membela apa yang Asumi lakukan
"apakah kau sama sekali tidak mengerti?, orang seperti itu tidak pantas untuk dikasihani" balas Hijiri kepada Aria
"kau tidak mengerti, Asumi juga merasakan hal yang sama sepertimu...dia juga merasa telah dibohongi oleh kita semua" ucap Aria membalas perkataan Hijiri
Hijiri lalu terdiam sejenak, lalu menatap ke arah jendela
Sambil mengatur pernapasannya, Hijiri dengan pelan mengarahkan pandangannya kepada Aria, menatapnya dengan tajam dan bertanya
"kau terus membela Asumi...terhadap semua kesalahannya, kau tetap memaksakan bahwa dia tidak bersalah...Aria, apakah jangan jangan kau ini sebenarnya..." tanya Hijiri menatap Aria dengan tajam dengan ekspresi serius
__ADS_1
Wajah Aria memerah, ia lalu terdiam tidak bisa berkata apa apa dan hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah Tartarus yang masih terbaring