The Purple Eyes

The Purple Eyes
Wanita iblis


__ADS_3

Mereka mendengarkan penjelasan Egi dengan seksama. Ternyata ini saling berhubungan. 'Ayah, kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku? Jika aku tau dari awal mungkin aku bisa sedikit membantu.' Lita.


'Secepatnya aku dan Jenni harus menyelidiki ini semua. Aku tidak ingin semakin banyak korban yang dilakukan ARPE.' Lita.


"Egi? Apa kau sengaja menulis 361?


"Ya, mungkin sebagian dari mereka mengetahui maksud itu. Dan sudah mengetahui nama ku. Karena aku pun di incar oleh mereka.. Tapi mereka tidak bisa menemukan kediamanku ini."


"Kenapa?"


"Karena tertutup tirai ghaib. Mata mereka hanya melihat pohon-pohon tinggi di sini."


"Ma, mana mungkin?" Lita dan jenni terkejut mendengar penjelasan Egi.


"Ya, sebenarnya ini adalah wilayah hutan terlarang. Tapi, karena pelayan yang sudah bekerja dengan ayah dulu sangat menyayangi kami, mereka meminta izin kepada lelembut di sini dan memagari rumah ini dengan pagar ghaib itu."


"Pelayan? Siapa?"


"Bu Ani, wanita paruh baya yang tadi membukakan pintu. Dia dan dua satpam tadi adalah keluarga. Mereka kakak beradik yang di pekerjakan di rumahku oleh ayah. Ayah menganggap mereka seperti saudara sendiri. Ketika ayah di bunuh, ayah meminta Bu Ani dan saudaranya membawa ku kabur dari rumahku."


"Aku bingung Egi. bagaimana kita memulai ini. Jen, kau sedang apa?"

__ADS_1


"Aku sedang liat-liat buku di sini. Kali aja ada info tentang mereka."


Jenni sibuk sendiri mencari dan membaca buku-buku yang tersusun rapi di rak. Sedangkan aku masih kebingungan harus berbuat apa.


"Lita, sepertinya kau dan Jenni harus tinggal di sini. Terlalu berbahaya tinggal di apartemen."


"Jen, bagaimana pendapatmu? Lalu bagaimana dengan pekerjaan kita? Apa bos akan marah?"


"Aku juga tidak tau. Kita masih punya waktu 5 hari sebelum cuti berakhir. Apa kita akan mengundurkan diri Lit?"


"Lebih baik kalian mengundurkan diri, karena nyawa kalian sedang terancam."


Mereka saling pandang, entah apa yang harus mereka perbuat. Jika mereka tidak bekerja darimana mendapatkan uang. Jika bekerja, nyawa mereka terancam, karena cepat atau lambat Arpe akan tau identitas mereka.


Di tempat lain..


"Apa kau sudah membunuh Gadis itu Sam?"


"Belum Bu. Kita harus hati-hati jangan sampai tercium oleh polisi."


"Kau benar Sam. Jangan sampai polisi curiga kepada kita. Dan Kita harus meminta tanda tangannya dulu sebelum membunuhnya. Kita baru mendapatkan tanda tangan Mike saja. Dan dia sekarang sudah resmi menjadi anggota ARPE."

__ADS_1


"Kapan ibu melakukannya? Apa dia memberontak?"


"Ya, dia berontak. Tapi ibu menghilangkan ingatannya." Senyum jahat ibu tiri Jenni mengembang.


"Jadi, dia tidak mengingat Jenni?"


"Tidak, dia hanya menurut pada perintah ibu dan ayah tiri mu, John."


'Ibu, sebenarnya aku tidak sanggup untuk membunuh Jenni, dia saudara ku juga. Kenapa ibu masih bersikeras untuk membunuhnya demi harta? Bukankah kita sudah sangat kaya dan bergelimang harta?" Sam.


"Kau kenapa Sam? Apa yang kau pikirkan? Apa kau akan mengingkari janji mu?"


"Tidak."


Sam di Landa kebingungan. Walau bagaimana pun dia menyayangi Jenni karena ia, Mike, dan Jenni di besarkan bersama. Dan ayahnya sangat menyayangi mereka bertiga. Tapi dia tidak bisa melawan ibunya yang sangat jahat. Karena ancaman yang membuatnya menuruti semua kemauan ibunya.


Sam tidak ada tempat buat berlindung dan bersandar. Tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu dan ayah tirinya yang merupakan kaki tangan bos besar ARPE. Bahkan jika dia membantahnya, bukan hanya mati yang akan dia hadapi, tapi siksaan ayah tirinya yang membuat menderita. Itu sudah pernah dia saksikan saat anggota lain tidak mau membunuh saudara mereka.


"Bu, apa ibu tidak menyesali sudah menghabisi ayah? Dia sangat baik terhadap ibu dan aku, tapi kenapa ibu begitu tega membunuhnya?"


"Diam kau Sam. tugasmu hanya menuruti semua perintah ibu. Nanti kau juga akan tau mengapa ibu melakukan ini semua."

__ADS_1


Sam hanya bisa terdiam mendengar ibunya yang sedang marah. Sam tidak pernah bisa membuat ibunya sadar. Entah apa yang bisa membuat ibunya sadar. Karena setiap kejahatan tidak ada yang sempurna. Pasti ada saatnya nanti mereka di ketahui oleh semua orang dan di berikan hukuman yang setimpal, itu yang selalu di takutkan oleh Sam.


...****************...


__ADS_2