
Asumi saat ini sedang melakukan perjalanan sekaligus penyelidikan di masa lalu, masa yang sama yang ia kunjungi dulu
Ia menemukan desa tempat Kirino tinggal, Asumi mencoba masuk ke desa itu, namun gagal, ia menabrak dinding tak terlihat yang sebelumnya diciptakan Tartarus saat itu
Asumi mencoba menghancurkannya dengan menggunakan serangan terkuatnya, namun gagal
"kubah sialan...sama sekali tidak kuduga akan sekeras ini" Asumi kesal dengan Kubah penghalang yang tidak bisa ditembusnya
Tiba tiba Asumi diserang dari belakang oleh Kirino
Asumi lalu terpental dan menabrak kubah lalu jatuh kembali, Asumi lalu bertanya kenapa Kirino menyerangnya
"kenapa kau menyerangku?" Asumi bertanya
"aku bisa tahu, kau pikir aku tidak tahu pengkhianatan yang kau lakukan?" Kirino menjawab
"bagaimana itu...bisa kau tahu?" Asumi yang terkejut lalu bertanya kembali
"aku sudah mempelajari kubah ini 2 tahun setelah kubah ini diciptakan, dan aku menemukan bahwa kubah ini hanya bisa dilalui oleh orang yang diizinkan oleh tuan Tartarus" tambah Kirino
Asumi mengerti, ia lalu bertanya lagi
"apakah bukti yang kau utarakan itu benar?, jika benar...cobalah memasuki kubah ini !" perintah Asumi dengan sangat yakin
Kirino hanya diam dan tidak bisa berkata apa apa
__ADS_1
"sudah kuduga, kubah ini bukan bisa dilewati oleh orang orang yang diizinkan, tapi orang yang belum dikeluarkan dari desa ini...kau tahu maksudku?, jika seseorang telah melewati batas ke luar penghalang, maka orang itu tidak akan bisa keluar lagi, lalu apa statusmu sekarang?" tanya Asumi
"orang ini sangat jenius dalam menganalisa...apakah sebaiknya kuceritakan saja?..." ucap Kirino dalam hati
"tidak perlu...aku sudah tahu semuanya" ucap Asumi seolah sedang membaca pikiran Kirino
Kirino kaget dengan kemampuan dari Asumi, ia lalu bertanya
"kau membaca pikiranku huh?" tanya Kirino kepada Asumi
"tidak, aku tidak punya kemampuan semacam itu...tapi aku memiliki analisa yang baik" ucap Asumi
"apa yang kau bicarakan ini?, telepati atau analisa? apa maksudnya itu?..." tanya Kirino
"itu jelas berbeda bukan?, suatu hari nanti kau akan mendapatkan jawabannya..." ucap Asumi kepada Kirino
"kau benar, aku memang berkhianat...hasil analisamu cukup baik...tapi bukan berarti aku berkhianat kepada semua orang, pengkhianatan yang kulakukan ini memiliki maksud tersendiri, kuharap begitu" ucap Asumi
Di masa sekarang
Sora sedang duduk termenung memikirkan Asumi, ia terus dibayangi rasa bersalah
"Asumi, kuharap kau baik baik saja" kata Sora dalam hati
"menarik...menyayangi orang yang membencimu adalah hal yang sulit, benar?" sebuah bisikan tiba tiba terdengar ditelinga Sora
__ADS_1
"siapa itu?" tanya Sora sambil berdiri mencari keberadaan sumber suara itu
..."aku di sini, di dalam dirimu...ya aku cahaya dan takdirmu, aku adalah cahaya dari perwujudan waktu yang akan menuntunmu hingga akhir kisahmu nanti" " jawab bisikan itu...
"cahaya?, apa tujuanmu?" tanya Sora
"sangat sederhana, aku hanya bertugas menuntunmu menuju jalan hidupmu hingga akhir nanti" ucap Cahaya itu
"hei, Sora...sedang apa kau?, berbicara sendiri tanpa ada orang di sampingmu" tanya Hijiri yang tiba tiba datang
"ah tidak...aku hanya tiba tiba memikirkan Asumi..." jawab Sora beralasan
"Asumi ya...tampaknya kisah kalian semakin menarik" ucap cahaya itu berbisik
di 30 juta tahun sebelumnya, Asumi dan Kirino mencoba untuk berjalan jalan di luar pedesaan, mereka sedang berbincang mengenai apa yang terjadi di masa depan
"aku mungkin terjerumus ke dalam kegelapan, tapi aku tidak mengajak siapa pun untuk bergabung denganku, aku tetap menghargai keputusanmu untuk merangkul cahaya" kata Asumi kepada Kirino sambil terus berjalan kaki
"Kirino...jika kau merasa tersesat, pilihlah jalanmu sendiri...tidak perlu merasa takut, suatu saat takdir akan membawamu ke jalan yang seharusnya" ucap Asumi memotivasi
"kalau begitu...terima kasih, Asumi" ucap Kirino sambil menoleh ke belakang dan berlari
dengan penuh tekad Kirino berlari menuju kubah penghalang
"Yuruna...aku bersumpah, akan kubuktikan bahwa apa yang kulakukan ini benar, tidak ada penghalang lagi bagiku !" teriak Kirino sambil terus berlari dan berhasil menembus penghalangnya
__ADS_1
Dari kejauhan, Asumi yang melihat itu lalu tersenyum sedikit lalu mengeluarkan cincin pemberian Aoi
"kerja bagus Aoi...kau berhasil melunakkan penghalangnya secara perlahan, semoga masalahmu terselesaikan...Kirino" ucap Asumi sambil menatap ke arah cincin kemudian mengalihkan pandangannya ke angkasa lalu perlahan menghilang menjadi debu