
Di tempat lain semua polisi dan tim forensik sedang mengadakan pertemuan mengenai kasus yang semalam belum tuntas. Belum di temukan siapa tersangka yang sudah memberikan racun kepada seluruh tamu undangan itu..
Pak direktur yang sempat di tuduh tidak ada bukti apapun untuk menjadi tersangka.. Sehingga polisi melepaskannya dan masih harus memberikan keterangan wajib lapor. Agar kasus ini menemukan titik terang.
Yang polisi tak habis pikir, ada yang meminum racun tersebut tapi tetap baik-baik saja, sedangkan yang lainnya mati secara mendadak.
Mereka memeriksa semua orang tanpa terkecuali yang ada di tempat itu. Sebagian orang hasilnya negatif, itu berarti mereka tidak memakan atau meminum apapun di sana. Sedangkan beberapa orang, hasilnya positif, tapi mereka baik-baik saja.
Saat polisi dan tim forensik kebingungan, seorang pria menawarkan diri untuk menyelidiki kasus ini. Dia mengaku sebagai detektif, dan dia merasa tertantang untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka pun sepakat untuk menjadikan pria ini sebagai bagian inteligen. Pria itu bermata biru, bertubuh tinggi dan berkulit putih. Dan memberikan dia waktu satu bulan untuk mengungkap kasus ini.
Para wartawan sibuk meliput kejadian yang sangat menggemparkan saat ini. Mereka berlomba-lomba mengupdate berita terkini sebagai Top News agar beritanya semakin ramai di perbincangkan.
Apalagi korban yang berjatuhan publik figur yang sedang naik daun.. Sudah tentu beritanya akan di UP setiap jam sekali.
Polisi sudah sepakat untuk tidak mempublikasikan pria ini ke khalayak ramai. Di khawatirkan dia akan menjadi incaran orang-orang yang belum mereka tau maksud tujuannya meracuni semua.
Salah satu dari mereka, Polisi Senior. Mengatakan bahwa kejadian ini mengingatkannya akan kejadian 10 tahun silam, Racun mematikan itu sama persis dengan racun yang di gunakan saat itu.
__ADS_1
Kejadiannya pun hampir sama, dan memakan korban yang tidak sedikit. Mereka berkesimpulan kejadian ini ada hubungannya dengan kejadian 10 tahun silam. Dan itu perbuatan Orang yang sama, Pikir mereka.
Pria bermata biru itu tersenyum simpul, seperti sudah mengerti arah pembicaraan para polisi tadi. Sekarang dia semakin yakin untuk menyelidiki kasus ini bersama wanita yang semalam dia temui di aula itu.
***
"Kita harus segera bergegas, ini sudah jam 9 Jen, sudah belum. Bagaimana kalau pria itu menunggu kita terlalu lama? Kau makan apa semalam? Kentut mu bau sekali, sampai-sampai aku mau pingsan." Teriak Lita yang sedari tadi menunggu Jen di depan pintu kamar mandi.
Jen pun keluar dengan wajah yang terlihat lega sudah membuang harta karun nya yang semalam tadi tersendat karena yang keluar hanya gas beracun yang membuat orang langsung pingsan. "Ya maaf Ta, semalam aku makan sambal jengkol, sedapp sekali.... Nikmaattt..."
"Mulutnya jangan dekat begitu, Bau.!! Apa kau sudah gosok gigi? Bukankah kita akan pergi menemui pria itu?"
"Jen, bagaimana bisa kau jadi model tapi kelakuanmu seperti ini, semua orang tidak akan menyangka karena wajahmu yang cantik itu." Gerutu Lita.
Lita pun menunggu Jen sambil makan buah semangka yang sudah di iris dadu di meja.
10 menit,
20 menit,
__ADS_1
30 menit.
"Jen......" Teriak Lita..
"Ini sudah jam berapa Jen.. kau sedang apa di dalam?" Sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Sebentar Ta,, Nanggung nih tinggal cebok kok." Balas Jen sambil berteriak juga.
Lita yang sedari tadi sudah kesal dengan Jen hanya bisa menahan emosinya. Dia pun menyadarkan kepalanya ke sofa.
Tak lama kemudian Jen keluar, "Sudah Ta, aku tinggal ganti baju dulu, 10 menit aja."
Tak di jawab oleh Lita, dia terus melirik jam di atas, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00..
Apa pria itu masih di sana? Kalau sudah tidak ada bagaimana kita akan memulainya?
"Hayu Ta, berangkat."
Mereka pun pergi naik taksi online menuju aula tersebut.
__ADS_1
...****************...