
2 jam 15 menit hitungan mundur, Tartarus maju untuk memulai operasi terakhir, Sora dan Asumi berdiri di atas sebuah menara tinggi menunggu waktu yang tepat untuk memulai tugasnya.
Beberapa saat sebelumnya...
"Dengar, jangan gegabah, keberhasilan operasi ini berada di tangan kalian, jika tugasku tidak selesai sebelum air mulai mencapai puncak menara, mulai operasinya tanpaku" ucap Tartarus memberikan komando
"Asumi dan Sora adalah 2 orang yang dipilih oleh cahaya, kuperingatkan agar berhati hati dalam melempar peran" Hijiri menambahkan sebagai peringatan
"Ingat...waktu kita tinggal 2 jam 23 menit...meskipun begitu, tetap berhati hati, energi ini memiliki batasan, jika habis...selanjutnya tergantung cara kalian" ucap Lelia sambil memberi mereka tambahan tenaga sebelum memulai operasi
"Aku mengerti" ucap Asumi mengiyakan tanda mengerti
2 jam 13 menit tersisa, Tartarus yang sedari tadi sejak 2 menit lalu maju terlebih dahulu mencoba untuk mengatasi para makhluk bawah tanah yang menghalangi jalur menuju kapal.
Lelia berfokus pada tugasnya untuk mengumpulkan energi alam, dibantu oleh Hijiri yang menjaga agar Lelia tidak diserang oleh makhluk bawah tanah, saat ini mereka juga berada di menara lain bersama Aria yang memiliki tugasnya sendiri.
Makhluk makhluk bawah tanah mulai memanjati dinding menara, Hijiri memulai komando untuk warga yang tersisa untuk melakukan serangan jarak jauh, mereka ditugaskan untuk menyerang makhluk makhluk itu sebelum menyentuh menara tempat Hijiri berada.
Sedangkan Hijiri akan mengatasi makhluk makhluk yang sudah terlanjur memanjati menara yang ia tempati.
Total saat ini ada 3 menara, menara yang ditempati Hijiri saat ini adalah menara yang paling diincar oleh musuh karena saat ini, Lelia mengumpulkan energi alam yang akan mengundang kedatangan makhluk itu sebagai resikonya.
Tartarus yang berusaha menyelesaikan tugasnya sebelum air mencapai puncak menara tampaknya semakin kesulitan, Asumi yang melihat itu semakin merasa tegang.
Tartarus yang keawalahan lalu menembakkan serangan yang sangat kuat untuk membuat jalur menuju kapal, para makhluk bawah tanah yang terkena serangan itu seketika lenyap.
"Tepat pada waktunya" ucap Lelia sambil membuka matanya perlahan
Sekarang adalah saatnya Lelia beraksi, ia lalu menyalurkan energi alam yang sudah diekstraknya kepada Tartarus untuk menambah tenaganya, Tartarus lalu pulih dan mencoba untuk menyelam ke bawah air untuk menyerap energi yang keluar dari dalam air, Tartarus terus menyerap energi itu hingga akhirnya Tartarus merasa tubuhnya mulai semakin berat akibat terlalu banyak menyerap energi.
Tartarus lalu kembali ke permukaan dan membagi energi yang sudah diserapnya itu menjadi 2, lalu energi itu disalurkannya kepada Asumi dan Sora.
Sora dan Asumi lalu melompat secara bersamaan dari atas menara untuk meraih dan menerima energi yang disalurkan itu, Asumi dan Sora lalu masing masing mendarat di air dan saling membantu untuk menarik Tartarus dari dalam air.
Namun raungan dari angkasa sana mulai terdengar lagi, Asumi dan Sora merasakan bumi sedang bergetar, mereka dengan cepat menarik Tartarus ke atas.
"Baik...kurasa sekarang tugasmu...Asumi" ucap Sora sambil terus menarik Tartarus dari permukaan
Namun sebelum itu, bola cahaya dari tubuh Sora lalu keluar dan masuk ke tubuh Asumi
Asumi mengangguk lalu menyelam ke dasar perairan, mencoba menemukan retakan yang masih bercahaya, Asumi lalu mencoba menyerap sisa energi yang tidak sempat diserap Tartarus tadi.
