
Tartarus saat ini sedang terbaring lemah, di saat kondisinya yang seperti ini, ia bermimpi bahwa sebentar lagi pulau yang mereka tinggali akan segera tenggelam.
Dalam mimpinya itu, Tartarus melihat kehancuran di mana mana, semua orang panik dan korban berjatuhan.
Tartarus lalu bangun dan menceritakan mimpinya itu kepada Hijiri.
"Hijiri...mulai sekarang kita harus lebih berhati hati lagi" Tartarus lalu bangkit dari ranjang dan mencoba memperingatkan yang lain, tetapi Hijiri menahannya, tidak membiarkan Tartarus pergi.
Tartarus yang kebingungan lalu bertanya
"Ada apa Hijiri?"
"tidak, kurasa dibandingkan memperingatkan mereka, kita harus bertindak terlebih dahulu untuk mencegah kepanikan"
"kau benar...tapi...kita mungkin harus bekerja sama dengan mereka agar bisa menyelamatkan semuanya" tambah Tartarus
Aria mendengar pembicaraan itu dan mengatakan bersedia membantu mereka
Hijiri lalu memanggil para warga untuk berkumpul, sekaligus mencoba menghimbau agar tidak terjadi kepanikan
"Apakah kalian sudah tahu alasan kenapa aku memanggil kalian?" tanya Hijiri
"Menerima bansos?" tanya salah satu warga
"apakah saat ini itu penting?, bukan itu" jawab Tartarus
"saat ini, kita akan menghadapi sebuah bencana besar, Tartarus bermimpi bahwa dalam waktu dekat akan terjadi bencana besar...jadi, kuharap kita semua bisa saling membantu" jawab Aria
"lalu apakah kita bisa mempercayai mimpi?" tanya salah seorang warga
"kau ingin menunggu hal itu terjadi sebelum kau mempersiapkannya begitu?" tanya balik Sora kepada mereka
"dibandingkan kita harus menunggu semuanya terjadi, ada baiknya kita melakukan tindakan pencegahan"
"lalu apa yang harus kita lakukan?"
"membangun kapal..." Tartarus menjawab pertanyaan itu
"baiklah semuanya...kurasa ini sudah jelas, kita akan melakukan operasi siang ini, kita semua akan membagi tugas, ada yang akan mengumpulkan kayu, menebang pohon, dan merakit kapal...kita semua akan bekerja sama" Hijiri menghimbau dengan tegas
Para warga diam sejenak dan berdiskusi, salah satu dari mereka lalu mengiyakan dan yang lainnya mengikuti
operasi pembangunan kapal akhirnya dimulai, semua orang mulai bekerja dan mengumpulkan bahan, dibantu dengan Tartarus yang menggunakan kemampuannya untuk mengangkat batang pohon yang sangat besar.
Sora, Aria, Lelia dan para penduduk wanita mempersiapkan semua yang diperlukan oleh pekerja, termasuk makanan untuk dimakan.
Sementara itu, Hijiri mengurus di bagian pertahanan desa agar proyek mereka tidak diganggu oleh kedatangan musuh.
Singkatnya, dalam kurun waktu 2 minggu kapal tersebut sekarang hampir selesai, dengan ukurannya yang begitu besar dan dapat menampung penduduk sebanyak itu, kapal ini didirikan tepat di tengah desa dengan beberapa tempat yang dibersihkan untuk memperbesar ukuran kapal saat pengerjaannya.
apa yang mereka lakukan saat ini ternyata sedang diawasi oleh Zeorus dari kejauhan, Zeorus lalu mengirimkan senjata terakhirnya yaitu Grounder A2 yang dibuat dari tubuh Asakami yang dimodifikasi.
Dengan persenjataan yang ditenagai oleh energi dari The Great Light sebelumnya, Grounder A2 bisa dibilang jauh lebih kuat dibandingkan Grounder A1.
Tubuh dari Grounder A2 sendiri adalah mayat Asakami yang dimodifikasi sehingga kesadarannya tidak ada.
