
Aku telah sampai di cafe itu dan meneleponnya.
"Halo."
"Halo, Dimana ? Aku Sudah sampai".
"Di meja 022 "
Aku pun melihat keberadaannya ke kanan dan kiri, tak ku temukan siapapun.
Akhirnya aku bertanya kepada waiters dan di antar ke meja itu. Aku melihat ada pria yang sedang duduk di sana membelakangi ku.
"Permisi Pak.. Benar ini Pak Putra?" Dia melihat ke arahku.
DEG.. !!
Mata itu?? Apakah dia orangnya? Apakah dia yang membuat ayah... meninggal?
Aku gugup.
"Iya, Saya Putra. Silahkan duduk."
....
Flashback..
__ADS_1
Malam itu hujan mengguyur bumi dengan sangat derasnya. Petir dan kilat terdengar saling bersahutan memekikkan telinga.
Aku yang sedang berada di dapur saat hendak minum, mendengar suara teriakan ibu dari dalam kamar. Aku berlari..
Aku melihat ayah sudah bersimbah darah. Mulutnya mengeluarkan darah segar, leher ayah terluka, seluruh tubuhnya ada bekas sayatan dan darah yang berceceran dimana-mana. Aku menjerit histeris melihat itu. Tak ada siapapun di sana..
Ibu tidak sadarkan diri melihat ayah meninggal dengan cara yang seperti ini. Saat aku melihat sekeliling, ada orang di balik jendela yang melihat ke arahku, dia memakai jubah hitam dan penutup muka, terlihat hanya sepasang matanya saja. Bola mata berwarna ungu itu...
Aku ingat sekali, sepasang mata itu.. Mirip dengan mata orang yang ada di depanku ini.
Ketika aku hendak menghampiri orang tersebut, tiba-tiba dia lenyap, tidak ku temukan siapapun di tempat tadi.
Oke, aku harus tenang Jangan bikin dia curiga.
"Saya Lita, Terima kasih sudah menolongku semalam."
"Sama-sama. Aku dengar kau seorang model? Benarkah?"
"Iya saya model di agensi xxx."
"Model profesional.. " Jawabnya.
Aku gemetaran melihatnya, tapi aku harus bisa menahan emosiku..
Dia terlihat sangat tenang sekali, dari caranya bicara tidak ada tanda-tanda bahwa dia seorang pembunuh. Tapi kenapa dia bisa mempunyai bola mata purple eyes itu? Bukankah pemilik bola mata purple eyes sangat langka di dunia? Dan mana mungkin kalau dia pakai softlens, terlihat sangat alami sekali mata itu.. Indah tapi menyeramkan.
__ADS_1
"Apa kau heran dengan warna bola mataku?" Tanyanya membuatku tersentak.
"Ti, tidak.. Aku hanya.. "
"Aku terlahir dengan purple eyes ini, semua orang selalu melihatku aneh."
"Maaf aku tidak bermaksud.."
"Iya tak usah merasa tidak enak."
Aku tidak tau harus berbuat apa, bingung bercampur takut dan otakku tidak dapat berpikir.. Oke tarik nafas... buang.!!
Aku harus mendekatinya biar aku tau apa benar dia yang melakukannya atau bukan. Aku harus menyelidikinya sendiri.
Aku harus punya cara sendiri untuk menyelidiki ini semua, tanpa di curigai olehnya. Tapi saat ini aku harus pergi dari sini dan menyusun strategi agar semua berjalan mulus.
"Aku harus pergi sekarang. Maaf sudah mengganggu waktumu.. Lain kali kita bertemu lagi. Terima kasih."
"Baiklah. Aku pun harus pergi bertemu klien. Sampai jumpa kembali."
Aku pun pergi meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Nampaknya dia merasa kalau sikap ku sedikit aneh, terlihat dari raut wajahnya yang kebingungan saat aku tergesa-gesa hendak pergi dari tempat itu. Sampai-sampai aku menabrak waiters yang akan mengantarkan makanan ke meja tamu, untung saja makanan itu tidak tumpah sehingga tidak mengotori bajuku.
Sampai di apartemen, aku merebahkan tubuhku di ranjang.. Otak ku sedang tidak bisa di ajak untuk berpikir. Sebaiknya aku tidur saja dulu lah agar otak ku kembali bisa berpikir.
...****************...
__ADS_1