Asumi lalu merasa kehabisan napas, ia pun naik ke permukaan dengan cepat melesat ke angkasa, saat melesat Asumi mencoba menghancurkan Selgorus dengan segenap kekuatannya, tetapi makhluk itu dengan cepat menampar Asumi dengan tentakel besarnya dan membuat Asumi terpental ke bawah.
Untungnya Asumi berhasil ditahan oleh Hijiri yang akhirnya berhasil menyempurnakan Cosmical Break berkat tambahan kekuatan dari Lelia
"Hijiri...kau bisa terbang?" tanya Asumi
"sama sepertimu, ini semua berkat Lelia" balas Hijiri
Asumi sangat kaget dengan tubuhnya yang tetap melayang di udara, dari kejauhan Lelia tersenyum.
"tetap berhati hati, jika energimu habis, kemampuan itu akan menghilang dengan sendirinya" teriak Lelia menambahkan
Hijiri dan Asumi lalu mengangguk tanda mengerti, mereka lalu melesat menuju luar angkasa, menghindari serangan serangan Selgorus sambil melakukan serangan beruntun.
namun dengan mudah Selgorus menampar mereka dengan 1 tentakel dan membuat mereka terpental kembali ke bumi.
Beberapa saat kemudian...
Asumi terbangun dan kaget melihat Tartarus, Lelia, Aria dan Sora di hadapannya
"Sudah berapa lama...?" Tanya Asumi
"37 menit tersisa..." balas Tartarus dengan nada pasrah
"Hijiri...dia dimana?"
"Tampaknya ia menerima lebih banyak serangan mematikan, ia belum sadar sampai sekarang" ucap Tartarus
Tiba tiba tubuh Asumi bercahaya, bola cahaya kemudian keluar dari tubuh Asumi dan kembali ke tubuh Sora, melihat itu, Asumi semakin yakin akan tekadnya
"Aku memiliki 1 rencana...kuharap ini bisa berhasil" balas Asumi
"Kurasa kita lebih baik menyerah..." ucap Tartarus kepada Asumi
__ADS_1
"apa maksudmu?, kita masih memiliki waktu...bukankah itu benar?" tanya Asumi yang mulai kesal
"lihatlah ke sana, para penduduk sudah mulai menyerah dengan keadaan ini, mereka hanya tinggal kurang dari 12 orang" balas Tartarus
"Kalau begitu...bantu aku untuk melakukan ini..." ucap Asumi
Tartarus yang kebingungan lalu menanyakan rencana itu.
25 menit tersisa...
Asumi berdiri sekali lagi untuk melakukan serangan akhir terhadap Selgorus, Lelia kemudian mengumpulkan energi alam sekali lagi, Sora dan Aria membantu mempercepat pengumpulan energi.
Mereka berfokus untuk mengumpulkan energi yang cukup ke dalan tubuh Lelia, Lelia lalu membuka mata, ia lalu menyebarkan energi itu kepada teman temannya.
Tartarus, Hijiri, Sora, Aria dan Lelia saat ini mendapatkan energi yang sama sama seimbang, mereka semua kecuali Asumi lalu melesat ke angkasa untuk bekerja sama menghancurkan semua tentakel Selgorus.
Mereka semua bekerja sama dengan kompak, mereka bergantian saling melindungi satu sama lain dan menyerang tentakel, melesat melewati Selgorus yang menyerang secara membabi buta.
Di bawah sana, Asumi menceburkan diri ke bawah laut, ia lalu mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyerap sebagian besar energi bumi.
Sementara itu di luar angkasa sana, Lelia, Tartarus, Hijiri, Sora, dan Aria mencoba menarik energi yang sudah diserap oleh Selgorus kembali, mereka semua bekerja sama sekuat tenaga untuk menarik kembali energi itu, hingga akhirnya mereka berhasil merebut energi itu dan langsung melesat menuju bumi.
Di bumi...
Asumi lalu melesat ke permukaan, teman teman Asumi lalu turun ke bumi untuk pergantian peran, teman teman Asumi lalu memberikan seluruh energi yang direbutnya tadi kepada Asumi, ditambah Lelia dengan energi alam yang begitu melimpah juga memberikan semuanya kepada Asumi.
Kini Asumi telah menerima kekuatan yang terlalu besar dan meluap luap, tubuh Asumi perlahan retak.