Pergerakan dari Grounder A2 jauh lebih cepat dibandingkan A1, selain tubuhnya yang lebih kecil, A2 memiliki kecepatan tinggi dengan tembakan yang lebih mematikan.
A2 lalu diluncurkan dan mendarat tepat di depan gerbang masuk ke desa, Hijiri memanggil semua pasukan pertahanan untuk mencegah Grounder A2 menghentikan proyek.
A2 dengan kecepatan gilanya mempu membuat semua pasukan pertahanan seketika tumbang, termasuk Hijiri itu sendiri.
"sialan, dia berbeda dari sebelumnya..." teriak Hijiri berharap pasukan pertahanannya mendengar itu dan bangkit
Seluruh pasukan pertahanan desa dikerahkan, bahkan ada banyak pasukan dari desa lain yang ikut membantu dalam operasi pertahanan ini.
Sora, Aria, dan Lelia ikut membantu, namun Aria dan Lelia merasa sangat kesulitan untuk melawan.
Hanya Sora satu satunya yang dapat mengimbangi kecepatan dari A2, meskipun secara kekuatan memang lebih kuat Sora.
Namun Sora juga kesulitan mengarahkan serangannya karena kecepatan dari A2 yang sulit diikuti, apalagi A2 ditenagai oleh The Great Light.
__ADS_1
Sora dan A2 terus saling mengejar dan bertukar serangan, Aria dan Lelia mencoba membantu meskipun kecepatannya berada jauh di bawah keduanya.
A2 melakukan tembakan beruntun yang beruntungnya dapat dihindari oleh Sora, Aria dan Lelia, mereka bertiga masih kesulitan untuk mengejar.
A2 dengan kecepatan gilanya menghancurkan banyak sekali bangunan di sana, Hijiri tidak tinggal diam dengan hal itu, ia lalu mengarahkan pasukan untuk segera berkumpul ke kapal yang sedang dikerjakan untuk mencegah A2 menghancurkan kapal ini, sementara A2 dikejar oleh Sora, Aria dan Lelia memutuskan untuk berhenti dan mencoba membuat rencana cadangan.
Sora terus meluncurkan serangan demi serangan namun A2 terus menghindar, sementara A2 menghindar, ia juga melakukan serangan balasan.
Sora yang mulai kelelahan akhirnya mulai marah dan menggunakan kecepatan penuhnya, ia berhasil mendaratkan 1 pukulan ke arah A2 dan berhasil menghancurkan kepalanya.
Namun kepala A2 berhasil beregenerasi kembali
"apa apaan...?" Sora kebingungan
A2 lalu tersenyum dan melanjutkan untuk kabur.
"tidak akan kubiarkan..." teriak Aria dan Lelia yang sejak tadi dari belakang sudah bersiap.
Aria lalu melompat ke arah A2 untuk memukul bagian kepalanya, dan menghancurkannya dengan bantuan Sora, sedangkan Lelia melakukan ekstraksi terhadap energi A2 yang diserapnya selama kepalanya beregenerasi.
Setelah kepala A2 berhasil beregenerasi, Sora, Aria dan Lelia kemudian maju dan menghancurkan A2 tepat di bagian dada, Sora yang melihat itu meminta temannya untuk berhenti.
Aria dan Lelia menghentikan itu dan bertanya
"Ada apa?..."
"kurasa, ada yang aneh dengannya..."
"aneh?" tanya Aria
"Lelia...energi yang kau ekstraksi tadi, kau menyerapnya dari bagian mana?"
"sepertinya bagian dada"
"celaka...ini jebakan, netralkan energi itu sekarang sebelum kita semua mati di sini"
"ba...baiik..." dengan terbata bata, Lelia mengiyakan
A2 lalu melarikan diri dengan cepat menuju proyek kapal yang sedang dikerjakan
"sebaiknya kita di sini terlebih dahulu...Aria, kurasa kita lebih baik membantu Lelia untuk menetralkan energi itu sebelum terlambat"
"memangnya ada apa dengan energi itu?"
