
Seorang gadis cantik berdiri di depan pintu masuk perusahaan paling besar di negara itu. Dia memakai tanktop hitam di padu dengan blazer warna peach, rok hitam pendek dan kacamata hitam. Rambutnya yang panjang terurai cantik.
Seorang satpam menegurnya, "Nona, apa yang anda lakukan di sini? Sepertinya kau sedang mencari seseorang?"
Lita membuka kacamatanya dan berbicara kepada satpam itu. "Aku ingin menemui pemilik perusahaan ini pak. Apakah dia ada di dalam?"
"Anda ingin bertemu Tuan Muda Putra?"
"Iya pak, saya Lita. Saya sudah menelpon nya tapi dia menyuruhku untuk menunggunya di sini."
"Oh, Ya sudah Nona, anda duduk dulu sini."
Lita duduk di kursi plastik tempat satpam tadi. Cukup lama dia menunggu. Sambil menunggunya, dia saling mengirim Chat dengan Jenni.
"Ta, gimana itu Bos P mau di ajak ketemuannya tidak?" Jenni.
"Iya, dia mau. Mudah-mudahan sih rencana kita mulus Jen." Lita.
"Ya, aku doakan semoga lancar. Aku sama Egi terus mengawasi mu Ta. Takut nanti kenapa-napa." Jenni.
"Iya, jagain aku ya Jenni sayang. Ini semua demi kita juga " Lita.
"Sip.. Tenang aja ya kamu. Aku udah otw ke TKP nunggu kamu sama target datang."
"Oke."
"Apa aku membuatmu menunggu lama Nona cantik?" Suara lembut pria itu mengejutkan Lita.
"Eh, Pak. Maaf tadi saya sedang chat teman." Lita tersentak kaget.
"Senang sekali kau mengajakku untuk keluar Nona. Kemana tujuan kita?"
"Iya, maaf ya mengganggu waktu mu. Kita ke restoran xxx di kota ya."
__ADS_1
"Baik. Ayo naik mobil saya."
Lita dan Putra pun pergi menuju tempat yang sudah di rencanakan.
***
"Jen, kita sudah sampai nih." Ucap Egi yang melihat Jenni sudah tertidur pulas di mobil.
"Jen.. Bangun."
Jenni membuka matanya yang masih mengantuk lalu terbangun dan melihat ke arah jendela. "Udah sampai ya? Aku mau minum dulu. Haus."
Jenni mengambil botol minuman mineral dan meminumnya dengan cepat. "Ayo kita turun. Nanti keburu ketahuan sama Bos P nya."
Mereka berdua turun dan bersembunyi di meja yang tidak akan terlihat dari luar.
Tidak lama kemudian, datang sebuah mobil mewah yang mereka yakini itu Lita dan Bos P. Ternyata benar, mereka turun dari mobil itu dan duduk di meja luar. Karena Jen dan Egi ada di meja sebelah yang tertutup kaca laminasi, jadi Jen dan Egi bisa mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Kita duduk di sini ya." Lita menarik tangan Putra untuk duduk di meja luar itu.
Putra memanggil waiters dan memesan makanan. Lita memulai pembicaraan.
"Emh, boleh saya tanya sesuatu Pak?"
"Boleh, ada apa? Oh ya, kau tidak usah panggil saya Pak, panggil saja Putra."
"Iya Maaf. Saya mau tanya rumah mu dimana?"
Putra tersenyum lalu berkata, "Apa kau mau ke rumahku?"
Senyumnya membuat Lita merinding. Memang dia tampan, tapi jika senyum seperti itu, membuatnya ketakutan. Seperti senyum ingin melakukan sesuatu.
"Oh, tidak, tidak. saya hanya bertanya saja."
Untung saja waiters datang membawa minuman, Lita pun meminum jus alpukat yang di pesannya tadi. "Saya minum dulu ya."
__ADS_1
"Iya, kenapa kamu gugup begitu? Bukankah ini kedua kalinya kita bertemu?"
"Saya tidak gugup Pak, Saya hanya.."
"Kapan-kapan aku ajak kau ke rumahku ya, Nona cantik."
Lita tersenyum paksa. Walaupun senyumannya terlihat di paksakan tapi kecantikannya tidak pudar.
"Apa aku boleh menjadi temanmu Lita?" Putra.
"Boleh, aku juga ingin berteman denganmu." Lita.
"Dan sepertinya kita tidak usah berbicara formal sekali. Kita bicara layaknya teman saja. Apa bisa.?" Putra.
"Bisa bisa, bisa banget. Aku lapar sekali, makan yuk."
"Ayo kita makan."
'Yes, pucuk di cinta ulam pun tiba. Tidak usah capek-capek agar dia mau berteman denganku, ternyata dia yang menawarkan duluan. Itu berarti rencana awal berjalan dengan mulus.' Lita.
***
"Akhirnya, mudah sekali Lita mempengaruhi dia. Hebat.." Bisik Jenni kepada Egi.
Egi membalas ucapan Jenni sambil berbisik juga di telinganya, "Iya lah, dia kan cantik. Pria mana yang mampu menolak pesonanya."
"Betul itu, tapi kalau aku gimana? Cantik nggak?" Jenni mendekatkan wajahnya di depan wajah Egi. Membuat Egi menjauhkan wajahnya.
"Kau kenapa Jen?" Tanya Egi.
"Aku tanya, apa aku cantik seperti Lita?" Jenni mendengus kesal. Semua pria memang tidak peka maunya wanita apa.
Jenni kan hanya mau Egi jawab, "Iya, kamu juga cantik kok" . Walaupun bohong tapi kan senang di puji cantik.. Ini malah menjauhkan wajahnya . 'Dasar Mesum.!! Dia pikir aku mau cium bibirnya apa!'
...****************...
__ADS_1