Aria melihat itu lalu menangis histeris, semua orang di sana lalu menyadari apa yang direncanakan Asumi sebenarnya, melihat itu Sora mengeluarkan air mata.
"Sora...kurasa tidak ada lagi yang akan membuatmu marah" Asumi tersenyum sambil menahan rasa sakit dan air di matanya
"dasar bodoh...aku tidak masalah dengan hal itu" air mata Sora terus mengalir
"Dan untukmu...Aria, aku tahu kita selama ini sangat jarang berinteraksi...kuharap kau bisa menjadi temanku, teman baikku" ucap Asumi menepuk pundak Aria yang sedari tadi tertunduk sambil menangis
Aria lalu menegakkan kepalanya ke atas menatap mata Asumi yang berkaca kaca, Tartarus lalu memeluk Asumi, diikuti Hijiri yang ikut menangis.
Lelia kemudian menepuk pundak Hijiri sambil tersenyum namun dengan tangisan di wajahnya.
"8 menit tersisa...kuharap kau berhasil" Tartarus melepaskan pelukannya dari Asumi dan menepuk pundaknya sambil tersenyum haru.
"Aku berjanji..." Asumi tersenyum dan mereka pun saling mengaitkan kelingking mereka sebagai tanda persahabatan
Asumi lalu berbalik dan mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi, tiba tiba saja bumi bergetar, seluruh makhluk bawah tanah tiba tiba keluar dari air dan melayang di udara.
Dengan cepat Asumi melompat dan menghabisi semuanya dengan kecepatan gila, gerakan yang sulit terbaca namun yang pasti semua musuh yang disentuhnya langsung hancur seketika.
"Aku akan selalu mengingat ini...aku bersumpah" ucap Asumi lalu mengarahkan tatapannya ke luar angkasa lalu melompat, melesat dengan kecepatan tinggi untuk melakukan serangan akhir.
Asumi lalu berhenti di antara bumi dan tubuh Selgorus dan mulai mengumpulkan seluruh kekuatannya saat ini, tubuhnya perlahan semakin banyak retakan.
Selgorus menyiapkan serangan yang sama untuk menghalangi serangan Asumi.
Di bawah sana, Sora dan yang lainnya berdoa agar Asumi bisa berhasil menjalankan operasinya.
"Asumi...kembalilah" ucap Aria dalam hati dengan nada khawatir
2 menit tersisa, air semakin meluap mendekati puncak menara, tanah di bawah air juga semakin mengalami retakan.
Asumi lalu menarik napas dalam dalam dan mengeluarkan air mata, ia lalu membuka mata dan memperlihatkan wajah seriusnya.
Asumi lalu menembakkan serangan terakhirnya bersamaan dengan Selgorus yang melakukan serangan akhir.
2 serangan dengan tingkat destruktif yang tinggi akhirnya bertabrakan dan menciptakan ledakan yang besar di luar angkasa sana.
Bentrokan serangan itu terus terjadi tanpa memberikan tanda tanda siapa yang akan bertahan.
Tartarus dan yang lainnya akhirnya tiba di kapal dan menunggu Asumi untuk memperlihatkan dirinya, Aria semakin khawatir
33 detik tersisa...
Bentrokan serangan mulai menyebabkan badai besar, Asumi berteriak keras diikuti dengan tangannya yang mulai bergetar, memaksakan tubuhnya untuk tidak menyerah hingga akhir bersama tekadnya yang membara.
5 detik tersisa, 4...3...2...
__ADS_1
Serangan Asumi tiba tiba mendorong serangan Selgorus hingga menembus mata Selgorus dan menghancurkan tubuhnya.
Tubuh Selgorus lalu meledak, Asumi lalu menciptakan penghalang besar untuk mencegah dampak ledakan sampai ke bumi.
Asumi berteriak sambil terus memaksakan tubuhnya yang sebenarnya sudah tidak sanggup menahan itu, sayangnya penghalang yang diciptakan Asumi lalu pecah dan membuat Asumi terpental, meskipun dampaknya tidak terlalu besar terhadap bumi.
Saat Asumi terpental, ia mencoba melayang tetapi gagal, namun sebelum ia benar benar jatuh, Dark Side lalu muncul dan dengan cepat menebas salah satu tangan Asumi lalu menghilang bersama tangan itu.