"saat kalian menghancurkan bagian dada makhluk itu...bisa kulihat jelas bahwa ada sebuah inti di dada miliknya...kurasa, energi yang diserap oleh Lelia adalah energi pendorong ledakan" jawab Sora
"jadi menurutmu...makhluk itu dikirim untuk meledakkan desa?"
"ya, namun karena Lelia berhasil mengekstraksi sebagian energi itu, dampaknya mungkin telah berkurang" ucap Sora sambil menatap Lelia yang sedang fokus menetralkan energinya
"tapi kurasa kita bisa menggunakan energi yang diekstrak itu untuk hal lain yang lebih penting dan berguna" Asumi tiba tiba muncul entah dari mana
"Asumi?..." teriak Aria kaget
"lupakan masalah kita sekarang, masalah kita yang dulu...aku tidak ada niat untuk itu, hanya saja aku memiliki tugas untuk memperbaiki waktu"
"apa maksudmu?" tanya Sora
"jika aku pergi sendiri, mungkin kau tidak akan mau melakukannya, aku tidak marah...aku memancingmu untuk mengirimku ke masa lalu karena aku tahu kekuatanmu" ucap Asumi membalas
Hal ini membuat Aria dan Sora kaget, mereka akhirnya menyadari bahwa semuanya hanyalah hasil manipulasi.
"jadi menurutmu apa yang akan kau lakukan untuk membantu kami?...Asumi..." tanya Sora
"tugasku selanjutnya adalah menghentikan A2, makhluk yang tadi, ia berhadapan denganku sebelumnya...ia tewas lalu menghilang, kurasa Zeorus memodifikasi tubuhnya" Asumi menambahkan
Sementara itu A2 meluncur ke arah proyek kapal dan mencoba menghancurkannya, namun saat akan sampai di sana, Hijiri dalam mode Cosmical Break menariknya dari belakang dan menendangnya dengan kuat.
A2 mencoba untuk melawan namun Hijiri menendangnya sekali lagi
Tak lama kemudian, Sora dan yang lainnya datang untuk membantu
__ADS_1
Dengan taktik yang sudah direncanakan oleh Asumi sebelumnya, mereka mulai menjalankan operasi penyelamatan
Pertama tama, Sora akan mencoba mengulur waktu dengan cara membuat penghalang pada kapal untuk menghindari serangan dari keduanya mengenai kapal
Aria akan membantu memojokkan dan membuat A2 menjauh dari targetnya sehingga Hijiri akan mengikuti keduanya
Lelia saat ini bertugas untuk melindungi Hijiri dari jauh dari tembakan tembakan yang akan diluncurkan A2 kepada Hijiri dengan tujuan mempertahankan wujud itu selama mungkin.
Selagi Hijiri terus melawan A2, Asumi akan menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan akhir
Hijiri terus mengejar A2 dan menyerang, A2 tentu sangat kewalahan dengan Hijiri, karena keduanya bertarung tanpa adanya kesadaran, sehingga Sora dan teman temannya akan kesulitan untuk melakukan misi sesuai rencana.
Pertarungan itu terus berlanjut dan akhirnya sampai di titik tunggu Asumi, Asumi yang sejak tadi menunggu momen yang tepat akhirnya mendapatkan momen yang ditunggunya
Saat Hijiri dan A2 sama sama terpental, Asumi lalu menangkap A2 dan melemparnya ke luar angkasa, lalu diikuti oleh Sora dan teman temannta yang akan menahan pergerakan Hijiri.
Asumi lalu melompat ke angkasa dan bersiap melakukan serangan akhir, A2 pun melakukan tembakan berkekuatan penuh lalu diikuti oleh Asumi yang juga melakukan serangan akhir, kedua serangan itu bentrok dan menghasilkan ledakan besar di angkasa
Belum selesai sampai di situ, A2 lalu mencoba mendarat namun akhirnya Asumi menendang bagian kepala dari A2 dan mencabut inti di dadanya.
A2 pun jatuh ke daratan dan Asumi melempar inti itu ke angkasa lalu menghancurkannya
A2 mendarat ditengah orang orang dengan kondisi rusak parah, inti yang sudah dihancurkan oleh Asumi itu lalu meledak lalu menghasilkan sisa sisa energi yang akhirnya diserap oleh Lelia untuk dinetralisir.
Kapal itu ternyata mengalami sedikit kerusakan karena ledakan di udara, akhirnya perbaikan kapal dilanjutkan oleh penduduk
Hijiri yang sudah sadar sangat kaget melihat Asumi berada di hadapannya.
Sora lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan akhirnya Hijiri memaafkan Asumi
Asumi tetap meminta maaf karena memanfaatkan mereka untuk melakukan misinya
Semua orang di sana bersedia memaafkan, terlihat Aria seperti menyembunyikan sesuatu.
Sementara itu Zeorus ternyata tidak merasa kecewa sama sekali dengan kejadian ini.
Zeorus duduk diam di singgasananya, memikirkan rencana tahap akhir untuk kehancuran alam semesta
"kurasa...hanya ini pilihanku, aku yakin itu" Zeorus mulai berpikir terlalu jauh
Zeorus lalu berdiri dari singgasananya dan berjalan tanpa arah, ia terus berjalan entah ke mana
Ia terlihat seperti sudah pasrah dengan keadaan, entah apa yang membuat orang sekuat dia merasa seperti itu
Ia terus berjalan dan berjalan, berhenti di depan sebuah gerbang besar yang entah kenapa membuat Zeorus tersenyum tipis
"Akan kugunakan diriku untuk sang induk...yaa, inilah satu satunya jalan"
Zeorus lalu mengungkapkan sebuah rahasia besar dari luar sana, ia mengungkapkan keberadaan sosok makhluk berukuran planet di luar angkasa sana yang diberinya nama sebagai Selgorus, makhluk pemakan planet yang menanamkan telur berupa bola cahaya sebagai tanda bahwa planet itu adalah makanannya.
Yaa, The Great Light adalah telur dari Selgorus
Beralih ke cerita, Zeorus membuka portal menuju dimensi lain, ia lalu melihat Selgorus yang sedang tertidur dengan wujud yang lebih kecil, Zeorus lalu menuju ke arah Selgorus.
Selgorus melihat Zeorus lalu bangkit dan bertindak seperti seekor anjing yang sedang lapar melihat mangsanya.
"Akhirnya...penderitaanku akan segera berakhir, Selgorus...sebagai tumbalmu, aku mengajukan 1 permohonan...bangkitlah dan telan mereka semua" teriak Zeorus sambil membuka kedua lengannya dan terus maju ke arah Selgorus
Zeorus menjadikan dirinya sebagai makanan Selgorus agar dapat membuat Selgorus terbangun dan bebas dari belenggunya
Selgorus lalu menelan tubuh Zeorus yang terus tertawa membawa dendam dan petaka besar bagi umat manusia.
Sebelum benar benar dicerna di dalam perut Selgorus, Zeorus mengingat kenangan masa lalunya sebelum menjadi Zeorus yang sekarang.
Dahulu kala, Zeorus adalah seorang anak yang menjalani kehidupannya di tengah peperangan dan keserakahan manusia
Peperangan yang terus terjadi pada akhirnya membawanya pada depresi hebat sejak kematian kedua orang tuanya.
Perlahan lahan, penglihatan Zeorus mulai memudar sebelum akhirnya benar benar dicerna oleh Selgorus
Selgorus lalu membesar dan lepas kendali, Selgorus kembali ke wujud aslinya sebagai makhluk berukuran planet
__ADS_1
Belenggu yang menahannya akhirnya lepas dan membuatnya bebas, kini ia keluar dari dimensinya sendiri untuk menelan apapun yang sebelumnya sudah ia tandai.
Bumi~