Asumi yang kesakitan akhirnya terjatuh ke bawah dan mendarat tepat di air, Sora yang melihat itu langsung berteriak histeris dan mencoba melompat, namun ia dicegat oleh Tartarus dan Hijiri
"Sora...kekuatan kita semua saat ini belum pulih...kita tidak bisa berenang dengan kondisi ini..." Tartarus menasehati
"Tapi lihat dia...Asumi bisa mati" teriak Sora dengan air mata di wajahnya
"Tenanglah...jika kau mencoba menyelamatkannya maka kau bisa saja tidak selamat..." Hijiri menambahkan, menenangkan Sora agar berhenti menangis
Di dalam air, Asumi membuka matanya, ia merasa kesulitan untuk bernapas.
Asumi mencoba untuk mengepakkan tangannya tetapi tidak bisa, ia sekarang hanya punya 1 tangan.
Asumi mencoba berbagai upaya di saat saat terakhirnya demi sampai ke daratan tetapi gagal
Asumi lalu mencoba sekali lagi dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, mencoba untuk mencapai permukaan, dan akhirnya ia sampai di titik di mana dia pada akhirnya menyerah terhadap ajalnya sendiri.
Asumi menangis dalam keheningan di bawah air, namun ia tetap berusaha tersenyum.
Paru parunya perlahan terasa seperti terbakar, Asumi benar benar berada di ambang kematian, sesekali Asumi membuka matanya berharap terjadi keajaiban.
Pandangannya pun mulai memudar, tatapan matanya semakin sayu, sesaat sebelum ia benar benar mati, ia melihat seluruh bayangan penduduk desa yang telah gugur lalu tersenyum kepadanya.
Asumi lalu meninggal dalam ketenangan bersama kenangannya dengan sahabat sahabatnya.
di sisi lain, Sora dan yang lainnya termenung sedih memikirkan Asumi, mereka sedih tidak mampu berbuat apa apa.
Di saat saat kesedihan itu, Lelia kemudian tanpa sengaja melihat sebuah pulau yang ternyata aman dari genangan air, mereka lalu menargetkan untuk ke pulau itu.
Tiba tiba saja tubuh Sora mengeluarkan cahaya, bola cahaya pun muncul dan berbisik
"Aku senang mengikuti kisah hidupmu...kuharap kau tidak keberatan"
"Aku berterima kasih kau selalu ada mengikutiku dan menemaniku" balas Sora
"Kau tahu?...aku yakin kita akan bertemu lagi" bisik cahaya itu sembari perlahan menghilang dari penglihatan Sora
"Terima kasih..." ungkap Sora
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai ke pulau itu, saat sampai di sana, Hijiri terus memperhatikan keadaan di sana.
"Aku seperti mengenal pulau ini..." ungkap Hijiri
Tiba tiba penduduk pulau itu berdatangan menyambut mereka semua dengan hangat, Hijiri mulai menyadari bahwa ini adalah kampung halamannya sebelum ia pindah dulu.
Lelia bahagia akhirnya bisa bertemu dengan orang orang baru di pulau ini.
Sora merasa beruntung karena akhirnya tetap selamat dari bencana besar ini.
Tartarus juga disambut dengan berbagai jenis makanan yang belum pernah dicobanya oleh penduduk pulau tersebut
Ternyata penduduk pulau tersebut memang menanti kedatangan mereka, mereka semua mempersiapkan segalanya sejak awal untuk menyambut kedatangan orang orang yang selamat dari tragedi ini.
Sora lalu tersenyum, namun tiba tiba ia mendengar suara Asumi
"Sora..." panggilnya
Sora lalu berbalik dan melihat Asumi berdiri bersama kedua orang tuanya sambil melambaikan tangan
Sora membalas lambaian itu dengan senyuman, Aria lalu datang dan mencoba melihat apa yang diperhatikan Sora, tetapi ia tidak melihat apapun
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Aria
"Dia menyapaku..." ucap Sora sambil tersenyum
Aria terdiam sejenak dengan tatapan sayu, ia masih ingat bahwa Asumi berjanji untuk kembali
"tampaknya...dia tidak bisa menyanggupi permintaanku..." ucap Aria tersenyum namun menahan tangis
__ADS_1
Dari kejauhan, Sora sambil terus tersenyum haru melihat Asumi yang masih melambaikan tangan perlahan menghilang bersama ayah dan ibunya
Tamat~